Hujan turun tanpa jeda malam itu, di kamar kos sempit berbau lembab, Dian terbaring sendirian, tidak ada keluarga yang menemani Dia hidup sebatang karang, hanya terdengar suara tetesan air dari atap bocor, nafasnya semakin berat. Perutnya kosong sejak kemarin Dian belum makan apapun, Dian sudah terbiasa menahan lapar, sejak kecil Dia hidup tanpa orang tua bekerja serabutan berpindah-pindah tempat tinggal. Menahan hinaan, rasa dingin sendirian, seakan dunia tidak pernah memberinya pilihan.
Namun malam ini terasa berbeda, tubuhnya terlalu lemah untuk bangkit, pandangannya mulai kabur, Dia menatap langit-langit atap yang bocor dan tersenyum tipis, "Apa memang hidupku cuma sampai disini..?"
Malam itu hujan turun semakin deras, angin menyusup dari celah jendela membawa hawa dingin yang menusuk tulang.
Nantikan kelanjutan cerita yaa🌹🌹
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twis G, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 10
Angin sore mulai bertiup pelan melewati ladang kecil di belakang rumah keluarga Yin, Daun-daun gandum musim dingin yang telah di panen beberapa hari lalu tersusun rapi di dekat sungai kecil, diikat dalam beberapa bundel besar untuk persediaan makanan selama musim dingin.
Yin Yin berdiri di sana sambil memandangi tumpukan gandum itu, Air sungai kecil mengalir tenang, memantulkannya cahaya matahari sore yang hangat. Anak harimau putih duduk di atas batu dekat air, menjilat sisa saus daging di kumisnya dengan puas.
Yin Yin menghela napas pelan.
"Hmm... kalau cuma disimpan begitu saja, kita hanya bisa makan bubur gandum terus sepanjang musim dingin."
Dia menyilang tangan sambil berpikir keras, tiba-tiba sistem berbunyi lagi.
DING!
[Analisis bahkan makanan desa selesai]
[Rekomendasi sistem, pengolahan makanan modern]
Panel transparan muncul di depan matanya lagi.
DING!
[Resep gandum modern tersedia]
*Roti gandum panggang
*Kue gandum madu
*Pancake gandum lembut
*Mie gandum sederhana
Mata Yin Yin langsung berbinar, Dia baru ingat gandum ini bisa dibuat apa saja, roti gandum maupun kue mudah saja pembuatnya. Dia hampir lupa bahwa di dunia modern dulu ada banyak makanan dari tepung, Yin Yin menatap gandum yang menumpuk di pinggir sungai.
"Kalau gandum ini digiling jadi tepung, kita bisa buat banyak makanan."
Melihat Yin Yin yang tampak bahagia, anak harimau kecil memiringkan kepalanya bingung, seolah sedang berbicara 'apa yang membuat tuannya ini begitu gembira.'
Yin Yin tersenyum kecil, "Bukan cuma untuk makan, bahkan aku bisa menjualnya di pasar, atau aku langsung ke restoran tawarin buat promosi, siapa tau uangnya cepat terkumpul, trus aku bisa renovasi rumah sebelum musim dingin berikutnya."
Memikirkan rencananya saja Dia hampir bahagia, Yin Yin menatap ke arah desa yang terlihat dari kejauhan.
"Kalau aku bisa buat restoran-restoran untuk pesan lebih banyak, aku bisa bantu pendudukan desa Shanyin juga, biar nambah penghasilan mereka."
Angin sore meniup rambutnya perlahan, Desa Shanyin adalah desa kecil yang jarang dikunjungi pedagang kota, kebanyakan warga hanya makan bubur gandum, sayur liar atau daging hasil berburu, belum pernah ada yang membuat makanan seperti kue atau roti di desa ini, kalau Dia membuatnya Yin Yin mulai menghitung dalam pikirannya. Tekadnya untuk membantu desa Shanyin semakin besar.
"Gandum di desa ini banyak, baiklah Yin Yin mari kita membantu penduduk desa ini."
Yin Yin lalu menunjuk ke bundel gandum di tanah, "Sistem aku pilih resep kue gandum madu."
Sistem langsung menampilkan resep baru,
DING!
[Resep dipilih, Kue gandum madu]
Bahan: Tepung gandum, madu, telur, sedikit minyak, garam.
Yin Yin mengangguk puas melihat resep itu,
"Bahan-bahannya juga tidak sulit."
Dia menatap sungai kecil didepannya.
"Kalau kita buat kue ini dan menjualnya ke pasar, pasti banyak yang penasaran dengan rasanya."
Anak harimau kecil mengibaskan ekornya, seolah setuju.
Yin Yin tertawa kecil melihat tingkah harimau itu,
"Kalau berhasil, keluarga kita bahkan bisa beli beras juga di pasar, aku bosan sekali makan bubur gandum terus."
Dia bahkan mulai memikirkan ide lain, "Kue manis, roti, mie gandum, bahkan masih banyak masakan lain."
Matanya bersinar penuh semangat, "Ini bisa jadi usaha keluarga kalau peminatnya banyak, aduh,.. Aku ini, belum juga menjualnya sudah memikirkan banjiran order."
Saat Dia sedang membayangkan masa depan cerah itu...
Tiba-tiba sistem berbunyi keras lagi,
DING!
[Peringatan!]
[Energi spiritual kuat memasuki wilayah desa Shanyin]
Yin Yin langsung menoleh ke arah jalan desa, di kejauhan, debu tipis terlihat naik dari jalan tanah. Ada yang datang, tidak lama kemudian muncul tiga sosok berpakaian panjang terlihat berjalan menuju desa Shanyin, pakaian mereka bersih, kainnya mahal, dan pedang panjang tergantung di pinggang. Jelas mereka bukan penduduk desa.
Yin Yin langsung mengenali tipe orang seperti ini dari ingatan dunia lamanya.
"Kultivator, mengapa mereka bisa datang ke desa ini?"
Anak harimau putih kecil tiba-tiba berdiri tegak, bulu di punggungnya sedikit berdiri.
"Grrr..."
Yin Yin mengerutkan alis, kalau kultivator datang ke desa kecil seperti ini, bisanya bukan pertanda baik, Dia menatap gandum yang menumpuk di dekat sungai, lalu menatap ke arah jalan desa dan kemudian menatap anak harimau kecil di depannya.
Yin Yin menghela nafas pelan,
"Sepertinya, hidup tenang kita tidak akan berlangsung lama."
Sementara itu di jalan desa Shanyin, salah satu kultivator berhenti berjalan, matanya menyipit ke arah desa.
"Aneh, aku merasakan aura binatang spiritual di dekat sini."
Dua rekannya langsung menoleh,
"Sungguh?, kalau benar ada binatang spiritual di desa miskin seperti ini, itu berarti kita mendapatkan keuntungan besar."
Sementara di tepi sungai kecil, Yin Yin belum tahu bahwa target yang mereka cari sedang duduk tepat di sampingnya sambil mengigit rumput, anak harimau putih kecil itu menguap malas, dan masalah besar baru saja berjalan menuju Desa Shanyin.
Bersambung.....