Alana Rainne, Gadis Cantik dan Manis yang terlahir sebagai anak bungsu, dan harus terpisah dari keluarganya.
Penolakan yang terjadi berulang kali terhadap dirinya sejak kecil, menjadikannya sosok yang tangguh dalam perjalanan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bu, Ayo kita pergi
"Mas, Bangun Mas.. " Tangan Rosa sambil menggoyang pelan lengan Adi. "Mas bangun, anterin aku ke bidan mas, Alana demam. " Ucapnya lagi.
Karena merasa terganggu dengan ulah Rosa, kini Adi membuka matanya dengan geram. "Ros, kamu itu budek apa gimana? Aku udah bilang jangan ganggu aku. " Ungkapnya dengan geram.
"Maaf mas, tapi Alana demam mas." Ucap Rosa dengan pelan.
"kamu kan ibunya, tau dong kalau anak panas di apain, gitu aja repot. " Ucap Adi dengan ketus lalu membalikan tubuhnya membelakangi Rosa.
"Mas apa nggak bisa kamu anterin aku ke bidan terdekat dulu, kasian Alana mas. " Rosa mencoba memohon.
"Nggak bisa, berangkat sendiri sana. udah pergi dari sini aku mau tidur. " Ucap Adi dengan jengah.
"Mas, ini anak kamu demam loh, kamu kok tega banget sih. " cerca Rosa.
Brrruuuaaakkkkkk....!!!! tubuh rosa terpental ke arah pintu saat di dorong keras oleh Adi secara tiba-tiba. kali ini Adi langsung mendekati Rosa lalu mencengkram lehernya. "Kenapa kamu selalu mengusik ketenangan ku Rosa, kenapa kamu selalu bodoh, jadi wanita lemah banget, bisamu apa selain berisik. Plaaaakkkkkkk....!!! kali ini tamparan keras ikut menghujami pipi Rosa. bahkan saking kagetnya Rosa tidak mampu mengucapkan sepatah kata dan perlawanan.
Oeeeeee....... Oeeeeeee..... Oeeeeee.....!!!
Mendengar tangisan histeris Alana, Adi langsung bergegas meninggalkan Rosa yang masih nangis sesungukan. "Mass, kumohon jangan apa apain anak kita Mas. " Teriak Rosa ketika melihat Adi menghampiri Alana. hingga membuat Bulan dan Bintang terbangun.
"Ayah jangan sakiti ibu, Ayah. " Rengek Bulan dengan wajah yang ketakutan.
"Diam kamu, cepat tenangin bayi ini apa aku yang tenangin. " Ucap Adi dengan mata melotot. hingga Rosa buru buru bangkit lalu meraih Alana dari Adi.
...****************...
"Bulan dan Bintang tidur lagi ya sayang, Ibu mau ke bidan, adikmu sakit kalian berani kan, kalian anak anak ibu yang hebat. " Ucap Rosa sambil memandangi anaknya satu persatu dengan haru. kali ini Bulan dan Bintang mengangguk secara bersamaan, lalu memeluk ibunya dengan tulus.
"Bu, ayo kita pergi dari rumah ini, Aku nggak mau lihat ibu di pukuli ayah terus. " Ucap Bulan dengan polos, hingga membuat dada Rosa bergemuruh dengan hebat, Air mata nya seakan mau tumpah ketika mendengarkan ungkapan bocah berumur 4thn itu, tapi dia tepis dengan senyuman hangat nya.
"Sayang, kenapa kamu cepet dewasa sih, jangan pikirkan ibu, kamu harus bertumbuh dengan layak sesuai usiamu, seperti anak anak yang lain, kamu harus berjanji sama ibu, kamu harus bahagia selamanya, udah bubuk lagi yaa, jagain Adik Bintang, Ibu mau ke bidan dulu cari obat buat Adik bayi yaaa, Ibu sayang kalian. " Ucap Rosa dengan haru lalu mencium kening anak anaknya.
...****************...
"Maaf Bu, ini anaknya harus di rujuk ke Rumah sakit untuk mendapatkan penanganan dengan baik, selain demamnya tinggi takut anaknya juga dehidrasi, dan di sini peralatan nya belum memadai" Ucap seorang bidan yang sedang memeriksa Alana.
kali ini perasaan Rosa semakin campur aduk, uang yang di bawanya hanya pas pas an, kalau di bawa pulang takut terjadi apa apa sama Alana, kalau minta Adi belum tentu di kasih, yang ada malah di maki dan dianiaya.
"Bu bagaimana bu, ini harus cepat mendapatkan penanganan, kasian bayinya bu. " Ucap bidannya lagi karena dari tadi belum dapat jawaban dari Rosa.
......................
Bantu Support karya ku dengan Like, komen, dan Vote 🙏.