NovelToon NovelToon
Antagonist Kesayangan Putra Mahkota

Antagonist Kesayangan Putra Mahkota

Status: tamat
Genre:Time Travel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Salvador

Hera membaca novel Fantasi yang tengah trending berjudul "Love for Ressa", novel klasik tentang Dante, seorang Duke muda yang mengejar cinta seorang gadis bernama Ressa.

Tentunya kisah ini dilengkapi oleh antagonis, Pangeran Mahkota kerajaan juga menyukai Ressa, padahal ia telah bertunangan dengan gadis bernama Thea, membuat Thea selalu berusaha menyakiti Ressa karena merebut atensi tunangannya. Tentunya Altair, Sang Putra Mahkota tak terima saat Anthea menyakiti Ressa bahkan meracuninya, Ia menyiksa tunangannya habis-habisan hingga meregang nyawa.

Bagi Hera yang telah membaca ratusan novel dengan alur seperti itu, tanggapannya tentu biasa saja, sudah takdir antagonis menderita dan fl bahagia.

Ya, biasa saja sampai ketika Hera membuka mata ia terbangun di tubuh Anthea yang masih Bayi, BAYANGKAN BAYI?!

Ia mencoba bersikap tenang, menghindari kematiannya, tapi kenapa sikap Putra Mahkota tak seperti di novel dan terus mengejarnya???

note: cari cowo bucin mampus? langsung baca aja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salvador, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

...****************...

Ballroom istana Scarelion bersinar di bawah gemerlap cahayanya, cermin-cermin besar memantulkan kilauan perhiasan dan kain sutra yang berkilauan. Di tengah keramaian, Anthea dan Altair menjadi pusat perhatian.

Dengan tangan kanan Altair menggenggam lembut tangan Anthea dan tangan kirinya melingkar di pinggang rampingnya, mereka mulai bergerak mengikuti irama musik yang dimainkan oleh orkestra istana.

Anthea merasa jantungnya berdebar kencang, menyesuaikan langkahnya yang masih ragu-ragu dengan Altair yang bergerak anggun seperti ia dilahirkan untuk memimpin. Senyum Altair tetap tenang, penuh kehangatan, seolah memberinya keyakinan bahwa semua akan baik-baik saja.

Namun, ketika musik mencapai nada tinggi, Anthea tanpa sengaja menginjak kaki Altair. Seketika, pipinya memerah malu, napasnya tersendat.

“Astaga, maafkan aku,” kata Anthea dengan suara serak dan berbisik.

Altair hanya tertawa kecil, bisikannya lembut di telinga Anthea, “Jangan khawatir, tidak ada yang memperhatikan selain aku.” Matanya menatapnya dengan penuh kasih, dan senyuman itu, senyuman yang membuat seisi aula terasa pudar bagi Anthea, menghapus kecanggungan di hatinya, “Aku justru merasa ini membuat dansa kita lebih hidup.” Lanjut laki-laki itu.

 Mereka melanjutkan dansa, kali ini Anthea menemukan kepercayaan diri dalam dekapan tunangannya, menyadari bahwa langkah-langkah yang salah sekalipun terasa sempurna saat bersama Altair.

***

Setelah pesta pertunangan yang meriah, Anthea melangkah keluar dari kamar mandinya dengan rambut basah yang masih meneteskan air, terurai hingga punggungnya. Gaun mewahnya telah digantikan dengan jubah sutra berwarna gading yang lembut, membungkus tubuhnya dengan kenyamanan setelah malam yang panjang.

Ia melangkah ke depan cermin besar di sudut ruangan, mengamati wajahnya sembari mengeringkan rambut dengan kain pengering. Ketika Anthea memalingkan pandangannya ke arah tempat tidurnya, matanya membelalak. Di sana, bersandar dengan santai di kursi kayu berukir di samping jendela, duduk Altair. Pakaian resmi kerajaannya telah diganti dengan tunik sederhana berwarna gelap, namun pesona dan karisma yang dimilikinya tetap memikat.

“Altair?” Anthea terkejut, “Apa yang kau lakukan di sini?”

Altair tak menjawab, ia bangkit, berjalan perlahan mendekat lalu mengambil alih kain di tangan Anthea, membantu gadis itu mengeringkan rambut coklat panjangnya, “Di mana pelayan mu?” tanyanya.

“Aku menyuruh Bi Mela kembali setelah mandi tadi,” Jawab Anthea.

Selama ini Anthea memang beberapa kali menginap di istana jika selesai menghadiri suatu acara kerajaan, ada kamar tamu yang di khususkan untuknya. Sekarang karena statusnya yang resmi menjadi Putri Mahkota tentu Anthea memiliki kamar tetap di sini.

Selesai mengeringkan rambut sang tunangan, Altair memperhatikan wajah Anthea melalui kaca, mata birunya menatap penuh perhatian.

Anthea tersentak ketika tangan laki-laki itu mendudukkan nya pelan ke meja rias, membuat mereka saling berhadapan, kedua tangan laki-laki itu mengukung tubuh Anthea.

Perlahan tapi pasti, Altair mendekatkan wajahnya, hingga kening keduanya beradu. Anthea harap Altair tak mendengar detak jantungnya yang berdetak tak berirama sekarang.

Cup

Saat laki-laki itu mendekatkan bibirnya, Anthea menoleh. Sehingga kecupan itu mengenai pipinya. Selama ini kontak fisik mereka hanya sampai kecupan pipi seperti ini. Walau sudah beberapa kali terjadi, tetap saja wajah Anthea memerah.

“Apa aku belum bisa mendapat sebuah ciuman?” Tanya Altair, tangannya  terulur menyentuh bibir Anthea yang pink alami itu,

“Aku masih kecil, Altair.” Jawab Anthea pelan nyaris berbisik.

“Lalu, kapan aku akan mendapatkannya?” Tangan Altair beralih melingkar pada pinggang tunangannya.

“Mungkin, setelah aku legal.” Jawab Anthea. Setidaknya perlu dua tahun lagi sebelum upacara kedewasaannya.

Altair menyandarkan dahinya di salah satu sisi bahu sang gadis, “Baiklah, aku akan menagih janjimu.” Ujarnya.

Hei, di mana letak aku berjanjinya? Batin Anthea, namun tak ia suarakan. Malas juga meladeni Altair mode nakal ini.

Tangan Anthea terulur naik mengusap rambut laki-laki itu sebentar, lalu mendorong pelan kepala Altair menjauh,

“Kembalilah ke kamarmu, Altair. Nanti ada yang melihatmu di sini.” Ujar Anthea.

“Memangnya kenapa? Sangat wajar jika aku menghabiskan waktu dengan tunanganku,” Jawab Altair.

Masalahnya ini sudah hampir tengah malam, apa yang akan ada di pikiran orang-orang melihat dua lawan jenis dalam satu ruangan? Walaupun hubungan kekasih di Kerajaan ini dapat melakukan hal yang bebas dan intim, tetap saja Anthea menghindari omongan orang.

“Bulan depan, Anthea sudah masuk akademi, kan?” Tanya Altair mengalihkan pembicaraan, tunangannya itu mengangguk.

“Sudah menyiapkan apa yang akan di bawa?” Tanyanya lagi, Altair memang seperhatian itu.

“Belum, mungkin minggu depan aku akan menyiapkan dan membeli barang yang di butuhkan bersama kak Ares,” jawab Anthea.

Di Kerajaan Scarelion, para bangsawan harus belajar di akademi setelah berusia 15 tahun dan tinggal di asrama. Tak hanya bangsawan,  ada beberapa rakyat biasa yang memang cukup kaya dan yang pintar mendapat beasiswa dari Kerajaan.

Akademi berlangsung selama 3 tahun, jadi hanya 1 tahun lagi Altair di sana. Saat ini tengah libur akhir tahun, karena itu Altair dapat libur panjang dan menyempatkan pesta pertunangannya dengan Anthea.

“Bersamaku saja, Anthea.” Pinta Altair, Anthea menggeleng, “Aku sudah terlanjur janji dengan Kak Ares, Altair.”

“Apa di sana aku akan memiliki teman? Selama ini aku tak begitu dekat dengan gadis bangsawan manapun,” Anthea hanya menghabiskan waktu di mansionnya, jarang menghadiri acara-acara gadis bangsawan seusianya. Mainnya paling jauh hanya Istana Kerajaan.

Duke Ervand yang cukup protektif melarang gadis itu keluar jika tidak di temaninya sendiri atau Ares. Anthea sendiri tak masalah, kepribadian nya yang memang introvert menerima niat baik sang ayah dengan mudah.

“Pasti ada, Anthea. Asalkan bukan teman laki-laki,” Ujar Altair, cukup Anthea dekat dengannya dan teman-teman nya saja, Altair tak dapat mentoleransi lebih dari itu.

Dasar posesif, batin Anthea.

Ngomong-ngomong, bukankah alur novel akan segera di mulai? Pertemuan para tokoh terjadi saat di akademi nanti.

Apa aku sanggup kehilangan sikap manis Altair? Batin Anthea memperhatikan wajah tunangannya. Tanpa sadar bibirnya sedikit melengkung cemberut.

“Kenapa? Ada hal lain yang menganggu pikiranmu?” Tanya Altair menyadari perubahan wajah Anthea.

Awalnya Anthea sedikit ragu, tapi ia tetap bersuara, “Altair, boleh aku meminta sesuatu?” Tanyanya, tanpa ragu Altair mengangguk.

“Apapun itu, akan aku usahakan, Anthea.” Jawabnya.

Anthea tersenyum kecil, “Jika seandainya di masa depan nanti, kau bertemu gadis yang kau sukai, bisa putuskan hubungan kita dengan baik-baik?”

Raut wajah Altair langsung berubah, Anthea dapat merasakan udara terasa lebih dingin di sekitar laki-laki itu.

“Kau bertanya hal seperti ini di hari pertunangan kita, Anthea?” Sedikit terdengar irama kecewa pada ucapan Altair.

“Altair, maksudku—“

“Kau lebih dari tau, gadis yang aku sukai adalah dirimu, Anthea.” Altair berucap dengan tenang. Tanpa Anthea tau ia berusaha keras menjaga ketenangannya itu.

“Ya, tapi tidak ada yang tau apa yang akan terjadi di masa depan nanti, kan?” Tanya Anthea lagi.

Altair terkekeh kecil, “Berarti kau juga tidak tau, Anthea. Berhentilah untuk menduga-duga hal buruk.”

Tangan laki-laki itu terulur mengusap rambut coklat Anthea,

“Tidurlah, sepertinya kau terlalu lelah.” Ujar Altair berlalu keluar dari kamar Anthea, ia jelas tak menyukai pembicaraan mereka.

Tapi aku tau, Altair. Batin Anthea memperhatikan laki-laki itu yang mulai menghilang dari pandangannya.

***

tbc.

1
Ayusha
ngerasa kalo si Altair ini transmigran juga gasih
Ayusha
ini cerita nya pada abad pertengahan atau gimana ya, soalnya belum ada listrik, kompor, apalagi di asrama tidak mungkin ada tungku kan 🤭
dani
KLO w jadi Athena juga GK bakalan ku maafin itu di altair,terlalu sadis,ya walaupun di kehidupan ini dia jadi suka tetep aja masih trauma😩
dani
maaf ya Thor ceritamu bikin bosan terlalu membelit' jadi ku lompatin🤧
dani
kayaknya ini jadi salah satu pemeran utama transmigrasi paling bodoh deh,yaa siapa lagi KLO bukan Athena payah
siti hasanah
ini novel transmigrasi yang kisah pu nya paling tersadis sih
siti hasanah
tuh kan bener, lagian penulis nya gak etis banget mau jadiin pengganti anthea yang biasa" aja. dasarrrrrr ckckck
siti hasanah
altair ini definisi laki - laki yang tak tau diri, di temenin dari nol giliran udah sukses milih cewe lain terus yang lama malah dibuang. tega banget sih itu, emang ya buah jatuh gak jauh dari pohonnya raja terdahulu aja rela ngambil kegadisannya ratu.
MiMi Chan
amazing
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
happy ending akhirnya putra mahkota terlahir sempurna.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhh pengkhiatannya bibi mela sendiri, pasti dpt ancaman tuh dr dante makanya gitu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah gitu dong kan jd terasa hangat suasana klwrganya.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mungkin ini ya yg di maksud oleh peramal nenek² itu bahwa anthea ga berada di jiwa yg tertukar tp emang kehidupan yg sebnarnya n nenek itu jg bilang tp akan ada yg di korbankan yaitu kepergia, ratu n rajabdgn kejadian berbeda tepat setelah hari bahagia(pernikahan) mereka
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
waduuhh ada musuh masuk kayaknya/jgn² ada musuh dlm selimut makanya bs masuk sampe nheracuni raja n ratu
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
berarti pemainnya flashback semua ke semua cerita baru dgn ingatan yg sama tp alur berbeda.. yg antagonis berbalik jd protagonis kecuali altair bersikap protagonis krn sekarangcintanya utk anthea makanya dia rela membunuh utkanthea.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
mf thor ceritanya kok kayak muter² di situ² sj ga ada kemajuan, mblunder jdnya.🙏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ga belajar dr pengalaman anthea ttp sj keras kepala ga pintar²
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
thor jangan lah buat tokoh wanitanya bego bgt padahal dr awal harusnya anthea sudah bs ambil sikap jgn xm mengandalkan perasaan tp tindakan jg utk org² yg sudah jls² tak menyukainya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kamu terlalu naif anthea padahal di novel ceritanya sudah melenceng berubah jd pemeran ressa pun bs berubah yg tadinya protagonis bs jd antagonis dlm perannya sekarang jd harusnya kamu lbh waspada n peka tp kepintaranmu tak membuatmu brpikir kesana.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pintar dlm bidang akademik rp bodoh dlm berpikir sekitar.. percuma jg anthea.
harusnya peka jg n sigap dlm berpikir n bertindak dilingkup luar pendidikan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!