NovelToon NovelToon
Lian'S Story

Lian'S Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:86.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: YoejaLove

Lian Az Zahra putri

Gadis mungil lulusan akuntansi universitas negeri ternama mulai meniti kariernya di ibukota seorang diri. Mempunyai karier yang cemerlang, ia menduduki jabatan penting di usia muda.

Keberhasilan kariernya tak membuatnya lepas begitu saja dari belenggu masa lalu. Trauma menjalin kasih dengan perbedaan status sosial membuatnya berada di situasi terendah dalam hidupnya.

Dapatkah Lian bangkit dari ujian yang datang bertubi-tubi di tengah kariernya yang menjulang tinggi.

Novel perdana saya, menceritakan kehidupan seorang Lian di ibukota. Karier dan kehidupan cintanya merubah banyak hal dalam dirinya.

Follow juga akun media sosial

FB : YoejaLove
Instagram : YoejaLove

Happy reading guys 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YoejaLove, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari yang melelahkan ( Part 3 )

Pagi itu sebelum berangkat ke kantor, Lian meminta Wati mengantarnya dulu ke minimarket terdekat, dia merasa membutuhkan beberapa cemilan.

"Udah mbak." Lian masuk ke dalam mobil menenteng belanjaan dari minimarket dekat kantornya.

Menuju gedung perkantoran tempat mereka bekerja, Wati mengutarakan keinginannya yang sempat tertunda dia sampaikan semalam. "Dek nanti nikahan mbak, kamu mau gak ikut nyanyi, suara kamu khan bagus." Wati memarkirkan mobilnya di parkiran karyawan perusahaan itu.

"Tapi mbak, aku dah lama lho gak latihan nyanyi. Ntar apa gak bikin malu di pesta." Lian berkata berjalan mengiringi Wati yang berada disampingnya.

"Kenapa?? Udah penuh sama angka keuangan otak kamu??!!??" Ledek Wati. Keduanya tertawa bersamaan.

"Nanti latihan di studio punya masmu bisa, ntar mbak bilang mas Dimas, tinggal waktunya kamu atur kapan dek, gak jauh dari apartemen kok."

"Diihhh mbakk, yaudah sana kerja dulu." Wati keluar lift berpisah dengan Lian menuju ruangannya.

"Nyanyi didepan tamu undangan sebanyak itu apa bisa aku." Batin Lian sambil berjalan menuju ruangannya.

"Assalamualaikum semuaa."

"Wa'alaikum salam."

"Wwuuiihhh pagi pagi dah jajan Li." Bu Citra melihat tentengan Lian dengan kresek logo minimarket A*f*m*rt.

"Iya bu, buat rame-rame khan enak." Lian memang hoby ngemil makanan ringan. Tapi badannya gak bisa gemuk, segitu-gitu aja.

Pagi itu ruangan Lian lebih tenang, hal ini disebabkan oleh adanya pengumuman di room chat karyawan bahwa ada beberapa karyawan di divisi keuangan dipecat lagi karena terbukti terlibat dalam kasus stella. Sedikit mencekam malah bagi Lian. Dalam hati dia juga penasaran siapa lagi yang terlibat.

"Li, udah baca room chat ?" Dewi membuyarkan lamunan Lian yang tampak serius memikirkan sesuatu.

"Udah mbak. Hhmmm jangan dipikirin mbak. Lebih baik kita fokus ngerjain ini neh, semalam ada yang kurang kayaknya." Lian tidak tahu, bahwa Dewi mengkhawatirkan Kiki. Dia diam-diam menaruh hati pada laki- laki itu.

Sampai menjelang makan siang ruangan itu hening nyaris tanpa suara karena penghuni nya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.

"Gusti Allaaahhhh!" Lian berteriak membuat teman-temannya terkejut dan berdatangan menghampiri meja Lian.

"Ada apa lian??" Mereka bertanya berbarengan. Batin Lian terheran-heran, ini tidak hanya korupsi tapi ngerjain yang nyari bukti. Gillaaa bener!

" Eehhh, gak ada ibu-ibu, maaf kalian kaget yaa." Tersadar teriakannya mengundang kekhawatiran teman-temannya.

"Kamu lagi beresin kerjaan Stella khan?" Ibu Nina memastikan karena melihat reaksi Lian yang sepertinya menemukan bukti-bukti kejahatan orang lain.

Lian hanya mengangguk, menatap teman temannya bergantian. Dia begitu syok tidak percaya dengan apa yang barusan dia dapatkan.

"Ya sudah ini bubar dulu yaa." Bu Nina membubarkan yang lain agar Lian bisa lebih tenang.

"Makan dulu bagaimana? Sebentar lagi makan siang." Bu Citra berinisiatif melihat jam sudah hampir waktunya makan siang.

" Iya bu, sebentar lagi selesai kok."

☀️ Di area cafetaria kantor ☀️

Sambil makan, Ika menawarkan ice cream untuk Lian. Menurutnya itu sedikit bisa membantu mengembalikan mood Lian yang berantakan.

"Ada ice cream enak di cafe depan. Kalau mau kita beli." Ucap Ika yang memang sedikit lebih pendiam daripada yang lain tapi dia memperhatikan Lian sejak kedatangannya di kantor itu.

"Mau mbak, yang vanilla." Mata Lian berbinar mendengar kata ice cream. Dia butuh makanan itu untuk mendinginkan pikirannya. Tiba-tiba Mellisa datang bersama 2 orang temannya yang berjalan dibelakang wanita dengan body bak gitar spanyol.

" Heeii orang kampung!!! Elu gak usah sok mau ikut test bulan depan!!! Wajah alim mu itu tidak berguna untuk posisi manager FAT. Lagian, ada yang lebih pantes dari kamu, ini kenalin Maura, dia disini udah 3 tahun. Lulusan akuntansi dengan IPK tertinggi di kampus S. Kamu jangan berharap ketinggian!!!" Mellisa memandang rendah Lian disertai tatapan malas Lian menanggapi wanita itu.

"Ooohh, kamu yang mencoba deketin Fery. Ciihh, badan kayak cacing pita begini mana mau pak Fery. Model beginian di diskotik juga banyak, dikasih uang dikit aja udah naik ranjang!!!" Maura menambahkan omongan pedas Mellisa sambil meludah di depan Lian.

"Ya apalagi memangnya keahlian orang miskin kayak dia, dengan muka alim berusaha merayu laki laki berduit, biar gak hidup susah, numpang di apartemen Wati tanpa malu. Apa ibumu tidak sekalian mengajarkanmu merawat badan agak terlihat menarik seperti kami??!?" Kedua wanita itu masih memancing emosi Lian sekali lagi.

Menghela nafas panjang, Lian sedikit terprovokasi oleh duo M itu. Yaa, itu panggilan akrab Mellisa dan Maura dikantor itu. Berusaha mengatur emosinya sebelum berbicara, Lian merasa ini harus dihentikan.

"Sebenernya apa masalah kalian dengan saya yang orang kampung. Oiya, tolong jangan bawa bawa nama ibu saya!!! Jika kalian merasa saya tidak menarik dan jelek, harusnya tidak perlu repot membuang waktu berharga kalian hanya untuk mengatakan hal receh seperti ini bukan!!!" Lian membalas hinaan itu dengan elegan, batinnya tidak akan ada habisnya meladeni mereka, karena tujuannya untuk memancing kemarahan yang menurutnya tidak penting.

"Oiya, badan saya yang seperti cacing pita memang tidak sanggup melawan kalian secara fisik, tapi Tuhan berbaik hati memberikan saya otak yang bisa saya gunakan untuk hal yang jauh lebih berguna daripada menindas orang kampung. Seperti memakai pakaian yang sopan untuk dipakai kerja." Ucap Lian menahan tawanya, dia menunjukkan jarinya ke arah kancing baju Maura terbuka, sehingga p*y*d*r* nya terlihat sedikit menyembul. Merasa tidak terima temannya dipermalukan di depan umum, Mellisa hendak menyiram minuman yang dipegangnya, tiba-tiba...

Byyuuurrrrrr.... Betapa kageettnya Mellisa ternyata bukan Lian yang mendapatkan guyuran bekas minumnya itu tetapi pak William, Presdir perusahaan itu. Tidak ada yang menyadari bahwa dari tadi pak William melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana keributan yang dibuat duo M. Sebenarnya William hendak menghentikan pertengkaran itu tetapi sialnya dia malah terkena guyuran air bekas kopi milik Mellisa. Kemeja mahalnya kotor karena tumpahan bekas kopi. Hampir semua karyawan yang berada di cafetaria itu terkejut bukan main melihat kedatangan Presdir mereka.

"Bbaaaaguuuusssss!" William menatap ngeri duo M yang berada di depannya. "Kalian berdua ikut saya!!" William memberi perintah tegas. Akhirnya dia menyaksikan sendiri kelakuan bar bar duo M yang sebenarnya sudah diketahuinya dari Fery keponakannya. Tampak marah meninggalkan tempat itu diikuti oleh duo M. Lalu dia menghentikan langkahnya, membalikkan badan. "Lian, kamu panggil Debora dan ikut ke ruangan saya juga!"

"Ba-baik pak." Lian sedikit terbata menjawab perintah pak William.

Sepeninggal pak William dan duo M, area cafetaria itu riuh dengan gumaman karyawan yang menyaksikan kejadian itu. Mood Lian bertambah buruk, suasana hatinya kelam ditambah kejadian ini.

"Li, mau dianter ke tempat Bu Debora?" Bu Citra mencemaskan keadaan gadis mungil itu.

"Gak usah bu, saya sendiri aja, saya duluan yaa." Pamit Lian meninggalkan teman- temannya begitu saja. Setelah menemui Debora, dia bersama manager HRD itu menuju ke ruangan pak William.

☀️ Di ruangan pak William ☀️

Ternyata disana sudah banyak orang, bukan hanya duo M dan pak William. Fery dan Anggi dilihatnya sudah duduk di meja besar di sudut ruangan itu. Ada 2 orang lainnya yang tidak dia kenal. Yang ternyata perwakilan dari tim audit internal Winata group.

"Bu Debora, Lian kalian duduk dulu." Pak Fery menyambut mereka dengan lirikan ke arah Lian berusaha menenangkan gadis polos itu.

"Langsung saja Fer, udah kumpul semua ini." Perintah pak William.

"Maura, kamu ingin berkata sesuatu?" Tanya Fery. Dia terdiam membatu tidak bisa membuka mulutnya.

"Ok, saya permudah. Saya bacakan hasil rapat manajement Winata group yang menaungi perusahaan ini."

"Sesuai hasil penyelidikan tim audit internal. Management me-nonaktifkan sementara saudari Maura Verlita Angela Soesanto dari jabatannya sebagai Assisten Manager FA sampai penyelidikan atas kasus ini dirasa selesai. Segala pekerjaan yang tertunda akan dilimpahkan sementara ke divisi AR/ AP yang akan dibantu beberapa staff yang ditunjuk management. Saudara Dicky Arianto sebagai General Manager akan membantu dan memberi arahan kepada kamu Lian." Ucap Fery yang spontan membuat duo M dan Lian terkejut.

"Lalu, mengenai kejadian tadi di cafetaria kantor, kamu Mellisa saya serahkan ke Bu Debora sesuai aturan perusahaan. Baiklah, Bu Debora silahkan proses saja sekarang." Bu Debora mengangguk setuju dan mengerti apa maksudnya. Dia mengajak Mellisa meninggalkan ruangan itu.

Sementara di ruangan pak William, suasana ruangan itu begitu mencekam. Fery mengeluarkan dokumen yang di email oleh Lian tadi sebelum makan siang. Iya, bukti yang ditemukan Lian membuat murka tidak hanya pak William tetapi sang kakak Arya Winata yang tak lain ayah Alvino. Berita ini secepat kilat sampai ke meja pemilik Winata group karena Fery yakin data yang diterimanya itu valid dan bisa dipertanggung jawabkan karena Fery tentu memeriksa dengan baik hasil temuan Lian yang membuatnya terkejut tak percaya.

"Bagaimana anak itu berfikir, analisanya luar biasa, apa dia juga punya ilmu kebatinan yang bisa menembus waktu." Batin Fery tak percaya.

1
Sultan Fairel
lanjut thor bagus ceritAnya
nazaruddin thamrin
3 like kembali mendarat. Semangat thor. Fresh Nazar mendukungmu. Ditunggu LIKE dan KOMEN mu ke novel HOT MAN ON CAMPUS. kita saling support terus ya.
Indraqilasyamil
berasa kembali kedunia kerja ...
Indraqilasyamil
hai kak yoeja ...
Cut SNY@"GranyCUT"
Menarik ceritanya... mulai baca..
Narti Darsono
inovel si ada thoor tapi yang lain tidak ada
YoejaLove23: sayangnya ini di n*velm* kakak
total 1 replies
✨Adinda
Semangat kak. Mampir kembali, jangan lupa feedbacknya ya🤗
Alisya Putri
semangat up nya Thor 👍😄💪

a world full of zombies hadir lagi menceritakan tentang, Teen, Romantis, dan petualangan 👍😆
HeniNurr (IG_heninurr88)
😍😍Lanjutkan
Narti Darsono
lama tidak up ni
YoejaLove23: hai kak Narti
iyaa maap yaa..
total 1 replies
💖T¡T¡N AD€€VA 💖
3...jejak dulu
S Anonymous
Nyicil 10 like Kak

Salam kenal dari (Calon Istri vs Mantan Istri) 👋

Semangat terus yaa💪
Alisya Putri
semangat up nya Thor 👍😄💪

salam sukses selalu buat thornya dari a world full of zombies hadir lagi 💚🙂
ig : skavivi_selfish
enak gak ini? musuh dlm selimut
YoejaLove23: gak enak kak

enakan Jani sama kay🤭🤭🤭
total 1 replies
Lakewood
Semangat upnya kak! ❤️
Jangan lupa mampir juga ya di ceritaku 😉
Like sama favorit juga biar bisa saling like tiap update baru 🙂
Lesta Lestari
semangat kak, like mendarat❤
HeniNurr (IG_heninurr88)
Lanjut 😍😍
Husen Dipa
àkhirnyaaaaaaaaaaaa
꧁⚜Melva TÂMVĂNzuͬͭͬͬͬͬͥͭltan⚜꧂
Mampir, jgn lupa feedback😉
Narti Darsono
lama tidak up thoor ,?
YoejaLove23: Hai kak Narti, iya maaf ya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!