seorang anak yang harus menjadi korban perceraian orang tua nya,hidup dengan nenek dan kakek dengan begitu banyak cemoohan dari orang orang maupun teman-teman nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pena merpati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 8
wah jangan sampai nanti Aira menjadi seperti apa tv itu,kasihan dia sudah kehilangan kasih sayang kedua orang tua nya,eh jika itu terjadi hem sungguh malang "
"Iya ya kasihan"
Dua Minggu berlalu kini Arif pun berniat menemui kedua orang tua Eka dan juga Aira,sedangkan di rumah Eka semua telah siap saat Eka mengatakan bahwa Arif akan datang kerumah untuk bersilaturahmi dengan kedua orang tua nya.
Setelah menunggu beberapa saat Arif pun sampai di rumah Eka.
"Sepertinya itu suara motor mas Arif,aku keluar dulu ya Bu"
"Iya baiklah"
Setelah sampai di depan pintu ternyata benar bahwa itu adalah Arif dengan membawa buah tangan.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumasalam mas,ayo silahkan masuk sudah di tunggu bapak dan ibu"
"Baiklah"
Setelah memasuki rumah bersama dengan Eka mereka pun menuju ruang makan,ya karena Arif datang kerumah Eka pada saat waktu makan malam jadi sekalian untuk makan bersama.
"Bapak ibu ini perkenalkan mas Arif"
"Oh iya silahkan duduk mari makan"
"Terimakasih,ini ada sedikit buah tangan dari saya"
"Ah tidak perlu repot-repot nak Arif"
"Tidak merepotkan sama sekali pak"
"Ya sudah mati silahkan duduk,di nikmati hidangan nya maaf hanya sederhana"
"Tidak apa-apa pak,ini juga sudah cukup"
Mereka pun menikmati hidangan makan malam tanpa ada yang bersuara,hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling beradu.
Setelah makan mereka pun pergi ke ruang tamu dan berkumpul di sana,Aira duduk bersama dengan nenek dan kakek nya,sedangkan Eka duduk di samping Arif.
"Oh ya mas,ini Aira anak ku sini nak"
"Hai Aira,Aira sekarang kelas berapa"
"Aira sekarang kelas 6 paman,oh ya paman ini siapa ya"
Aira pun melihat Arif dengan intens karena merasa pernah bertemu dengan arif.
"Hem Aira lupa ya dengan paman"
"Apa kita pernah bertemu sebelumnya"
"Aira ini nama nya paman Arif dulu Aira pernah bertemu dia juga yang dulu pernah menjadi ayah sambung nya mbak Tanti "
Aira pun berfikir sejenak,dan mencoba mengingat dan akhirnya ia mengingat bahwa dulu ia pernah kesana dengan ayah dan ibu nya menemui Arif".
"Ah iya sekarang Aira ingat".
"Oh ya Aira paman Arif ini juga akan menjadi ayah sambung mu".
"Apa Aira mau menerima paman Arif sebagai ayah sambung Aira "tanya Arif
"Hem iya "
Aira pun hanya membalas singkat karna ia tak tau harus menjawab seperti apa , ia pun masih tidak mengerti yang ia tau bahwa paman Arif ini juga akan menikah dengan ibunya lalu menjadi ayah nya juga begitulah yang dalam fikiran Aira.
"Oh ya nak Arif, kira-kira kapan nak Arif akan menikah dengan putri kami"
"Jika bolh 2 bulan lagi pak,dan saya akan segera membawa ibu saya kemari untuk membicarakan ini "
"Hmm baiklah ,jika bisa secepatnya karena tidak baik menunda-nunda hal yang baik"
"Oh ya di mana ayah nya nak Arif"
"Ayah saya sudah meninggal saat saya masih bayi,jadi saya pun juga dulu di asuh oleh ayah sambung saya"
"Oh maafkan bapak ya ,bapak tidak tau"
"Tidak apa-apa pak"
"Nak Arif bapak berpesan sayangilah mereka, perlakuan mereka dengan baik,dan juga tolong anggaplah Aira seperti putrimu sendiri,,kami juga pernah merasakan bukan di asuh oleh ayah sambung itu seperti apa jadi bapak minta tetap anggap lah Aira seperti anak kandung mu sendiri ,dan jika suatu saat nanti kalian memiliki anak tolong jangan pernah membedakan bahwa Aira hanya anak sambung mu" ucap ayah Eka dengan panjang
"Baik pak ,saya janji akan memperlakukan mereka dengan baik dan untuk Aira saya yang akan bertanggung jawab menyekolahkan dia sampai lulus sekolah,,dan untuk Eka saya juga berjanji bahwa saya akan membahagiakan Eka,apapun yang ia minta akan saya usahakan,saya tidak akan membiarkan nya menangis,apa lagi harus pergi dari rumah untuk berkerja,saya juga tidak ingin soal kebutuhan rumah di bantu bekerja oleh seorang istri,biarkan nanti Eka yang di rumah dan menjaga Aira"
"Baik bapak pegang janji kami nak Arif"
Malam pun semakin larut ,Aira pun juga sudah tertidur dengan di temani neneknya.
Dan Arif pun berpamitan kepada orang tua Eka untuk pulang karena sudah sangat larut.
"Oh ya pak,saya pamit untuk pulang terima kasih atas sambutan nya"
"Baiklah nak Arif hati-hati di jalan "
"Iya pak,,oh ya di mana ibu sekalian saya ingin pamit".
"Mungkin ibu masih menemani Aira tidur,biar nanti saya sampaikan "
"Baiklah jika begitu,Arif pamit pulang pak assalamualaikum " ucap Arif sambil mencium tangan calon mertua nya.
"Waalaikumasalam"
"Em pak Eka antar mas Arif sampi depan rumah ya"
"Iya baiklah,jangan lupa nanti kunci pintu nya "
Setelah sampai di depan rumah Arif pun berpamitan dengan Eka.
"Eka mas pamit pulang dulu ya"
"Iya, hati-hati di jalan jangan ngebut ya mas"
"Iya baiklah,cepat masuk ini sudah sangat malam tidak baik terlalu lama di luar "
"Baiklah".
Setelah Arif pergi dan sudah tak terlihat lagi dari pandangan Eka.
Eka pun masuk kedalam rumah dan tidak lupa mengunci pintu,saat akan menuju ke kamar ia melihat bapak nya masih duduk di ruang tamu,Eka pun menghampiri .
"Bapak nggak tidur,ini sudah malam"
"Sebentar lagi,ada yang ingin bapak katakan pada mu"
"Bapak mau mengatakan apa"
"Seklai lagi bapak tanya,apa kau benar sudah yakin dengan keputusan mu itu "
"Hufff" Eka pun menghela nafas panjang
"Eka yakin pak,kenapa bapak berumah kali menanyakan ini "
"Bapak hanya memastikan saja,jika kau berubah pikiran kau masih bisa membatalkan ini semua sebelum terlambat".
"Apa ada yang bapak sembunyikan ".
"Tidak,hanya saja bapak tidak begitu yakin dengan Arif bapak melihat ada yang berbeda dengan laki-laki itu"
"Itu hanya perasaan bapak saja mungkin,karena sejauh ini Eka tidak melihat ada yang aneh dengan mas Arif"
"Baiklah nak,jika kau tetap berada dalam keputusan mu bapak hanya bisa mendoakan semoga dia yang terbaik dan juga bisa membahagiakan kamu serta Aira "
"Baiklah sudah malam,segeralah tidur bapak juga akan segera tidur "
"Baiklah pak "
Setelah sampai di kamar Eka pun memikirkan perkataan ayah nya tadi.
"Apa iya ada sesuatu yang berbeda dengan mas Arif tapi apa karena selama ini aku tidak pernah melihat sesuatu yang berbeda dengan nya" gumam Aira sendiri
"Ah tidak mungkin ,tapi apa nanti mas Arif benar bisa menerima Aira dan bisa menepati janji nya ya" tanya Eka dalam hati