Zea telah berjanji pada dirinya untuk menutup hatinya rapat-rapat dan tidak ingin menjalin sebuah hubungan baru, dia tidak ingin lagi mengenal apa itu Cinta karena penghianatan yang pernah di alaminya.
Tapi karena ancaman yang di lakukan seorang pria asing yang tidak dia kenal dan memaksanya untuk menikahi dirinya dan pada akhirnya zea dengan terpaksa menikah.
Namun siapa sangka pernikahan yang di alami zea adalah sebuah neraka baginya, karena pria yang telah me jadi suaminya tersebut memiliki tujuan balas dendam pada keluarga zea hingga zea harus menjalani takdir hidup yang begitu menyakitkan hati dan fisiknya.
Next....
NB: ini cerita menguras air mata gaes siapkan tissue yah, dan menguras emosi dengan kelakuan bejat alvaro
•
•
•
•
Selamat membaca karya pertamaku 🖤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Mdf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Kadang itu yang membuat kita merasa terpuruk harus terus berusaha kuat di saat kita sedang merasa lemah...
✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰✰
Dua hari setelah operasi mama rini saat ini kondisinya masih dalam keadaan koma, dokter mengatakan masih ada bagian tulang belakan mengalami fraktur tulang dan itu membuatnya masih dalam keadaan kritis. Dokter menyarankan satu minggu lagi harus di lakukan operasi.
zee yang sudah mendengar penjelasan dokter tadi pagi merasa khawatir dengan kondisi mama rini, dan mulai memikirkan tentang biaya karena tabungan zee sudah mulai menipis, dua hari yang lalu sudah menghabiskan biaya yang tidak sedikit hampir menguras isi tabungannya untuk biaya operasi mama rini, belum lagi menebus obat obat yang di resepkan dokter.
"Ya allah bagaimana ini, dari mana aku bisa mendapatkan biaya tambahan untuk operasi mama selanjutnya." Gumam zee dengan wajah sendu sambil menatap wajah pucat sang mama yang masih menempel peralatan medis di tubuhnya.
Zee terus memikirkan yang di katakan dokter tadi sambil menggenggam tangan mama rini, merasakan sesak di dadanya netranya mulai mengeluarkan cairan bening.
"Mah, zee mohon mama harus sembuh, zee sangat merindukan mama." zee berkata pada mama rini meskipun tidak ada respon sama sekali.
Terdengar suara ketukan pintu dari luar terlihat karin masuk menghampiri zee yang membawakan zee makanan.
"Zee maaf aku baru bisa menemanimu, bagaimana kondisi tante rini sekarang."
"Masih sama, dokter bilang harus melakukan operasi lagi karena ada fraktul pada tulang belakangnya." zee menjelaskan dengan mata mulai berkaca kaca.
"Apa yang harus aku lakukan karin, sementara sisa uang tabungan yang di berikan ayah sudah hampir habis."
Karin melongoh sedikit kaget mendengar ucapan zee, merasa iba dengan sahabatnya berpikir kenapa ujiannya sampai seberat ini.
"Zee sebaiknya kamu makan dulu aku bawakan makan siang untukmu, nanti kita pikirkan sama sama masalah biayanya." ucap karin yang merasa iba.
"Tapi aku tidak lapar karin." Zee menggeleng
"Zee kamu harus mengisi perutnya setidaknya makanlah sedikit saja, kamu tidak mungkin menjaga tante rini dengan kondisimu yang sakit." ucap karin yang membujuk zee.
Karin membuka makanan yang di beli tadi sambil menyodorkan kepada zee.
"Ayoo makan zee."
Zee dengan terpaksa menuruti perintah karin
★★★★
Di tempat lain alvaro sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya, beberapa hari lagi dia akan kembali ke negara tempatnya tinggal bersama ibunya.
Setelah menyelesaikan pekerjaannya alvaro mengambil ponselnya kemudian melakukan panggilan kepada kontak yang tertera dengan nama roy.
"Hallo tuan, ada yang bisa saya bantu." ucap roy yang sedang berada di ruangan lain.
"Temani aku ke tokoh perhiasan aku ingin membelikan hadiah untuk mama, tunggu aku di parkiran mobil sebentar lagi aku akan menyusul."
"Baiklah tuan saya akan turun sekarang."
roy segera beranjak dari tempat duduknya kemudian meninggalkan ruangan menuju lobi tempat parkiran mobil.
10 menit roy menunggu alvaro baru menampakkan Batang hidungnya. kemudian menghampiri mobil yang akan di kendarai bersama roy.
Roy segera menjalankan mobil menuju tempat yang di sebutkan alvaro.
"Apa kamu sudah menyiapkan tiket yang sudah ku perintahkan kemarin." ucap alvaro
"Sudah tuan, semuanya sudah siap."
"Oke, tolong tangani perusahaan dengan baik dan kalau terjadi sesuatu. segera untuk menghubungiku."
"Baiklah saya akan melakukannya dengan baik."
Setelah menghabiskan waktu 20 menit mobil yang mereka kendarai telah sampai di depan toko perhiasan.
Roy segera memarkirkan mobilnya di parkiran toko tersebut.
Keduanya terlihat memasuki toko yang perhiasan dan alvaro segera memilih milih yang cocok untuk hadiah ibunya.
Setelah menemukan yang cocok untuk ibunya alvaro segera menunjukkannya pada penjual untuk segera di kemas. teentunya yang di pesan oleh alvaro sebuah kalung yang harganya sangat mahal dan sebuah kalung permata biru limited edition.
Setelah menerima pesanannya alvaro dan roy meninggalkan toko menuju tempat mobilnya terparkir.
"Antarkan saya pulang." perintah al pada roy dan dinangguki oleh roy.
Saat sampai di tengah perjalanan menuju kediaman alvaro tiba tiba sebuah mobil menyerempet mobil alvaro dari depan hinggah mobil yang di kendarai alvaro dan roy sedikit mengerem mendadak menyebabkan kening roy beradu pada setir mengalami luka ringan dan berdarah.
"Maaf tua mobil tadi tiba tiba menyerempet kita." ucap roy dengan raut wajah cemas takut tuannya akan memarahinya.
"Apa kamu mengantuk, hinggah tidak melihat ke depan, biar aku yang membawa mobil dan kita ke rumah sakit sekarang."
Sekarang posisi alvaro yang mengendarai mobil untuk menuju rumah sakit agar segera menangani luka di kening roy.
Sudah sampai di rumah sakit keduanya segera menuju UGD roy langsung di tangani oleh salah satu perawat yang bertugas.
Alvaro yang sedang duduk di kursi tunggu yang berada di luar ruangan, kebetulan dekat dengan ruang loket pendaftaran dam administrasi, tiba tiba saja pandangannya tertuju pada seorang gadis siapa lagi kalau bukan zee yang sedang beridir di depan meja besar terlihat sedang mengurus administrasi.
Sayup-sayup alvaro dapat mendengar pembicaraan zee bersama seorang petugas loket mengenai biaya operasi yang akan di lakukan pada mama rini.
"Baiklah suster saya akan melunasi segera biayanya agar operasinya segera di laksanakan." ucap zee pada petugas loket tersebut.
Setelah petugas loket memberi waktu pada zee untuk segera mencari biaya tambahannya. zee meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ruangan tempat mama rini di rawat.
Zee kembali menemui mama rini dengan wajah yang terlihat murung
Tanpa di sadari seseorang sudah membuntutinya dari belakan ketika melihat zee sudah masuk di ruangan alvaro dengan sengaja mengintip zee yang sedang duduk di kursi samping tempat tidur mama rini.
"Mama apa yang harus zee lakukan, bagaimana cara zee mendapatkan uang dalam waktu 5 hari." gumam zee sambil menggenggam tangan mama rini.
Tatapan alvaro masih tertuju pada zee dan wanita yang sedang terbaring lemah. alvaro sedikit menyeringai melihat kondisi keluarga Dimas saat ini perasaannya sangat puas melihat pemandangan yang ada di depannya.
Tiba tiba saja tubuh mama rini bereaksi sedikit kejang dan itu mebuat zee semakin panik lalu segera menekan tombol darurat untuk memanggil dokter.
Terlihat beberapa dokter dan perawat datang dengan sigap menangani kondisi mama rini zee sementara di suruh berada di luar ruangan untuk menunggu.
"Dokter tolong selamatkan mama." ucap zee yang matanya sudah di genangi cairan bening.
Dokter hanya mengangguk menanggapi perkataan zee.
"Mah,, mama harus kuat, mama tidak boleh tinggalin zee mah.. " suara zee yang sudah menangis tidak bisa lagi di kendalikan dia terus menatap pilu pada kondisi mama rini saat ini.
Zee keluar dari ruangan sambil menangis sambil memukul dadanya yang merasa sesak, memikirkan kondisi mama rini, menjatuhkan dirinya di samping pintu ruangan.
Alvaro yang melihatnya sedikit merasa iba, tapi bayang Dimas yang sudah mencampakkan ibunya waktu itu terlintas di pikirannya sehingga egonya lebih besar dari pada rasa iba.
Alvaro menghampiri zee yang sedang terduduk sambil menangis di lantai.
Zee yang mendengar langkah sepatu yang berhenti tepat di hadapannya, zee mondongakkan kepalanya ke arah seseorang yang telah berdiri di depannya.
"Maaf anda siapa.?" ucap zee melihat pria di depannya.
"Apa kamu lupa dengan wajahku nona.?"
Zee berpikir sepertinya dia pernah bertemu dengan pria ini tapi dimana dia pernah melihatnya.
"Maaf saya tidak pernah melihat anda." ucap zee bangkit dari duduknya dan ingin meninggalkan alvaro.
"Butik... kamu pernah menabrakku di butik xx nona." kata alvaro menghentikan langkah zee.
★
★
★
★
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca ceritaku semoga tidak membosankan, jangan lupa tinggalkan jejak ya kak setelah membacanya dan berikan sedikit vote agar author tetap semangat mencari ide ide lanjutan ceritanya.. maaf jika masih terdapat kesalahan dalam bahasa dan typo di mana mana 😊😊🤗🙏🙏