Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14: Pembantaian di Lembah Ilusi
Kabut merah di Lembah Ilusi bergulung-gulung tebal, membawa hawa amis darah dan jeritan keputusasaan.
Di tengah kepungan puluhan Binatang Ilusi Pedang, formasi murid Sekte Pedang Berkabut semakin menyusut. Dari lima puluh murid, kini hanya tersisa kurang dari dua puluh orang. Mayat-mayat rekan mereka telah dicabik-cabik oleh monster kabut, atau lebih tragis lagi, dijadikan tumbal oleh Feng Wuhen untuk menyalakan Payung Emasnya.
"Sialan! Kenapa monster-monster ini tidak bisa mati?!" umpat Feng Wuhen. Rambutnya yang biasanya rapi kini acak-acakan. Ia baru saja menebas seekor Harimau Ilusi menjadi dua, namun kabut merah di sekitarnya kembali menyatu, membangkitkan monster itu tanpa goresan sedikit pun.
"Kakak Senior Feng! Energi formasi kita hampir habis!" teriak seorang murid perempuan sambil menangis tersedu-sedu. Pedangnya bergetar hebat menahan cakar monster.
Mata Feng Wuhen berkilat kejam. Ia menatap murid perempuan itu seperti menatap sepotong kayu bakar. "Kalau begitu, berikan kontribusimu untuk sekte, Junior!"
Feng Wuhen mengarahkan Payung Emasnya ke arah gadis itu, bersiap menembakkan paku penyedot darah untuk yang kesekian kalinya.
Namun, sebelum jarinya menekan pelatuk di gagang payung...
WUUUSSSHHH!
Sebuah tekanan udara yang luar biasa dingin jatuh dari langit, seolah sebongkah gletser raksasa baru saja dijatuhkan ke tengah lembah.
CRAT! CRAT! CRAT!
Bilah-bilah angin berwarna hitam kebiruan yang sangat tajam menyapu area tersebut dalam lintasan melingkar. Puluhan Binatang Ilusi Pedang yang dikeluhkan abadi oleh Feng Wuhen, seketika membeku menjadi patung es hitam, lalu meledak hancur berkeping-keping menjadi debu kristal!
Mereka tidak bisa menyatu kembali. Niat Pedang Kehancuran telah melahap struktur inti mereka hingga ke akar.
Keheningan seketika menyelimuti lembah berdarah itu. Feng Wuhen dan sisa murid Sekte Pedang Berkabut mematung, menatap tak percaya pada tumpukan es hitam yang tadinya adalah monster mimpi buruk mereka.
Dari balik kabut tebal, terdengar suara langkah kaki yang lambat dan stabil.
Sesosok pemuda berpakaian hitam biasa dengan wajah "pemuda desa" melangkah maju. Di bahunya, tersandar sebilah pedang ramping yang memancarkan pendar biru es—Pedang Embun Beku.
"S-Siapa kau?!" seru seorang murid Sekte Pedang Berkabut, menodongkan senjatanya dengan gemetar.
Ye Xuan tidak memperdulikan mereka. Ia menatap sisa-sisa debu kristal dari Binatang Ilusi dan berbisik pelan.
"Sistem. Ekstrak area radius 100 meter, target khusus: Sisa Binatang Ilusi."
[Ding! Mengekstrak Energi Ilusi Pedang (Fragmentaris)...]
[Memperoleh: 18.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: 500 Poin Niat Ilusi!]
[Menggabungkan Niat Ilusi dengan Garis Keturunan Bunga Ilusi... Kemampuan Penyamaran Inang meningkat ke Tingkat Menengah! (Tidak bisa ditembus oleh kultivator di bawah Alam Inti Emas!)]
Feng Wuhen memicingkan matanya, mengamati pemuda misterius itu. Ketika ia mendeteksi aura pemuda itu hanya berada di Puncak Pembentukan Qi Lapis Kesembilan, rasa takut di hatinya langsung sirna, digantikan oleh keserakahan yang membara.
Pandangan Feng Wuhen terkunci rapat pada Pedang Embun Beku di bahu Ye Xuan.
"Senjata Spiritual Tingkat Bumi!" batin Feng Wuhen berteriak kegirangan. Sebagai murid utama, bahkan ia hanya memiliki senjata Tingkat Menengah. Pantas saja serangan pemuda ini bisa menghancurkan Binatang Ilusi; itu pasti berkat kekuatan pedang tersebut!
Feng Wuhen melangkah maju, membusungkan dadanya, dan memasang wajah arogan khas murid elit faksi lurus.
"Hei, Pengembara! Aku adalah Feng Wuhen, Murid Utama Sekte Pedang Berkabut!" serunya dengan nada memerintah. "Aku melihat pedang di bahumu itu mengandung energi iblis yang berbahaya. Sebagai anggota sekte lurus, aku tidak bisa membiarkan kultivator rendahan sepertimu tersesat. Serahkan pedang itu padaku untuk disucikan, dan sebagai gantinya, aku akan mengizinkanmu berlindung di bawah formasiku!"
Sisa murid yang hidup segera membeo ucapan senior mereka.
"Benar! Berlutut dan serahkan pedang itu pada Kakak Senior Feng!"
"Itu adalah kehormatan besar bagimu, gembel!"
Di balik wajah penyamarannya, sudut bibir Ye Xuan berkedut membentuk senyum yang sangat... sangat menyeramkan.
"Berlindung di bawah formasimu?" Ye Xuan memiringkan kepalanya, melirik mayat murid junior yang tertancap paku penyedot darah di dekat kaki Feng Wuhen. "Sehingga kau bisa memaku jantungku dan menyedot darahku dari belakang saat kau ketakutan?"
Wajah Feng Wuhen langsung memerah karena malu sekaligus murka rahasianya dibongkar mentah-mentah oleh orang luar.
"Beraninya kau memfitnah Sekte Pedang Berkabut! Bocah, kau menolak roti panggang dan lebih memilih arak hukuman! Murid-murid, bunuh dia dan rebut pedang itu!"
Sembilan murid Sekte Pedang Berkabut yang tersisa, didorong oleh kepatuhan buta dan keserakahan, melesat maju mengepung Ye Xuan dari berbagai arah. Pedang-pedang mereka memancarkan Qi tajam.
"Mati kau!" teriak mereka serentak.
Ye Xuan menghela napas panjang. "Sekte ini benar-benar memproduksi sampah dengan cetakan yang sama."
Ye Xuan bahkan tidak mencabut pedangnya dari bahunya. Saat pedang-pedang dari para murid itu berjarak satu jengkal dari tubuhnya, Ye Xuan melepaskan penekan auranya.
BOOOOOOM!
Aura Alam Pondasi Spiritual Lapis Keempat meledak keluar bagaikan gunung berapi yang meletus. Tekanan Qi spiritual murni bercampur Niat Pedang Kehancuran menyapu keluar, menciptakan dinding badai transparan!
"A-Apa?!"
"Pondasi Spiritual Lapis Keempat?! Tidaaaak—!"
Para murid yang sedang melayang di udara itu menabrak dinding aura Ye Xuan seolah menabrak tebing baja. Senjata mereka hancur berkeping-keping. Tulang-tulang mereka remuk oleh tekanan Qi mutlak. Mereka terlempar belasan meter ke belakang, memuntahkan darah hitam bersama serpihan organ dalam, dan jatuh tak bernyawa ke tanah berlumpur.
Hanya dalam satu detik, sembilan murid elit mati murni karena ditekan oleh aura!
Feng Wuhen terhuyung mundur, matanya terbelalak hingga nyaris robek. Payung Emas di tangannya bergetar hebat.
"L-Lapis Keempat?! Bagaimana mungkin?! Makam ini membatasi umur di bawah tiga puluh tahun! Jenius mana di Wilayah Utara yang mencapai Lapis Keempat sebelum usia tiga puluh?!" suara Feng Wuhen melengking, kehilangan seluruh wibawanya.
Menyadari ia baru saja menendang pelat besi yang sangat mematikan, Feng Wuhen menggigit lidahnya. Ia langsung memutar Payung Emasnya.
Sring!
Belasan paku emas beracun melesat dari ujung payung, mengincar semua titik vital Ye Xuan dengan kecepatan kilat. Di saat yang sama, Feng Wuhen berbalik arah dan menggunakan teknik pergerakan kabut untuk melarikan diri sekuat tenaga!
Paku-paku emas itu menabrak tubuh Ye Xuan secara telak.
TING! TING! TING!
Suara nyaring logam beradu bergema. Paku-paku senjata spiritual mematikan itu jatuh berguguran ke tanah dengan ujung membengkok, tidak mampu menembus bahkan satu lapis kulit pun dari Tubuh Tirani Tulang Emas Ye Xuan.
Ye Xuan mengangkat wajahnya. Matanya yang gelap terkunci pada siluet Feng Wuhen yang sudah melesat sejauh lima puluh meter.
"Kau sangat suka menusuk orang dari belakang, bukan?"
Ye Xuan tidak mengejar. Ia menancapkan Pedang Embun Beku ke tanah, lalu mengangkat lengan kanannya tinggi-tinggi. Ia memusatkan Qi Murni dan Niat Pedang Kehancuran ke telapak tangannya, meniru sebuah teknik bela diri tingkat tinggi yang baru saja ia pelajari melalui ekstraksi.
"Mari kita lihat apakah formasi sampahmu bisa menahan ini. Tangan Penghancur Surga!"
BZZZZZT!
Energi emas keunguan meledak dari telapak tangan Ye Xuan, membentuk sebuah proyeksi telapak tangan raksasa berukuran sepuluh meter yang melayang di udara. Telapak tangan energi itu melesat melintasi lembah, menyapu kabut, dan langsung menyambar ke arah pelarian Feng Wuhen.
Merasakan bayangan kematian di atas kepalanya, Feng Wuhen menjerit histeris. Ia mengangkat Payung Emasnya untuk menangkis.
KRAAAK!
Telapak tangan raksasa itu menghancurkan Payung Emas bagaikan meremukkan kerupuk. Kekuatan tirani itu terus menekan turun, menghantam tubuh Feng Wuhen dan menancapkannya ke tanah berbatu.
BOOOOM!
Bumi bergetar. Sebuah kawah berbentuk telapak tangan raksasa terbentuk di dasar lembah.
Di tengah kawah itu, Feng Wuhen tergeletak bagai kain lap yang hancur. Seluruh tulang rusuknya patah, kaki dan tangannya remuk. Ia masih bernapas, namun sudah sepenuhnya lumpuh.
Ye Xuan melangkah perlahan menuju kawah tersebut. Setiap langkahnya terdengar seperti lonceng kematian di telinga Feng Wuhen.
Saat Ye Xuan berdiri di atas tubuhnya yang hancur, Feng Wuhen terbatuk memuntahkan darah yang bercampur organ dalam. Matanya menatap Ye Xuan dengan ketakutan absolut yang memohon belas kasihan.
"T-Tuan... Senior... Tolong ampuni aku..." rintih Feng Wuhen. "Aku adalah murid kesayangan Kepala Sekte... Jika kau membunuhku... kau akan diburu ke ujung dunia..."
"Murid kesayangan Kepala Sekte?" Ye Xuan mendengus pelan. Ia berjongkok, tangan kanannya mencengkeram wajah Feng Wuhen dengan kuat, mengangkat kepalanya sedikit.
"Apakah Kepala Sekte akan sangat sedih kehilangan dua jeniusnya dalam waktu kurang dari sepekan?"
Mata Feng Wuhen melebar perlahan. "A-Apa maksudmu... Jenius kedua...? Zhao Tian... Kau..."
Ye Xuan mencondongkan tubuhnya ke depan. Energi Garis Keturunan Bunga Ilusi di wajahnya perlahan memudar, menampilkan fitur aslinya. Wajah tegas yang pucat, mata sedingin malam, dan senyum bengis yang merobek jiwa.
"Kau..." Jantung Feng Wuhen seolah berhenti berdetak. Ia lupa akan rasa sakit di tubuhnya. Pikirannya meledak karena syok yang melampaui logika.
"Ye... Y-Ye Xuan?! Kau belum mati?! T-Tapi Dantianmu... Lapis Keempat..." Feng Wuhen menggelepar panik, matanya menonjol keluar. Ia lebih memilih percaya bahwa ia sedang berhalusinasi di neraka daripada menerima kenyataan bahwa "sampah" yang dibuang sektenya kini berdiri sebagai dewa kematian berstatus Pondasi Spiritual Lapis Keempat!
"Aku kembali dari neraka, Kakak Senior Feng," bisik Ye Xuan tepat di telinganya. "Dan aku membawa salam untuk kalian semua."
"TIDAAAK! YE XUAN, KITA BISA BICARA! AKU BISA MEMBANTUMU MEMBUNUH ZHAO WU! AKU—"
"Ekstrak."
[Ding! Menemukan entitas kultivator (Puncak Pondasi Spiritual Lapis Kedua). Memulai ekstraksi...]
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 30.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Serpihan Artefak 'Payung Emas Penelan Darah'!]
[Memperoleh: Ingatan Rahasia Tingkat Tinggi (Rencana Induk Sekte Pedang Berkabut di Makam Kuno)!]
Suara jeritan Feng Wuhen teredam hingga menjadi hembusan angin kosong. Tubuhnya layu, mengering, dan menjadi abu, bergabung dengan debu makam di bawah kakinya.
Ye Xuan bangkit berdiri. Ia menepuk sisa debu dari tangannya dengan santai, sementara Dantiannya menderu menyerap Qi dalam jumlah raksasa. Namun, tidak ada terobosan kali ini; kapasitas danau spiritual di Lapis Keempat terlalu besar untuk dipenuhi hanya oleh satu kultivator Lapis Kedua.
Ye Xuan menutup matanya sejenak, memilah ingatan rahasia yang baru saja ia retas dari otak Feng Wuhen. Beberapa detik kemudian, ia membuka matanya, dan kilau kejam memancar tajam.
"Hoo... Menarik," guman Ye Xuan, tersenyum sinis.
"Ternyata target utama Sekte Pedang Berkabut di sini bukanlah warisan Kaisar Pedang. Tetua Agung Zhao Wu mengirim kalian untuk memutus Segel Nadi Bumi di pusat makam, demi melepaskan Iblis Pedang Kuno yang tertidur di bawahnya? Mereka ingin membuat perjanjian dengan iblis itu untuk menggulingkan faksi lain?"
Ye Xuan tertawa rendah. Tawa itu perlahan mengeras dan bergema di lembah sunyi tersebut.
"Bagus sekali, Zhao Wu. Rencanamu sungguh brilian."
Mata Ye Xuan beralih ke arah gerbang raksasa Istana Pewarisan di ujung cakrawala, di mana pilar cahaya perak bersinar paling terang.