NovelToon NovelToon
Wanita Cantik Tuan Muda Dingin

Wanita Cantik Tuan Muda Dingin

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Wanita Karir / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:14.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asti Amanda

Cerita ini adalah lanjutan dari novel ~MIRA~

_____

Enam tahun telah berlalu di mana kejadian aksi bunuh diri Mira belum bisa dilupakan oleh Raka Alendra. Pria muda tampan yang memiliki kelebihan dapat mendengar isi pikiran orang lain.

Dengan kemampuannya itu ia dapat membangun perusahaan terbesar serta perusahaan lainnya. Seorang Presdir termuda di Perusahaan Welfin di kota Byusan. Tanpa sengaja, ia bertemu dengan Sovia indriani, wanita yang baru tiba dari luar negri sekaligus seorang single mom yang memiliki rupa yang sama dengan Mira dan memiliki seoarang Putra yang bernama Deva. Sovia bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan Welfin.

Tiba-tiba saja seorang wanita lain hadir dan memiliki wajah yang juga mirip dengan Mira. Wanita itu mencoba untuk mengambil perhatiaan Raka. Namun karena gadis kecil yang bernama Dean, Putri kecil dari Raka mencoba untuk menyingkirkan wanita tersebut, karena tak ingin Ayahnya terjebak akan rencana jahatnya.

Begitupun dengan bocah yang bernama Deva, ia mencoba membantu Dean untuk mempersatukan Ibunya dengan Ayah Dean. Dan ternyata kedua bocah itu adalah saudara kembar yang artinya Sovia dan Raka adalah orangtua kandung mereka.

Lalu bagaimana semua itu terungkap?

Yuk kita baca sampai selesai:)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Dikerjai Presdir

...(Beri like dan komen)...

...Plakk!...

Seseorang memukul bahunya, membuat Sovia berteriak.

"Ahhhhhh! Jangan ganggu Aku!"

Sovia terbangun membuat karyawan yang dari tadi terkejut karena kedatangan Presdir dan dikagetkan lagi dengan teriakannya. Raka yang berdiri di samping meja, ia hanya terdiam melihat Sovia yang ketiduran.

"Eh! Maaf Presdir, saya tak sengaja." Sovia segera menunduk takut dan cemas, sudah ditakutkan dengan mimpinya malah ditakutkan lagi dengan Presdirnya.

Sovia mulai menyesal telah ketiduran.

"Aduhh ... kenapa bisa ketiduran, semoga saja dia tak memecatku." batin Sovia cemas.

"Apa sih yang sebenarnya dia pikirkan?"

Raka melihat serius Sovia, namun Raka tetap tak dapat mendengarnya.

"Datang ke ruanganku dan hapus bekas liurmu itu, jangan sampai jatuh mengenai perusahaanku ini."

Ucapan Raka membuat Sovia sakit mendengarnya.

"Baik Presdir, saya segera kesana!" Sovia menunduk sambil menatap punggung Raka yang pergi menuju lift.

"Apaan sih, memang nya aku ini anjing, hmp!"

Sovia merasa Kesal dan dia duduk kembali, raut wajahnya sungguh lucu ketika dia marah. Sedangkan, Karyawan malah bergosip satu sama lain, mereka heran mengapa Sovia dipanggil langsung oleh Presdir sendiri.

...Tokk .. Tokk .....

Terdengar pintu diketuk oleh Sovia.

"Permisi Presdir, ada apa ya, memanggil saya?" tanya Sovia kepada Presdir yang sedang duduk santai di depannya.

"Maju!"

Raka menyuruh Sovia dengan jari telunjuknya. Sovia berjalan maju, perlahan demi perlahan dan akhirnya dia berhenti tepat di depan meja, di mana Raka duduk di kursi menatapnya.

"Ada apa ya?" tanya Sovia dengan rasa takut dan cemas. Raka duduk santai sambil membuka dokumen lalu menyuruh Sovia membuatkan Kopi untuknya.

"Bikinkan aku kopi, dan berjalan lah lebih cepat sedikit, kamu terlalu lambat." pinta Raka tanpa melihat Sovia.

"Kopi? Yang bener nih, masa aku disuruh bikin kopi di sore ini, di mana Asisten dia? Arghh, bikin aku kesal melihat mukanya itu." Sovia mengumpat dengan kesal dalam pikirannya. Jika saja Raka dapat membaca pikiran Sovia, mungkin ia akan dimarahi.

"Tunggu apa lagi! Bikinkan aku Kopi!" pinta Raka dengan sikap coolnya menyuruh Sovia yang diam dari tadi.

"Ba ... baik, Presdir."

Sovia pergi membuat kopi. Kini di tangannya ada secangkir Kopi, dia melangkah memberikannya ke Raka.

"Ini kopinya, Presdir." Sovia memberikan kopi tersebut. Raka mencoba sedikit kopi itu, apakah pas dengan seleranya. Tetapi Raka hanya terdiam, membuat Sovia berniat ingin keluar sebab sudah ada janji dari Kevin, Sovia tak mau mengecawakannya.

"Kalau begitu, saya permisi dulu ...."

"Ganti! Terlalu pahit, beri sedikit gula!" Dengan santainya Raka menyuruh Sovia lagi lalu membaca dokumennya kemudian membelakangi wanita itu.

"Ganti?" tanya Sovia merasa heran.

"Benar! Bikinkan aku yang baru!"

Sovia mulai jengkel dengan sikap Presdirnya dan ia berpikir seharusnya kopi ini sudah pas untuknya.

"Seharusnya takarannya sudah bagus, kenapa harus diganti sih."

Sovia sudah beberapa kali membuatkan Kopi, namun Raka tetap saja memerintahkannya untuk membuat yang baru. Sovia mulai lelah dengan tingkah bodoh Presdirnya itu. Jika saja Sovia di posisinya, Sovia pasti sudah memecatnya.

"Bagaimana rasanya? Ini kopi yang ke empat puluh, semoga Presdir menyukainya."

Sovia memberikan kopi itu dengan raut wajah lesu. Raka yang melihatnya pun akhirnya menghentikan kekonyolan-nya.

"Hem, lumayan!" Raka mencobanya terlihat biasa-biasa saja. Lalu kembali membaca dokumen. Mendengar ucapannya itu membuat Sovia kecewa. Sovia merasa telah dipermainkan oleh Raka.

"Lumayan? Setiap Kopi takarannya hampir sama, dan dia cuma berkata begitu? Nih orang bikin kesel deh, untung ganteng, hmp!"

"Baguslah, kalau begitu, saya permisi dulu ...."

Sovia berjalan mundur lalu berjalan keluar, namun belum juga beberapa langkah, dia dipanggil kembali.

"Aduh ... apalagi sih!" cetus Sovia dalam hati.

"Tunggu! Kerjakan Ini, setelah itu kamu bisa keluar!"

Raka menunjuk kumpulan dokumen di depannya. Sovia terkejut melihat tumpukan dokumen yang begitu banyak.

"Kenapa diam? Kamu tak ingin mengerjakannya?" Raka meminum kopinya kembali.

"Ba-baiklah." Sovia menjawab sambil mengambil setumpuk dokumen itu.

"Ini mau disalin ya, Presdir?"

"Tentu, duduk di sana dan kerjakan dengan cepat!"

Sovia cuma bisa pasrah menuruti perintah Presdirnya sebab jika dia melawan maka kesempatan untuk berhasil akan terbuang sia-sia. Sovia berjalan ke arah meja yang ditunjuk Raka, Ia memulai menyalin dokumen itu dengan raut wajah cemberut.

"Hmm, dia lucu juga ...." Raka tersenyum smirk melihat tingkah Sovia. Amarah Raka yang tadi pagi, kini mulai tenang setelah mengerjai Wanita itu.

...****...

...Wah Presdir Raka usil juga ya hihihi~...

Yang suka baca horor dan misteri bisa singgah ke sini💖🙏terima kasih dah mampir.

1
Naraa 🌻
Duh peran Sovia lemah bgt sih, masa ga bisa membela diri sendiri
Aileen
mantap aq suka karya mu thor lanjut kn👍👍👍👍👍👍
Rie_za
no aku🤣🤣
Adka
semangat💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼💪🏼
Adeeva Miezha
trlalu bnyak drama cerita novel nya udah kaya di sinetron
Adeeva Miezha
trlalu ribet nih novell bnyak bnget drama sinetron nya
Puput
Lumayan
Rahmawaty❣️
Widih seremm😣
Rahmawaty❣️
Hantu ini siapa ya?
Rahmawaty❣️
Trs bgaimna bisa si dean ada padamu raka??
Maaf aku blm bca season 1 soalnya . Mau bca tp males ah..kpngen lgsug bca yg ini aja🤭
Rahmawaty❣️
Tak suka tak suka.. Kya meymey 😂😂
Rahmawaty❣️
Raka sma deva pda punya indra kesepuluh😅😅
Nf@. Conan 😎
mira ntuh yg mn ya
Rosmawati/jnr
Bagus
Toniweiling Weiling
bagus, semoga sukses selalu
U. Boy
ya namanya berhadapan dengan orang yang disukai🤣
Kafadzar: hai ka, maaf 🙏numpang promo novelku,judulnya " kisa mistis saat tinggal dirumah panggung" jika berkenan silahkan mampir😊. terimah kasih.
total 1 replies
U. Boy
ck,pinter banget ni anak
U. Boy
kuy kuy,raka cuma punya mami mu dean
U. Boy
waduh ngakak🤣
U. Boy
wah sama tuh kesukaan ku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!