NovelToon NovelToon
Kirei

Kirei

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Transmigrasi / Balas dendam pengganti
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Salma.Z

Enam bulan setelah Kirei Zhaklyn—perempuan tangguh di balik kesuksesan industri teknologi—tewas tragis dalam kecelakaan akibat sabotase keji, hidup Vaxerion Mahendra ikut hancur. Konglomerat otomotif itu memilih mundur dari dunia bisnis, hidup seperti cangkang kosong yang didera kedukaan mendalam.
Namun, di sebuah malam gala internasional, pintu aula terbuka. Di sana muncul sepasang manusia: Andi Clark, miliarder pemegang kendali perbankan global asal Swiss, menggandeng seorang wanita yang memiliki wajah, sorot mata, dan senyuman yang seratus persen persis dengan almarhumah Kirei.
Dia adalah Kirei Alexandra. Datang dari Eropa dengan pembawaan ketus, jutek, dan dingin, dia langsung menepis kasar pelukan Vaxerion: "Jaga jarak Anda, Tuan Mahendra. Saya bukan barang peninggalan masa lalu Anda."
Apakah wanita jutek ini adalah Kirei yang bangkit dari kubur untuk membalas dendam, atau ada rahasia adopsi yang sengaja dikubur sejak bayi? Di tengah adu kekayaan tingkat tinggi dan gesekan harga diri melawan Andi Clark, takdir baru yang jauh lebih berbahaya siap menggoncang Jakarta!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salma.Z, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Sinyal Masa Lalu dan Kotak yang Terkunci

Pintu lift pribadi berbahan baja kedap suara menutup dengan desis halus, seketika memotong habis tatapan ratusan pasang mata karyawan lobi dan bayangan Reza yang terpaku di lantai bawah. Di dalam kotak besi vertikal yang bergerak naik menuju lantai empat puluh lima ini, atmosfer mendadak menjadi sangat sunyi. Hanya ada suara dengung pelan mesin lift dan deru napas mereka berdua.

Kirei merasakan jemarinya masih bertaut erat di dalam genggaman tangan Vaxerion. Kulit pria itu terasa begitu hangat dan kokoh, menjadi satu-satunya jangkar yang menahan sisa-sisa amarah di dadanya agar tidak pecah. Kirei berdeham pelan, mencoba mengembalikan wibawa puncaknya yang sempat goyah.

"Kamu bisa lepas tanganku sekarang, Vaxerion. Reza sudah tidak ada," kata Kirei, matanya lurus menatap angka lantai digital yang terus merangkak naik, menolak untuk menatap wajah pria di sebelahnya karena takut salah tingkah.

Vaxerion tidak langsung melepaskannya. Dia justru mengeratkan remasan jemarinya selama dua detik, sebelum akhirnya melonggarkan genggamannya dengan gerakan yang sangat lembut dan tenang. Pria itu memutar tubuh tegapnya, menyandarkan punggungnya di dinding lift sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana bahan abu-abu gelapnya.

"Aku tidak sedang berakting di bawah sana, Kirei," suara berat Vaxerion mengalun rendah, bergema matang di dalam ruang lift yang sempit. Tatapan matanya yang jernih dan tajam mengunci wajah Kirei dengan binar keseriusan seorang pria dewasa. "Setiap kata yang keluar dari mulutku tentang menjagamu... itu bukan cuma gertakan untuk mantan kekasihmu yang tidak tahu diri itu."

Jantung Kirei berdegup dua kali lebih cepat. Di saat lift berdenting pelan menandakan mereka telah sampai di lantai empat puluh lima, pintu terbuka mengekspos ruang kerja Kirei yang luas dan mewah. Kirei langsung melangkah keluar lebih dulu, mencoba melarikan diri dari intensitas tatapan mata Vaxerion yang sanggup melelehkan seluruh pertahanannya.

"Nona Kirei," Maya sudah berdiri di dekat meja resepsionis dalam dengan wajah tegang namun penuh rasa penasaran. "Tuan Vaxerion sudah meminta tim katering privat untuk mengantar makan siang ke ruangan Anda sepuluh menit yang lalu."

Kirei menoleh ke arah Vaxerion yang berjalan santai di belakangnya dengan langkah dewasanya yang khas. "Makan siang privat? Kita tidak ada agenda makan bersama hari ini, Tuan Mahendra."

"Anggap saja ini kompensasi karena aku membuatmu harus menghadapi drama pagi-pagi," jawab Vaxerion tenang. Dia berjalan melewati Kirei, langsung menuju meja kopi marmer di sudut ruangan yang menghadap ke jendela kaca besar. Di atas meja itu, sudah tertata rapi dua porsi makanan rumahan premium yang aromanya sangat menggugah selera—wangi sup iga sapi hangat dan sambal bawang yang segar.

Sisi membumi dari seorang pewaris kerajaan bisnis otomotif ini selalu berhasil membuat Kirei tertegun. Vaxerion tidak memilih restoran bintang lima yang kaku; dia tahu Kirei sedang lelah secara mental dan butuh makanan yang bisa menenangkan perutnya.

Mereka duduk berhadapan. Kirei melepas blazer kerjanya, menyampirkannya di sandaran kursi, menyisakan kemeja putih sutranya yang bersih. Makan siang itu berlangsung dalam keheningan yang nyaman, diselingi obrolan ringan tentang perkembangan uji coba integrasi Zhaklyn OS pada sasis mobil listrik Mahendra. Sikap penuh perhatian Vaxerion terlihat dari bagaimana dia dengan telaten menggeser mangkuk sup yang lebih hangat ke dekat Kirei tanpa banyak bicara.

Setelah mangkuk mereka kosong, Vaxerion menyeka bibirnya dengan tisu, lalu merogoh ke dalam tas kerja kulit hitamnya. Dia mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil berwarna biru tua yang tampak usang di bagian sudutnya.

Vaxerion mendorong kotak itu perlahan di atas meja marmer, tepat ke depan jemari Kirei.

"Apa ini? Kontrak revisi saham lagi?" tanya Kirei, matanya menyipit penuh selidik, mencoba menutupi rasa penasarannya yang mulai membubung.

"Buka saja," bisik Vaxerion lembut, suaranya terdengar sangat romantis di tengah kesunyian ruang kerja yang luas itu. Dia menopang dagunya dengan satu tangan, menatap Kirei dengan pandangan pekat yang mengunci seluruh fokus Kirei.

Kirei mengulurkan tangannya, membuka pengait kotak beludru itu dengan perlahan. Begitu tutupnya terbuka, napas Kirei mendadak tercekat di tenggorokan. Matanya membelalak lebar, dan tangannya refleks gemetar halus.

Di dalam kotak itu terbaring sebuah gantungan kunci karet usang berbentuk logo SMA Pelita Bangsa yang warnanya sudah agak memudar. Di bagian ujungnya, ada sisa goresan spidol permanen bertuliskan inisial nama: K.Z.

Itu gantungan kunci milik Kirei yang hilang lima tahun lalu, tepat pada malam paling kelam dalam hidupnya—malam di mana ibunya menghilang dan dia terusir dari rumah kontrakannya di bawah guyuran hujan deras Jakarta Timur.

"Kamu... gimana bisa barang ini ada di kamu?" suara Kirei bergetar hebat, ada rasa haru yang mendadak menyeruak naik ke dadanya, meruntuhkan sisa-sisa topeng es di wajah cantiknya.

Vaxerion menatap gantungan kunci itu, lalu kembali menatap mata jernih Kirei dengan binar ketulusan yang telanjang.

"Malam itu, setelah ibunya Reza melempar uang dan pergi, kamu berdiri sendirian di halte stasiun sambil memegang tas sekolahmu yang basah kuyup," ujar Vaxerion, suaranya melembut, mengalun begitu dewasa dan menenangkan. "Saat kamu berjalan menerobos banjir dengan kepala tegak menolak untuk menangis, barang ini jatuh dari ritsleting tasmu. Aku memungutnya dari genangan air."

Vaxerion memajukan tubuhnya, mengulurkan tangan kirinya untuk mengusap lembut punggung tangan Kirei yang masih gemetar di atas meja.

"Selama lima tahun ini, setiap kali aku merasa lelah mengurus bisnis keluargaku, aku selalu melihat gantungan kunci ini, Kirei," bisik Vaxerion dengan suara berat yang sarat akan janji setia. "Barang kecil ini mengingatkanku bahwa di sudut kota yang kejam ini, ada seorang gadis SMA yang berjuang tanpa air mata demi keluarganya. Aku menyimpannya bukan untuk mengasihanimu, tapi karena aku tahu... suatu hari nanti, gadis itu akan tumbuh menjadi wanita hebat yang berdiri sejajar denganku di sini. Dan hari ini, aku mengembalikannya pada pemiliknya yang sesungguhnya."

Mendengar rayuan romantis yang dibungkus oleh bukti ketulusan masa lalu selama lima tahun itu, benteng es di hati Kirei benar-benar runtuh berkeping-keping tanpa sisa. Air mata haru yang nyata akhirnya merembes jatuh melewati pipi cantiknya. Di tengah dunia bisnis yang penuh kepalsuan dan manipulasi, akhirnya Kirei menyadari bahwa dia tidak perlu lagi memasang duri tajamnya, karena pria dewasa di depannya ini telah menjaganya sejak dia bukan siapa-siapa.

 Bersambung...

1
Wawan
Salam kenal Kirey 💪✍️
T28J
keren kakak👍
Salma.Z: Terima kasih
total 1 replies
Tisa
Penulis menulis dengan sangat keren, alur ceritanya menarik. Tetap semangat!!!
Ika Yani
lanjut kak
Naura
Saya sebagai pembaca terlalu terbawa suasana Kirei dan Vaxerion.
udin sini
Lanjut kaka
Reni
Sangat bagus dan keren
Nayla
Cemburu itu mengerikan..😃 Lanjut thor
Rara Lani
Menarik!!
Tisa
Next! Semangat!! sukses ya!
Iki Riat
Pria yang sedang jatuh cinta pada satu wanita.
Ika Yani
Menarik
udin sini
Keren. Di tunggu kelanjutannya...
Cantika
😍 lanjut thor.. Semangat
Salma.Z: Iya. Terimakasih👍
total 1 replies
Cantika
Ayo UP segera
Sari
Nunggu bab 3 🤭
Salma.Z: di tunggu besok kak
total 1 replies
Hana Unil
next
Andy Rajasa
Bagus..lanjutkan!
Salma.Z: Ya.. siap
total 1 replies
Siti
Lanjut..
Salma.Z: Siap...
total 1 replies
Siti
Keren, ceritanya menarik. Semoga karyanya di baca semua orang..semangat!!!
Salma.Z: Aamiin. Terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!