NovelToon NovelToon
Transmigrasi Petarung Ke Istri Yang Tidak Dianggap

Transmigrasi Petarung Ke Istri Yang Tidak Dianggap

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Fantasi Wanita
Popularitas:24.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeje Jennifer

Xaviena Avanzi seorang petarung bebas di Mexico tidak pernah tau siapa orang tua kandungnya.
Hidup seorang diri membuat Xaviena hanya peduli dengan dirinya saja. Tidak pernah berusaha mengetahui dunia luar, dan hanya fokus pada pekerjaannya sebagai petarung. Xaviena tertidur panjang karena diracuni oleh seorang pria yang tidak terima dikalahkan oleh gadis itu.

Saat membuka mata, dia terkejut karna terbangun di tubuh seorang wanita asal Spanyol yang sudah menikah. Bukan pernikahan yang bahagia tapi pernikahan yang hanya membawa kesakitan dan penolakan untuk sang wanita. Xaviera bertekat untuk membalas semua kesakitan dan perbuatan suaminya.
Bagaimana jika jiwa Xaviena, si petarung bebas yang bodoh amat, masuk ke dalam tubuh Xaviera, si istri yang sangat mencintai suaminya?
Dan apa yang terjadi pada tubuh Xaviena? ikuti kisah mereka.

Ayo mampir, dijamin ga bikin bosen!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeje Jennifer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter ten

Xaviero duduk di kursi ruang tamu, tubuhnya masih nyeri akibat pukulan Xaviera kemarin malam. Setiap pukulan dan tendangan yang diterimanya dari Xaviera terasa seperti cermin dari semua kesalahannya. Tapi lebih dari itu, ada satu hal yang terus menghantuinya: fakta bahwa jiwa yang sekarang berada di tubuh istrinya sama sekali bukan Xaviera yang dulu ia kenal.

"Aku tidak peduli, Vargas. Kali ini aku yang akan mengejarmu"

Ia menghela napas panjang, menatap pintu tangga yang mengara ke kamar Xaviera, dan merasakan kehampaan yang lebih dalam daripada rasa sakit fisik.

"Aku akan memulai semuanya dari awal," gumamnya pelan.

"Tuan, ini kotak obatnya" Riccardo datang dan langsung memberikan kotak obat itu kepada Xaviero.

"Bawah itu pergi dan jangan pernah berada di dekat ku selama kita disini" Xaviero mengusir Riccardo.

"Baik, Tuan. Saya mengerti" Riccardo pergi dari sana.

Di sisi lain, Xaviera duduk di kamar, matanya menatap langit-langit. Ia tahu suaminya sekarang mencintai tubuh ini, tapi dia merasakan sedikit ketidaknyamanan di dalam hatinya. Xaviera merasa seakan terikat dengan Xaviero dan dia benci itu.

Ketukan pintu terdengar, tapi Xaviera tidak bergerak. "Aku tahu kau di sana," suara Xaviero terdengar dari luar, lebih tenang daripada sebelumnya. "Aku tidak akan menyentuhmu tanpa izin... tapi aku ingin bicara. Aku tidak peduli siapa kamu sekarang, tapi kamu harus ingat... Kamu masih istriku. Kamu istriku, Vargas"

Xaviera menelan ludah, menatap pintu dengan ekspresi datar. "Aku bukan Xaviera yang kau kenal. Aku tidak memiliki perasaan yang sama."

Xaviero menarik napas dalam, menahan amarah dan kecewa dalam dirinya.

"Tidak apa-apa. Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku. Walaupun kamu tidak akan pernah menganggapku ada. Izinkan aku mengejarmu kali ini, Vargas. Aku janji tidak akan memaksamu"

Xaviera terdiam. Ada sedikit rasa ingin tahu di matanya. Bukan karena cinta, tapi karena rasa penasaran. Seberapa jauh Xaviero bisa berubah, seberapa tulus ia dalam memperbaiki dirinya. "Kita lihat seberapa lama kau bertahan, Costa" gumam Xaviera.

Momen itu sunyi, tapi berat. Xaviero tahu perjuangannya baru saja dimulai. Membuktikan cinta kepada istrinya sendiri. Walaupun dia tau yang di dalam sana jelas bukan istrinya, tapi Xaviero ingin berusaha. Benar-benar berusaha hingga dia bisa membuat tatapan cinta wanita itu menjadi miliknya lagi.

"Beri aku kesempatan, Vargas. Tolong" Xaviera hanya menatap lurus ke depan.

Xaviero berdiri mendekat kearah Xaviera, matanya penuh tekad. "Aku minta satu tahun. Satu tahun saja... untuk membuatmu jatuh cinta padaku"

Xaviera menatapnya tajam, kedua tangannya terlipat di dada. "Satu tahun? Kau pikir aku mau buang waktuku selama itu hanya untuk melihat apakah kau benar-benar serius atau hanya pura-pura?" suaranya dingin, menusuk.

Xaviero menghela napas, lalu melangkah lebih dekat. "Aku rela. Aku akan lakukan apa pun. Aku hanya ingin kau memberiku kesempatan."

Xaviera terdiam sejenak, lalu senyum miring muncul di wajahnya. "Kesempatan? Baiklah, aku beri kau kesempatan. Satu bulan, hanya satu bulan."

Xaviero membelalakkan mata. "Satu bulan? Itu tidak cukup-"

"Kalau kau benar-benar ingin berubah, satu bulan cukup untuk membuktikan," potong Xaviera cepat. "Dan kalau dalam satu bulan aku tidak merasakan apa-apa, maka selesai. Kita berakhir, dan kau tidak bisa memaksaku lagi. Tanda tangani surat itu dan umumkan perceraian kita"

Suasana menjadi tegang. Xaviero menatapnya dalam, lalu akhirnya mengangguk pelan. "Baik. Satu bulan. Aku akan gunakan setiap harinya untuk membuatmu percaya... dan mungkin, jatuh cinta."

Xaviera berpaling, berusaha menutupi dadanya yang sedikit bergetar dan pergi menjauh dari sana.

"Kita harus membantu Xaviero mendapatkan Xera" Ucap Xaviena menggebu-gebu.

"Ya. Mereka harus bersama. Aku mendukung mereka. Kamu juga harus bicara dengan Xera. Buat dia tidak bisa menolak. Walaupun Xera yang sekarang tidak akan mendengar" Balas Clara.

Riccardo dan Clara sudah tau mengenai perpindahan Jiwa Xaviera dan Xaviena.

"Aku setuju, mereka harus tetap bersama" Jovanovic, langsung menimpali. Lelaki dingin itu tiba-tiba duduk disamping Clara.

"Tapi Van, Xaviero... Dia--" Jovanovic langsung menatap Xander dengan tajam.

"Kak Jovan, Kak Xander" Clara memeluk Jovanovic erat. Dulu dia sempat menyukai Jovanovic. Dia reflek memeluk lelaki itu. Tapi karena tidak mau dianggap centil dia memeluk Xander juga. Walaupun tidak seerat saat dia memeluk Jovanovic.

Riccardo langsung menatap mereka tajam. Dia tidak suka. "Sial aku cemburu. Aku saja tidak pernah di peluk gadis itu" gumam Riccardo pelan.

.

.

.

Makan malam tiba. Xaviera merasa lapar jadi dia berniat turun. Saat membuka pintu dia kaget melihat kakak-kakaknya dan juga yang lain berdiri didepan kamarnya. "Kalian mengejutkan ku. Kenapa berdiri di depan pintu?" Bahkan ada Xaviero disana. Wajahnya terlihat mengerikan.

"Kami baru akan mengetuk, Sayang. Tapi kamu sudah keluar" Jawab Xaviera. Dia memeluk tangan kanan Xaviera.

"Ayo makan. Tadi kak Vier sudah masak bersama Kak Xander, Kak Jovan dan Asisten kak Vier" Clara memegang tangan kiri Xaviera.

"Iya, Xera. Tadi dia memasak untukmu" kata Jovanovic.

"Xaviero semangat sekali tadi, kamu tau" tambah Xander semangat.

"Aku ti--" Gyuuttt. Clara langsung mencubit tangan Xaviero membuat lelaki itu meringis.

"Tuan yang membeli semangka yang besar dan berkualitas bagus khusus untuk Nyonya" Riccardo tidak mau kalah.

"Lalu kenapa masih berdiri disitu? Cepat kebawah" Xaviera langung berjalan turun tanpa menunggu mereka semua.

"Kau diam saja, Vier. Kami sedang berusaha membantumu mendapatkan Xera. Jadi ikuti saja alurnya" Xaviena menatap Xaviero tajam.

"Jangan pernah mengelak apapun yang kami katakan karena itu akan membantu kamu, Kakak" tambah Clara.

Xaviero melirik kedua iparnya yang sedang menatapnya tajam. "Aku malas mengakui ini tapi aku ingin kau bersama Xaviera selamanya" Ucap Jovanovic ogah-ogahan.

"Lagipulah wajahmu seperti sapi yang belum mandi karena tidak diperhatikan adikku, jadi kami akan membantu sedikit" tambah Xander.

"Kami semua disini akan membantu anda, Tuan" Kata Riccardo.

Wajah mereka berbeda-beda, ada yang serius, ada yang penuh semangat, bahkan ada yang tampak geli.

Xaviena bersedekap. "Kau dengar sendiri, kan? Kesempatan itu kecil. Tapi kamu jangan menyerah."

Dominic menepuk bahu Zaviero keras-keras. "Hei, satu bulan cukup kalau kau benar-benar berjuang."

Clara tersenyum nakal. "Tenang saja, aku akan bantu kakak supaya bisa mesra lagi sama Xera."

Xander memotong "Emangnya pernah mesra?" Pertanyaan lelaki itu mendapat tatapan tajam dari Xaviero membuat mereka merinding.

Clara mengangkat tangan, bersemangat. "Aku punya ide! Pertama Kak Vier harus memasak untuk Xera, bikin dia jatuh cinta lewat perhatian seperti itu!"

Semua lelaki menoleh padanya dengan tatapan tak percaya.

"Emangnya mempan?" Xander bertanya.

"4 tahun saja Xera masak tiap hari nggak mempan di dia" Jovan menuding Xaviero.

"Itu kan Xera itu, bukan yang sekarang" Jovan menunjuk Xaviena yang sedang asik mengelus rahang Dominic.

"Cih itu kan dulu. Waktu itu juga aku sudah menikah dengan dia jadi nggak mungkin aku masak buat Riccardo. Makanya jangan jual mahal, liat kan sekarang" Xaviena menjulurkan lidahnya pada Xaviero.

"Ya maaf" dengus Xaviero.

"Tapi bagus sih, sepertinya ini memang sudah takdir. Coba kamu bayangkan kalau Vier jatuh cinta dari dulu, pasti beda ceritanya" Xander memberikan pendapatnya.

"Ok back to topic guys. Aku setuju dengan ide Clara. Kamu harus selalu menunjukkan cintamu lewat masakan dan perhatian kecil"

Xaviero terdiam. Tapi dalam hatinya mulai tumbuh secercah harapan. Ia menatap mereka semua, lalu mengangguk. "Kalau begitu... aku akan mulai."

Keesokan paginya, rencana pertama sudah disusun. Clara bersikeras kalau Xaviera paling gampang diluluhkan lewat momen manis sederhana. Sarapan penuh perhatian pasti akan sedikit meluluhkan Xaviera.

"Perempuan mana sih yang nggak senang dibawain sarapan di kamarnya?" kata Clara sambil mengatur nampan berisi roti panggang, buah, dan segelas jus jeruk.

"Itu enak nggak sih" Xander bergidik. Tadi dia tertawa melihat Xaviero yang hampir meledakan dapur padahal hanya membuat roti panggang.

"Hus jangan merusak suasana. Antar ini" Xaviena memberikan nampan makanan itu ke tangan Xaviero.

Xaviero menatap nampan itu dengan wajah tegang. "Kalau dia marah?"

"Kalau begitu, lari, jangan sampai babak belur lagi. Yang itu saja belum hilang" Xander menyahut santai, membuat Dominic menepuk jidat dan Jovanovic menahan tawa.

Akhirnya Xaviero memberanikan diri. Ia mengetuk pelan pintu kamar Xaviera. Tak ada jawaban. Dengan napas dalam, ia membuka sedikit pintu itu.

Xaviera sedang duduk di meja belajarnya, sibuk menulis sesuatu. Tatapannya terangkat, langsung menusuk Xaviero.

"Apa yang kau lakukan di sini?" suaranya tajam.

"Aku... Membawa sarapan untukmu," kata Xaviero gugup, menaruh nampan di meja. "Aku pikir kamu tidak akan turun sarapan."

Sekilas, Xaviera menatap sarapan itu. Ia menutup bukunya, berdiri, lalu berkata dingin,

"Kalau kau pikir makanan bisa menarik perhatianku, kau salah besar."

Dengan satu gerakan, ia mengambil roti panggang itu dan menggigitnya tanpa ekspresi. "Tapi kebetulan aku lapar."

Xaviero terdiam, antara senang dan bingung. Di luar pintu, Xander berbisik ke yang lain, "Lihat? Xera makan! Itu bagus!"

Jovanovic mengangkat alis. "Atau mungkin Xera makan karena tidak peduli asal perutnya kenyang."

Clara mendesah kecewa. Xander malah cekikikan, sementara Dominic berkata pelan, "Kadang cinta memang tidak gampang didapatkan. Jangan menyerah dulu." Xaviena menatap Dominic geli.

Xaviero hanya bisa menatap Xaviera yang makan dengan wajah tak terbaca, hatinya bergetar. Entah ini kemajuan atau tidak.

1
Memyr 67
xaviera xaviero, kebolak balik namanta. dahlah babay
Memyr 67
episode membingungkan. mana yg xaviena mana yg xaviera, sepertinya othornya bingung. episode berikutnya nggak jelas mana xaviena mana xaviera aku babay
Memyr 67
xaviero masuk perangkap betmen
Memyr 67
visual xaviera benar benar cantik. siapa sih?
awesome moment
visual xavier yg gemoy mana? pake AI jg boleh
Osie
terkadang aku kurang suka inilah..udahlah disakiti sp mati eh gitubidup lagi typ aja bertahan jd istri..bego aja sih menurutku..apa g bisa dibuat xaviera lepas gitu dr xaviero..enek bgt
Osie
je jeeee aku mampir dimari nih sambil nunggu yg ono up..selalu suka cerita transmigrasi dgn sosok MC tangguh..smart..licik..gak menye menye n cantik..
Jennifer
nggak banyak yg suka ya, pdhl sdh sejauh ini🥲
Fitrian
woowwww😱
badassss🤣👍
Muft Smoker
kak terimakasih buat update an cerita ny ,,
duuuh kalo liat cara kerja mafia ,,
ngeri2 sedaaap🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
si kulkas raksasa udh ketemu pawang ny jugaa ,,
ayooooo qta lihaat masa2 Xander bucin ke axel 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
si dingin Jovan udh punya pawang ny yg luar biasa poloos 🤭🤭🤭
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
meski gx detail kak ,, tp bikin readers senyum malu2 kak🤭🤭🤭🤭
Kadek Muliarti
foto kurang jelas kak
Muft Smoker
😁😁😁😁 semua org udh menemukan kebahagiaan ny masing2 ,, cuma ad yg sadar ,, Dan ad beberapa yg gx sadar🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
awwwww ,, axel ,, jgn bilang km melon makan melon 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
waaaah kakak skrang rajin up ,,
sayang byk2 ,, 🫰🫰🫰🫰🫰
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
aaaa sweet km mereka ,,
mafia juga manusia kn ,, bisa sakit ,, bisa manja ,, bisa Nangis juga ,, 🤭🤭🤭🤭 ,,

semoga kalian selalu bahagia ,, 😁😁
lanjuuuut kak ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!