Sebuah pernikahan memang semua orang memimpikan itu . Namun bagi anak SMA di minta untuk menikah di usia muda . Apa bisa ?
Bahkan mungkin saat ini yang ada dalam pikiran mereka . Nanti nongkrong dimana sehabis pulsek (pulang sekolah ). Nanti lulus sekolah lanjut dimana .
Tapi memang ada hlo . Gama , memang harus sudah di takdirkan menikah muda dengan gadis yang memang susah sekali di atur . Alesya .
nantikan terus dan baca ya .. harus . dukung juga othor biar semangat .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Alesya menunggu Gama di dalam kelas . Tidak hanya sendiri tapi juga ada teman lainnya yang mengikuti kegiatan ekskul . Alesya memilih duduk di bangkunya dan memainkan ponselnya . Sebenarnya dia paling tidak suka menunggu . Baginya itu hanya membuang waktu .
Vina yang saat itu juga masih berada di kelas mendekati Alesya .
" Al , kok lo belum pulang ?" tanya Vina .
" Bentar lagi Vin . Gue nunggu jemputan . Lo sendiri kenapa belum pulang ?" tanya balik Alesya .
" Gue ini mau pulang " ucap Vina memperlihatkan tasnya .
" Oh ya udah hati-hati ya " ucap Alesya .
Vina lalu meninggalkan kelas
" Jono , boleh minta tolong ?" tanya Alesya .
" Gue " ucap Joni seraya menunjuk dirinya sendiri .
" Ya lo . Siapa lagi " ucap Alesya
" Joni , gue Joni Al . Lo ya suka rubah nama orang . Napa ? Butuh apa ?" tanya Joni yang sudah tahu kebiasaan Alesya .
" Beliin gue es coklat dong . Plis ya " ucap Alesya dengan wajah di buat seimut mungkin .
" Jijik gue " ucap Joni tapi berdiri dan membelikan Alesya es coklat sesuai permintaan Alesya .
" Jangan lama ya . Makasih Joni yang baik hati " ucap Alesya sedikit keras .
Dan saat itu juga Gama berdiri di kelas Alesya .
Alesya lalu diam setelah melihat Gama . Dan memperhatikan sekitar . Takut hika ada yang melihat mereka akrab .
" Pulang " ucap Gama lalu berjalan lebih dulu dari Alesya .
" Gila tuh orang . Nggak takut apa jadi tranding topik " ucap Alesya .
" Yah, es coklat gue " gumam Alesya seraya berjalan keluar .
Gama lebih dulu masuk ke dalam mobilnya . Alesya masih berdiri di sana . Agak jauh dari mobil Gama . Karena di parkiran masih banyak siswa yang duduk atau bercengkrama di sana .
Tak sedikit juga para siswa menyapa Alesya . Ada dari kakak kelas maupun sama kelas 2 seperti Alesya .
" Cantik belum pulang "
" Bareng kakak yuk "
Namun Alesya menolak dengan baik . Tidak terlalu menggubris godaan mereka .
" Al lo dari mana saja . Gue cariin juga " ucap Joni .
" Gue di sini . Tadi gue di kelas sendiri . Jadi gue milih keluar " alasan Alesya .
" Nih " Joni menyodorkan es Coklat Alesya
" Thanks ya " ucap Alesya.
Joni masih berdiri di sebelah Alesya seraya menyeruput esnya juga .
" Ngapain lo di sini ?" tanya Alesya .
" Nemenin lo " ucap Joni .
" Nggak , nggak ada . Udah sono pergi ntar ada gosip " ucap Alesya lalu mendorong tubuh Joni .
Semua itu tak luput dari pandangan Gama . Tentu saja Gama kesal . Meskipun tidak ada perasaan . Namun pernikahan bukan hal main-main bagi Gama .
Kalau lo nggak mau pulang , gue duluan . Isi pesan Gama .
Gama lalu menyalakan mobilnya .
Alesya panik , dan masih memastikan sekelilingnya aman .
" Lo nggak lihat di luar masih banyak anak-anak nongkrong . Lo mau jadi bahan gosip mereka . Lo ma enak nggak di bully. Lah gue , belum ngadepin fans arogan lo itu . Si nenek peyot yang bikin gara-gara nggak jelas " cerocos Alesya .
Gama tak menjawab omelan Alesya . Dia lalu melajukan mobilnya .
Mobil Gama mampir di sebuah toko bahan kue langganan Mama Gina .
Alesya memilih diam . Toh tadi juga di cuekin . Meskipun Alesya sendiri penasaran kenapa mereka mampir . Tapi pertanyaan itu Alesya urungkan .
Gama keluar mobil lalu mengambil pesanan Mama Gina . Dan kembali melajukan mobilnya .
Sesampainya di kediaman Gama . Alesya melihat rumah megah itu . Ya hampir sama seperti rumahnya .
" Mau turun atau di sini ?" tanya Gama yang memang cuek .
Gama lalu turun lebih dulu meninggalkan Alesya .
" Ck " Alesya lalu turun mengikuti Gama .
Mama Gina masih fokus di dapur . Di bantu juga sama bibi . Tapi kalau urusan memasak semua Mama Gina yang melakukan . Bibi hanya membantu memotong sayur .
" Eh anak Mama sudah pulang " ucap Mama Gina
Mama Gina lalu berjalan mendekati Alesya . Dan melewati Gama . Gama benar-benar diabaikan oleh Mama Gina .
" Gimana cantik sekolahnya ?" tanya Mama Gina seraya melepas pelukannya .
" Lancar Ma " ucap Alesya masih canggung .
" Anak Mama ini " ucap Gama .
Tapi Mama Gina tak menghiraukan ucapan Gama . Mama Gina mengajak Alesya untuk ke dapur . Mama Gina belum selesai memasak .
" Bentar ya cantik . Kamu duduk dulu . Mama selesaikan dulu memasaknya " ucap Mama Gina .
" Iya Ma" ucap Alesya .
" Kamu istirahat saja dulu sayang . Nanti kalau sudah selesai Mama panggil " ucap Mama Gina .
Mama Gina mengajak Alesya ke lantai dua . Lalu berdiri di sebuah ruangan .
" Kamu istirahat saja di sini " ucap Mama Gina lalu meninggalkan Alesya yang masih diam mematung .
Alesya lalu perlahan membuka pintu kamar itu .
" Permisi " ucap Alesya perlahan .
Kamar bernuansa gelap . Namun rapi . Isi kamar semua tertata dengan rapi .
Alesya melihat setiap sudut ruangan . Melihat foto anak kecil yang sedang bermain bola . Hingg foto anak remaja bersama kedua anak laki-laki seumurannya .
" Ini pasti es batu " ucap Alesya .
" Ngapain lo di sini ?" tanya Gama yang baru saja masuk ke dalam kamar .
Alesya yang baru saja memegang foto Gama saat bermain basket terkejut . Hingga foto di tangannya hampir terjatuh .
" Aaa " teriak Alesya .
Gama tetap berjalan dengan santainya .
" Lo gila ya nggak pakai baju " kesal Alesya .
Alesya menutup matanya menggunakan foto yang dia pegang.
" Ini kamar gue . Suka-suka gue " ucap Gama mendekati Alesya .
" Awas lo ya macam-macam sama gue . Gue bakal teriak biar seisi rumah tahu kalau itu mesum " ucap Alesya berjalan menjauh dengan foto yang masih menutupi wajahnya .
Gama tersenyum miring melihat tingkah Alesya .
" Bukannya biasanya cewek-cewek tuh suka ya lihat beginian " ucap Gama berbisik di telinga Alesya .
" Dasar mesum . Mesum " Alesya lalu memukul lengan Gama dan menaruh foto itu .
Gama tersenyum puas berhasil mengerjai Alesya . Gama sudah memakai kaosnya .
Alesya menatap Gama kesal . Lalu keluar kamar .
" Dasar cowok mesum . Di sekolah sok cool . Karismatik . Ck , padahal cabul " gerutu Alesya .
" Ada apa nak ?" tanya Papa Farhan yang memilih pulang cepat karena ada calon mantu .
" Ayam " Alesya terlonjak .
" Mana Ayamnya ?" Papa Farhan menggoda Alesya lalu pura-pura mencari ayam .
" Itu om anu . Saya terkejut . Maaf om " ucap Alesya merasa tidak enak .
" Hahahaha kamu ini lucu sekali " tawa Papa Farhan terdengar menggelegar .
Mama Gina yang mendengar ikut tersenyum .
Alesya tersenyum kikuk .
Semua ini gara-gara es batu . Batin Alesya .
" Ayo makan . Semua sudah siap " teriak Mama Gina .
" Alesya tolong panggil Gama ya " ucap Mama Gina .
Alesya hanya mengangguk lalu memanggil Gama .
Namun Gama lebih dulu keluar . Sikapnya berubah seperti semula .
Alesya tak peduli dengan sikap Gama . Mungkin dia memang dua manusia yang berbeda . Pikir Alesya .
" Ayo makan " Ucap Mama Gina memberikan piring dan diisi dengan nasi dan lauk .
Alesya merasa tersentuh dengan perlakuan Mama Gina . Yang melebihi ibu kandungnya sendiri .
" Terima kasih Ma " ucap Alesya tulus .
" Iya sayang . Mau apa lagi " ucap Mama Gina mengelus lembut rambut Alesya .
" Ini sudah lebih dari cukup " ucap Alesya dengan senyumannya .