NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:59.4k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32

Malam itu, angin tiba-tiba saja berhembus cepat. Kilatan petir sudah mulai menunjukan atensinya. Hana terbangun, dan reflek bangkit. Ternyata ia sudah ketiduran entah berapa waktu di sana.

"Ya Allah aku ketiduran... Saking capeknya apa ya?!" Di tengah gumaman itu, reflek saja tangan Hana menyibak korden.

Di luar hujan sangat deras menimpa Ibukota. Angin bercampur kilatan petir membuat perasaan Hana tetiba cemas. Akan tetapi, di luar itu, Ezar belum juga pulang.

Pria tampan itu duduk, sejak tadi Miranda lihat, Ezar menggesekkan kedua tanganya untuk di letakan pada pipi. Di rasa, pria itu mungkin kedinginan.

Sejak tadi Ezar menatap pintu. Ia merasa resah tentang hujan deras bercampur petir. Bukan karena ia takut.

Bukan!

Tapi, ada kenangan hangat yang sulit sekali untuk ia lupakan. Pada saat itu...

Duar!

Pyar!

Suara petir itu membuat Miranda terkejut, dan reflek gelas yang akan dirinya gunakan untuk minum terlepas dari tanganya. Gadis cantik berusia 20 tahun itu langsung bersimpuh di sudut pintu area dapur, dan disana tiba-tiba perasaan takut menyerang hatinya.

Trauma masa kecil itu membuat mental Miranda dalam menghadapi luka seorang diri cukup menyakitkan. Suara tangisan anak kecil sewaktu terbangun dari tidurnya dan tengah mencari dekapan hangat Ibunya, kini terus berputar semakin kuat membuat ketakutan menjalar dalam dadanya.

"Bu... Miranda takut! Miranda butuh ibu," kalimat itu seolah pecah menyirami isi otaknya.

Di tengah kepiluan itu, Ezar yang baru keluar dari ruangan kerjanya, berniat ke dapur mengambil air minum, tiba-tiba telinganya mendengar suara isakan yang tertahan dari mulut seseorang. Ia tak mengira Miranda ada di sudut pintu. Yang Ezar tahu, kekasihnya itu sudah pamit ingin tidur.

Dan setelah mencari suara itu, Ezar syok melihat Miranda meringkuk di bawah sambil membekap kedua telinganya.

"Ya Tuhan, Miranda... Kamu kenapa? Apa yang terjadi?" Ezat juga ikut menekuk satu kakinya di depan sang kekasih.

Miranda menggeleng pelan dengan tubuh gemetar. "Mas... Aku takut!"

Dengan tatapan cemas bercampur sayang itu, Ezar seketika mendekap tubuh Miranda dalam pelukannya. Ia tak menyangka jika kekasihnya itu memiliki ketakutan luar biasa terhadap petir. Ezar juga merasakan napas serta keringat Miranda saling keluar menjalar.

"Sayang... Kamu tenang, ya! Ada aku disini. Kamu jangan takut lagi," lirihnya sambil menciumi pucuk kepala sang Kekasih.

Miranda semakin memperdalam pelukannya. Hatinya perlahan menghangat, dan perasaan takut mulai menipis. Dan semenjak kejadian itu, setiap hujan bercampur petir, Ezar selalu mencari Miranda untuk menemaninya.

Ezar tersadar. Cepat-cepat ia membalikan badan. Dan disaat itu juga Miranda melepaskan sisi kordennya. Tangan Ezar sudah terangkat, namun lagi-lagi ia tahan.

Apa yang terjadi di dalam?

Mungkinkah mantan kekasihnya saat ini tengah meringkuk gemetaran karena suara petir tadi?

Ezar hampir frustasi menahan cemasnya.

Tok!

Tok!

"Mir... Kamu baik-baik saja di dalam? Miranda... Kamu dengar saya 'kan?" Ezar mengetuk, menghatamkan pendengarannya di sisi pintu.

Miranda yang masih berdiri di balik pintu merasa kasihan bercampur kesal. Kenapa mantan kekasihnya itu tidak pulang sejak tadi. Kilatan petir di luar juga masih bersahutan. Air hujan yang terpantul dari teras mengenai kaki Ezar. Apalagi hujan itu bercampur angin.

Semenjak melahirkan Tama, ia mencoba melawan ketakutan itu. Namun meskipun begitu, Arya tak pernah membiarkannya menanggung ketakutan itu seorang diri.

Pintu tiba-tiba terbuka. Suara hujan itu masuk dalam ruangan, membuat suara Miranda cukup terbawa angin. "Mas Ezar ngapain sih nggak pulang dari tadi? Sudah tahu mau hujan tapi masih aja duduk santai."

Ada perasaan lega melihat mantan pujaannya berdiri tegar di ambang pintu. Walaupun ia tahu, jika Miranda saat ini tengah bertarung hebat dengan melumpuhkan rasa takutnya. Ezar tak menjawab. Tapi, tiba-tiba saja pria itu melepaskan jaketnya.

Gerakan cukup teratur itu membuat Miranda syok. Matanya terbelalak melihat mantan kekasihnya saat ini tengah membentangkan jaket hitam itu pada pundaknya.

Miranda berusaha melepaskan, namun tangan Ezar menahan. "Tolong pakailah. Saya sudah tidak bisa memelukmu seperti dulu. Jadi biarkan jaket itu sebagai gantinya. Masuklah, dan tutup lagi pintunya."

Miranda tak mampu menatap lebih dalam Irish coklat di depannya itu. Seketika, ia menutup pintunya lagi, dan membeku dibalik pintu.

Ezar hanya mampu terdiam. Ia dapat menerima segala bentuk kekecewaan Miranda terhadap dirinya. Ia juga tahu, kalimat maaf pun tak mampu memulihkan rasa sakit yang Miranda rasakan. Ezar hanya dapat tertunduk menyandarkan tubuhnya di sisi tembok.

*****

Apartemen kawasan Elite Empire Star

Sebuah mobil baru saja berhenti. Ria segera turun, membawa dua paperbag cukup besar untuk dibawahnya masuk ke dalam. Di tengah jalanya yang tergesa itu, seseorang dari belakang tiba-tiba menyenggol paperbag sebelah kanan hingga reflek isi di dalamnya ikut keluar.

"Hei... Kalau jalan pakai mata dong! Kamu lihat 'kan barang saya pada jatuh," teriaknya kesal.

Sementara pria tadi hanya tertunduk sambil menangkupkan kedua tanganya di dada. Lalu segera mungkin melanjutkan jalannya kembali. Sepertinya seseorang itu sangat terlihat buru-buru.

Setelah memasukan lagi barang-barangnya, Ria bergegas melanjutkan jalanya menuju ruangan nomor A14.

Ria tak perlu mengetuk atau memencet bel di luar. Ia memiliki akses masuk tersendiri, karena memang Apartement elit yang di tempati Razam adalah pemberiannya. Sudah hampir 5 tahun wanita parubaya yang masih terlihat cantik dan singset itu memelihara brondongnya.

Ceklek!

Suara pintu tertutup membuat fokus Razam yang tengah bercengkrama di balik telfon teralihkan. "Sayang, kamu tenang ya! Nanti setelah aku berhasil mendapatkan hartanya wanita tua itu, aku pasti segera mungkin menikahimu. Ya sudah, dia datang. Aku tutup dulu. Night my Swetty, muachhh..."

"Razam....."

Razam keluar dari dalam kamar sambil merentangkan kedua tanganya. "Tante Ria... Aku sangat merindukan kamu," sudut bibir itu tertarik tipis.

Tanpa rasa malu dan teringat berapa usianya, Ria dengan gerakan manja langsung masuk dalam pelukan berondongnya itu.

Dan kebetulan Razam memakai kemeja dengan dua kancing yang sudah terbuka. Ria melerai, tanganya bermain pada dada bidang Razam, lalu berlirih, "Tante juga sudah sangat merindukan kamu, Razam. Oh ya, tadi Tante sudah bawkan makanan. Udah Tante taruh di dapur."

Razam hanya mengangguk kecil. Ia menahan gejolak yang berdentum, kala tangan Ria mulai membuka satu kancing atasnya lagi. Jemari lentik itu menyelinap masuk, menjalar di area dada Razam hingga membuat pria itu memejamkan mata.

"Kau menyukainya, sayang?" bisik Ria.

Di tengah kabut hasrat yang sudah menutup mata hatinya, Razam menarik pinggang ria untuk lebih dekat. "Aku selalu merindukan semua sentuhan Tante!"

Ria sudah mengalungkan kedua tanganya pada leher Razam. Tanpa basa basi lagi, wanita paru baya itu mencium bibir kekasih gelapnya, dan di sambut tak kalah ganas oleh Razam.

Di tengah pertukaran saliva itu, tiba-tiba saja pintunya terketuk dari luar.

Reflek Ria melepaskan ciumannya. Matanya menatap Razam seolah bertanya.

1
Naufal hanifah
bagus
Ig:@septi.sari21: maciihhh kak😍✋
total 1 replies
SisAzalea
adakah " Jauh kan tanganmu?"
Nessa
👍🏻👍🏻
Sarinah Quinn
di sini yang jahat menang telak author dukung Sinta dan ezar sedangkan Miranda yg hancur in s
ezar yg tanggung jawab Arya sama dewa, Sinta yang berjaya modal air mata dan ngancam bundir. gak sesuai ekspektasi sih tapi apa lah pembaca hak penuh author 🙏
Sarinah Quinn: terserah author nya. takdir nya di tangan author hanya gak ikhlas SJ gt Thor Sinta SM ezar. kalau nanti ezar di pertemukan dengan orang yg di cintai nya mungkin etis juga ini kn terpaksa nikah nya. tapi lagi lagi kn pembaca ini hanya pembaca thor mengikuti alur nya saja 🙏🥰
total 2 replies
Yunita Sophi
aahh aq kira Miranda akan nikah dgn Ezar...
Ig:@septi.sari21: sad ending ceritanya kak💔🥀
tapi sama-sama bahagia kok😍
total 1 replies
Yunita Sophi
keren thor ceritanya 👍
tia
👍👍👍👍👍
tia
lanjut thor
ardiana dili
lanjut
Dew666
🎈🎈🎈🎈
ardiana dili
lanjut
Nessa
nexxttt..
Yunita Sophi
bagus Ezar... libas aja tuh cewek barber tukang fitnah..
tia
lanjut thor,,
Yunita Sophi
kak thor cepat lanjutin yah... jadi makin penisirin ini...😄
Yunita Sophi
ciah Ezar punya modal nama Tama di bawa bawa..😄
Yunita Sophi
kata Dewa dia ikut agama mamah nya... terus papah nya beda gitu yah thor..
Yunita Sophi
semangat Zar...
Yunita Sophi
👏👏👏👏👏 seru nih tante 😄😄😄
Yunita Sophi
Ria mau kaya apa pun di lakukan... merebut suami kakak,membunuh kakak tp setelah berhasil menguasai malah selingkuh ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!