NovelToon NovelToon
SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

SUAMI YANG DI BUANG TERNYATA PEWARIS TERKAYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

(Tokoh utama Pria+Wanita)

Raka Pradipta adalah seorang suami yang selama menikah hanya menjadi alat penghasil uang bagi keluarga istrinya, ia di paksa membiayai kehidupan seluruh keluarga istrinya. Tapi karena rasa cinta yang sangat besar Raka menjalani kehidupannya dengan sepenuh hati tanpa mengeluh sedikitpun. Namun, ketika sebuah kenyataan pahit menghantamnya, rasa sayang yang selama ini hanya ia simpan untuk istrinya lenyap seketika ketika istrinya lebih memilih berkhianat dengan seorang pria yang lebih segalanya darinya, Raka pun di paksa menceraikan sang istri lalu ia di usir tanpa hormat oleh keluarga istrinya itu.

Namun, tak ada yang menyangka jika Raka adalah seorang anak dari penguasa jaringan bisnis di negaranya, dan apakah identitas aslinya itu akan di ketahui keluarga mantan istrinya?

ayo simak cerita baru author yang satu ini, semoga para reader suka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Sebuah pelajaran

Raka berdiri terpaku di ambang pintu, dadanya terasa sesak saat melihat wanita yang selama ini hanya hidup dalam ingatannya kini tampak begitu rapuh di hadapannya. Rambut sang ibu terlihat lebih tipis, wajahnya pucat, dan tubuhnya jauh lebih kurus dibanding terakhir kali ia melihatnya bertahun-tahun lalu.

“Mama...” suara Raka kembali terdengar lirih, kali ini lebih berat.

Nyonya Shanum berkedip beberapa kali, seolah berusaha memastikan bahwa sosok di hadapannya bukan sekadar mimpi yang selama ini terlalu sering ia harapkan, tangannya yang sedikit gemetar perlahan terangkat.

“Raka... ini benar kamu?” tanyanya pelan dengan suara bergetar.

Langkah kaki Raka terasa berat, tetapi akhirnya ia berjalan mendekat, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ada rasa takut yang aneh di dalam dirinya. Takut jika semua ini hanya sesaat, takut melihat seberapa besar luka yang telah ia tinggalkan untuk sang Ibu.

“Iya, Ma...” jawabnya lirih sambil berlutut di sisi ranjang. “Raka sudah pulang.”

Kalimat sederhana itu seolah meruntuhkan seluruh pertahanan wanita paruh baya tersebut, air mata mengalir semakin deras di pipinya. Dengan tangan gemetar, Nyonya Shanum menyentuh wajah putranya perlahan, seakan takut sosok di depannya akan menghilang jika disentuh terlalu keras.

“Kamu benar-benar pulang...” gumamnya lirih. “Mama pikir kamu masih marah... Mama pikir kamu nggak akan pernah mau lihat Mama lagi.”

Raka menundukkan kepala, tenggorokannya terasa tercekat.

“Maaf...” ucapnya pelan. “Raka terlalu keras kepala.”

Wanita itu langsung menggeleng cepat meski tubuhnya tampak lemah. “Jangan bilang begitu,” katanya terbata. “Mama cuma takut kehilangan kamu saja, nak.”

Raka menggenggam tangan ibunya erat, untuk sesaat, semua luka yang baru saja ia alami seperti tertahan di belakang rasa bersalah yang jauh lebih besar.

Tatapannya tanpa sadar jatuh pada meja kecil di samping ranjang, di sana terdapat beberapa botol obat, tumpukan hasil pemeriksaan rumah sakit, dan sebuah bingkai foto lama yang menampilkan dirinya saat masih remaja sedang berdiri di antara kedua orang tuanya.

Sudut bingkainya sedikit aus, Raka menelan ludah pelan. “Mama sakit sejak kapan?” tanyanya dengan suara rendah.

Nyonya Shanum tersenyum kecil, berusaha terlihat baik-baik saja.

“Nggak separah itu,” jawabnya pelan. “Mama cuma kecapean aja.”

Namun sebelum Raka sempat berkata apa-apa, suara lain tiba-tiba terdengar dari belakang pintu.

“Capek karena tiap malam nangis mikirin seorang anak yang keras kepala.”

Suara berat itu membuat suasana seketika berubah, Raka menoleh perlahan.

Di ambang pintu, seorang pria paruh baya berdiri dengan jas rumah sederhana, tangan dimasukkan ke saku, wajah tegasnya tampak dingin seperti biasa.

Namun ada sesuatu yang berbeda malam ini, sorot mata itu terlihat lelah. Tuan Rendra Pradipta berdiri diam menatap putranya yang sudah bertahun-tahun menghilang.

Beberapa detik berlalu tanpa suara, lalu pria itu menarik napas pelan. “Akhirnya pulang juga kamu,” ucapnya datar.

Tidak ada sambutan hangat, bahkan tidak ada pelukan.

Tetapi untuk seseorang seperti Rendra Pradipta, kalimat itu saja sudah terdengar seperti sesuatu yang selama bertahun-tahun sulit ia ucapkan.

Raka perlahan berdiri dari sisi ranjang. Tatapannya bertemu dengan sang ayah yang masih berdiri di depan pintu dengan ekspresi sulit ditebak. Waktu terasa berjalan lambat di antara keduanya. Bertahun-tahun tidak bertemu, terlalu banyak amarah, gengsi, dan kesalahpahaman yang belum pernah benar-benar selesai.

Nyonya Shanum langsung mengusap air matanya cepat.

“Mas, jangan marah,” ucapnya lirih sambil menatap suaminya penuh harap. “Tolong...”

Tuan Rendra mengembuskan napas panjang lalu melangkah masuk ke kamar. Tatapan matanya sempat berhenti pada putranya beberapa detik sebelum akhirnya mengalihkan perhatian pada sang istri.

“Aku tidak marah,” jawabnya singkat.

Namun nada suaranya justru terdengar lebih berat dari biasanya.

Raka mengepalkan tangan pelan. “Papa...”

“Aku pikir kamu sudah lupa jalan untuk pulang,” potong Tuan Rendra datar.

Kalimat itu membuat suasana kembali hening.

Selina yang berdiri di dekat pintu hanya diam sambil menyandarkan tubuh ke dinding. Bahkan Jack memilih menundukkan kepala, sadar bahwa momen ini terlalu pribadi untuk disela.

Raka menunduk sesaat sebelum akhirnya berkata pelan, “Maaf.”

Satu kata itu membuat Tuan Rendra sedikit mengernyit.

Selama hidupnya, Raka hampir tidak pernah meminta maaf dengan mudah, apalagi setelah pertengkaran besar yang membuatnya meninggalkan rumah.

Namun pria tua itu tetap mempertahankan wajah tegasnya.

“Kamu pergi tanpa kabar selama bertahun-tahun,” katanya pelan namun tajam. “Ibumu sakit, perusahaan kacau, keluarga besar mulai berebut posisi, dan kamu lebih memilih untuk hidup demi seseorang yang bahkan tidak pantas untuk diperjuangkan.”

Raka terdiam dan tidak ada bantahan seperti biasanya. Karena untuk pertama kalinya, ia merasa ayahnya mungkin benar.

Tuan Rendra menatap putranya lebih lama. Penampilan sederhana itu membuat rahangnya sedikit mengeras. Sandal usang, pakaian lusuh, tubuh yang tampak lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu.

“Kamu terlihat menyedihkan,” ucapnya dingin.

Nyonya Shanum langsung menatap tajam suaminya.

“Mas!”

Namun anehnya, Raka justru tersenyum tipis.

“Memang,” jawabnya lirih. “Kayaknya selama ini aku memang terlalu bodoh.”

Selina sampai sedikit mengangkat alis, tidak menyangka pria keras kepala di hadapannya akan mengakui hal seperti itu.

Tuan Rendra menyipitkan mata tipis. “Apa akhirnya kamu sadar?”

Raka menarik napas panjang lalu menatap ayahnya lurus untuk pertama kali setelah sekian lama. “Rasti selingkuh.”

Kalimat itu membuat Nyonya Shanum langsung menutup mulutnya pelan.

Selina mendecak kecil sambil memalingkan wajah.

“Sudah kuduga,” gumamnya.

Sedangkan Tuan Rendra hanya diam, tidak terkejut dan seperti sudah menduga semuanya akan berakhir seperti ini dan seolah informasi itu justru sesuatu yang sudah lama ia ketahui.

Raka menangkap ekspresi itu dan langsung mengernyit.

“Papa tahu?”

Tuan Rendra berjalan pelan menuju jendela sebelum akhirnya berkata tanpa menoleh, “Aku tahu anakku sedang menghancurkan hidupnya sendiri. Tentu saja aku akan cari tahu.”

Raka terdiam.

“Aku sengaja tidak terlalu ikut campur,” lanjut pria itu. “Karena aku pikir suatu hari kamu akan sadar sendiri. Tapi jujur saja, aku tidak menyangka kamu bisa bertahan selama itu diperlakukan dengan buruk, oleh wanita itu.”

Nada suaranya tetap dingin, tetapi ada sesuatu yang samar terdengar di baliknya.

Nyonya Shanum menggenggam tangan Raka erat.

“Sudah lah,” ucapnya lembut dengan mata berkaca-kaca. “Sekarang kamu sudah pulang. Mama nggak mau kehilangan kamu lagi.”

Raka menunduk pelan, untuk pertama kalinya setelah malam panjang itu, dadanya terasa sedikit lebih ringan.

Tuan Rendra membalikkan badannya dan pergi meninggalkan ruangan itu, di luar kamar ia meraih ponselnya dan menelpon seseorang.

“Buat pelajaran untuk keluarga mereka,” ucapnya pada seseorang di sebrang telpon.

Setelah itu ia menutup ponselnya, dan melangkah menuju ruang kerjanya.

1
azizan zizan
hah... yah mau salah si watak utama ia tidak salah sih udah si ATHOR buat ia kayak gitu apa boleh buat...Yakan...
Mio Amore
lanjut bca
kite cuhi2 waktu bace
azizan zizan
maknanya Tim it Tim pengawal yang mc punya masih di lvl amatir lah gitu... Kerna bertindak dalam sesuatu kasus perlu makan waktu yang lama... masih lemah lalu gitu mcnya...
moch fachri: tenang, bukan lemah, Mc sebenarnya dah tau siapa yang jadi dalang, cuman dia tidak bertindak sesuka hati harus cukup bukti😄
total 1 replies
azizan zizan
Thor cuma saran aja kalau boleh jangan di ulang-ulang yang sama berterusan maksud saya perkataan di bab lepas jangan di ulang lagi di bab yang baru... jadi bosan baca Thor jika perkataan yang sama di ulang terus..
moch fachri: oke aman, ntar di perbarui di setiap babnya terimakasih kak udah mampir dan memberi masukan🙏😄
total 1 replies
LANY SUSANA
dasar ibu mertua gak tau diri...
masih sj menyalahkan raka
pdhal! sjk nikah raka jd sapi perah di kel rasti, tp msh tetep diam sj
LANY SUSANA
next Thor ceritanya cukup bagus....
azizan zizan
wahh.. ini bener2 mc yang tidak berguna Nih kerana seorang perempuan jalang ia sanggup membiarkan ibunya menderita sakit memang kurang Hajar ni Nih kurang sopan kesantunan Nih orang..
moch fachri: 🤣🙏 jangan emosi kak
total 1 replies
azizan zizan
perjuangan yang sia2.. udah hidup enak malah di buang untuk jadi orang yang tolol...kasihan bodoh amat..
juwita
kenapa g di talak dm si rasti nya. tar klo tau raka holang ky malah g mau diceraikan lg
juwita
sia" perjuangan km hidup miskin raka. ternyata di selingkuhin. udh enak jd holang kaya malah mau jd org miskin. coba lah tukaran posisi sm aq. biar aq ngerasain jd org ky banyak duit🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Jono kan yang nguli bareng Raka, kan? Bukannya dia udah tahu kalau Raka pewaris Pradipta Group?
moch fachri: ceritanya dia ngelag dan belum sadar kalo sahabatnya itu pewaris, jadi otaknya kan masih mencerna itu😄
total 1 replies
♋Ichageul💞
Curiga itu mantannya pak dokter🤣
moch fachri: 🤣tidak seperti itu
total 1 replies
Erchapram
Ulat bulu datang lagi 🤔
moch fachri: biar gereget😄🤣
total 1 replies
Mio Amore
woow kurien
Dinar Keke
Bacanya langsung marathon dulu, tinggal momentary.
Hati hati Doni mending ditabung saja, kalau perlu deposito kan.
moch fachri: makasih kak udah mau mampir😄🙏
total 1 replies
LANY SUSANA
Dion sini nitip aku sj uangmu yg 10 juta ya
hati 2 lo ilang, lagian raka bukannya kasih ATM sj lbh simpel ya, ni dion pergi2 bw uang banyak lo, takutnya di smbil. nenek. lampir
♋Ichageul💞: Jangan, takutnya investasi bodong🤣🏃🏃🏃
total 2 replies
Mio Amore
apakah rasti mulai galau
moch fachri: rasti nanti galaunya pas liat Raka bawa bugatti🤣
total 1 replies
Mio Amore
lanjut
♋Ichageul💞
Iyalah nikah aja sama Selina, aku dukung
LANY SUSANA: aku juga dukung...
jodoh yg tertunda ni selama
sjk dulu di jodohin raka nolak tp selama udah cinta 😍
total 1 replies
LANY SUSANA
semoga lancar proses nya dan uang yg di beri unt dion ga di kasih ortu
siap2 ya farhan km nanggung hutang jel rasti🤣🤣🤣puyeng puyeng deck km
♋Ichageul💞: Doni, kenapa jadi Dion🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!