Erina khafianingrum, gadis asal Pemalang Jawa tengah yang sangat cantik dan cerdas. Wajahnya yang cantik tak secantik takdirnya, setelah di hianati ia juga di jebak oleh seseorang.
Namun, semua itu membawanya pada seseorang pria yang sangat baik hati. Bahkan sangat mencintai dirinya, melebihi mantan kekasihnya.
Adakah cinta diantara mereka, yang menjalani sebuah pernikahan karena keadaan?
***
Yuk kenalan ma authornya, IG erlina_naila123 baca Terpaksa Mendua juga ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erlina khopiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
ep. 10 penyesalan ardi
Hallo kakak kakak salam semangat mohon dukungan nya like coment rate 5 dan juga vote semangat BAB paling panjang di antara BAB lain 2168 kata
__________________________
Ibarat gajah di depan mata tidak terlihat tetapi gunung yang jauh di sebrang ingin Sekali mendaki nya. Ketulusan dan juga kesetiaan tidak terlihat sama sekali di mata nya, Setelah kehilangan baru terasa. Sama hal nya dengan gelas kaca, Jika udah Pecah akan susah di kembalikan semula. Dan pasti nya tidak akan di guna kan, kembali pasti nya akan di buang ke tempat nya, Dan andai nya di paksa kan akan melukai orang yang menyentuh nya.
-Itulah menurut Erina.-
********
Ardi mendapat kabar dari seorang sahabat sang mantan kekasih nya akan menikah dan begitu terkejut nya ketika ia mendapat kan undangan dari sang mantan nya itu, Yang selama ini ia hianati. Bak di sambar petir di siang hari dia mendegar sekaligus menerima undangan pernikahan sang mantan kekasih tercinta.
Ardi masih belum percaya akan takdir yang ia alami. Segitu mudah nya kah sang mantan kekasih mencari pengganti nya, Segampang itu kah hati nya. Ardi tidak menyangka bahwa sang Erina yang amat mencintai nya melepas nya begitu saja. Atau saking frustasi karna Ardi menduakan nya. Masih belum mengerti, Dengan semua keputusan Erina Ardi masih tak bergeming melamuni takdir nya.
"Kenapa aku begitu bodoh melepaskan Erin" Ucap Ardi masih duduk merenung seorang diri.
"Kenapa juga aku harus tergoda tubuh nya Elsa yang jelas-jelas barang bekas" Gerutu nya lagi.
"Aargghhhhh sial..." Ucap Ardi frustasi kenapa bisa sebodoh itu.
*******
Elsa kesal dengan Ardi setelah pertemuan nya kemarin dengan Io, Ardi mengabaikan Elsa, Tidak membalas pesan tidak menerima telpon entah kemana rimba nya..
Elsa pun sudah dapat undangan pernikahan Erina dan Mario, Seharus nya Elsa bahagia karena dapat kabar pernikahan mereka, Tapi malah pikiran nya resah dan kalut tidak menentu.
Seharus nya hal ini bisa membuat Ardi bisa lebih dekat lagi dari sebelum nya, Ini malah semakin menjauh.
******
- Rumah Erina-
Terlihat seorang paruh baya sedang duduk di teras rumah, Dan Erina akan menghampiri nya.
"Pah apa boleh Erin ikut mas Io ke Banyuwangi untuk mengurus surat bawah kawin" Tanya Erina kepada sang ayahanda papah Erina pun belum memahami apa yang di maksud kata kata Erina.
"Apa itu surat bawah kawin" Tanya ayah
Erina.
"Itu loh pah sekarang kalo nikah beda kota atau kecamatan harus ada surat bawah kawin bikin nya di kator KUA di kecamatan nya mas Io di Bayuwangi seperti meminta surat keterangan bahwa mas Io akan menikah di kota lain." Jelas Erina. Menjelaskan secara singkat kepada sang Ayahanda.
"Perasaan papah dulu nggak gitu padahal beda kecamatan juga" Tutur ayahanda nya.
"Beda kali pah sekarang ada tes keperawanan nya juga" Jawab Erina.
"Gimana tu cara tes nya Rin" Ledek sang ayah. Dan menahan tawa nya.
Erin pun semakin kesal, Dengan apa yang di pertanyaan sang Ayah nya yang semakin membuat Erin tersipu malu.
"Tau ah pah, Erin mau bantuin mamah bkin kue aja" Jawab Erina dengan kesal. Erina pun melangkahkan kaki nya ingin membantu Sang ibunda nya.
"Mah udah selesai belum Erin bantuin yah" Tanya Erina kepada sang ibunda.
"Rin kamu udah kasih tau Io syarat nikah nya" Tanya nya ibunda Erina.
"Udah mah minta surat bawah kawin, Foto Copy KK KTP akta lahir sama ijazah Terakhir terus entah apa lagi, Aku udah kasih tau bapak Lebe nya yang ngurus sama mas Io " Jelas Erina.
"Mah Erin ikut mas Io yah ke Banyuwangi tadi udah nanya papah malah jawab nya lain. Ngomong lain jawab nya lain, Itu lah Papah nurun sifat nya Mbah itu" Ucap Erina Sambil cemberut dengan rasa kesal plus Malu, Karna pertanyaan nya sang ayah tadi masalah tes keperawanan.
Tiba-tiba ada suara mobil berhenti depan rumah, Dan Erina keluar karna Erina sangka Mario ternyata malah Ardi yang datang.
"Asalamualaikum.. " Ucap Ardi menyalami orang tua Erina.
"Walaikumsalam.. " Jawab nya ayahanda Erina dengan nada ketus dan muka yang datar. Tapi sang ayah pun masih bisa memendam amarah nya, Padahal sang Ayahanda Erina.
Ayah Erina, Sudah geram sekali dengan kelakuan Ardi karna, Menduakan anak nya, Berselingkuh dengan Elsa.
"Maaf om saya kesini mau minta maaf secara langsung Sama om dan keluarga" Ucap Ardi meminta maaf.
"Kamu tau nak Ardi om tidak pernah menyakiti Erin, Apa lagi membuat nya menangis dan sedih. Tapi kamu malah menduakan nya menghianati nya, Secara terang-terang an melukai hati kami juga selaku orang tua" Ucap ayahanda Erina.
"Erin selalu tutup telinga saat sanak saudara dan teman-teman nya membicarakan tentang mu dan Elsa. Tapi saya lega karna sudah ada yang menggantikan posisi mu di hatinya.. Dan aku, Berterima kasih karna sifat kamu Erin sadar kamu bukan yang terbaik untuk diri nya" Tegas nya lagi...
"Maaf om " Ucap Ardi hanya kata-kata itu yang di lontar kan oleh Ardi.
"Mas Ardi sebaik nya pulang" Ucap Erina, Dan berlalu masuk kedalam rumah. Ayahanda Erina pun terdiam dan tidak ingin memperpanjang masalah. Kemudian Ardi pun melangkahkan. Kaki nya pergi dan tak berbicara sepatah kata pun.
----Di kota lain---
Ibunda Mario pun sedang membereskan kamar tamu. Karna sang ibu sudah mengetahui, Bahwa sang anak kesayangan nya akan pulang bersama sang calon menantu. Di rumah pun sudah ada Heni kakak perempuan nya Mario.
"Bu.. Io sama calon nya besok akan tiba di sini, Dan om Asen tidak ikut. Dan Io kesini cuma berdua sama calon nya. " Ucap Heni sang kakak.
"Bu.. Apa ibu tidak curiga kenapa Io pulang langsung bawa calon sedangkan selama ini, Ibu menjodohkan nya Io selalu menolak." Tambah nya Heni.
"Om Asen mu lah yang menjodohkan nya disana, Dan ibu senang biarkan saja io juga tidak menolak. Itu arti nya Io sangat mengingin kan wanita itu, Sedangkan selama ini ibu menjodohkan nya selalu tidak mau. Ini kesempatan menurut ibu dapat menantu, Pasti io bakal cepat punya anak " Tambah sang ibu sambil tersenyum dan pasti nya membayangkan menggendong cucu-cucu nya
"Apa ibu tidak curiga, kenapa Io begitu cepat menyutujui nya, Apa jangan-jangan gadis itu hamil duluan Bu sama Io "Ucap Heni.
"Ibu yakin sama Io, Io nggak akan melakukan hal rendahan seperti itu hen.. Ibu tau betul sifat nya, Io sangat menyayangi ibu. Tidak mungkin Io bikin malu keluarga kita, Meski kita bukan orang berada dan berpendidikan tinggi, Tapi aku yakin Io sangat menghormati kaum wanita. " Ucap sang ibunda. Heni pun berlalu pergi ke kamar meninggal Kan sang ibu.
*******
---Waktu pun berlalu---
Mario hari ini akan berangkat perjalanan ke Banyuwangi bersama sang calon, Io pun sudah siap Berkemas dan pergi ke rumah om Asen untuk berpamitan.
"Asalamualaikum.." Ucap Io dan langsung masuk dan mencari keberadaan om Asen yang ia anggap selama ini pengganti sang Ayahanda.
"Walaikumsalam " Jawab nya.
"Eh Io, Erin jadi ikut kesana? Jangan lupa hati-hati disana, Dan jangan buat Om khawatir kalo ngantuk istirahat berhenti dulu " Ucap om Asen dengan banyak Pertanyaan nya.
"Jadi om, Oh ya Io pake dulu mobil Alen om, Nanti setelah pulang dari sana nanti io beli mobil sendiri, Dan Io juga udah bilang Agus om nanti bantu Agus cari CV Baru mau buat ngajuin kontrak sama pak Adi kata nya mau mendirikan mall lagi di Tegal. " Ucap Io, Kepada om Asen.
"Gampang itu, Nanti om bantu pantau juga yang kerja di proyek, Om juga dapat jatah masang pemadam di sana " Ucap om Asen.
"Iy makasih banyak om Io berangkat Dulu " Ucap Io dan berlalu pergi untuk menjemput Erina sang calon.
Io dan Erina akan ke Banyuwangi dan akan menggunakan mobil Alen, Sebenar nya bisa aja Io naik pesawat dari Semarang ke Surabaya dan lanjut lagi ke Banyuwangi, Namun Io ingin sekalian jalan-jalan bersama sang salon, Bahkan Io tidak khawatir akan kecapean di perjalanan di saat pernikahan nya yang satu minggu lagi akan di gelar dan di laksanakan, Karna jarak antara Pemalang Banyuwangi lumayan memakan waktu yang sangat melelahkan.
Sampai nya di rumah Erina, Io pun melihat kedua calon mertua dan dan calon istri nya sudah ada di depan teras, Karna Io sebelum nya pun sudah mengirim pesan terhadap Erin agar bersiap karna Io sebentar lagi akan menjemput nya.
"Asalamualaikum.. " Ucap Io pun mencuim punggung tangan kedua calon mertua nya.
"Walaikumsalam." Jawab nya serentak kedua calon mertua Io itu.
"Nak Io nggak masuk dulu.." Ucap ibunda Erina.
"Nggak usah lah Tante kita langsung berangkat aja " Ucap Io dan tersenyum dan masih memandang Erina yang menurut nya begitu manis dan manis wkwkwkkw
"Mah.. Erin sama mas Io pamit dulu " Ucap Erina. sambil mencium tangan kedua orang tua nya.
"Om.. Tante Io pamit dulu " Ucap Io.
"Hati-hati kalo ngantuk istirahat dulu " Tambah ayahanda Erina.
"Iy Om... " Jawab nya dan bergegas masuk dalam mobil dan melajukan mobil nya.
Di perjalan pun hening tak ada suara sedikit pun. Mungkin karna hari pernikahan semakin dekat dan semakin malu dan canggung itu lah yang di rasa para dua sejoli ini. Waktu tak terasa berjalan sudah sampai juga tepat di perbatasan Jawa tengah Jawa timur tepat nya di Tuban kota bumi wali..
"Erin sekolah tamat apa " Ucap Io mengawali obrolan nya karna sedari tadi Erin pun hanya diam.
"Erin hanya tamatan SMA mas" Ucap Erin masih dengan mode malu-malu.
"Erin mau kuliah lagi nggak setelah nikah menurut mas Erin kuliah aja lagi, Dan ambil kuliah yang Sabtu Minggu aja. Kan ada Universitas Assoleh di Pemalang, Tidak usah jauh jauh. " Ucap Io.
"Erin nggak kepikiran kesitu mas " Ucap Erin. Sebenar nya dulu Erin pengen kuliah, Namun karna ayah nya tidak mampu biyayain Erin cuma tamat SMA. Dan setelah kerja uang nya di tabung buat membeli sebidang sawah sebagai investasi kelak di hari tua.
"Maksud mas, Bukan apa-apa hanya menurut mas pendidikan itu penting, Kan nanti nya juga biar Erin banyak pengalaman. Itu si kalau Erin mau, Ambil jurusan menejemen Bisnis. " Ucap Io.
"Iy nanti Erin pikirin masalah itu mas " Ucap nya Erin sambil menunduk karna setiap kali Erin berbicara dengan Io merasa deg degan dan nggak karu-karuan menurut nya.
Sampai nya di Surabaya pun mereka istirahat, Dan mampir disalah satu lestoran untuk makan, Dan beli beberapa cemilan untuk di mobil.
"Erin capek nggak, Apa mau nginep disini dulu biar mas cari in hotel?? " Ucap Io.
Pikiran Erin pun udah yang nggak nggak aja nih wkwkwkwkwkw.
"Nggak usah mas, Kita lanjut aja langsung biar cepet samapi dan cepat kembali, Acara kita kan beberapa hari lagi " Tolak Erina.
"Iy jangan lupa pake sabuk pengaman nya " Ucap Io sambil tersenyum. Sampai nya di Banyuwangi pun, Erina masih Tertidur di dalam mobil, Dan ibunda Io paham bahwa anak nya sudah sampai, Karna mengenali mobil Alen yang di bawa Io.
Sudah 10 menit io pun belum turun karna tidak ingin membangun kan Erina, Dan Ibunda Io pun langsung mengetuk kaca mobil nya. Dan Io pun keluar membiarkan Erin masih tertidur dan tidak di bangun kan nya.
"Asalamualaikum Bu.." Io pun langsung mencium punggung tangan sang ibunda.
"Walaikumsalam. " Jawab nya, Ibunda nya pun tau kalo Erina tertidur di Mobil.
"Kenapa nggak di bangunin aja suruh tidur di kamar istirahat di dalam kan lebih Nyaman " Ucap ibunda Io.
"Biarkan aja Bu kasian mungkin capek " Jawab nya.
Heni sang kakak pun merasa heran karna adik nya Io datang sendiri.
"Kata nya sama calon mana kok sendiri " Tanya Heni sang kakak permpuan nya.
"Ada di mobil, Ketiduran biarkan saja nggak Usah di bangunin " Jawab Io memberitahu nya.
Erina pun terbangun dan bingung kok sudah berhenti di sebuah rumah, Io pun nggak ada.
Erin pun turun dan terlihat ada Io duduk di teras. Erina pun menghampiri io.
"Mas Io kenapa nggak bangun Erin " Ucap Erina dan segera menyalami sang calon mertua.
"Calon mantu ibu cantik, Berapa umur kamu nak Erin " Ucap ibunda Io.
" 20 THN Tante " Ucap Erina.
"Masih muda ya cantik dan manis " Ucap sang ibunda Io yang memuji calon mantu nya
"Ayo masuk istirahat di kamar kamu pasti capek perjalanan jauh istirahat di kamar Io aja " Ucap ibunda Io sambil menggandeng dan calon mantu.
"Di dalam juga ada kamar mandi nya dan alat mandi, Handuk juga udah ibu siapin, Dan Jangan panggil Tante mulai sekarang biasain Panggil ibu kaya Io yah.. " Jelas nya ibunda Io
"Iy Bu... makasih " Jawab Erina.
Ibunda Io pun keluar dan Erina akan mandi karna terasa badan nya sangat lengket dan capek.
Setelah 30 menit selesai dengan acara ritual mandi nya Erin keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk ingin ganti baju di saat Erin mengganti baju, Tak sengaja Io masuk ke kamar dan terkejut, Melihat sang calon lagi ganti baju.
"Aaaaaaaaaa..... " Jerit Erina karna merasa terkejut, Karena Io membuka pintu kamar, Dan Io pun tak kalah terkejut dan sekaligus Deg degan membuat pikiran nya, Kemana Mana dan langsung menutup pintu kamar Itu Lagi. Dan berbicara di balik pintu.
"Maaf Rin mas nggak sengaja, Mas nggak tahu kalo Erin lagi ganti baju " Teriak Io di balik pintu.
Erin pu cepet cepet pake baju dan membuka Pintu kamar.
"Ada apa mas, Mas mau mandi ? " Tanya Erina, Yang sebenar malu sekali dengan kejadian tadi.
"Mas mau ngambil baju ganti, Mas kira Erin masih mandi jadi mas mau ambil baju " Ucap Io menjelaskan tujuan nya.
"Oh gitu ya udah mas ambil baju nya Erin mau turun dulu liat ibu. " Ucap Erina.
Io pun mengangguk sebagai jawaban nya.
Pemalange endi,
~~m a r i o~~
terus berkarya, kurangi kata dan okay,,