NovelToon NovelToon
MAFIA’S REBIRTH: CINTA & DENDAM SI CUPU

MAFIA’S REBIRTH: CINTA & DENDAM SI CUPU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ry_chan04

Vittorio "The Grim Reaper" Genovese adalah puncak rantai makanan di dunia bawah Italia. Dingin, kejam, dan tak tersentuh—sampai sebuah pengkhianatan bom mobil mengakhiri hidupnya. Namun, maut ternyata punya selera humor yang aneh. Vittorio terbangun di tubuh Arjuna, mahasiswa beasiswa tingkat akhir yang hidupnya adalah definisi "kesialan". Tubuh kurus, kacamata tebal yang pecah, dan hobi menjadi samsak tinju geng kampus.
Dendam Vittorio membara, tapi tantangan terbesarnya bukan membalas budi pada para pembully, melainkan menghadapi Karin, gadis "semprul" tetangga kostnya yang tidak punya urat takut. Karin adalah perpaduan antara kekacauan dan keceriaan yang sering membuat Vittorio—sang raja mafia yang biasanya hanya bicara lewat peluru—kehilangan kata-kata dan martabatnya karena tingkah konyol gadis itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ry_chan04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Identitas Ganda yang Berbahaya

Matahari pagi di Jakarta menyelinap melalui celah-celah kaca nako kamar kost nomor 12, menyinari debu-debu yang menari di atas laptop baru berspesifikasi militer milik Vittorio. Di layar monitor, deretan kode hijau dan peta satelit kawasan real estat mewah Menteng berkedip-kedip. Namun, pemandangan paling kontras di ruangan itu bukanlah teknologi canggih tersebut, melainkan sosok Vittorio yang sedang mencoba memakai dasi sambil berkaca pada cermin kecil yang retak di pojok lemari.

​Hari ini, ia bukan lagi "The Ghost" yang mematahkan tulang di gudang pelabuhan. Hari ini, ia harus kembali menjadi Arjuna—mahasiswa hukum teladan yang akan menghadiri seminar nasional di kampus.

​"Sialan," umpat Vittorio pelan. Ia lebih mahir merakit kembali sebuah pistol Beretta dalam kegelapan daripada menyimpul dasi sutra murahan ini.

​BRAK!

​Pintu kamar terbuka tanpa ketukan. Karin muncul dengan rambut yang masih dibalut handuk, memegang dua bungkus bubur ayam.

​"Juna! Lu mau pingsan ya? Dasinya kayak tali jemuran Mbak Yanti gitu!" Karin meletakkan bubur di atas meja—berbahaya dekat dengan perangkat keras seharga puluhan juta—dan langsung mengambil alih urusan dasi Vittorio.

​Vittorio membeku. Jarak mereka sangat dekat hingga ia bisa mencium aroma sampo stroberi dari rambut Karin. "Aku bisa melakukannya sendiri, Karin."

​"Diem! Lu itu pinter berantem tapi urusan penampilan nol besar," omel Karin sambil dengan lincah membentuk simpul Windsor yang sempurna. "Nah, cakep. Sekarang lu keliatan kayak pengacara beneran, bukan kayak alien yang nyasar di toko baju bekas."

​Vittorio menatap pantulannya. Wajah Arjuna yang tirus kini mulai terlihat lebih berisi dan tegas. Tatapannya yang dulu sayu kini memiliki kedalaman yang mengintimidasi. "Karin, hari ini akan ada banyak mata-mata di kampus. Hadi Sujatmiko pasti mengirim orang untuk memantau gerak-gerikku setelah pertemuan semalam."

​"Tenang aja, Bos Kecil," Karin menepuk dada Vittorio dengan bangga. "Gue udah koordinasi sama Bang Mamat. Dia bakal patroli di sekitar kampus pake jaket ojek online. Terus gue juga udah minta anak-anak kosan buat jadi 'pagar ayu' di sekitar gedung fakultas. Kalau ada orang mencurigakan, mereka bakal langsung lapor di grup WhatsApp 'Warga Kost Anti-Pelakor'."

​Vittorio memutar bola matanya. "Aku tidak yakin grup dengan nama seperti itu bisa diandalkan secara intelijen."

​"Jangan remehkan kekuatan ghibah, Juna!"

​Sesampainya di kampus, Vittorio segera merasakan perubahan atmosfer. Identitas gandanya mulai saling berbenturan. Sebagai Arjuna, ia harus menyapa dosen dengan sopan dan membawa tumpukan buku tebal. Namun, sebagai Vittorio, ia terus memindai setiap sudut untuk mencari tanda-tanda ancaman.

​Di lobi fakultas, ia melihat Satya, Ketua BEM, sedang berbicara dengan dua pria berambut cepak yang mengenakan batik namun memiliki postur tubuh militer.

​Informan dari Hadi, batin Vittorio.

​Vittorio berjalan melewati mereka dengan langkah santai, mengangguk sopan pada Satya layaknya Arjuna yang lama.

​"Arjuna! Tunggu!" panggil Satya.

​Vittorio berhenti, menoleh dengan ekspresi bingung yang dibuat-buat. "Ya, Kak Satya? Ada apa?"

​Satya mendekat, matanya menyipit penuh kecurigaan. "Banyak rumor aneh tentangmu belakangan ini. Ada yang bilang kau terlihat di pelabuhan semalam. Apa itu benar?"

​Vittorio tertawa kecil, suara tawanya terdengar sangat tulus dan polos. "Pelabuhan? Kak, tugas Hukum Perdata saya saja belum selesai. Semalam saya di kost-an membantu Karin mengerjakan statistik. Kakak tahu sendiri kan betapa berisiknya dia kalau tugasnya tidak selesai?"

​Karin yang berdiri di samping Vittorio langsung menyambar. "Iya, Kak Satya! Si Juna ini sampe ketiduran di atas buku gara-gara ngajarin gue. Mana mungkin dia ke pelabuhan, bau amis gitu mana tahan dia!"

​Salah satu pria berambut cepak itu memperhatikan tangan Vittorio. Vittorio dengan sengaja menyembunyikan memar kecil di buku jarinya ke dalam saku celana.

​"Begitu ya..." Satya tampak tidak sepenuhnya percaya, namun ia tidak punya bukti. "Hati-hati, Arjuna. Kampus ini sedang dalam pengawasan ketat. Jangan sampai beasiswamu dicabut karena kau melakukan hal yang... di luar kapasitasmu."

​"Terima kasih atas peringatannya, Kak," ucap Vittorio sopan sebelum berlalu.

​Begitu mereka menjauh, Vittorio berbisik pada Karin. "Mereka mulai curiga. Aku harus segera melenyapkan jejak 'The Ghost' sebelum mereka menghubungkannya dengan identitas mahasiswa ini."

​Seminar berlangsung membosankan bagi seseorang yang sudah menguasai seluk-beluk hukum internasional melalui praktik kotor di Italia. Namun, di tengah sesi tanya jawab, pintu auditorium terbuka.

​Seorang wanita dengan setelan jas merah menyala masuk dengan langkah penuh otoritas. Seluruh ruangan mendadak sunyi. Ia adalah Bianca Sujatmiko, kakak tiri Arjuna—anak emas Hadi Sujatmiko yang baru saja kembali dari studinya di London.

​Berbeda dengan Selly yang kekanak-kanakan, Bianca adalah pemangsa yang sesungguhnya. Ia adalah tangan kanan ayahnya dalam mengelola aset-aset gelap keluarga.

​Bianca berjalan menuju podium, mengambil pelantang suara dari tangan pembawa acara yang gemetar. "Selamat siang, adik-adik mahasiswa. Saya di sini bukan untuk memberi kuliah. Saya di sini untuk mencari seorang saudara yang sudah lama 'hilang'."

​Mata Bianca menyapu seluruh auditorium dan berhenti tepat pada Vittorio yang duduk di baris tengah. Sebuah senyum predator tersungging di bibirnya yang merah darah.

​"Arjuna... kau terlihat sangat tampan dengan dasi itu. Mengapa tidak maju ke depan dan menyapa kakakmu?"

​Karin mencengkeram lengan Vittorio. "Juna, jangan maju. Itu nenek sihir beneran."

​Vittorio melepaskan tangan Karin perlahan. Ia berdiri. Identitas gandanya sedang diuji secara publik. Jika ia menolak, ia terlihat mencurigakan. Jika ia maju, ia masuk ke dalam kandang singa.

​Vittorio melangkah maju, menaiki anak tangga podium dengan ketenangan yang mengejutkan semua orang. Ia berdiri di depan Bianca, lebih tinggi dan lebih mengintimidasi meski tanpa sepatah kata pun.

​"Lama tidak jumpa, Kak Bianca," ucap Vittorio, suaranya mantap, tanpa ada getaran ketakutan yang biasanya dimiliki Arjuna.

​Bianca menatap mata Vittorio dengan lekat, mencoba mencari sisa-sisa adik tirinya yang penakut di sana. Namun, ia tidak menemukannya. Yang ia temukan adalah sepasang mata yang pernah melihat ribuan mayat.

​"Ayah bilang kau sakit, tapi kau tampak sangat... sehat. Bahkan terlalu kuat untuk ukuran orang yang baru 'sembuh'," bisik Bianca, menjauhkan pelantang suara agar tidak terdengar penonton. "Siapa kau sebenarnya? Kau bukan Arjuna yang kukenal."

​"Orang berubah, Kak. Terkadang rasa sakit adalah guru yang paling efektif untuk mengubah domba menjadi serigala," balas Vittorio dengan nada bicara yang hanya bisa didengar oleh Bianca.

​Bianca tertawa rendah, sebuah tawa yang mengandung ancaman murni. "Serigala, ya? Ayahku benci serigala yang tidak bisa dijinakkan. Dia lebih suka mereka... dikuliti."

​Bianca kemudian beralih kembali ke hadirin. "Adik saya ini memang sedikit berubah sejak kecelakaan itu. Kami dari keluarga Sujatmiko sangat bangga dia bisa kembali belajar. Sebagai tanda apresiasi, kami akan menyumbangkan fasilitas laboratorium hukum baru atas nama Arjuna."

​Tepuk tangan riuh memenuhi ruangan, namun bagi Vittorio, itu adalah suara lonceng kematian. Hadi sedang mencoba menyegel identitasnya kembali ke dalam "Keluarga Sujatmiko" secara publik agar ia lebih mudah dikontrol—atau dihancurkan tanpa menimbulkan kecurigaan publik.

​Setelah acara selesai, Vittorio segera menarik Karin keluar dari gedung.

​"Kita harus bergerak sekarang," ucap Vittorio cepat. "Bianca adalah ancaman yang jauh lebih besar daripada Hadi. Dia memiliki koneksi langsung dengan faksi muda Lupi di Mare di Eropa."

​"Terus kita mau ke mana?" tanya Karin panik.

​"Ke sarang harimau kita."

​Mereka menuju ke sebuah ruko tua di belakang pasar yang baru saja disewa Vittorio menggunakan uang dari Budiarto. Di sana, Tiger dan sepuluh anak buahnya sudah berkumpul. Ruko itu telah diubah menjadi pusat operasi darurat dengan monitor-monitor pengawas yang memantau setiap pergerakan di sekitar kost-an dan kampus.

​"Ghost, ada pergerakan di pelabuhan," Tiger menyambut mereka, menunjuk ke sebuah layar yang memperlihatkan kapal kargo besar sedang merapat. "Kapal itu tidak terdaftar di manifes resmi. Bea cukai sengaja menutup mata atas perintah dari atas."

​Vittorio menatap layar itu. "Itu mereka. Lupi di Mare sudah tiba. Mereka akan menggunakan Bianca sebagai jembatan untuk melegalkan bisnis mereka di sini."

​Vittorio kemudian menatap anak buah Tiger. "Malam ini, identitas 'Arjuna' harus mati sementara. Kalian akan membagi diri menjadi tiga tim. Tim satu, sabotase kargo di pelabuhan. Tim dua, berikan peringatan keras pada Satya agar dia berhenti menjadi mata-mata. Dan Tim tiga..."

​Vittorio menatap Karin. "Kau, Karin. Kau harus tinggal di sini bersama Bang Mamat. Tempat ini lebih aman daripada kost-an untuk saat ini."

​"Nggak mau!" protes Karin. "Gue nggak mau ditinggal lagi di gudang apek! Gue bisa bantu, Juna! Gue bisa jadi pengalih perhatian!"

​"Karin, ini bukan lagi soal makan kerupuk atau jualan es teh!" bentak Vittorio, suaranya menggelegar di ruko itu. "Ini adalah perang antar mafia! Bianca tidak akan ragu untuk menyiksamu hanya untuk mendapatkan informasi tentangku!"

​Karin terdiam, matanya berkaca-kaca. "Gue tau... gue tau gue cuma beban buat lu. Tapi gue nggak mau lu sendirian lawan mereka, Juna. Lu itu temen gue satu-satunya yang beneran peduli sama gue..."

​Vittorio menghela napas, kemarahannya luruh. Ia mendekati Karin dan memegang kedua bahunya. "Kau bukan beban, Karin. Kau adalah satu-satunya alasan mengapa aku masih ingin mempertahankan identitas 'Arjuna'. Jika terjadi sesuatu padamu, tidak ada gunanya aku membangun semua ini. Mengertilah."

​Karin akhirnya mengangguk pelan. "Janji... jangan mati ya? Kalau lu mati, siapa yang bakal bayarin seblak gue seumur hidup?"

​"Aku berjanji."

​Vittorio mengambil sebuah masker hitam dan jaket taktis. Ia memeriksa senjata barunya—sebuah pistol khusus dengan peredam suara.

​"Tiger, kita berangkat. Malam ini, Jakarta akan tahu bahwa serigala Genoa bukan satu-satunya predator di kota ini."

​Vittorio melangkah keluar dari ruko. Identitas gandanya kini berada di titik kritis. Di siang hari ia adalah mahasiswa yang terancam dikeluarkan, di malam hari ia adalah hantu yang akan memburu para pemburu. Bahaya itu nyata, namun di dalam dadanya, jantung Vittorio Genovese berdegup dengan ritme yang familiar—ritme peperangan yang sudah lama ia rindukan.

​"Ayo kita sambut tamu-tamu kita dari Italia," desis Vittorio saat ia memacu motornya menuju kegelapan pelabuhan.

​Malam itu, Jakarta tidak akan pernah sama lagi. Di bawah bayang-bayang gedung pencakar langit, sebuah drama berdarah mulai dipentaskan, di mana garis antara mahasiswa hukum dan raja mafia mulai memudar menjadi warna merah yang pekat.

1
Riska Baelah
emg sih seharus ny vittrio sebagai cwok harus ny jelas nyatakan cinta ke karin biar hubungan kalian jelas pacaran, bukn hany bos sama asisten doang🤭
Riska Baelah
sumpah kk sepanjang aq baca eps ini
aq ngakak 😄🤣😄🤣😄🤭
lucu bnget cemburu ny si vittrio🤣😄🤣😄🤭 lanjut kk👍
Riska Baelah
karin ini ya ad aja tingkah ny, segala ibu kantin d curigai,,, ngurangin porsi ayam ny😄🤣😄🤣😄🤭
kocak bnget,,,,👍
Riska Baelah
ikut dong liburan ke bali /CoolGuy/
Riska Baelah
harus berakhir bhagia ya kk,, minimal vittrio nikah sama karin, puny ank satu cwek yg muka ny mirip vittrio sifat ny karin, biar hidup ny vittrio berwarn kya pelangi😄🤣😄🤣🤣😄🤭👍
Riska Baelah
lagian jg si vittrio udh tau modelan karin kya gitu ,semprul sok2 an, mau d ajk kencan romantis, yaaa mna ngaruh😄🤣😄🤣🤣🤭
laen x cukup sederhana tp berkesan saja🤭
Riska Baelah
kk kok adegan romantis ny tipis bnget kya tisu d bagi 10 😄🤣🤭, kan udh jelas vittrio suka sama karin gitu jg karin, gak bisa ap ad momen yg lebih manisss gitu🤭
Riska Baelah
karin takut , klu2 vittrio berubah, mka ny d tany trus msih mau tinggal d kost ap engga, tenang karin klu pun vittrio pindah kmu past d ajak🤭
Riska Baelah
uhhhhh so sweet ny😍🤭
karin udh gak malu lg yaa peluk2 vittrio depan orng🤭
mna manja lg
🤣😄🤭
Riska Baelah
kpan sih vittrio nyatain cint ke karin, gemes deh, masa sebagai teman trus, naek jd asisten,, jd pacar lah👍🤭
Riska Baelah
🤣😄🤣😄🤣🤭
Riska Baelah
mau jg dong ditraktir martabak ny 🤭
Riska Baelah
😄🤣😄🤣😄🤭 karin ad2 tingkah ny🤭
Riska Baelah
/Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Riska Baelah
karin2 d kira lg maen mafia mafia ap, segala mau ikut,, jng dong entr vittrio gak konsen, harus ny vittrio mint cwek rambut pendek buat lindungi karin👍
Riska Baelah
semangat vittrio💪💪💪💪💪
Riska Baelah
😄🤣😄🤣🤭 karin2 mau daster sutra , jng lupa vittrio d beliin yaa,
dri pda karin pke daster kuning bikin syilau mata mu😄🤣😄🤣🤭
Riska Baelah
😄🤣😄🤣🤭 agen rahasia, si karin,malh d ladeni lg sama Vittoria🤭
Riska Baelah
coba juna minta uang buat perbaiki kost an ny,, sama beliin karin bju bgus , jng pke daster truss🤭
Riska Baelah
kya ny aq komen sendri dech, ini pembaca yg laen kya ny blum tau, klu ad cerita baru yg seru👍
tp gak ap lah, klu vittrio penguasa italia, aq penguasa komen d cerita kk ini🤭👍
Farida 18: xixi jangan lupa mampir disebelah judulnya the Don & the distater, sama hari ini aku up novel baru judulnya Love, Bullets, and Bakwan: Mahkota sang Cassanova & Ratu Typo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!