NovelToon NovelToon
THE ARCHIVIST

THE ARCHIVIST

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Spiritual / Time Travel
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: NP (Naika Permata)

Dimas dan Sarah kini dikenal sebagai pasangan akademisi selebriti. Sarah dengan buku best seller-nya, dan Dimas sebagai profesor muda yang brilian. Namun, itu hanya kedok. Di balik layar, mereka bekerja sebagai Konsultan Khusus untuk Badan Perlindungan Cagar Budaya & Aset Negara (BPCBAN). Tugas mereka: Melacak, mengamankan, dan menyegel artefak-artefak supranatural berbahaya yang diperjualbelikan di pasar gelap Internasional (Black Market). Musuh mereka bukan lagi dukun santet, melainkan Sindikat Kolektor Internasional yang didanai oleh miliarder asing yang ingin menguasai kekuatan mistis Nusantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NP (Naika Permata), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Antarmuka Pikiran & Peringatan Lemuria

Lokasi: Panel Kontrol Reaktor, Panggung Utama.

Waktu: Sisa Waktu 6 Menit.

Ini di sisipkan saat Dimas sedang berusaha memecahkan kode di panel batu obsidian, tepat sebelum Dimas memutuskan menyelamatkan Sarah dengan kerisnya.

Keringat dingin membasahi pelipis Dimas. Jari-jarinya menari di atas balok-balok obsidian kecil memancarkan pendar biru.

Panel ini tidak seperti keyboard komputer modern yang mengandalkan tekanan mekanis. Begitu jari Dimas menyentuh balok aksara Lemuria, ia menyadari bahwa batu-batu itu merespon Suhu Tubuh dan Aliran Bio-Elektrik (Chi).

Ini adalah teknologi Neural-Interface (Antarmuka Saraf) purba. Mesin ini membaca pikiran operatornya.

“Ayo… ayo… tunjukan logikamu,” gertak Dimas pada mesin itu, menyalurkan tenaga dalamnya ke ujung jari.

ZRAAAASH!

Seketika, pandangan Dimas memutih. Telinganya berdenging keras, menulikan suara tembakan senapan Sarah di belakangnya.

Dimas mengalami Visi Retro-Kognisi (melihat memori yang tersimpan dalam benda).

Dalam visinya, Dimas tidak lagi berada di ruang bawah tanah yang gelap. Ia berdiri di sebuah aula kristal raksasa yang bermandikan cahaya matahari. Di sekelilingnya, sosok-sosok setinggi tiga meter berlalu lalang dengan panik. Kulit mereka kebiruan dan tembus pandang. Orang-orang Lemuria.

Mereka sedang ketakutan.

Dimas melihat ke bawah aula. Di sana, sebuah entitas raksasa—kumpulan bayangan hitam pekat bermata merah yang bentuknya terus berubah-ubah—sedang diseret masuk oleh rantai cahaya. Sosok Lemuria yang bertindak sebagai Komandan menekan panel obsidian yang sama dengan yang disentuh Dimas sekarang. “Kunci pusaran energinya!” Suara Komandan itu bergema di kepala Dimas, bukan dalam bahasa manusia, tapi langsung ditranslasikan oleh otaknya. “Gunakan inti Kristal! Putar cincin magnetik! Kurung entitas itu sebelum ia memakan lempeng benua ini!”

Entitas bayangan itu menjerit. Jeritan yang terdengar seperti ribuan suara manusia yang disiksa. Jeritan itu diserap oleh suara NENG… NONG… GUNG… dari mesin reaktor yang mulai berputar. Visi itu berakhir secepat kilat.

Dimas tersentak mundur, terengah-engah. Darah segar menetes dari hidungnya akibat beban mental memproses memori berumur belasan ribu tahun dalam dua detik.

“Dimas! Kodenya!” Teriak Sarah dari bawah panggung.

Dimas menatap panel itu dengan horor yang baru. Dia akhirnya bisa membaca barisan kalimat Lemuria yang berkedip merah di tengah panel. Itu bukan pesan error. Itu adalah sebuah Peringatan Peringkat Satu.

Dimas mematung.

“Mesin ini… bukan mau meledak,” bisik Dimas pucat pasi.

Anomali gravitasi di atas permukaan Gunung Padang (batu-batu yang melayang) bukanlah efek samping mesin yang rusak. Mesin ini sengaja menyedot medan magnet bumi secara ektrem untuk menambal lubang yang baru saja dibor oleh tim Dr. Hendra! Mesin ini sedang berusaha mati-matian menjalankan tugasnya; Mengunci Pintu Penjara.

Jika Dimas menstabilkan kodenya, anomali gravitasi di atas tidak akan berhenti. Gunung Padang mungkin akan terangkat ke langit untuk dijadikan baterai darurat penutup segel.

Tapi jika Dimas mematikan mesinnya… “Sang Pemakan” yang dikurung oleh ras Lemuria akan terbebas.

Ini adalah buah simalakama terburuk.

“DIM! BERAPA LAMA LAGI?!”

Suara jeritan Sarah menarik Dimas kembali ke realita.

Dimas menoleh. Dua golem andesit raksasa berhasil memojokkan Sarah ke dekat dinding kaca obsidian. Sarah kehabisan peluru peledak. Golem itu mengangkat lengannya yang seberat setengah ton, siap menghancurkan istrinya menjadi kepingan daging.

Dimas tidak punya waktu untuk berdebat dengan moralitas atau nasib dunia. Otaknya langsung memilih prioritas mutlaknya; Sarah.

“Persetan sama Lemuria,” geram Dimas. “Persetan sama penjaranya.”

Dimas meninggalkan panel obsidian itu, membiarkan layar peringatan merah itu berkedip-kedip sia-sia. Ia mencabut Keris Pusaka Baru dari pinggangnya, menyalurkan energi tenaga dalamnya hingga bilah keris itu berpendar kuning keemasan.

Ia melompat dari panggung reaktor, menerjang punggung golem yang hendak menghantam Sarah.

1
NP
Agak berat petualangan Dimas dan Sarah nih, kak. Maklum sama sama ilmuwan..
Felycia R. Fernandez
Petualangan baru dimulai...
NP
Iya betul yg dulu di rempah sang waktu,
Felycia R. Fernandez
Arya ini yang jadi raja dulu kan?
Felycia R. Fernandez
😅😅😅😅😅
Felycia R. Fernandez
lah,Sarah malah kenak
Felycia R. Fernandez
🤣
NP
Suami istri yang suka berpetualang menghadapi hal hal mistis
Felycia R. Fernandez
😆😆😆😆😆
Felycia R. Fernandez
ya ampun,luar biasa suami istri ini
Felycia R. Fernandez
kok ngeri ya 😳
Felycia R. Fernandez
wow 😳
Akbar Aulia
kurang.....kurang......kurang.....kurang banyak thor upnya
Felycia R. Fernandez
pernah denger,tapi blom tau gimana kota nya kk...😆😆😆
NP
Makasih ya Kak, Nusantara Üniverse menanti selanjutnya 🤣
Akbar Aulia
,iya kak ,ceritanya seru
Akbar Aulia
nanti kalo sampai kabari aku ya, semoga tidak ada halangan
Akbar Aulia
terimakasih thor sudah membuat cerita yg bagus sekali, semangat terus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!