(Cerita dewasa🌶️)
Kisah ini, berawal dari kejadian di mana Silvia di kepun dan buru oleh keluarga besar seorang ketua Mafia, lalu mengalami kecelakaan yang merenggut nyawanya....
Kemudian ia diberih kesempatan kedua untuk hidup kembali, merasuki tubuh seorang menantu yang tak diinginkan....
Mau tau kisah selanjutnya?
yuk...silahkan mampir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon medusa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10²
...Seharian penuh Silva melamar perkerjaan di beberapa perusahaan. Namun, tidak membuahkan hasil, membuat Silvia capek sendiri dan memilih beristirahat sejenak sambil menikmati secangkir kopi hitam di sebauh kaffe.......
"Aaaaaaa ... Aku kelelahan..." gumam Silvia mendengus kesal.
"Silviana," panggil suara bariton berat tiba-tiba muncul dari belakan.
...Silvia pun menoleh dengan wajah memelas capek, namun sedetik kemudian ia membulatkan mata biru nya.......
"Ayah mertua."
"Boleh aku duduk disini?" tanya Antonio.
"Boleh, silahkan Ayah mertua."
"Terima kasih." ucap Antonio tersenyum manis, lalu duduk.
...Walaupun umur tuan Antonio sudah tua, namun tidak memudarkan pesona dan kharismanya sebagai pria tampan. Dengan tubuh atletis dan tinggi. Membuat siapa saja akan jatuh hati kepadanya, di tambah kumis tipis halus menghiasi rahan kokoh Antonio, membuat ketampanan semaking bertambah.......
"Emmm ... Ngomong-ngomong, kamu sedang apa disini sendirian?" tanya tuan Antonio menatap sekitar kaffe.
"Ah, aku sedang mencari perkerjaan, Ayah mertua," jawab Silvia memasan wajah sedih memelas capek.
"Kenapa? Apa kamu kekurangan uang?"
"Tidak Ayah mertua, aku hanya bosan dirumah dan ingin berkerja saja."
"Begitu rupanya..." Tuan Antonio menganguk paham sambil memikirkan sesuatu.
"Ada apa Ayah mertua?"
"Oh, tidak. Aku sedang memikirkan sesuatu, kebetulan aku sedang membutuhkan Asisten, bagaimana kalau kamu berkerja sebagai Asisten ku saja," tawar tuan Antonio.
"Hhhmm ... Sepertinya ini adalah kesempatan emas ku. Daripada aku meluluhkan si bajingan tengik itu, lebih baik ayah nya saja," batin Silvia termenung.
"Silviana, halo," tegur Antonio melambaikan tangan ke arah wajah Silvia.
"Eh, maafkan aku Ayah mertua, aku malah melamun."
"Tidak apa-apa. Jadi, bagaimana menurutmu?"
"Boleh juga. Tapi tidak apa-apa kan? Aku takutnya bisa menimbulkan masalah, Ayah mertua."
...Silvia pura-pura memasan wajah sedih, agar terlihat menyedihkan di mata Antonio.......
"Kamu tidak perlu khawatir, aku akan mengurusnya. Besok datanglah ke perusahaan ku, dan langsung berkerja."
"Wah! Terima kasih Ayah mertua,"
...Silvia sangat senang sehingga bangkit dari duduknya sambil melebarkan kedua lengannya hendak memeluk Antonio. Namun sedetik kemudian Silvia tersadar, lalu kembali duduk sambil menunduk malu.......
"Maaf, aku terlalu bersemangat," ucap Silvia canggung.
"Tidak apa-apa, aku memahami nya."
...Dari ucapan Antonio. Membuat Silvia yaking kalau diam-diam sang Ayah mertua Kakaknya ini mempunyai rasa kepada sang Kakak, namun Silvia tidak mau berprasangka buruk, ia mencoba tenang dan memantau gerak gerik Antonio terlebih dahulu.......
"Kalau begitu aku pamit dulu, Ayah mertua."
...Silvia bangkit dari duduknya, lalu meraih tas berserta kunci mobil, namun.......
"Tunggu." Antonio meraih lengan Silvia dan menghentikan Silvia.
"Ada apa, Ayah mertua?"
"Simpan nomor mu disini, supaya aku bisa menghubungimu," tita Antonio melepaskan lengan Silvia lalu menyodorkan ponselnya ke arah Silvia.
...Kening Silvia mengerut. Dalam hati Silvia bertanya-tanya, untuk apa Ayah mertua Kakaknya itu membutuhkan nomor ponsel nya.......
"Kamu jangan salah paham. Besok kamu akan menjadi asisten ku, tentu saja aku akan menelfon setiap saat membutuhkan mu sebagai Asisten," jelas Antonio.
"Oh iya, maaf."
...Silvia tersenyum kikuk, lalu meraih ponsel Antonio dan memasukan nomor ponsel nya.......
"Sudah," ucap Silvia mengembalikan ponsel tuan Antonio.
"Baik, sampai jumpa besok."
"Iya."
...Silvia berjalan pergi meningalkan kaffe itu menuju parkiran mobil, lalu Silvia mengendarai mobil nya meningalkan kaffe menuju butik ternama untuk membeli beberapa baju kerja.......
...Setelah selesai belanja baju, Silvia mampir sejenak salon kecantikan untuk melakukan perawatan.......
"Aku sudah memutuskan akan mengoda ayah mertua Kakakku sendiri, jadi aku harus tampil cantik dan mempesona," batin Silvia menatap pantulan dirinya di cermin.
"Maaf Nyonya, ini akan sedikit sakit," celetuk staff salon kecantikan sambil mengaduk waxing.
"Tidak apa-apa, lakukan saja," Perintah Silvia membuka kedua kakinya.
...Staff salon kecantikan pun mengoles waxing di bagian area goa milik Silvia penuh hati-hati dan membersihkan rumput-rumput halus yang tumbuh dengan mekar di area itu.......
...Hari ini. Silvia melakukan berbagai perawatan di setiap inci tubuhnya hingga beberapa jam kemudian semuanya pun selesai, lalu Silvia berjalan menuju meja kasir mengeluarkan kartu milik Antonio hendak membayar.......
Swoooosss.
...Kartu yang ada di tangan Silvia tiba-tiba di tarik begitu saja membuat Silvia marah, lalu menoleh ke arah orang yang menarik kartu tersebut.......
"Hei! Apa-apaan kamu!" bentak Silvia.
"Dasar tidak tau malu! Sudah miskin malah hobi menguras uang orang kaya, apa ini yang diajarkan oleh kedua orang tuan?" maki seorang wanita paru baya menatap Silvia dengan tatapan penuh intimidasi.
"Hei, memang nya siapa kamu? Berani kamu menghina kedua orang tua ku, Hah!" pekik Silvia melangkah mendekati wanita itu penuh amarah.
"Apa kau lupa wanita udik? Aku adalah ibu mertua mu, sialan!" umpat wanita yang mengaku sebagai ibu mertua Silvia.
"Aku tidak peduli siapa kamu. Kau sudah berani menghina kedua orang tua ku, maka aku akan membuatmu menyesal, camkan itu," tekan Silvia memperingatinya.
...Kemudian Silvia mengeluarkan kartu miliknya, lalu bergegas membayar dan pergi dari sana tampa permisi.......
"Aku tidak takut dengan ancaman mu, wanita udik!" seru sang ibu mertua menantang Silvia.
"Kita lihat saja, wanita tua," gumam Silvia masuk ke dalam mobil.
...Silvia mengendarai mobil miliknya pergi dari sana dengan perasaan jengkel, ia tidak puas karna tidak menghajar ibu mertua Kakaknya itu. pada Akhirnya Silvia memutuskan untuk pulang saja.......
(Bersambung)