Kayla anak korban brokenhome, papa yang dulu jadi panutan dan paling dia hormati menghancurkan semua yang harapan dan membuat Kayla kehilangan mama tercinta dia. yang membuat Kayla semakin membenci mamanya itu saat dia membawa wanita lain beserta anak yang seusia Kayla kerumah yang penuh kenangan mamanya.
sehingga membuat Kayla tahu akan penghianatan papa pada mamanya yang membuat mamanya sakit dan pergi meninggalkan Kayla selamanya.
disitulah awal kebencian dan perubahan sikap Kayla pada papanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafma yuda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10
Setelah Alvaro pulang Kayla merebahkan tubuhnya pada ranjang menatap alah atap kamarnya tatapan sendu. Kayla merasa bersalah mengacuhkan Alvaro, tapi garauan mereka itu cukup membuat Kayla tersinggung.
Ucapan Alvaro mengatakan dia sensitif hari ini? Mungkin iya akibat siklus bulanan Kayla membuat dia lebih sensitif dan mudah marah.
Kayla tahu jika Alvaro memiliki kepekaan yang tinggi sehingga perubahan disekitarnya dapat dirasakan Alvaro, walaupun perubahan itu hanya sedikit namun Alvaro bisa melihatnya.
Alvaro tidak mempermasalahkan kelebihan Alvaro ini tapi Kayla harus bisa mengatasi sifat kepekaan Alvaro yang akan menjadi bumerang buat dia karena kepekaan Alvaro bisa saja menimbulkan rasa curiga jika Kayla membuat gerak gerik yang menimbulkan rasa curiga dan penasaran Alvaro.
Kayla meregangkan tubuhnya dan menatap jam dinding menujukkan jam 18.00 WIB, Kayla menyambar handuk dan bergegas untuk kekamar mandi.
Tidak lama kemudian kayla keluar dengan baju tidur pendek berwarna hijau, sambil mengusap rambut basahnya.
Kayla meletakkan handuk di bahunya dan menuju dapur memanaskan makanan yang dibawa alvaro tadi. Kayla menyalakan TV-nya dan membuat coklat panas sambil menunggu makanan yang lagi dipanaskan.
Kayla fokus melihat berita yang lagi marak dibicarakan, Kayla menganti chanel TV yang lebih menarik. Kayla sesekali meminum coklat dia pegang, terus menukar chanel TV agar bisa mendapatkan chanel yang dia inginkan.
Merasa makanan bisa diangkat, Kayla mengambil dan meletakkan di atas meja sebelum membawa keruang tengah, Kayla bersyukur Alvaro membawakan dia makanan disaat dia sangat malas keluar dan masak juga.
Rencana Kayla hanya delivery saja tapi Alvaro berbaik hati membawakannya makanan jadi Kayla hemat uang yang akan keluar untuk beli makanan. Walaupun Kayla termaksud keluarga kaya tapi Kayla tidak royal dan boros, Kayla biasanya masak sendiri, cuci baju juga dilakukan sendiri bahkan Kayla juga dapat uang dari hasil balapannya ditabung juga.
Asyik makan terdengar suara ketukkan dari depan, membuat kayla bingung siapa yang datang jam seperti ini. Kayla membukakan pintu dan terlihat Davin ketua geng motornya didepan apartemen.
"Ada apa?" tanya Kayla to the point sehingga Davin mengendus malas lihat tingkah Kayla yang tampa basa-basi.
"Gak di ajak masuk dulu? " ejek Davin membuat Kayla hanya memutar bola matanya malas.
Kayla mempersilahkan Davin masuk, setelah menutup pintu Kayla menyamperi Davin yang duduk santai disofanya.
"Bisa langsung saja" kata Kayla membuat Davin hanya melirik Kayla sejenak lalu menatap kembali chanel yang ditonton Kayla tersebut.
"Minggu depan kamu bisa ikut balapan, karena balapan kali ini berbeda dari sebelumnya" kata Davin menatap Kayla yang asyik menyantap makanan tampa menawarkan pada Davin.
Melihat sikap Kayla yang ogahan dan cuek kehadirannya membuat Davin jengkel, ditambah Kayla mengangguk pelan tampa ada jawaban darinya.
"Kurang ajar banget ini bocah? Gak ada rasa hormat jika dia bertamu, bahkan dikasih minum saja tidak" gerutu Davin malas.
"Tuan rumah emang gak ada sopannya, tamu kok tidak dikasih minum ya" sindiran Davin membuat Kayla mengendus malas meneguk minumannya dan melirik davin yang jengkel.
"Kamu mungkin baru pertama kali ke sini ya?lihat sudut sana" kata Kayla malas tetap melanjutkan makannya menghiraukan Davin yang melongo tak percaya apa yang dia baca, aneh banget anak ini.
Davin memastikan apa yang dia baca, baru kali ini merasakan terhina dan diremehkan orang lain.
"Bagi yang bertamu harap tidak menyusahkan tuan rumah, mau sesuatu ambil sendiri"
Itulah yang davin baca, jadi walaupun dia kesini tidak ada pengaruhnya buat Kayla bahkan mau minum apapun itu ambil sendiri juga. Davin tidak habis pikir apa yang dia lihat sekarang, ada orang bertamu mengambil minum untuknya sendiri dan bukan diambilkan oleh tuan rumah.
Davin menghela nafas panjang. "Jadi kamu bisa" tanya Davin menyerah dan tidak minat lagi berbicara dengan Kayla yang buat dia badmood.
"Apa yang membedakannya dengan balapan sebelumnya?" tanya Kayla penasaran.
"Ini masalah tantang yang diberikan geng musuh kita, jika kita menang mereka tidak akan menganggu kita lagi, jika kalah kita harus mengakui kehebatan mereka dan kita harus terima dipimpin oleh bos mereka" jawab Davin pelan.
"Kenapa kamu mau aja terima tantang ini, beresiko jika kita kalah"
"Maka dari itu aku minta kamu yang balapan karena kamu bisa memenangkan balapan ini" kata Davin pelan. "Aku kayak gini karena mereka bukan sekali saja menganggu bahkan sering menganggu kita bahkan mereka juga memukul anggota kita bahkan buat anggota kita terluka" kata Davin pelan karena dia merasa bukan ketua yang bisa melindungi anggotanya.
"Jadi kamu buat perjanjian ini" tanya Kayla heran.
"Gak, awalnya aku hanya buat perhitungan sama mereka sehingga terjadi perkelahian tapi saat mereka hampir kalah dalam perkelahian kemarin membuat mereka buat kesepakatan seperti ini"
"Jadi kamu menyetujui nya? "
"Ya mau gimana lagi? Jika masalah permusuhan ini tidak selesai juga akan memakan banyak korban juga"
Kayla berpikir sejenak, hari minggu biasanya dia dirumah utama akan sulit keluar malam, Kayla harus mengatur strategi yang baik untuk dia bisa ikut balapan ini.
"Baiklah aku akan ikut balapan tapi aku akan datang dengan Kevin nanti untuk antipati jika mereka mau menghadang lagi" setuju Kayla membuat Davin tersenyum senang.
"Aku akan suruh anggota lain juga untuk ikut serta karena mereka akan melakukan tindakan curang lagi" kata Davin membuat Kayla mengendus malas.
"Terserah kamu saja, yang penting nyaman" tutur Kayla malas buat Davin tersenyum menang.
"Ok, kita sudah deal jadi aku pulang dulu, di sini tuan rumahnya sangat sadis sekali! letakkan segelas air saja gak mau" sindir Davin membuat Kayla hanya mengendus pelan dan cuek saja dengar nada ejek kan Davin.
"Makanya lain kali mau bertemu diluar saja, kamu harap aku bersikap baik? gak pernah" kata Kayla datar buat Davin hanya mendesah pelan menuju pintu keluar yang diikuti kayla dibelakangnya.
"Ya! bukan Kayla namanya ratu tega dan dingin ini" ejek Davin didepan pintu namun hanya dijawab tutup pintu oleh Kayla membuat Davin mengupat pelan.
Dia sangat menyesal datang di apartemen Kayla saat ini, jika dia mendengarkan kata Kevin tentang Kayla yang sangat sadis dan apalagi berkunjung ke apartemen dia yang tidak pernah di layani oleh Kayla.
Davin sangat ingin memaki Kayla saat ini, karena sikap tidak sopan Kayla menghargai dia yang capek-capek menemui dia ke sana tapi Kayla hanya cuek dan santai saja di depannya.
"Kayla itu perlu dibawa konsultasi?" gumam Davin termenung didepan pintu apartemen Kayla.
Davin memutuskan beranjak dari apartemen Kayla, sebelum dia makin kesal dan menendang pintu apartemen Kayla melampiaskan rasa jengkel nya saat ini.
"Jika berhubungan dengan kayla harus estra sabar" pikir Davin menekan lift lantai satu.
.
.
.
*B**ersambung*.....
Tolong perhatikan tulisan dan kLimatnya,,Typo berterbangan,,,Tp aku coba utk paham,,