NovelToon NovelToon
Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Anakku! Diceraikan Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Ibu susu
Popularitas:20.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

Larasati, gadis desa sederhana, percaya bahwa pernikahannya dengan Reza Adiguna akan membawa kebahagiaan. Namun semua harapan itu hancur di hari ia melahirkan—anaknya direbut, dirinya diceraikan, dan ia dicampakkan tanpa sempat memeluk buah hatinya.

Sendiri dan hancur, Larasati berjuang bertahan hidup di tengah kota yang asing. Hingga takdir mempertemukannya dengan Hajoon Albra Brajamusti, pria yang dulu pernah dikenalnya tanpa sengaja.

Dengan keberanian yang tumbuh dari luka, Larasati menyamar sebagai ibu susu demi bisa dekat dengan anaknya kembali.

Di tengah perjuangannya, hadir perasaan yang tak pernah ia duga.

Apakah Larasati sanggup merebut kembali anaknya sekaligus menemukan arti cinta sejati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa Dia? 10

"Bang Sai. Tolong Bang, dia tadi pagi tidur, tapi sampai sekarang nggak bangun,"ucap Hajoon sambil menggendong Laras. Dia berjalan cepat, ah tidak, Hajoon berlari. Baginya tubuh Laras begitu ringan.

Sai sedikit bingung sebenarnya. Siapa wanita yang dibawa Hajoon, karena dia baru pertama kali melihatnya. Tapi melihat kedua mertuanya yang juga ikut mengantar, Sai berpikir bahwa mungkin wanita ini adalah orang yang dikenal baik oleh keluarga istrinya tersebut.

"Sebelah sini. Tenanglah Joon, semua akan baik-baik aja. Biar dia diperiksa lebih dulu."

Hajoon mengangguk paham, sebuah brankar sudah disiapkan dan dia meletakkan Laras di sana.

Wajah Hajoon nampak khawatir, pun dengan Brigita juga Hwan. Sai ingin bertanya lebih lanjut, tapi dia menahannya lebih dulu sampai Laras selesai diperiksa.

Sekitar 30 menit Laras mendapat pemeriksaan. Seorang dokter rekan dari Sai keluar untuk menjelaskan.

Laras deman, dan sepertinya karena kelelahan. Stress itu yang mejadi penyebab nya.

"Ya Allah," hanya itu yang Brigita ucapkan sekarang ini. Niat hati dia tidak ingin ikut campur lebih dalam, tapi melihat Laras yang kondisinya demikian membuatnya teringat dengan kondisi anak sulungnya dulu bertahun-tahun silam.

Jiwa seorang ibu membuncah, perasaan Brigita mengatakan bahwa kondisi Laras sangat buruk saat ini.

"Biarkan dia di sini dulu saja untuk menerima perawatan, Joon,"ucap Sai.

"Iya Bang, dia memang harus mendapat perawatan yang baik. Kalau begitu aku keluar dulu sebentar ya,"Hajoon setuju dengan ucapan Sai.

"Mau kemana, Joon?" tanya Brigita dengan heran karena putranya nampak terburu-buru.

"Keluar bentar. Nggak akan lama kok." Hajoon tidak menjawab secara detail. Dan dia langsung melenggang pergi.

"Appa, Eomma, sebenarnya siapa wanita itu?" Akhirnya Sai bertanya juga kepada ayah dan ibu mertuanya. Dia jelas penasaran. Pasalnya selama ini yang dia ketahui, adik iparnya adalah pria yang tidak pernah memiliki hubungan khusus dengan wanita kecuali memang teman yang berada di circle pertemanan dan keluarga. Maka dari itu Sai pun menjadi penasaran.

"Laras, nama nya Laras. Dia ... "

Brigita menjelaskan seperti apa yang dijelaskan oleh Hajoon. Sai tentu tidak langsung paham karena memang penjelasan Brigita hanya sepotong saja. Brigita juga tidak bisa mengatakan banyak hal karena yang dia ketahui tentang Laras dari Hajoon juga hanya segitu saja.

"Ya udah kalau begitu, sekarang biarkan Laras beristirahat,"ucap Sai kepada kedua mertuanya.

Sedangkan Hajoon, saat ini dia sudah berada di depan rumah laras. Ya, dia pergi ke mari. Tempat yang dia tuju adalah perumahan tempat Laras tinggal. Hajoon yakin kalau dia ke tempat ini maka dia akan mendapatkan banyak informasi tentang Laras.

"Selamat siang, ada apa Mas? Apa sedang mencari seseorang?"

Seroang wanita menyapa Hajoon, dan itu sedikit membuat Hajoon terkejut.

"Ah benar, tapi saya tidak sedang mencari seseorang. Saya adalah teman dari wanita yang tinggal di rumah ini,"ucap Hajoon. Matanya sedikit menyelidik terhadap wanita yang menyapanya itu.

"Aah temannya Neng Laras ya? Tapi sepertinya Neng Laras nya sedang tidak ada di rumah itu. Tadi pagi saya lihat dia sudah pergi pagi-pagi sekali."

Hajoon tersenyum, mendengar nama Laras di sebut dengan akrab, ia yakin kalau wanita ini mengenal baik Laras.

"Bu, bisakah saya bicara sebentar dengan Ibu? Perkenalkan nama saya Hajoon, saya adalah orang yang dulu pernah ditolong oleh Laras. Sekarang, Laras sedang ada di rumah sakit."

"Ya Allah."

Wajah wanita itu terlihat langsung pucat mendengar Laras ada di rumah sakit. Hal tersebut membuat Hajoon semakin yakin kalau wanita ini tau banyak soal Laras.

"Sebelah sini Mas Hajoon, silakan duduk. Maaf saya tidak bisa mempersilakan masuk karena tidak ada suami dan anak saya di rumah. Nama saya Ratna. Bagaimana keadaan Neng Laras sekarang?"

"Laras sudah dapat perawatan yang baik, Bu Ratna. Sebenarnya saya ingin tahu apa yang terjadi pada Laras, Bu. Dulu sekali saya sudah banyak dibantu oleh Laras dan ayahnya. Kali ini saya ingin membantunya. Saya melihat, dia sedang dalam keadaan yang sulit,"ucap Hajoon. Dia sungguh ingin tahu dan dia sangat berharap bahwa Bu Ratna bisa memberitahu apa yang terjadi pada Laras.

"Saya tidak tahu apa saya boleh bicara atau tidak. Hanya saja, saya kasihan dengan Neng Laras. Jika ada yang membantunya mungkin dia bisa menjadi lebih baik dari sekarang. Kasihan Neng Laras dia sudah tidak punya siapa-siapa. Ketika datang ke sini, dia hanya datang bersama suaminya. Ayahnya katanya sudah meninggal."

Hajoon terkejut mendengar fakta jika Pak Rohim--ayah dari Laras sudah meninggal. Pantas saja Laras bisa berada di sini sekarang. Tapi agaknya keterkejutan Hajoon tidak berhenti disitu. Mulutnya sampai menganga dengan lebar mendengar cerita Ratna selanjutnya tentang apa yang terjadi pada Laras.

Hajoon mendengar dengan tangan yang mengepal erat. Dia merasa emosi yang berapi-api. Apalagi Ratna juga bercerita dengan menggebu-gebu.

Tampak sekali bahwa wanita yang ada di depannya ini pun begitu marah.

"A-apa pria itu manusia?" ucap Hajoon. Dia sungguh tidak habis pikir dengan pria yang bernama Reza itu.

"Saya pun tidak tahu, Mas. Mereka saat datang kemari sungguh sangat harmonis. Pria itu terlihat begitu mencintai Laras. Tapi siapa sangka Laras diceraikan saat dia baru saja melahirkan. Dan yang membuat saya sakit hati adalah, Laras katanya sama sekali tidak bisa diperbolehkan melihat anaknya. Mas Hajoon, sebenarnya ini adalah rahasia. Belum lama ini, Laras juga berusaha untuk bunuh diri."

Astagfirullah!!!

Hajoon terperangah dengan ucapan Ratna yang terakhir. Kepalan tangan Hajoon semakin erat, emosinya membuncah.

Laras, gadis yang dulu selalu ceria dan sederhana itu, gadis yang baik itu, diperlakukan tidak adil seperti ini.

"Bu Ratna, siapa nama pria itu. Nama lengkapnya?" ucap Hajoon dingin.

"Reza Adiguna. Ya itu nama mantan suami Laras."

Hajoon mengangguk paham. Dia pun pamit undur diri. Tak lupa Hajoon mengucapkan terimakasih kepada Ratna atas informasi yang dia dapatkan.

Di dalam mobilnya, Hajoon tak langsung mengemudikan mobilnya. Dia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.

"Hyuuuuung Boooos, kemana aja sih. Dari pagi nggak ada kab~"

"Brisik. Aku ada tugas untuk mu. Cari informasi tentang pria yang bernama Reza Adiguna. Aku beri kamu waktu satu jam, ah nggak. Kelamaen kalau satu jam tuh. Tiga puluh menit, ya aku rasa cukup. Kalau sampai telat, maka bonusmu akan aku potong."

"Ya? Tap~"

Tuuuut

Hajoon segera menutup ponselnya sebelum asistennya itu mengomel dan bicara panjang lebar. Saat ini dia tidak dalam mood yang bagus untuk mendengarkan ke-cerewetan dari sang asisten.

"Reza Adiguna. Siapa dia sampai berani nya memperlakukan wanita sepeti barang dan alat?"

TBC

1
Yunita Sophi
pasti akan tenang dan senanglah biar masih baby... krn dia tau Laras yg dulu mengandung dia...
Yunita Sophi
semangat Laras kamu pasti bisa dan tentu aja kamu akan berhasil...
Yunita Sophi
yah Hajoon kan baik Laras... kamu baru keluar rumah sakit kan emang harus istirahat dulu... Hajoon modus nya tepat kan 😄😄
Yunita Sophi
orang tua yg baik dan pengertian... semoga Laras mendapat kan mertua yg seperti mereka baik nya..
Yunita Sophi
Alhamdulillah semoga Hajoon bisa membalaskan sakit hati nya Laras...
Yunita Sophi
untung Laras bertemu teman lama yg baik...
dewi rofiqoh
Sepertinya tubuh elio tidak bisa menerima adi kamu Eva! Makanya ia kejang
Esther
iti pasti efek dari susu yang dicampur Eva
Yunita Sophi
nah ya Hajoon bawa anak orag ke rumah orang tua mu..
A R
😭😭😭😭 eliooo.. asi nya beracunb krn org nya punya niat jahatt
Sugiharti Rusli
kira" apa yang akan terjadi nanti saat di rumah sakit, dan apa Laras akan langsung berangkat saat itu juga ke kota,,,
Sugiharti Rusli
anak itu memberi sinyal dengan reaksi tubuhnya yang menolak dengan keras ASI dari ibunya yang dicampur meski hanya setetes,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya reaksi tubuh baby Elio hisa sangat sensitif meski ASI yang Eva beri hanya sedikit yah,,,
Sugiharti Rusli
dan baby Elio bukan bereaksi dengab menolak langsung ASIP yang sudah dicampur si Eva, tapi malah saat tidur reaksinya,,,
Sugiharti Rusli
ternyata firasat seorang ibu ke anaknya memang kuat yah meski ga tahu ada apa,,,
Sugiharti Rusli
kira" baby Elio apa akan mau meminum ASI yang sudah dicampur meski hanya sediki,,,
Sugiharti Rusli
mana dia coba menghubungi no Laras yang belum diganti, kalo pas dia di rumah Reza kalo hp nya aktif kan bisa terbongkar penyamarannya,,,
Sugiharti Rusli
soalnya posisi Laras secara ga langsung mulai ada ancaman karena si Reza yang teringat mantan istrinya itu yah
Sugiharti Rusli
mana proses buat mengambil hak asuh baby Elio masih tertunda entah sampai berapa lama sampai Hajoon kembali lagi
Sugiharti Rusli
lagi si Hajoon kenapa dia membuat nama samaran Laras mirip gitu sih yah, kan jadi ada kecurigaan si Reza tuh jadinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!