Claudia Permata Sari seorang yatim piatu baru berumur 17 tahun ketika waktu perjalan pulang dari sekolahnya menuju kerumahnya. dia menolong seorang nenek yang kelaparan dan kehausan, jadi sang nenek sangat berterimakasih kepada caludia dan memberikan sebuah kalung kepada caludia....
°
°
°
°
°
°
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
" siapa yang pantas atau tidak nya buat gue, itu bukan urusan loe," kata Gio lagi dengan tatapan tajam ke arah jeni
"Kenapa gio, kenapa...aku menyukaimu sejak dulu, tapi kamu tidak melihat ku, hiks ..hiks.. aku tidak akan minta maaf padanya karna aku tidak salah " kata jeni sambil berlari keluar dari kantin di ikuti oleh temannya, sedari tadi mereka hanya diam saja tidak berani bersuara.
Saat itu kantin jadi hening, lalu gadis itu juga keluar dari kantin untuk mengganti baju seragamnya yang basah dan dia menghampiri gio
"Kak Gio terimakasih telah membantu ku tadi, " kata gadis itu sambil menunduk malu malu, siapa tidak suka sama gio cowok tampan dan populer di sekolah setelah ketua Black diamond
" Aku tidak membantu mu, aku hanya membela kebenaran sebagai ketua Osis di sekolah ini" kata gio cuek sambil berlalu dari hadapan gadis itu, gadis itu hanya menunduk lalu berjalan keluar kantin di ikuti oleh temannya
"Ciw...ciw..." goda teman teman gio, Jakson, Alvaro dan Thomas minus ketua genk
"Cewek cantik itu gio kenapa lo cuekin" kata Alvaro
"Gue gak peduli " kata Gio lalu segera pergi ke tempat mereka nongkrong bersama teman temannya
"Haalah lo emang gitu, sama aja dengan ketum wajah dingin kayak kulkas 2 pintu, gue jadi penasaran cewek seperti apa yang kalian suka" kata Jakson
"Gak sama.. lebih parah lagi ketum" kata Thomas sambil tertawa-tawa dan teman-temannya juga ikutan tertawa selain Gio
"ngomong ngomong ketum kapan sich sekolah, kangen juga eke lihat wajah garangnya tapi tampan" kata Jakson sambil meniru gaya banci
Hahah....hahaha..
Tawa mereka semua minus Gio, melihat kelakuan teman teman nya gio hanya acuh tak acuh dia tidak peduli.
Dia segera makan Karena makanan sudah di pesan dari tadi
Sedangkan di sisi claudia
"Hey lihat gaes si jeni buat ulah lagi" kata vina sambil menunjuk ke arah tempat piring jatuh tadi
"Tapi kenapa adik kelas itu jadi sasarannya" kata santi juga melihat perdebatan antara adik kelas dengan jeni
"Mungkin saja dia mengira Ketos suka sama dia," kata sinta
"Hey lihat lihat Ketos datang" kata vina girang untung saja tidak yang memperhatikan nya
"Benar tebakan gue, adik kelas itu jadi sasaran jeni karena mengira ketos suka sama tu adik kelas" kata sinta lagi saat mendengar kata dari jeni
"Kalau suka kejarlah, kenapa orang yang tidak salah jadi sasaran kan kasian adik kelas itu" claudia iba melihat nya
"Kabar nya jeni itu sudah berkali ngatain cinta sama kak Gio, tapi di tolak, tetap aja kekeh dia sampai sekarang, kalau ada cewek yang suka sama kak gio pasti sudah di beresin sama jeni" kata sinta lagi panjang lebar
"Ooo...sadis juga ya dia.." kata claudia lagi
" iya.. clau kalau kamu ketemu sama dia kalau tidak ada kita jangan dekat dekat jauhi dia ya" kata sinta lagi dan teman teman nya yang lain juga menganggukkan kepalanya dia setuju kata sinta
"Kenapa, aku kan tidak buat masalah sama dia, lagian kelas kita juga beda, kalau gak salah dia kakak kelas kita kan" kata claudia
"Dia itu tidak pandang bulu clau dia sombong, angkuh dan iri melihat orang lain melebihinya, melihat orang lebih cantik darinya saja dia iri pasti dia berencana merusak wajah orang itu" kata sinta lagi
"Jadi clau lo itu lebih cantik, lebih anggun, lebih lembut dari dia, lo jauhi jeni ya, walaupun dia kakak kelas kita , tapi kita kan satu sekolah pasti ketemu lah" kata sinta lagi
.
.
.
.
Bersambung...