[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membalas Ancaman Dengan Ancaman
Seluruh proses mulai dari kedatangan sampai akhirnya Karina dan yang lainnya masuk ke ruang VIP Tingkat 2, apa yang terjadi selama proses itu disaksikan oleh banyak pasang mata para tamu Celestial Plate.
Melihat bagaimana pengelola sangat hormat dan sopan pada Karina, rasa penasaran orang-orang semakin besar pada identitas yang dimiliki Karina.
Namun, sedikitpun Karina belum memiliki keinginan mengungkap indentitasnya sebagai pemilik baru Celestial Plate. Baginya, itu bukanlah sesuatu yang perlu dilakukannya dalam waktu dekat.
Sementara itu begitu pintu ruang VIP Tingkat 2 nomor 1 terbuka, semua orang di dalam ruangan memfokuskan pandangan mereka pada siapa yang akan pertama masuk ke dalam ruangan.
Sophia dan Adrian menjadi orang pertama yang masuk, membuat seluruh anggota keluarga Pratama terkejut melihat penampilan mereka berdua.
Baron yang berada diantara anggota keluarga Pratama, dia merasakan ketertarikan yang begitu besar saat melihat Sophia, berpikir kalau wanita itu yang akan dijodohkan dengannya.
Dari segi usia, penampilan Sophia saat ini tak mencerminkan seorang wanita berusia 40 tahunan.
Dia lebih mirip dengan wanita berusia dua puluh tahunan akhir yang tengah berada di puncak kecantikan.
Saat Bara ingin pergi menghampiri Sophia, seketika~
“Crot!~”
Darah dari hidungnya menyembur keluar, mengalir deras bagaikan air terjun begitu melihat Karina yang baru saja memasuki ruangan, diikuti pengelola Celestial Plate.
Setelah mengantarkan Karina sampai ke dalam ruangan, pengelola Celestial Plate sempat memberi hormat pada Karina sebelum pamit undur diri melanjutkan pekerjaannya.
*
Suasana ruang VIP Tingkat 2 nomor 1 mendadak hening, dimana orang-orang ditempat itu selain Karina dan keluarganya, saat ini mereka sibuk membersihkan darah yang keluar dari hidung.
Sophia menjadi yang pertama membuka mulut, menyapa orangtuanya, lalu disusul Adrian yang menyapa mertuanya dengan sopan.
Hanya kedua orangtua yang disapa mereka, untuk yang lain sama sekali tak mereka beri muka.
Dari bagaimana Sophia dan Adrian menyapa pasangan tua Darman dan Lestari, Baron kini tau kalau wanita yang awalnya menarii perhatiannya, wanita itu bukan yang ingin dijodohkan dengannya.
Kalau begitu~
Pandangan Baron langsung saja tertuju pada Karina, sosok Dewi kecantikan yang baru kali ini dia lihat, dan kalau wanita sesempurna itu menjadi miliknya, dia akan menjadi pria paling beruntung di Dunia.
“K-Kau Karina?”
Suara Celine bergetar, dan dari sorot matanya, tampak jelas rasa iri yang begitu besar ditunjukkan begitu dia melihat penampilan Karina.
“Tentu saja aku Karina. Kalau bukan aku, siapa lagi putri Ibu dan Ayahku?” ucap Karina sembari tersenyum kecil.
“Ugh!”
Para pria kembali mimisan begitu melihat senyuman Karina.
Baron menjadi yang terparah karena saat ini dia adalah pria yang paling tertarik pada Karina.
Beberapa saat kemudian setelah suasana kembali tenang, pelayan datang untuk menyajikan makanan dan minuman terbaik yang ada di Celestial Plate, dan tak sembarangan orang bisa memesan semua itu, dimana bahkan jika itu orang terkaya, dia harus melakukan pemesanan sejak jauh-jauh hari untuk menikmati makanan dan minuman terbaik milik Celestial Plate.
Namun, Celestial Plate selalu menyisakan satu porsi dari setiap makanan dan minuman terbaik di setiap harinya.
Tentu saja itu dipersiapkan untuk pemilik Celestial Plate jika sewaktu-waktu menginginkan makanan dan minuman terbaik milik Celestial Plate.
Keluarga Pratama bahkan Baron, mereka belum pernah melihat wujud langsung makanan dan minuman terbaik di Celestial Plate.
Jadi saat makanan dan minuman disajikan, mereka hanya beranggapan itu adalah menu biasa.
Tetapi setelah mencicipi salah satu hidangan, mereka seolah terbang ke surga tempat dimana makanan terenak berada.
Cepat mereka mengambil hidangan yang sebelumnya hanya sekedar di cicipi, membuat kelakuan mereka tak ubahnya seperti orang yang sudah berhati-hati tak makan.
Karina dan orangtuanya yang menyaksikan semua itu, mereka hanya menggelengkan kepala dan kembali fokus pada makanan di piring.
Tepat 30 menit kemudian, acara makan malam selesai, dan setelah bekas makan mereka semua dibersihkan, kini Karina dan orangtuanya menunggu apa yang ingin dibicarakan keluarga Pratama dengan mereka.
“Sophia, kini putrimu sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, dan sepertinya dia sudah memasuki usia untuk menikah.”
Darman mewakili keluarga Pratama membuka obrolan.
Sophia yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya mengerti, dan dia mulai bisa membaca kemana arah pembicaraan akan berlanjut.
“Melihat kelurgamu yang pernah jatuh dan kemungkinan kalian baru saja bangkit, aku sebagai Kakek Karina telah mencarikan jodoh terbaik untuknya!”
Darman menatap Baron yang cepat merapikan penampilannya, sebab dia akan diperkenalkan pada calon istri dan calon mertuanya.
“Baron, dia adalah pria baik, dan yang penting dia memiliki kekayaan yang cukup untuk menunjang kehidupan putri kalian. Jadi, daripada sekedar membicarakan perjodohan mereka, bagaimana kalau malam ini kita langsung membicarakan hari baik untuk menikahkan mereka?”
Darman tersenyum lebar, yakin keluarga Karina setuju dengan penawarannya, sementara di sisi lain Baron tersenyum lebar, dan rasanya dia sudah tak sabar menghabiskan hari-harinya bersama Karina.
Tetapi hawa ruangan berubah mencekam begitu Karina bicara, “siapa kalian ingin mengatur hidupku? Perjodohan atau bahkan Pernikahan dengan orang sepertinya, apa kalian pikir aku tertarik dengan semua itu?”
Karina menunjuk Baron, si pria tua yang wajahnya tak enak dipandang.
“Pria tua, dalam mimpi sekalipun aku nggak akan memiliki hubungan apapun denganmu, dan tentang kekayaan, apa kalian lupa siapa yang bisa membawa kalian ke tempat ini?~”
“Bicara soal uang, keluargaku sama sekali nggak kekurangan uang, dan kalau memang dia itu pria baik, kenapa nggak Celine saja yang kalian nikahkan dengannya? Aku lihat-lihat, mereka ini akan menjadi pasangan paling serasi jika sampai menikah!”
Karina tersenyum lebar, tapi senyuman itu terlihat seperti ejekan di mata anggota keluarga Pratama.
“Nona, aku pastikan kau bakalan menyesal kalau berani menolakku!”
Baron membuka suara, tapi ucapan pertamanya justru ditujukan untuk mengancam Karina.
“Tuan Baron, apa kau percaya kalau malam ini juga aku bisa menghancurkan perusahaanmu?”
Karina tak ragu membalas ancaman dengan ancaman yang lebih menakutkan.
“Cih! Wanita sepertimu nggak akan mampu melakukan itu!”
Senyuman sinis seketika menghiasi wajah Baron yang tak mempercayai ancaman Karina.
“Tanpa bukti, ancaman yang aku berikan memang sulit untuk dipercaya. Kalau begitu langsung saja aku buktikan!”
Karina menghubungi pengelola Celestial Plate, memberi perintah untuk memasukkan Baron dan perusahaannya ke dalam daftar tamu yang dilarang memasuki Celestial Plate, dan siapapun yang memiliki hubungan dengan Baron juga akan segera dimasukkan ke daftar yang sama.
Selesai dengan Celestial Plate, Karina menghubungi pengelola Aurora Grand Mall, memberi perintah pada asistennya itu untuk memutus hubungan dengan perusahaan Baron, dan melakukan hal serupa pada siapapun yang masih berhubungan dengan Baron.
Dalam waktu singkat hal buruk menimpa perusahaan Baron, dan cepat kabar itu terdengar sampai ke telinga Baron.
“A-Apa yang terjadi? Bagaimana hal seperti itu bisa terjadi?”
Baron memegangi dada kirinya yang terasa nyeri, sementara tantan kanannya cepat mengambil botol berisikan pil kecil yang bisa menyelamatkan hidupnya.
Begitu rasa sakit yang dirasakannya reda, Baron langsung mencari keberadaan Karina dan keluarganya, tapi ternyata mereka sudah pergi, meninggalkan anggota keluarga Pratama yang menatapnya penuh kebingungan.
“Kalian benar-benar pembawa sial! Dalam satu minggu ini segera lunasi hutang-hutang kalian beserta bunganya, dan kalau sampai kalian gagal melunasi hutang, dia akan menikah denganku!”
Baron menunjuk Celine yang terdiam membisu di tempat duduknya.
“Kenapa semua jadi begini?” seru Lestari begitu Baron pergi meninggalkan ruangan dengan langkah cepat.
“Semua ini gara-gara Sophia dan keluarganya! Karena mereka yang menyebabkan semua ini, maka mereka juga yang harus bertanggungjawab!”
Hendra menyalahkan Sophia dan keluarganya atas apa yang terjadi, dan dia melakukan itu karena tak ingin putrinya menikah dengan pria tua seperti Baron, meski pria itu kaya.
“Kakek, Nenek, aku nggak mau menikah dengan Om Baron! Apapun yang terjadi Karina yang harus menikah dengan orang itu!”
Celine menangis sesenggukan, benar-benar tak ingin memiliki hubungan dalam bentuk apapun dengan Baron.
Saat ini dia memang tak secantik Karina, tapi setidaknya dia nanti memiliki suami yang lebih baik dari Baron.
Melihat cucu kesayangannya menangis, Lestari tak tega melihatnya. “Cucuku benar, apapun yang terjadi hanya Karina yang akan menikah dengan Baron!”
Setelahnya mereka pergi, dan akan menyusun rencana baru untuk menjerat Karina supaya menikah dengan Baron.