Malam itu,tubuh ku seakan tersambar petir,ķekasih dan sahabat ku menghianati ku secara bersamaan.
Dan tidak berhenti sampai disitu saja,aku pun harus merelakan hal yang sangat aku jaga selama ini karna kebodohan ku sendiri
Aku harus merelakan malam pertamaku bersama pria asing yang tidak pernah aku kenal sebelum nya,ya ini semua karna mulut bodoh ku,jadi aku harus menanggung akibat nya sendiri juga
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reva maya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
"Tidak mungkin."Hani langsung mengambil handphone yang ada di saku nya untuk melihat kalender
"Tidak,tidak,ini tidak mungkin,aku sering mengalami ini,tpi.... ini sudah lewat dari 2 minggu,biasa nya tidak pernah selama ini."batin Hani,ia sangat gelisah ia terus menggigit bibir bawah nya
"Hani,kamu tidak papa?."suara loly menghampiri karna kawatir
Handphone Hani terlempar karna ia terkejut
"Hah,Lo,Loly kau membuat ku terkejut."jawab Hani gugup
"Ada apa,apa kau menyembunyikan sesuatu?."ucap Loly
"Apa yang kau bicarakan,mana mungkin aku menyembunyikan sesuatu dari mu."Hani meyakinkan
"Ku harap juga begitu,semenjak kau putus dengan Aril,kau jadi sedikit aneh,kau sering melamun."ucap Loly
"Sudah lah,jangan bicara kan dia lagi,aku sudah tidak ingin mendengar nama nya lagi,lagi pula aku seperti ini karna memang aku banyak pekerjaan,tidak ada sangkut paut nya dengan orang itu."ucap Hani sambil memanyun kan bibir nya
"Hani,kalau kau marah atau sedih jangan di simpan sendiri,sebenarnya kau anggap aku dan Sian ini apa?,kalau kau benci dengan seseorang katakan pada kami,kami akan bantu kamu untuk mencaci dan mengutuk mereka."ucap Loly sambil menggenggam tangan Hani
Hani memang tidak menceritakan apa penyebab ia putus dengan Aril kepada siapa pun,ia hanya mengatakan bahwa ia tidak memiliki hubungan dengan Aril kepada kedua teman nya itu,bukan karna ia masih mencintai mantan kekasih nya atau tidak tega pada mantan teman nya,ia hanya tidak mau membahas kedua orang itu lagi
"Terimakasih ya Loly,kamu memang temen ku,tapi aku benar tidak papa."ucap Hani sambil melempar senyum,Loly hanya mengangguk dan menatap teman nya yang semakin pucat itu
__________________________________________
Jam kerja telah usai,semua karyawan pulang dan juga termasuk Hani dan Loly
"Loly,kamu pulang sendiri dulu aja ya,aku ada sesuatu yang harus aku beli."ucap Hani
"Lohh kenapa, kita kan satu arah?,aku bisa berhentiin kamu kok."jawab Loly
Hani memang sering pulang ikut mobil Loly,karna arah rumah mereka memang sama,walau hanya staf biasa,tapi Loly adalah putri dari keluarga yang cukup berada
"Ah,nggak loly,aku nggak mau merepotkan kamu,lagi pula toko yang aku tuju beda arah sama jalan pulang kita."tegas Hani
"Ohh gitu ya,tapi kamu benar mau pergi sendirian?."ucap Loly lagi
"Heyyy,aku ini bukan bocah lagi,kamu pikir aku nggak berani jalan sendiri."jawab Hani tersenyum
"Ya sudah,hati hati di jalan ya,nanti sampai rumah telfon aku."pesan Loly
Loly lalu meninggal kan Hani pulang lebih dulu
Hani pun pergi ke halte bus untuk pulang,sebenarnya ia naik arah yang sama,hanya saja Hani tidak mau temanya itu tau apa yang mau ia beli
________________________________________
Hari mulai gelap,Hani sudah berdiri di depan apotik untuk membeli sesuatu yang ia ingin kan,ia masih berfikir apakah ia akan masuk atau tidak
"Maaf nona ada yang bisa saya bantu."tanya wanita paruh baya memakai jubah putih yang keluar dari pintu tersebut sambil membawa plastik sampah di tangan nya
"Iya,.....ahhh ya,saya membutuh kan sesuatu."jawab Hani sedikit malu
"Kalau begitu masuk lah."jawab wanita itu sambil tersenyum
Setelah di dalam~~
"Nah apa yang kau butuh kan nona?."tanya wanita paruh baya itu
"Mm,itu,alat itu."ucap Hani bingung
Wanita paruh baya itu terus memandangi gelegat Hani yang serba salah
"Iya katakan saja,apa yang kau butuh kah."tanya nya lagi
"Itu....."Hani dengan spontan memandang dan memegangi bagian perut nya
"Oh,tunggu ya biar saya ambil kan."wanita paruh baya itu lalu mengambil kan sesuatu seakan ia tau apa yang di maksud kan Hani
"Ini,ku rasa kau mencari ini."sambil memberikan sesuaatu kepada Hani
Hani hanya menatap diam kepada wanita itu,setelah ia melihat barang yang di berikan nya,
ia langsung membayar dan bersiap pergi tanpa berkata apapun,saat Hani membalik kan tubuh nya untuk pergi
"Nona,bisakah aku memberi saran padamu?."ucap wanita itu
Hani menghentikan langkahnya lalu membalik tubuh nya kembali
"Bila ada kehidupan disana,bisa kah kau mempertahankan nya?."ucap wanita paruh baya itu sambil memandang bagian perut Hani
"Karna semua kehidupan adalah pemberian dari Tuhan,Terlepas seperti apapun awal mula nya,kita tidak memiliki hak untuk merebut nya,mungkin itu akan menyakiti dan membebani mu saat ini,tapi suatu saat kau pasti akan sangat mensyukuri keberadaannya."imbuh nya sambil tersenyum menampak kan wajah keibuan
Hani yang mendengar itu tidak bisa berbicara apa apa,mata nya mulai berkaca kaca tapi tetap ia tahan,Hani hanya membungkuk kan kepala nya dan pergi
Di dalam bus Hani terus memikirkan kata kata orang tadi,entah mengapa ia sangat tersentuh dengan semua yang dikatakan nya,mungkin karna ia sangat merindukan ibu nya
"Ibu."Hani mengeluar kan suara nya lirih,dan terus menatap keluar jendela,menatap langit malam yang tenang.
__________________________________________
Hani duduk di atas closet di kamar mandi nya,ia menggenggam eram sesuatu di tangan nya,Hani begitu takut sampai tidak berani melihat nya
"Iya... aku harus hadapi,apa pun hasil nya harus aku hadapi."Hani berbicara pada dirinya sendiri, ia memberanikan diri untuk melihat nya.. Dan entah mengapa ia tidak terkejut,mungkin karna ia telah mempersiap kan diri untuk hal terburuk,di lihat nya alat yang ia pegang menunjukan dua garis merah
"Hahaha,memang hal buruk apa lagi yang bisa terjadi padaku selain ini,hahahaha."Hani merasa tidak ada waktu untuk meratapi nasib,Hani tertawa sekeras mungkin,dan bersamaan ia pun menangis
jangan lupa like dan favorite ya