NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: MALAM PENUH RAHASIA DAN BAHAYA

Setelah keriuhan dan kegembiraan yang meledak-ledak di siang hari itu perlahan mereda, matahari akhirnya mulai turun ke barat dan digantikan oleh kedatangan malam yang gelap dan sunyi. Namun, meskipun suasana di alun-alun utama sudah mulai sepi dan para pendekar serta penonton telah kembali ke tempat istirahat masing-masing, ketegangan yang melingkupi seluruh Lembah Bela Diri justru terasa semakin tebal dan mencekam.

Nama Mo Fei dan pertarungan besar yang akan terjadi esok hari menjadi satu-satunya topik yang dibicarakan di setiap sudut, di setiap penginapan, dan di setiap kelompok orang. Ada yang merasa optimis dan penuh harapan, namun jauh lebih banyak yang merasa cemas, takut, dan bersiap-siap menghadapi kemungkinan terburuk.

Di sebuah kamar yang sederhana namun cukup bersih di salah satu bangunan penginapan yang disediakan panitia, Mo Fei dan Bai Yue sedang duduk bersila berhadapan. Cahaya lampu minyak yang remang-remang menerangi wajah keduanya, memantulkan bayangan yang panjang dan misterius di dinding kamar.

Suasana di dalam kamar itu sangat tenang, namun di dalam hati dan pikiran mereka berdua, persiapan dan perhitungan terus berjalan tanpa henti.

"Wen Chang..." ucap Mo Fei pelan memecah keheningan, matanya menatap nyala api lampu dengan pandangan yang dalam. "Dia adalah salah satu dari delapan penasihat utama Istana Surga Gelap. Kedudukannya sangat tinggi, dan kekuatannya pasti sudah mencapai level yang sangat mengerikan, jauh di atas rata-rata pendekar yang pernah kita lawan sebelumnya."

Bai Yue mengangguk perlahan, wajahnya tampak serius.

"Aku bisa merasakan aura yang dipancarkannya tadi, Mo Fei. Sangat dingin, sangat gelap, dan penuh dengan niat membunuh yang terkendali. Orang seperti dia bukanlah tipe yang akan bertarung secara nekat atau emosional. Dia pasti sudah memiliki banyak trik dan jurus pamungkas yang siap dia keluarkan kapan saja."

"Betul sekali," Mo Fei menyetujui perkataan Bai Yue. "Kita tidak boleh meremehkannya sedikitpun. Meskipun kekuatan kita sudah meningkat pesat setelah menerima warisan leluhur, tapi pengalaman bertarung dan kehalusan penggunaan tenaga dalam mungkin masih ada jaraknya dengan dia yang sudah hidup dan berlatih selama puluhan tahun bahkan mungkin lebih."

Mo Fei menutup matanya sejenak, membiarkan pikirannya menjadi kosong dan tenang. Ia mulai mengingat kembali semua informasi, semua teknik, dan semua pengetahuan yang mengalir masuk ke dalam otak dan jiwanya saat berada di dalam Menara Pengetahuan Abadi dulu. Ribuan gaya bertarung, ribuan cara mematikan, dan ribuan cara bertahan hidup berlalu begitu cepat di dalam benaknya.

"Ilmu Seribu Jarum Emas yang kita miliki sekarang sudah mencapai level yang sempurna," lanjut Mo Fei sambil membuka matanya kembali yang kini berkilau tajam. "Tapi melawan musuh selevel Wen Chang, kita tidak bisa hanya mengandalkan serangan langsung. Kita harus menggunakan strategi, kita harus mengecoh, dan kita harus memaksimalkan setiap kelebihan yang kita miliki."

Ia menoleh ke arah Bai Yue.

"Kekuatan Es dan Dingin milikmu adalah kuncinya, Bai Yue. Tenaga Wen Chang pasti bersifat panas dan gelap. Sifatmu yang murni dan dingin adalah penawar alami baginya. Jika kita bisa menggabungkan serangan Jarum Emas dengan pembekuan energi milikmu secara sempurna, maka peluang kita untuk menang akan sangat besar."

Bai Yue tersenyum tipis, rasa percaya diri kembali memancar dari wajahnya yang cantik namun tegas itu.

"Jangan khawatir, Mo Fei. Selama kita bertarung berdampingan, hatiku dan pikiranku akan menjadi satu denganmu. Aku bisa merasakan setiap gerakanmu bahkan sebelum kau melakukannya. Kombinasi kita adalah yang terkuat di dunia ini, dan aku yakin... tidak ada siapa pun yang bisa menghancurkan ikatan kita."

Mendengar kata-kata itu, hati Mo Fei terasa hangat dan penuh kekuatan. Rasa lelah atau rasa takut yang mungkin ada seketika lenyap digantikan oleh semangat yang membara. Mereka berdua bukan lagi dua orang yang terpisah, mereka adalah satu kesatuan yang utuh dan tak tergoyahkan.

Malam itu berlalu dengan cepat. Mereka menghabiskan waktu dengan berlatih mengatur napas, menyempurnakan aliran tenaga dalam, dan membahas berbagai skenario pertarungan yang mungkin terjadi esok hari. Setiap detik sangat berharga, setiap menit digunakan sebaik mungkin untuk mempersiapkan diri menghadapi badai terbesar yang pernah mereka hadapi.

 

Namun, ketenangan di dalam kamar Mo Fei dan Bai Yue tidak berarti bahwa seluruh Lembah Bela Diri sedang tidur nyenyak. Justru di balik kegelapan malam, banyak hal yang sedang terjadi, banyak mata yang mengintai, dan banyak rencana jahat yang sedang disusun di tempat-tempat tersembunyi.

Di sebuah aula besar yang terletak di bagian paling belakang area penginapan para petinggi, suasana terasa sangat suram dan mencekam. Di sana, berkumpullah Wen Chang beserta para pemimpin sekte dan anak buah kepercayaannya yang setia kepada Istana Surga Gelap.

Wen Chang duduk di kursi utamanya dengan wajah datar namun tatapan matanya sangat dingin dan menakutkan. Di hadapannya, puluhan orang berdiri dengan kepala tertunduk dalam, tidak berani mengeluarkan suara sedikitpun.

"Hmph! Sampah! Semuanya sampah!" tiba-tiba suara Wen Chang memecah keheningan, nadanya penuh dengan kebencian dan rasa malu. "Dengan kekuatan sebesar itu, dengan jumlah yang sebanyak itu, kalian bahkan tidak bisa menekan seorang anak muda yang baru muncul beberapa hari ini?! Tie Xiong yang kubilang paling kuat justru hancur lebur hanya dalam satu serangan?! Sungguh memalukan! Sungguh membuat marah!"

Semua orang yang ada di sana gemetar ketakutan, keringat dingin mengalir membasahi pakaian mereka. Tidak ada satu pun yang berani membantah atau berani menjawab sepatah kata pun.

"Ma... Maafkan kami, Tuan Wen Chang..." seorang pemimpin sekte yang paling tua akhirnya memberanikan diri berbicara dengan suara gemetar. "Anak muda itu... kekuatannya benar-benar di luar dugaan. Aura yang dipancarkannya sangat murni dan sangat kuat, seolah-olah dia benar-benar memiliki warisan dari para dewa atau leluhur kuno. Kami... kami benar-benar tidak menyangka akan ada orang sekuat itu muncul secara tiba-tiba."

"Warisan? Dewa?" Wen Chang mendengus dingin. "Omong kosong! Dia hanyalah seorang anak muda yang kebetulan mendapatkan sedikit keberuntungan dan menemukan beberapa peninggalan kuno! Itu saja! Kekuatannya mungkin memang sudah mencapai level tinggi, tapi pengalamannya masih dangkal! Dia masih terlalu muda, masih terlalu sombong, dan itu adalah kelemahan terbesarnya!"

Wen Chang menatap tajam ke arah bawahannya.

"Besok, di atas panggung pertarungan, aku akan turun tangan sendiri. Aku akan merobek kulitnya, aku akan menghancurkan tulang-tulangnya, dan aku akan memaksanya mengaku di depan seluruh dunia bahwa kekuatan kita adalah yang mutlak dan tak tertandingi! Aku akan membuatnya menyesal dilahirkan ke dunia ini!"

Meskipun berkata demikian, sebenarnya di dalam hati Wen Chang sendiri juga merasa waspada dan curiga. Ia bukan orang bodoh, ia bisa melihat betapa luar biasanya teknik dan kekuatan yang ditunjukkan oleh Mo Fei tadi. Itu bukan kekuatan yang bisa dicapai hanya dengan latihan biasa. Ada sesuatu yang besar dan misterius di balik pemuda itu.

"Tapi..." pikir Wen Chang di dalam hati. "Aku tidak boleh mengambil risiko terlalu besar. Jika terjadi sesuatu di luar kendali... jika ternyata dia benar-benar memiliki kekuatan yang melebihi perhitunganku... maka aku tidak boleh membiarkan dia hidup sampai besok pagi."

Senyum miring dan licik terukir di bibir Wen Chang. Ia perlahan mengangkat tangannya dan memberi isyarat kepada salah satu bayangan hitam yang berdiri di sudut ruangan yang paling gelap.

"Kau tahu apa yang harus dilakukan," bisik Wen Chang pelan namun tegas. "Lakukan tugasmu dengan bersih dan cepat. Jangan biarkan dia melihat matahari terbit besok pagi. Jika dia mati malam ini, maka pertarungan besok batal, dan kemenangan tetap ada di tangan kita. Lebih baik menang dengan cara kotor daripada harus mengambil risiko kalah di atas panggung."

"Siap, Tuan," jawab sosok bayangan itu dengan suara yang serak dan tidak manusiawi. "Hamba akan mengambil nyawanya sebelum ayam berkokok. Tidak akan ada yang tahu apa-apa."

Sosok itu kemudian bergerak hilang begitu saja seolah menyatu dengan kegelapan malam, meninggalkan aula itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Rencana jahat telah disusun, dan sebuah bahaya maut kini sedang bergerak diam-diam menuju ke tempat di mana Mo Fei dan Bai Yue sedang berada.

 

Kembali di kamar penginapan.

Sudah larut malam, hampir semua orang di sekitar sana sudah terlelap dalam tidur mereka. Suasana menjadi sangat sunyi, hanya terdengar suara desiran angin yang berhembus membelah pepohonan dan suara jangkrik yang bernyanyi di kejauhan.

Mo Fei dan Bai Yue sudah berhenti berlatih. Mereka duduk bersandar di dinding, memejamkan mata dan memulihkan kondisi tubuh serta tenaga dalam mereka ke kondisi puncak.

Namun, tiba-tiba...

Wushhh...

Sebuah angin sepoi-sepoi yang sangat aneh berhembus melewati celah jendela. Angin itu tidak dingin, tidak juga panas, tapi entah mengapa membuat bulu kuduk berdiri.

Dalam sekejap mata, mata Mo Fei dan Bai Yue terbuka bersamaan! Tatapan mereka tajam dan waspada!

"Ada yang datang..." bisik Mo Fei sangat pelan, hanya menggunakan getaran suara yang hanya bisa didengar oleh Bai Yue. "Bukan satu orang. Banyak. Dan mereka membawa niat membunuh yang sangat pekat."

Bai Yue mengangguk sedikit, tangannya perlahan mulai mengumpulkan tenaga di dalam telapak tangan, mempersiapkan kekuatan esnya kapan saja.

"Apakah mereka tidak sabar ingin mati ya?" pikir Bai Yue dalam hati. "Kita baru saja mengalahkan anak buah mereka di siang hari, dan sekarang mereka sudah mengirim pembunuh bayaran di tengah malam? Benar-benar cara kerja yang kotor dan penakut."

Pintu kamar mereka yang tadinya terkunci rapat, tiba-tiba bergetar pelan. Tidak ada suara benturan keras, tidak ada teriakan tantangan. Mereka datang dalam diam, datang untuk membunuh tanpa ampun!

TRANG!!!

Tiba-tiba pintu kayu itu hancur berkeping-keping! Lebih dari sepuluh sosok bayangan hitam melesat masuk dengan kecepatan kilat! Di tangan masing-masing mereka memegang senjata-senjata mematikan seperti pisau belati, jarum racun, dan rantai besi! Serangan mereka menyapu seluruh ruangan dengan niat untuk mencabik-cabik apa pun yang ada di dalamnya!

"MATILAH!!" seru para pembunuh itu dengan suara tertahan.

Namun... serangan mereka menghantam tempat yang kosong!

Saat asap dan debu mereda, terlihatlah bahwa tempat duduk di mana tadi Mo Fei dan Bai Yue berada sudah kosong melompong!

"Mana mereka?!" seru salah satu pembunuh kaget.

"Diatas!!" teriak temannya.

Terlambat!

Dari atas langit-langit kamar, dua sosok tubuh meluncur turun dengan anggun namun mematikan!

"Kalian datang tepat waktu," suara Mo Fei terdengar dingin dan menenangkan. "Aku sedang merasa kaku dan butuh pemanasan sebelum bertarung melawan bos kalian besok. Kalian benar-benar murah hati sekali mengirimkan latihan gratis seperti ini."

SREEETT!! SREEETT!!

Cahaya keemasan berkelebat dengan cepat! Ribuan jarum kecil muncul dari tubuh Mo Fei dan menyebar ke seluruh penjuru ruangan dalam sekejap mata!

"Serang!! Jangan beri mereka kesempatan!!" komandan pembunuh itu berteriak panik.

Para pembunuh itu segera menyerang kembali dengan gerakan yang ganas dan licik. Mereka adalah ahli pembunuh kelas atas yang dilatih khusus oleh Istana Surga Gelap. Setiap gerakan mereka bertujuan membunuh, tidak ada gerakan sia-sia. Racun yang melumuri senjata mereka pun adalah racun mematikan yang bisa membuat orang tewas dalam hitungan detik jika terkena sedikit saja goresan.

Namun, kali ini mereka berhadapan dengan dua orang yang levelnya sudah berada di atas angin!

Bai Yue bergerak lebih dulu! Dengan lambaian tangan yang indah namun mematikan, suhu udara di dalam kamar itu turun drastis!

CRRRT!! CRRRT!!

Lantai, dinding, dan bahkan udara seketika berubah menjadi es! Kaki para pembunuh itu terkunci kuat di lantai oleh lapisan es yang muncul secara tiba-tiba! Gerakan mereka terhenti mendadak!

"Apa ini?! Dingin sekali?!"

"Tubuhku tidak bisa bergerak?!"

Mereka panik luar biasa.

"Sekarang giliranku," ucap Mo Fei datar.

DENG!!

Dengan satu jentikan jari saja, ribuan jarum emas itu melesat keluar dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang!

PSSSHHH!! PSSSHHH!!

Suara jarum menembus daging dan baju terdengar bertubi-tubi! Namun anehnya, tidak ada satu pun tetes darah yang tumpah!

Para pembunuh itu hanya merasakan sensasi kesemutan yang cepat di berbagai titik tubuh mereka, dan seketika itu juga... seluruh tenaga dalam mereka lenyap! Seluruh otot mereka menjadi lemas dan tidak bisa digerakkan sama sekali!

Satu per satu mereka tumbang berjatuhan ke lantai dengan suara dum.. dum.. dum.., tergeletak tak berdaya seperti boneka yang tali penggeraknya sudah diputus! Hanya dalam hitungan detik, lebih dari sepuluh pembunuh elit itu sudah lumpuh total tanpa perlawanan berarti!

Mo Fei dan Bai Yue berdiri berdampingan di tengah puing-puing pintu yang hancur, menatap dingin ke arah orang-orang yang tergeletak di lantai.

"Jahat sekali ya cara mereka," ucap Bai Yue pelan sambil membersihkan tangannya seolah tidak terjadi apa-apa. "Mau membunuh kita saat tidur. Benar-benar tidak punya harga diri."

Mo Fei melangkah maju mendekati salah satu pemimpin pembunuh yang masih sadar namun tidak bisa bergerak sama sekali. Ia menunduk menatap mata orang itu dengan tatapan yang sangat menakutkan.

"Kirim pesan untuk tuanmu, Wen Chang," ucap Mo Fei perlahan dan jelas. "Kalau dia ingin membunuhku, suruh dia datang sendiri dengan gagah berani besok di atas panggung. Jangan mainkan trik kotor dan kirimkan anjing-anjing kecil seperti kalian untuk mati sia-sia di sini. Katakan padanya... aku akan menunggunya, dan aku akan menghancurkan segala kesombongannya sampai ke akar-akarnya!"

Setelah mengucapkan itu, Mo Fei menepuk pelan lantai di dekat kepala orang itu.

BUMMM!!

Gelombang kejut kecil muncul dan membuat semua pembunuh itu pingsan total.

Malam yang penuh bahaya ini akhirnya berlalu dengan kemenangan mutlak di pihak Mo Fei dan Bai Yue. Mereka berhasil menggagalkan rencana pembunuhan licik musuh, dan sekaligus membuktikan bahwa siapapun yang mencoba menghalangi jalan mereka, nasibnya pasti akan hancur lebur!

Namun, mereka juga tahu satu hal yang pasti... Serangan malam ini hanyalah permulaan. Wen Chang tidak akan berhenti sampai di situ saja. Pertarungan sesungguhnya yang menentukan hidup dan mati, akan dimulai begitu matahari terbit esok pagi!

 

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!