NovelToon NovelToon
Mantan Istri Rahasia Sang CEO

Mantan Istri Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Pertiwi Dian

​"Lima tahun lalu, dia diusir dalam keadaan hamil dan dianggap mandul. Kini, dia kembali bukan untuk mengemis cinta, melainkan untuk merebut apa yang menjadi miliknya."

​Elena kembali ke ibu kota sebagai desainer interior kelas dunia dengan satu misi rahasia: mengambil kembali anak perempuannya yang sempat tertinggal di keluarga mantan suaminya, Arthur Arkananta. Namun, takdir mempermainkannya. Klien besar pertama yang harus dia hadapi adalah Arthur sang CEO berdarah dingin yang dulu mencampakannya karena fitnah kejam.

​Di saat Elena mati-matian menyembunyikan putra kembarnya yang genius dari jangkauan Arthur, sebuah rahasia besar di masa lalu mulai terkuak satu per satu. Arthur yang mulai curiga kini berbalik mengejarnya, tetapi Elena bukan lagi wanita lemah yang bisa ditindas.

​Akankah Arthur menemukan kebenaran tentang anak kembar mereka sebelum Elena pergi membawa semuanya? Atau akankah penyesalan sang CEO datang terlambat saat Elena justru bersanding dengan pria lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pertiwi Dian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pembungkuk Dunia

Arkananta Grand Ballroom malam ini disulap menjadi sebuah benteng kemegahan yang tak tertembus. Ratusan lampu kristal gantung memantulkan cahaya putih berkilauan di atas lantai marmer impor, sementara barisan karpet merah membentang panjang dari pintu masuk hingga ke atas panggung utama.

​Lebih dari lima puluh media massa nasional dan internasional telah memenuhi area tribun pers, lengkap dengan kamera jurnalis yang terus menyala. Keamanan dijaga super ketat oleh puluhan pria berbadan tegap dengan setelan jas hitam dan earpiece yang terhubung langsung pada sistem komando Evan.

​Di balik panggung, Elena berdiri di depan cermin besar ruang rias, menatap pantulan dirinya dengan napas yang sedikit tertahan. Dia mengenakan gaun malam mahakarya rancangannya sendiri sebuah gaun high-neck gown berwarna hitam legam dengan potongan minimalis namun bertabur ribuan manik-manik mikro yang berkilau halus seperti langit malam.

​Klik.

​Pintu ruang rias terbuka, dan Arthur melangkah masuk. Ketampanan pria itu malam ini berada di level yang sangat mengintimidasi. Setelan tuksedo tiga potong (three-piece tuxedo) hitam kustom menjahit tubuh tegapnya dengan sempurna. Sinar matanya yang biasanya sedingin es, langsung melunak begitu melihat Elena.

​Arthur berjalan mendekat, sepasang lengan kekarnya melingkar protektif di pinggang Elena dari belakang. Dia menundukkan kepala, mengecup pundak Elena yang terbuka lembut.

​"Kamu terlihat menakjubkan, Ratu-ku," bisik Arthur dengan suara baritonnya yang berat, mengirimkan getaran manis ke seluruh tubuh Elena.

​Elena berbalik di dalam dekapan suaminya, menyentuh dada bidang Arthur. "Arthur, apakah ini tidak terlalu berlebihan? Konferensi pers ini disiarkan secara langsung di seluruh stasiun televisi nasional."

​"Tidak ada kata berlebihan jika itu menyangkut harga dirimu dan anak-anak kita, Elena," jawab Arthur, suaranya sarat akan kepemilikan mutlak. "Malam ini, kita tidak hanya membersihkan rumor bodoh itu. Malam ini, kita akan membuat siapa pun yang pernah meragukanmu berlutut ketakutan."

​Arthur kemudian meraih sebuah kotak beludru biru dari meja. Di dalamnya, The Heart of Arkananta kalung warisan legendaris dengan berlian biru safir langka berbentuk air mata berkilau dengan sangat megahnya. Dengan gerakan lembut namun penuh penekanan, Arthur memasangkan kalung itu di leher jenjang Elena.

​Tepat pukul delapan malam, pintu besar menuju ruang konferensi pers terbuka. Begitu Arthur menuntun Elena masuk ke dalam ruangan, ratusan kilatan lampu kilat (flash camera) serentak menyala bagai badai petir, memenuhi seluruh ruangan dengan riuh suara jepretan kamera.

​Arthur berjalan dengan langkah tegap, memancarkan aura dominasi seorang Alpha tertinggi. Di sisinya, Elena melangkah dengan keanggunan seorang bangsawan, dagunya terangkat dengan anggun, dan kilau safir biru di lehernya langsung menyedot perhatian seluruh pasang mata di ruangan tersebut.

​Begitu mereka duduk di meja utama, Evan maju ke podium untuk membuka acara. Atmosfer di dalam ruangan seketika hening, tertekan oleh aura dingin yang menguar dari tubuh Arthur.

​"Selamat malam rekan-rekan media," suara Arthur bergema melalui pengeras suara, berwibawa dan penuh ancaman tersembunyi. "Saya tidak akan membuang waktu berharga saya untuk berbasa-basi. Hari ini, saya berdiri di sini bersama istri sah saya, Eleanor Elena Arkananta, untuk menanggapi lelucon murahan yang beredar di media siber kemarin."

​Arthur memberi isyarat dengan tangannya. Layar proyektor raksasa di belakang mereka langsung menampilkan dokumen legalitas kelahiran Leon dan Lia dari rumah sakit terbaik di Milan, sertifikat resmi dari kementerian hukum, hingga hasil tes DNA orisinal yang memiliki stempel kepresidenan.

​"Leon dan Lia Arkananta adalah darah daging saya. Mereka adalah pewaris sah tunggal dari seluruh Imperium Arkananta Group," tegas Arthur, matanya menyapu tajam ke arah barisan jurnalis, membuat beberapa dari mereka spontan menundukkan kepala karena tidak kuat menahan tatapan intimidasi sang CEO.

​Seorang jurnalis senior dengan berani mengangkat tangan dan berdiri. "Tuan Arthur, mohon maaf. Mengenai rumor bahwa Nyonya Elena memalsukan latar belakangnya di Milan sebelum kembali ke Jakarta, bagaimana tanggapan Anda?"

​Sebelum Arthur sempat menjawab dengan ketegasannya, Elena perlahan mendekatkan mikrofon ke arahnya. Wajahnya tetap tenang, mengalirkan aura percaya diri yang luar biasa.

​"Latar belakang saya sebagai seorang desainer di Milan terdaftar secara legal di bawah asosiasi mode Italia," ucap Elena, suaranya lembut namun terdengar sangat tegas dan berkelas. "Mengenai status saya di keluarga ini... saya rasa perhiasan yang saya kenakan malam ini sudah cukup menjadi jawaban bagi kalian semua."

​Mendengar ucapan Elena, kamera-kamera jurnalis langsung melakukan zoom-in maksimal ke arah leher Elena. Bisik-bisik takjub dan syok seketika pecah di seluruh penjuru ruangan.

​"Itu... The Heart of Arkananta!" bisik salah satu pengamat finansial senior yang ikut hadir di barisan depan dengan wajah pucat. "Kalung legendaris milik mendiang Nyonya Besar Arkananta yang nilainya tidak bisa dihitung dengan angka! Kalung itu hanya diberikan kepada wanita yang diakui secara mutlak sebagai pemilik takhta tertinggi di samping pemimpin Arkananta!"

​Penampilan Elena dengan kalung warisan tersebut adalah pembuktian jaminan mutlak. Itu adalah sebuah tamparan keras bagi siapa saja yang mengira Elena hanyalah wanita biasa yang bisa ditindas. Kilau safir biru itu membungkam seluruh dunia dalam sekejap.

​Arthur menoleh, menatap istrinya dengan senyuman miring yang penuh kepuasan. Dia menggenggam erat tangan Elena di bawah meja, menunjukkan pada dunia bahwa tidak akan ada satu pun kekuatan yang bisa memisahkan mereka lagi.

​"Konferensi pers selesai," tutup Arthur dingin sambil bangkit berdiri. "Dan untuk pihak-pihak yang membiayai rumor kemarin... pengacara saya sudah memastikan bahwa surat kebangkrutan perusahaan kalian akan tiba besok pagi."

​Dengan satu gerakan epik, Arthur menuntun Elena keluar dari ruangan, meninggalkan ruang konferensi pers yang masih dipenuhi kepanikan dari para musuh sisa sekutu Rosa yang menonton dari layar kaca di luar sana. Malam ini, Dinasti Arkananta telah mengunci kemenangan mutlak mereka dengan gaya yang sangat mewah dan tak terbantahkan.

1
Indah Wahyuni
bagus ceritanya, alurnya tidak bertele-tele, penokohannya kuat. tinggal bertumbuh dan berkembang SJ authornya.
Dian Pertiwi: Baik siap kakak Terimakasih atas masukannya dan penilaian nya 🙏🏻🥰😘🩷
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!