NovelToon NovelToon
Pernikahan Tak Terduga

Pernikahan Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta setelah menikah / Pernikahan Kilat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: RaeathaZ

Yussallia Tsaverra Callisto selalu memimpikan kehidupan pernikahan yang indah di masa depan. Yussallia masih berharap bahwa kehidupan pernikahannya bersama Rionegro akan berjalan semulus yang ia harapkan, meskipun pernikahan mereka didasari oleh sebuah kesalahan satu malam yang mereka lakukan pada di masa lalu.

Rionegro Raymond Kalendra tidak pernah menyangka bahwa menolong seorang gadis yang terjebak dalam badai hujan akan berujung pada pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Rionegro tahu ia tak bisa menghindar dari kewajibannya untuk menikahi Yussallia, gadis yang pernah ia bantu, meskipun mereka memiliki seorang anak bersama akibat kesalahan satu malam yang mereka buat di masa lalu.

Dan dengan segala harapan dan keraguan yang menggantung di atas pernikahan mereka, apakah Yussallia mampu mewujudkan mimpinya tentang pernikahan yang bahagia? Atau akankah pernikahan itu berakhir dengan kegagalan, seperti yang ditakuti Rionegro?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RaeathaZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2

Mobil berwarna hitam itu akhirnya melambat ketika memasuki sebuah kawasan perumahan yang cukup tenang. Deretan pohon yang berdiri di sepanjang jalan terlihat basah oleh hujan yang sejak tadi belum juga berhenti turun. Lampu-lampu taman di pinggir jalan memantulkan kilau air yang masih menetes dari dedaunan, membuat suasana malam terasa lebih sunyi dari biasanya.

Yusallia yang sejak tadi duduk diam di kursi penumpang depan perlahan menoleh ke arah luar jendela. Ia mengenali jalan yang mulai mereka lewati. Itu adalah jalan menuju rumahnya.

Beberapa menit kemudian, mobil itu berhenti tepat di depan sebuah rumah yang berdiri cukup besar di ujung jalan tersebut.

Rionegro mematikan mesin mobilnya, sementara suara hujan yang masih turun perlahan kembali terdengar jelas di sekitar mereka.

Yusallia melepas seatbelt yang terpasang di tubuhnya sebelum menoleh ke arah pria yang duduk di kursi kemudi.

"Terima kasih sudah mengantarku pulang," ucapnya dengan tulus.

Rionegro hanya menoleh sekilas dan mengangguk kecil.

"Tidak masalah."

Beberapa detik keheningan kembali tercipta di dalam mobil itu. Yusallia sebenarnya ingin segera turun, tetapi entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang belum ia katakan.

Akhirnya ia kembali membuka suara.

"Uhm... tentang tadi..."

Rionegro menoleh sedikit, menunggu kelanjutan kalimatnya.

Yusallia terlihat sedikit ragu sebelum akhirnya berkata lagi.

"Terima kasih sudah menolongku malam ini. Kalau tidak ada kamu, mungkin aku masih berdiri di pinggir jalan itu sampai sekarang."

Rionegro tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Yusallia sejenak sebelum berkata dengan nada tenang.

"Siapa pun yang lewat mungkin akan melakukan hal yang sama."

Yusallia tersenyum kecil mendengar jawaban itu, meskipun ia sendiri tahu tidak semua orang akan berhenti di tengah hujan deras hanya untuk menolong orang asing.

Karena itulah ia kembali berkata pelan.

"Sebagai ucapan terima kasih... kalau kamu tidak sibuk besok... bagaimana kalau aku mentraktirmu makan siang?"

Kalimat itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Begitu mengucapkannya, Yusallia sendiri terlihat sedikit terkejut.

Rionegro juga tampak tidak langsung menjawab. Ia menatap Yusallia beberapa saat, seolah mempertimbangkan sesuatu.

"Tidak perlu sampai begitu," jawabnya akhirnya.

Namun Yusallia justru menggeleng pelan.

"Tidak apa-apa. Aku benar-benar ingin berterima kasih dengan cara yang lebih baik."

Ia berhenti sejenak sebelum melanjutkan dengan nada yang lebih santai.

"Lagipula... hanya makan siang. Tidak terlalu merepotkan, kan?"

Rionegro terdiam beberapa saat.

Hujan di luar mobil masih turun perlahan, menciptakan suara lembut yang memantul di kaca mobil.

Beberapa detik kemudian ia akhirnya menghela napas kecil sebelum berkata,

"Baiklah."

Yusallia tampak sedikit terkejut.

"Benarkah?"

Rionegro mengangguk sekali.

"Kalau besok saya tidak ada jadwal yang mendesak, saya bisa meluangkan waktu."

Mendengar itu, wajah Yusallia langsung terlihat sedikit lebih cerah.

"Baik! Kalau begitu aku akan menghubungimu besok."

Baru setelah mengatakan itu Yusallia menyadari sesuatu.

Ia belum memiliki nomor telepon pria itu.

Rionegro seolah memahami apa yang sedang dipikirkan Yusallia. Ia mengambil ponselnya dan menyerahkannya.

"Masukkan nomor teleponmu."

Yusallia menerima ponsel itu dan dengan cepat mengetikkan nomornya sebelum mengembalikannya.

"Sudah."

Rionegro melihat layar ponselnya sekilas sebelum menyimpannya kembali.

"Baik."

Beberapa saat mereka kembali terdiam.

Akhirnya Yusallia membuka pintu mobil.

Udara dingin yang bercampur dengan aroma hujan langsung menyambutnya begitu ia keluar dari mobil.

Ia berdiri di samping pintu mobil sebelum menoleh kembali ke arah Rionegro yang masih duduk di kursi kemudi.

"Sekali lagi... terima kasih."

Rionegro hanya mengangguk kecil.

"Selamat malam."

"Selamat malam."

Yusallia menutup pintu mobil itu perlahan sebelum berjalan menuju pagar rumahnya.

Rionegro tidak langsung pergi.

Ia masih duduk di dalam mobil, menatap sosok gadis itu yang berjalan menjauh di bawah cahaya lampu taman.

Yusallia membuka pagar rumahnya sebelum masuk ke halaman. Beberapa langkah kemudian ia berhenti sejenak dan menoleh ke belakang.

Mobil Rionegro masih berada di tempat yang sama.

Melihat itu, Yusallia mengangkat tangannya sedikit dan melambaikan tangan dengan senyum kecil.

Rionegro membalasnya dengan anggukan kecil sebelum akhirnya menyalakan kembali mesin mobilnya.

Beberapa detik kemudian mobil itu perlahan meninggalkan rumah tersebut.

Lampu mobilnya menghilang di ujung jalan.

-

Di sisi lain, Yusallia akhirnya membuka pintu rumahnya dan masuk ke dalam.

Begitu pintu tertutup, suasana hangat rumah langsung menyambutnya.

Ia melepas sepatu yang dikenakannya sebelum berjalan masuk lebih dalam ke dalam rumah.

Rumah itu terlihat cukup besar, tetapi terasa sangat sunyi.

Tidak ada suara televisi. Tidak ada suara percakapan.

Hanya suara hujan yang samar terdengar dari luar.

Yusallia menghela napas pelan.

Ia melepas jaket yang tadi diberikan oleh Rionegro dan menatapnya sejenak.

Jaket itu masih sedikit hangat.

Yusallia tersenyum kecil tanpa sadar.

Malam ini benar-benar terasa aneh.

Ia tidak pernah menyangka bahwa mobilnya mogok di tengah hujan deras justru membuatnya bertemu dengan seseorang yang bahkan tidak pernah ia kenal sebelumnya.

Dan yang lebih aneh lagi, ia bahkan mengundang pria itu makan siang besok.

Yusallia menutup wajahnya sebentar dengan kedua tangannya.

"Kenapa aku mengatakan itu..."

gumamnya pelan pada dirinya sendiri.

Namun setelah beberapa detik, ia justru tertawa kecil.

Entah kenapa, ia tidak merasa menyesal.

Justru ada perasaan aneh yang sulit dijelaskan muncul di dalam hatinya.

Sementara itu, di jalan yang berbeda, mobil Rionegro masih melaju dengan stabil menembus hujan yang mulai mereda.

Lampu jalan memantul di kaca mobilnya, menciptakan garis-garis cahaya yang bergerak mengikuti kecepatan mobil.

Rionegro mengemudi dengan tenang seperti biasanya.

Namun pikirannya tidak sepenuhnya fokus pada jalan di depan.

Sesekali ia teringat kembali pada gadis yang baru saja ia antar pulang.

Yusallia.

Ia bahkan baru mengenalnya malam ini.

Namun entah kenapa, pertemuan singkat itu terasa sedikit berbeda.

Rionegro menghela napas kecil sebelum kembali memfokuskan pikirannya pada jalan di depan.

Baginya, itu hanyalah sebuah kebetulan kecil di tengah malam hujan.

Tidak lebih dari itu.

Ia bahkan tidak menyangka bahwa pertemuan sederhana itu akan kembali menghubungkannya dengan gadis tersebut di hari-hari berikutnya.

Sebuah pertemuan yang awalnya terasa biasa saja.

Namun tanpa mereka sadari, malam hujan itu telah menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang bisa mereka bayangkan.

Sesuatu yang suatu hari nanti akan membawa mereka pada satu ikatan yang sama sekali tidak pernah mereka rencanakan sebelumnya.

1
Riza09
lanjut
Rei_Mizuki98
lanjut thor
Rose Mizuki
lanjut💪
Rieza05
lanjut kak
Reva456: lanjut
total 1 replies
@RearthaZ
boleh kok, kak
Unparalleled: haii aku mampir nih..
btw semangat okee buat The continuation of the story nyaaa🤩
total 1 replies
sayang kamu
gw nyicil bacanya ya min bagus gw baca setiap hari 1 bab krn sibuk sendiri di realita gk bisa maraton semangat
Ocean Blue
ceritanya seru
Rose Ocean
ceritanya keren
Yogitha Ratnajyoti ❤
menarik 👌🔥
Reva456
lanjut thorr
Rieza05
lanjut thor
@RearthaZ
ayo kita lihat nanti, kira-kira bagaimana hehehe
Lisa
Apakah hal ini yg membawa mereka ke arah pernikahan..🤔
CHEN DEV
lanjut kk
CHEN DEV
sudah mampir kk
Rei_983
lanjutin thor
Reilient
lanjutkan thorr
Hiccup Toothless
lanjutin thorr
Rose Mizuki
lanjutin trus thorr
@RearthaZ
aman kok bryan cuman teman hehehe🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!