NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Zeus

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden kamar utama mansion Valletta, membawa cahaya keemasan yang kontras dengan atmosfer kelam dunia bawah tanah. Arzeus Ezoic Cyrillus perlahan membuka matanya saat sebuah rasa nyeri yang hebat menusuk tajam di bahu kirinya. Zeus meringis kecil. Ia baru teringat bahwa semalam, setelah melampiaskan kemarahan pada Dom dan menenangkan histeria Yorinka, ia langsung tertidur pulas sembari memeluk erat tubuh istrinya tanpa memedulikan jahitannya yang terbuka dan berdarah.

​Kemeja hitam yang dikenakannya kini terasa kaku akibat darah yang mengering. Namun, bukannya langsung beranjak pergi untuk mengobati luka yang berpotensi infeksi tersebut, Zeus memilih untuk tetap bergeming di atas ranjang.

Matanya yang sewarna elang beralih menatap wajah cantik wanita yang meringkuk nyaman di dalam dekapan dada bidangnya.

​Efek kehamilan yang telah memasuki bulan-bulan akhir membuat visual Yorinka mengalami banyak perubahan. Zeus memandangi pipi istrinya yang kini tampak lebih membulat dan tembam, sebuah pemandangan yang menurut pandangan posesifnya terlihat sangat menggemaskan. Namun, saat tatapan matanya turun sedikit ke bawah dress longgar yang dikenakan Yorinka, perhatian Zeus tertuju oleh perubahan biologis lainnya. Dua gundukan milik Yorinka juga ikut membesar dengan sangat kentara akibat produksi ASI yang mulai bersiap.

​Sebuah sengatan gairah alami mendadak bergejolak di dalam benak Zeus. Pria dominan itu berdehem pelan, buru-buru menggelengkan kepalanya demi mengusir pikiran kotor yang mendadak muncul di pagi hari yang tidak tepat ini.

"Sialan, fokus Zeus. Istrimu baru saja mengalami trauma" umpatnya dalam hati

​Menekan hasrat biologisnya, Zeus memilih untuk mempererat dekapannya pada tubuh Yorinka. Ia menarik selimut tebal hingga sebatas dada mereka, menyalurkan kehangatan tubuhnya yang kokoh kepada sang istri seolah ingin memastikan bahwa tidak akan ada lagi hawa dingin ketakutan yang bisa menyentuh jiwa wanita itu.

Yorinka melenguh kecil dalam tidurnya, mencari posisi yang lebih nyaman di dada Zeus tanpa terbangun. Setelah merasa cukup memandangi dan memastikan Yorinka tertidur dalam kedamaian semu yang aman, barulah Zeus perlahan melepaskan pelukannya dengan sangat hati-hati. Ia turun dari ranjang dan melangkah keluar kamar demi mengurus tubuhnya yang mulai meriang akibat luka terbuka.

​Di ruang kerja utama yang kedap suara, atmosfer kaku dan tegang langsung menyambut kehadiran Zeus. Di sana, telah menunggu tiga orang pria dengan pembawaan yang sama-sama mengintimidasi.

​Dom duduk di sofa dengan wajah yang babak belur efek dari pukulan membabi-buta Zeus semalam. Sudut bibirnya robek dan matanya sedikit membiru, namun pria arogan itu tetap mempertahankan gestur dominannya yang tenang. Di sebelah sofa, berdiri Josh, tangan kanan Zeus yang selalu patuh dan terkenal kejam dalam mengeksekusi perintah klan.

​Sementara itu, di dekat meja medis darurat yang sengaja disiapkan di pojok ruangan, berdiri Vlad, dokter utama klan Cyrillus. Vlad adalah pria asal Rusia yang secara mengejutkan berada di rentang usia yang sama dengan Zeus, Dom, dan Josh, yaitu 33 tahun. Di balik penampilannya yang rapi dengan jas dokter, Vlad sama mengerikannya dengan mereka bertiga. Ia memiliki kepribadian yang manipulatif, bisa bersikap sangat hangat dan ramah saat memeriksa pasien, namun berubah menjadi monster kejam tanpa ekspresi saat harus membedah atau menginterogasi musuh klan menggunakan pengetahuan medisnya.

​"Anda terlambat dua jam untuk ukuran seorang kepala klan yang jahitannya robek, Zeus" sapa Vlad dengan nada formal yang santai

Namun terkesan nada akan sindiran dingin. Logat Rusia nya yang khas terdengar berat saat ia mempersiapkan peralatan medis.

​"Obati saja tanpa banyak bicara, Vlad!" sahut Zeus dingin

Zeus melepas kemeja hitamnya yang bernoda darah dan duduk di kursi eksekusi medis.

​Vlad melangkah mendekat, mulai membersihkan darah kering di bahu Zeus dengan cairan antiseptik tanpa anestesi, sebuah bentuk hukuman kecil dari seorang dokter klan atas kelalaian pasiennya. Zeus hanya mengatupkan rahangnya rapat-rapat tanpa mengeluarkan suara, menolak menunjukkan kelemahan di depan orang-orang kepercayaannya.

​Sembari Vlad menjahit kembali luka di bahu Zeus dengan cekatan, sebuah percakapan serius mengenai urusan taktis dunia bawah tanah mulai bergulir.

​"Rick telah menyelesaikan pembersihan di distrik perbatasan kota sebelah" buka Josh dengan nada santai namun kejam

"Seluruh aset klan utara yang melakukan pemberontakan telah disita, dan para pemimpinnya yang tersisa dieksekusi di tempat" lapornya

​Dom menegakkan posisi duduknya, meringis sedikit saat luka di bibirnya tertarik.

"Pemberontakan di kota sebelah dan pengeboman di mall kemarin... aku curiga jika kedua peristiwa ini saling berkaitan erat" ujar Dom beralih ke nada yang serius

"Skema mereka terlalu rapi. Klan musuh sengaja memicu bentrokan besar di wilayah utara untuk memecah konsentrasi dan memancingmu serta Josh keluar dari mansion. Begitu kau pergi membawa pasukan utama, pertahanan di kota ini melemah. Mereka tahu aku akan lengah, dan itu mempermudah tujuan utama mereka dalam melenyapkan Yorinka dan bayi di kandungannya" ujar Dom serius

​Mendengar analisis Dom yang sangat masuk akal, amarah di dalam dada Zeus kembali membara hebat. Mata elangnya berkilat penuh kekejaman. Sisi arogan dan dominannya terhina secara mendalam saat mengetahui bahwa ada pihak yang berani mendesain skenario perang hanya untuk menyentuh milik berharganya.

​"Siapa dalang di balik aliansi pengecut ini?" desis Zeus

Suaranya terdengar sangat rendah dan berbahaya hingga membuat bulu kuduk manusia biasa meremang.

​"Informanku sedang melacak sisa-sisa jaringan komunikasi mereka" jawab Dom dengan mata berkilat kejam

"Namun, semua petunjuk mengarah pada sisa-sisa loyalis klan Leona yang berkolaborasi dengan kartel tentara bayaran barat. Mereka ingin membalas dendam atas pembatalan aliansi pernikahanmu, Zeus. Mereka tahu, menghancurkan masa depan garis keturunan Cyrillus adalah cara terbaik untuk meruntuhkan mu" jelas Dom

​"Kita akan meratakan seluruh basis operasi mereka hingga ke akar-akarnya" timpal Josh dingin

Josh siap bergerak kapan saja untuk melakukan pembantaian massal atas perintah Zeus.

​Mereka pun mulai memikirkan dan menyusun strategi matang untuk membalas semuanya secara brutal, mulai dari pelacakan dana gelap, sabotase jalur logistik musuh, hingga penyerangan senyap yang melibatkan keahlian psikopat milik Rick.

​Setelah Vlad menyelesaikan jahitan terakhirnya dan memasang perban baru dengan rapi di bahu Zeus, dokter klan itu merapikan peralatannya dengan senyuman hangat yang manipulatif.

"Selesai, Tuan Kepala Klan. Saya sarankan anda tidak memukul orang lagi dalam waktu empat puluh delapan jam ke depan jika tidak ingin bahu anda lepas" kelakar Vlad santai

​Di sela-sela keseriusan yang mulai mereda itu, Dom yang sejak tadi menahan rasa penasarannya mendadak mengulas senyum miring. Sifat usil dan provokatifnya bangkit, sengaja ingin mengejek dan menggoda Zeus tentang perubahan drastis pada prioritas hidup sahabatnya tersebut.

​"Ngomong-ngomong tentang investasi masa depan klan... tindakanmu semalam sangat dramatis, Zeus" goda Dom dengan nada santai yang memprovokasi

"Memukulku hingga babak belur, lalu berlari mengabaikan luka parah demi memeluk seorang wanita yang ketakutan? Kau bahkan membiarkan darahmu mengotori dress-nya. Katakan padaku, apakah kau masih ingin membantah ucapanku dua hari lalu? Mengaku sajalah, kau sudah jatuh cinta setengah mati pada Yorinka, bukan?" ejek Dom

​Mendengar ejekan Dom, Vlad tampak menaikkan sebelah alisnya dengan ekspresi tertarik, sementara Josh tetap mempertahankan posisi kaku yang netral.

​Zeus terdiam. Pria arogan itu mengancingkan kembali kemeja bersih yang baru dibawakan pelayan, mencoba menutupi kegundahan hatinya. Ia ingin sekali melontarkan bantahan keras seperti biasanya, mengatakan bahwa semua itu hanya demi anak di dalam kandungan Yorinka. Namun, mengingat bagaimana rasanya semalam saat ia memeluk Yorinka, bagaimana dadanya berdegup kencang karena takut kehilangan wanita itu, dan bagaimana ia menikmati pemandangan wajah tidur Yorinka pagi ini, Zeus menyadari bahwa menipu diri sendiri sudah tidak ada gunanya lagi.

​Mau tidak mau, dengan harga diri yang terluka dan perasaan yang berkecamuk hebat, Zeus memilih untuk jujur meskipun ia harus menahan rasa gengsi setengah mati di hadapan para pria kejam di ruangan tersebut.

​"Ya" jawab Zeus pendek

Suaranya terdengar kaku dan berat. Ia menatap Dom dengan pandangan mengancam agar sahabatnya itu tidak tertawa lebih keras.

"Saya menerima kenyataan bahwa wanita itu telah menjadi kelemahan terbesar saya saat ini. Saya peduli padanya... lebih dari yang seharusnya" ucapnya jujur

​Dom langsung tersenyum puas, bertukar pandang dengan Vlad yang terkekeh pelan melihat seorang Arzeus Ezoic Cyrillus akhirnya takluk pada pesona seorang wanita biasa.

"Sebuah pengakuan yang mahal. Selamat datang di dunia manusia biasa, Zeus" ujar Dom sinis namun sarat akan rasa hormat

​"Namun ingat satu hal" potong Zeus kembali ke mode dominannya yang kejam

"Siapa pun yang memanfaatkan kelemahan saya ini untuk menghancurkan klan Cyrillus, mereka akan menghadapi kematian yang paling menyiksa di tangan saya sendiri" ucapnya

​Dengan deklarasi jujur dari sang kepala klan, misteri dan intrik di sekitar mansion Cyrillus kini memasuki babak baru yang penuh dengan bumbu proteksi romantis bercampur aksi balas dendam yang berdarah. Di luar sana, badai besar sedang bersiap menerjang klan musuh, dipimpin oleh seorang mafia yang kini bertarung bukan hanya untuk kekuasaan, melainkan demi melindungi kehangatan wanita yang telah mencuri hatinya

🔪🔪🔪

Cie cieee... Akhirnya mas mafia jujur juga ges, kalian wajib dukung author ya. Kalau ga dukung author doain kalian nagih bacanya.

1
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!