Ragas Pratama, Siswa Nakal dan sering bikin kegaduhan di sekolah, tiba-tiba bertemu dengan Jasmine yang membuatnya terpana dan hatinya terus bergetar saat melihatnya, tetapi Gadis Cantik dan lembut itu, Dia anak seorang Jendral.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10.
"Jasmine, " sapa Ragas sambil menuruni anak tangga. Jasmine langsung tersenyum manis. "Ngapain kesini, oh ya tau darimana rumah gue? " tanya Ragas dengan beruntutan.
"Ini ponsel Lu ya? " tanya Jasmine balik. Dan Ragas langsung menganguk lalu menerimanya.
"Kok bisa Lu bawa? " tanya Ragas penasaran.
"emb, gue nemu di jendela belakang, mungkin jatuh pas ketimpa gue kemarin, " jawab Jasmine dengan jujur.
"Oh thanks ya, " jawab Ragas lalu mencoba menghidupkan ponselnya.
"Non Jasmine, mau minum apa, duh Cantiknya, pantesan aden... " ucap Mbok Minah mengambang saat mata Ragas melotot ke arahnya.
"Lu mau minum apa? " sela Ragas langsung.
"nggak usah repot repot, gue mau langsung balik, " tolak Jasmine langsung.
"Kenapa? " tanya Ragas dengan wajah tak terima.
"Takut papa nyariin aku, soalnya aku pamit ke supermarket tadi, " jawab Jasmine dengan jujur.
"Oh, sorry ya ngerepotin, padahal Lu kasih di sekolah juga gapapa, " jelas Ragas sedikit kecewa.
"Takut kalau ada yang penting sih, " jelas Jasmine.
"Nggak ada yang penting juga, " jawab Ragas dengan jujur.
"Gue pulang ya, " pamit Jasmine yang membuat Ragas sedikit kecewa.
"Mau gue antar? " tawar Ragas dengan cepat.
"Nggak usah, Lu kan sakit, istirahat aja, " jawab Jasmine dengan senyuman indahnya, yang membuat hati Ragas terus meleleh di buatnya.
"Gue udah sembuh, gue anterin ya, " paksanya.
Hingga perlahan Jasmine mengiyakannya dan Ragas dengan cepat mengambil motornya, jantung berpacu dengan cepat, bahkan senyuman nya tak pernah berhenti merekah dari bibirnya.
"Mbok, aku mau nganterin Jasmine dulu, " teriak Ragas dengan semangat.
"Iya den, hati hati ya, jangan ngebut, " teriak Mbok Minah dengan senyuman sumringah nya. "Udah lama den, mbok nggak melihat senyuman aden seceria ini, setelah di tinggal Tuan, " gumamnya sambil terharu.
"Pegangan, nanti Lu jatuh, " perintah Ragas saat Jasmine sudah berada di belakangnya.
Tangan Jasmine dengan ragu memegang jaket Ragas, dan dengan sigap juga Ragas menarik tangan Jasmine, agar memeluknya dari belakang dengan erat, "Kalau Lu jatuh, otak satu satunya yang gue miliki pasti di jadikan santapan liar senapan Bapak Lu, " ucap Ragas ngasal, dan membuat Jasmine percaya. Jasmine berpegangan erat seolah-olah seperti dua insan yang sedang memadukan kasih. Senyuman Ragas tak bisa pudar di dalam helm fullface nya. Begitu juga dengan Jasmine, senyumannya terus mereka di belakang Ragas, hingga sesekali Ragas mengelus tangan Jasmine saat mereka berhenti di lampu merah. Dan Ragas sengaja menambah kecepatan gasnya ketika pelukan Jasmine mulai merenggang, agar Jasmine kembali memeluk nya dengan erat.
"Ragas, kita berhenti di gang ini aja, " perintah Jasmine yang ingin turun di gang sempit.
"Emangnya rumah kamu lewat gang sempit ini? "tanya Ragas heran.
"Iya nanti bisa tembus belakang lapangan golf papa, biar nggak ketahuan Papa kalau lu yang anterin gue, " jawab Jasmine dengan jujur. Dan Ragas langsung ber'Oh ria.
"Gue anterin ya, kayaknya gelap banget, gue takut lu kenapa napa, " ucap Ragas dengan kawatir.
"Nggak usah, gue udah terbiasa lewat sini sendirian kalau mau jajan, " tolak Jasmine langsung, tetapi bukan Ragas namanya kalau bukan tukang maksa.
"Sumpah pacaran di sini kayaknya enak, " gumam Ragas dengan pelan sambil mengikuti langkah Jasmine.
"Apa enaknya coba, di gang sempit gini? " tanya Jasmine dengan polos.
"Sepi lah, dan sedikit gelap, lu mau coba? " tanya Ragas menggoda, dan tanpa Ragas sadari Jasmine langsung menghentikan langkah nya lalu menoleh ke arah Ragas. Ragas yang tidak fokus langsung menabrak Jasmine dan menghimpitnya ke dinding samping nya.
Mereka berdua sama-sama tercengang dengan situasi saat ini. "Sorry, " ucap Jasmine dengan suara beratnya. Tetapi tidak dengan Ragas, yang langsung terpana dengan kecantikan Jasmine. Perlahan Ragas mengikis jarak di antara mereka, Jasmine yang masih polos hanya terdiam membeku di hadapan Ragas. Hingga perlahan bibir Ragas menempel di bibir mungil milik Jasmine. Mata Jasmine terbelalak lebar dan langsung mendorong tubuh Ragas. Dan langsung berjalan cepat meninggalkan Ragas.
...****************...
𝗪𝗔𝗝𝗜𝗕....!!! 𝗞𝗢𝗠𝗘𝗡, 𝗟𝗜𝗞𝗘 𝗗𝗔𝗡 𝗩𝗢𝗧𝗘...!!!