NovelToon NovelToon
Kembali Hidup

Kembali Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Duniahiburan / Pelakor / Trauma masa lalu / Kontras Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Ganendra Badrika

Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.

Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana ayah dan terjawab setiap pertanyaan

Menunggu waktu mulai nya pelatihan, Bunga menyempatkan memberi kabar pada Chandra, tidak mau menunggu balasan pesan teks Chandra langsung menelepon kekasih nya kini.

"mulai jam berapa kamu ? Jam sebelas masih santai, aku esok mau pergi keluar kota ketemu relasi baru sayang"

*kemana pergi nya? Aku jam satu siang nanti habis makan siang baru start gantian sama anak cabang, tapi ngak lama juga si nanti, aku langsung pulang kerumah Mbah aja" jelas bunga singkat seperti biasa tapi mudah di pahami oleh siapapun

"aku akan pergi ke Bali, entah kenapa mesti Bali, aku pergi bertiga temenin bos cerewet"

"semangat lah dua hari sebentar kok, ngak lama itu Chand, btw Chand weekend nanti aku tiba aku mau kamu mengajak ku mengenal lingkungan mu, aku tidak mau lagi ada yang di tutupi"

"baiklah sayang, aku turuti mau mu untuk itu aku hanya mau memberi yang baik untuk mu"

"aku lanjut ya, mau ada perlu dulu bye Chand"

Bunga seperti mendapat rasa percaya dirinya lagi setelah hancur, entah apa komentar ayah nya nanti, dia hanya ingin yang terbaik ngak mau mengecewakan siapapun.

tiba di lapangan pelatihan Bunga syok melihat sosok ayah yang menjadi mentor nya, " loh ada apa ini, kok ayah jadi mentor ku"

"Kau sudah siap ? Jangan tegang ini adalah penilaian kemampuan mu selama berada di lingkungan kerja mu.

baik saya siap".

Pelatihan dan uji keterampilan bidang konstruksi arsitektur bangunan berjalan dengan baik, tidak di ragukan lagi.

entah ilmu dewa mana yang menurun di diri bunga, yang bersekolah bidang ekonomi tapi bisa menguasai bidang sipil bangunan.

Banu menatap bangga pada anak gadis nya, "kau selalu memberi yang terbaik untuk ayah, semoga lain hal masih sama seperti itu nak".

Lelaki paruh baya tersebut berlalu pergi dengan sepenggal kalimat yang membuat bunga berfikir apa maksud ayah, "aku hanya ingin menggapai cita-cita ku yang tidak bisa ku bangun dari sekolah atau ayah merencanakan sesuatu untuk ku".

Iya memang banu merencanan hal lain untuk Bunga, Bunga di gembleng untuk melanjutkan bisnis dan manajemen yang sudah di bangun banu sedari masih lajang hingga kini anak tiga, hanya gadis itu harapan banu satu satu nya, karena kedua adik nya tidak bisa membangun mental yang di harapkan oleh nya walau sudah di tempa bagaimanapun juga, mereka memiliki dunia yang ingin di gapai nya masing masing.

Bunga dari duduk di bangku sekolah dasar hobby dengan mengekor sang ayah untuk ikut ke beberapa kegiatan ayah nya, seperti pergi ke proyek bahkan ke kantor.

hingga bunga mulai mempunyai rasa percaya diri dengan hobby melukis dan membangun balok balok seperti bangunan dan jalan di usia yang sangat kecil.

Sempat banu menaruh harapan pada anak laki laki nya tora, karena tora anak lelaki semata wayang nya hingga menyekolahkan bunga di Bidang Ekonomi management, karena ilmu itu layak untuk perempuan dan bisa terpakai dimana saja kelak, tapi Tora lebih senang di bidang olahraga dan IT.

Masa pelatihan mereka pun usai sebelum waktu nya, mereka memiliki waktu tiga hari untuk bersantai di kota Semarang, mereka menghabiskan waktu untuk menemani Mbah murni.

"Kami sudah selesai Mbah, tiga hari kami akan kembali ke jakarta, selama tiga hari kami akan mengajak Mbah jalan jalan", antusias tiga sekawan yang selalu heboh untuk waktu senggang nya.

"Anak anak luar biasa kalian, bagaimana teman teman kalian apa sama sudah selesai ndok?"

bunga menggeleng kepala, "hanya kami yang sudah selesai Mba, kami maraton supaya kami punya waktu hehehe jelas bunga yang membuat Mbah murni geleng kepala"

"Kau sama seperti ayah dan ibu mu, dua karakter yang kuat melekat menjadi satu di dirimu, hebat ndok.

jangan angkuh atas prestasi mu ya cah ayu"

"iya Mbah" bunga menjawab dengan senyum angun nya

"Unge enak banget yaaa selalu mendapat dukungan dari keluarga, selalu memuji, coba dirumah ampun deh.

nanti ngelamar jadi anak angkat ayah deh, mumpung bapak ku lagi di kampung nanem padi".

Lemparan buku tepat mendarat di depan wajah vandy yang di lemparkan oleh bunga, "Helen ini anak kurang banget perhatian coba kasih perhatian yang ekstra".

...****************...

"Bu.... Ibu.... Aku pulang". Teriak bunga dari ambang pintu yang membuat se isi rumah menoleh, wajah semu malu ketika melihat di dalam rumah begitu banyak tamu.

"Len, malu.... Banyak tamu"

"lagi ngapain pake teriak kaya anak TK pulang sekolah aja si"

"Masuk nak, ini anak perempuan kami yang pertama, pasti masih ingat kan"

Bisik bunga pada sang ibu, "Bu ramai sekali"

"rekan ayah loh ini, gimana si kamu salam semua baru masuk kamar kalian"

"Halo semua .. Aku duluan ya taruh barang barang".

salah satu dari mereka ada mengingat bunga, "loh ini Bunga yang kemarin pelatihan dengan nilai terbaik dan selesai dalam kurun waktu tercepat".

"Tidak salah menilai saya, buah jatuh tidak jauh dari pohon nya, ayah nya hebat nurun ke anak nya"

"ini kah yang akan menjadi calon penerus mu Ban ?"

Bunga membeliak kaget mendengar pertanyaan itu, Helen juga serta merta melirik Bunga, "mau kemana Nga ?"

"kok happy sekali mereka pengganti nya kamu, Curiga saya Nga." telisik Helen berbisik pada bunga.

"Mana tau Len, ayo masuk kamar biarin aja mereka sibuk sendiri kita mandi, lalu nonton aja

itu urusan orang tua, kita belum tua Len, drakor banyak judul baru itu lebih penting sekarang".

"chand sudah pulang ? Aku sudah sampai rumah maaf baru balas, ponsel ku di tas sepanjang jalan"

"ngak apa sayang, aku sudah sampai rumah juga, istirahat lah"

"oke deh Chand"

Semaksimal mungkin Bunga berusaha untuk kembali percaya pada Chandra, memberi respon seperti biasa supaya kembali rasa netral nya dan tidak terus mencari yang tidak seharus nya dia ketahui.

sayang betapa sayang bunga terlalu tulus dan positif.

"Len, kita esok libur kan ya? Jumat esok Len."

"seperti nya iya Nga, aku mau tidur panjang badan ku seperti tidak bertulang lagi letih lemas"

"aku malas pulang ke apartemen pasti bisa lupa waktu dan tidur seharian dan berhari hari, mengerikan Nga"

"Disini aja Len, tidur lah jangan sampai lupa untuk bangun ya. Aku mau mandi dulu, nanti aku mau ajak keluar setelah magrib selesai"

"panas sekali hari ini, aku mau mencari sesuatu diluar dan malas melewati mereka orang orang tua itu lagi"

"Oke, mandi lah nanti gantian. Aku mau rapihkan ini dulu. Keburu malas datang melanda dan tidak kunjung usai nanti, kalau mau ajak vandy jangan lupa kabarin nanti ngambek lagi di tinggal. Mungkin masih punya tenaga untuk pergi keluar nanti malam"

...****************...

"Toko Fashion ini bagus bagus yaa Len,"

"Ayuk Nga aku mau beli beberapa baju untuk ke kantor, karena baju ku habis dan pasti lama sampai di dalam lemari ku sampai senin nanti"

"Dasar, kirain mau kemana tinggal bilang cari baju kerja susah banget."

" Nga.... itu Chandra bukan ?"

telunjuk Helen mengarah ke satu fokus tempat, dimana memang Chandra disana.

"coba telepon Nga, ngapain dia di toko baju perempuan gini, ngak mungkin mau belikan kamu baju kan, ngak pernah tau size nya juga bukan.."

"Eh kunti betina, kalo ngomong panjang banget" Senggol Vandy yang tiba tiba muncul di belakang mereka, kapan sampe tiba tiba berisik komentar Vand..

Panggilan Telepon ###### Maaf Nomor yang anda tuju sedang selingkuh eh sibuk deh

Ngak bisa Len, aku chat kali ya.

"Chand lagi apa ?"

"aku lagi di luar, ada keperluan mendesak kenapa sayang?"

"oh, ngapain sampe mendesak? Sendiri atau sama team?"

"aku sendiri ada yang mau aku beli aja"

tiga sekawan menunggu di balik tirai tirai butik baju tsb, ternyata Chandra keluar dengan seorang perempuan, Bunga dengan sigap langsung mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel nya.

"Chand sendiri ?"

*iya sayang, kenapa ?"

Bunga mengirimkan ------ pesan gambar ------ lalu langsung menonaktifkan ponsel dan berlalu dengan hati yang biasa saja.

Helen yang takut bunga menggalau lagi, sibuk dengan bertanya " hati aman Nga ?*

"Gaes, kita ke cafe aja aku udah dapet ini baju baju nya", ajak bunga pada dua sahabatnya.

Helen dan vndy tampak tenang melihat ekspresi Bunga yang biasa aja. "oke cuss kunci nya mana unge duduklah manis di belakang"

"Nga, baik baik aja kaan ???? Aman kan ? Hati aman kan ???"

"Helen berisik, aku baik baik aja, kalau jodoh tidak akan pernah menyakiti seperti itu. Biarlah dia berkarya dengan gaya nya".

Disana Chandra yang sibuk berusaha menelepon dan kembali ke butik yang tadi di singgahi nya, tidak dapat menghubungi dan melihat bunga lagi.

" M*ti lah ketauan lagi, kaki nya panjang banget si itu anak, kemana aja pasti dapet aja, gimana dong ini.."

gelisah chandra tidak kunjung hilang sampai seorang perempuan datang menepuk pundak nya, "kamu baik baik aja yank?"

Chandra yang berusaha tersenyum merekah, "oke fine kita pulang yuk sudah malam nih".

Hati chandra terus gelisah sampai dimana hari mulai larut ponsel bunga masih tidak bisa di hubungi nya.

"Ya ampun harus gimana dong ini, baru aja baik, bisa rusak rencana yang udah di rancang ini, kemana lagi ini anak. Masa harus telepon teman nya itu yang bawel setengah hidup"

Chandra yang gelisah, tapi Bunga riang bercanda dengan sahabat nya.

*Unge apa kamu tidak menyadari kalau kau hanya di manfaatkan Chandra hampir setahun ini, hidup nya di gantung dan di harap dari isi ATM mu ?"

kalimat Vandy membuat helen menghela nafas menimpali yang Vandy ucapkan, "aku takut mau bilang gitu eh ini banco ngucap duluan".

"biarkan karma berlaku kok, selama aku hidup aku hanya ingin berbuat baik, mungkin ini asas asil dari doa doa ku setelah ayah memperingatkan aku tempo waktu".

*Nga, Kamu ngak sedih ?"

"buat apa aku sedih helen tidak ada yang harus di buat sedih atas kesalahannya yang berulang kali".

Aku hanya menabur setiap semai biji kehidupan ku dengan baik supaya hidup anak cucu ku baik juga menerima hasil nya, aku pasrah kan pada Tuhan ku saja mau di olah seperti apa hati dan hidup ku.

Dua sahabat bunga tersenyum mendengar apa yang di ucap bunga, bunga jauh lebih tenang dari sebelum nya, setelah bertemu dengan Mbah murni, pikiran dan hati nya jauh lebih terbuka dan menerima.

"Kalian mau menginap ? Kalo Helen pasti menginap, lalu kau Vandy? Mau ku lempar kan kemana dirimu ?"

"tega banget si Unge main lempar, ikut nginep kalian pasti kalian mau lanjut episode kan. Tega di tinggalin dong."

Rengekan vandy membuat dua perempuan kesayangan vandy tertawa, " ya sudah Ayuk pulang, mau mampir beli cemilan dulu pastikan.."

Bunga selalu riang ketika di dekat mereka bagai tidak memiliki beban yang rumit karena sahabat nya selalu menutupi satu sama lain kekurangan mereka masing masing.

"Besok kita mau pergi ngak ke taman dekat rumah mu Nga, itu baru perbaiki dan di resmikan, pasti masih bagus."

"Boleh, sore aja ya, Musim panas ini siang nya dirumah aja kita buat jus aja bermanja manja ria kan setelah dua pekan di peres tenaga, hati, otak dan batin kita disana."

Bisik helen pada vandy dengan sunyi, akhir nya bunga kembali lagi, merekah bahagia tanpa galau yaa.

"Sebentar lagi pasti harum memenuhi hari hari kita, ngak pasang jantung cadangan Vand"

"Iya betul len, semoga terus begini takut gila kalo liat dia mulai konslet kaya kemarin, sulit di artikan pakai kamus apa aja"

Mereka menikmati film di layar tembok yang di pantulkan dari laptop kesayangan bersama khusus untuk menonton, sampai pagi hampir menjelang.

suara adzan subuh sudah berkumandang, tiga sekawan bergegas tidur naik ke kasur masing masing sebelum Ratna mengecek anak anak nya itu masih dengan film nya bisa konser ngak berhenti lama nya.

Kamar yang di design khusus untuk mereka bertiga, satu kasur single dan king size, bahagia pertemanan tanpa menaruh curiga dan harapan lain.

benar dugaan mereka untung udah naik ke kasur kalau belum selesai dunia persilatan nya,

Ratna membuka pintu cek satu persatu di dalam, menyelimuti mereka dengan rapih.

anak anak ibu yang baik selamat tidur sayang.

Ratna berlalu pergi setelah mengecup mereka satu persatu.

Mereka menoleh bersama "untung udah selesai, kalo engak kelar riwayat laptop kita itu, tidur yuk biar segar nanti"

"bangun siang juga ngak apa gaes, aku mau bangun" siang celetuk Bunga, oke kita bangun siang.

Nice dream bestie.

...****************...

1
laesposadehoseok💅
Mengajak merenung
Towa_sama
Tambahin lagi adegan romantisnya, thor. Aku suka banget sama chemistry antara tokoh utama 😍
Jen Nina
Ngakak!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!