"janji ya kita harus bareng-bareng sampai besar nanti.. sampai aku bisa ajak kamu jalan-jalan keliling dunia!" seru Sena pada Arunika, gadis dengan rambut kepang duanya itu. "hm! Sena gak boleh ingkar janji ya, Aru bakalan nunggu janji Sena!" angguk gadis itu semangat sambil menyambut jari kelingkin Sena
namun sebuah kesalahpahaman menghantam keduanya, mengukir benci tanpa akhir. perpisahan tak dapat terelakkan hingga takdir mengikat keduanya kembali Cinta dan Benci, Rindu dan Dendam mempermainkan mereka dalam kisah masa-masa SMA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
drama malam bersama Claudia

Malamnya, Lusi dan Yulia kembali ke sekolah dengan memanjat tembok. mereka membawa kantung plastik di saku celana mereka, meski ada satpam yang berjaga di malam hari namun Mereka masih bisa menerobos masuk
mereka melalui tembok belakang sekolah, di taman belakang sekolah tidak cuma pohon mangga, bahkan ada pohon jambu air dan pohon hias lainnya. awalnya mereka kaget karena ada satu mahluk lagi selain mereka tengah memetik jambu dengan riangnya

"psst.. psstt.. woii.." Yulia dengan suara yang pelan memanggil, saat menoleh mereka sama-sama terkejut rupanya tak cuma mereka bedua yang memburu buah di sekolah itu ada yang lain juga. gadis itu turun dengan kantung plastiknya yang hampir penuh
"kalian ngapain di sini?" tanya nya pada Lusi dan Yulia
"mau nyolong mangga" jawab Yulia, gadis itu tersenyum lebar
"yuk.. gue masih punya kantung plastik lain nih" sahut gadis itu menunjukkan kantung plastik yang yang di selipnya dalam saku celananya
"hehe.. Gas!!"
mereka bertiga mengendap pelan, menuju pohon mangga yang cukup lebat buahnya, tiga orang itu memanjat senang mereka tak cuma memetik dan menyimpannya dalam plastik tapi juga memakannya di tempat, kulit dan biji nya mereka buang sembarangan
"biarin aja, biar besok pada heboh liat bekas buruan kita Hahaha" tawa gadis itu
"Btw nama loe siapa? loe anak kelas mana?" tanya Yulia yang sedikit asing dengan wajah gadis itu
"Claudia Sintia, panggil Ody aja.. gue tau kalian! Loe Yulia yang pernah nampar si Marsha itu kan? dan Loe.. Loe murid baru yang siang tadi nampar Deva.. kalian gacor banget anj*r!! suka gue sama gaya kalian!" jawabnya sambil tertawa
"kayaknya rame banget ya cerita tentang siang tadi" celetuk Lusi yang asik mengupas mangga dengan pisau kecil yang dia bawa sebelumnya
"ya iya lah!! tau gak sih, Deva itu kayak Dewa disini.. Guru-guru mana berani nyinggung dia!! tapi juga dia bukan anak nakal kok, dia cukup berprestasi dan sering mengharumkan nama sekolah, jadi cukup sepadan juga para Guru segan sama dia" jawab Claudia, gadis kota yang kelakuannya sama liarnya dengan mereka.
"ohh.. bukan anak nakal tapi ngebully orang cuma gara-gara bajunya kotor dikit ya?" celetuk Lusi yang masih kesal dengan kejadian siang tadi
"Hahahahaha.. tapi ya loe berani banget sumpah!! gue salut sih sama loe, manusia dengan mental baja!" tawa Claudia menyanjung
"eh iya, gue dari kelas 11A juga, tapi ruang 4.. gue jarang keluar kelas sih mungkin karena itu loe jarang ngeliat gue" lanjutnya lagi pada Yulia, Yulia hanya manggut-manggut faham
"rumah loe deket dari sini?" tanya Lusi penasaran
"gak deket-deket amat sih, gue kesini pake sepeda. loe berdua gimana? gue denger gosip katanya loe berdua dari desa ya?" jawab Claudia yang bertanya juga
"iya, gue sama Lusi ngekos sih di sini.. dari sini ke kos paling cuma 15 menitan doang" jawab Yulia
"kalo gitu semangat buat loe ya.. siapa nama loe? gue lupa" tunjuk nya ke arah Lusi
"Lusi" jawab Lusi
"ya, Lusi! semangat karena mulai besok hari-hari loe gak bakalan aman, gue yakin sih, si Deva gak akan lepasin loe dengan mudah.. tapi jangan khawatir, dia gak bakalan lewatin batas kok.. eh mungkin tapi.." lanjut Claudia yang kemudian turun dari pohon
"satpamnya bentar lagi kesini, mending kita kabur sekarang gak sih" ajak Claudia, dua orang itu mengangguk dan buru-buru turun
"kalian ngekos di komplek cempaka ya?" tanya Claudia setelah mereka keluar dari sekolah
"iya" jawab keduanya serempak
"kebetulan, kita satu jalur.. naik sepeda gue aja yuk" ajaknya, Lusi dan Yulia menatap satu sama lain
"yakin? sepeda sekecil ini emang bisa muat tiga orang?" tanya Lusi bimbang
"ehh.. kecil-kecil gini sepeda gue cabe domba ya!! udah ayo naik!" sahut Claudia, dua orang itu pun naik Yulia duduk didepan dan Lusi di belakang sementara Claudia duduk di tengah kakinya mulai mengayun pedal
"Hahahaha seru banget!!" teriak Lusi di belakang
"kan.. apa juga gue bilang!" jawab Claudia
brakk..
1 detik.. 2 detik.. 3 detik...
mereka tersadar setelah bengong beberapa saat, mereka tertidur di aspal setelah roda sepeda mereka membentur batu kecil dan terjatuh karena tak seimbang
HAHAHHAHA....
tawa ketiganya menggelegar setelah benar-benar tersadar, tak peduli dengan lutut mereka yang merah, mereka tak berhenti cekikikan menertawakan kekonyolan yang mereka hadapi
"sorry ya guys.. batunya tuh yang iseng gak mau minggir!!" tawa Claudia tak berhenti
"Hahaha.. untung nyawa kita ada sembilan Hahaha.." tawa Lusi juga, mereka bertiga sudah berguling di jalanan sambil menahan perut yang keram karena tak berhenti tertawa
"ahh.. aduh.. udah, loe pulang sendiri aja gue sama Lusi mau jalan.. perut gue sakit banget ketawa anj*rr!" Yulia menghentikan tawanya secara paksa, perutnya sudah terlalu sakit
"rumah gue juga udah deket kok.. kalian mampir dulu yuk, kita ngerujak" ucap Claudia yang baru ingat untuk menyelamatkan sepedanya
"lain kali aja deh, takutnya kita di cariin kak Bisma, gimana kalo lo dateng ke kos kita besok?" tolak dan tawar Lusi
"nah bener tuh, besok pulang sekolah kita ngerujak bareng!" sahut Yulia juga setuju
"oke deh.. kalau gitu sampai ketemu besok ya.. khm, gue masuk circle kalian gak nih" celetuk Claudia yang mendorong sepeda nya mereka ngobrol sambil berjalan
"kita mah oke-oke aja, apalagi loe yang satu jalur sama kami pasti nyambung sih kita" sahut Yulia
"mereka habis dari mana malem-malem gini?" celetuk Alvin yang tak sengaja menyaksikan kekonyolan tiga orang itu sebelumnya
"udah ah gak ngurusin orang lain, gak ada kerjaan banget!" celetuk Samudra
mereka berdua malam itu baru pulang dari bermain ke rumah Deva, seperti halnya Claudia mereka berdua juga menggunakan sepeda
"bukannya loe naksir sama si cewe preman? kok loe gak pedulian amat?" tanya Alvin heran
"naksir sih, tapi ngapain ngurusin kerjaan dia.. asal dia masih hidup mah terserah dia mau ngapain" jawab Samudra
"loe naksir atau cuma kagum si? aneh banget loe Sam" sahut Alvin meninggalkan Samudra sendirian
sampai di kos, Bisma menunggu mereka didepan pintu dengan wajah datarnya. Lusi dan Yulia hampir tersedak liur mereka sendiri, sebelumnya merek izin untuk keluar membeli sesuatu tapi kini mereka pulang dengan buah mangga dan jambu air yang memenuhi plastik
"anu.. kak, kita.. tadi sempat main di rumah temen terus dia ngasih ini deh hehe" celetuk Lusi buru-buru menjelaskan
"oh? nyolong dimana tuh?" tanya Bisma yang sudah hafal dengan dialog adiknya itu
"masuk.. lain kali kalo mau pergi jangan terlalu lama! nanti kalo ada orang jahat gimana? dan lain kali juga kalo nyolong mangga jangan nanggung-nanggung!! kakak juga mau" ucap Bisma yang mengundang tawa dua gadis itu