NovelToon NovelToon
Cinta Dan Belenggu

Cinta Dan Belenggu

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / CEO / Romansa Modern
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Lenny Utami

"Cinta yang seharusnya membuat Layla merasa bebas, justru menjadi rantai belenggu yang mengikat erat dirinya. Di antara kekuasaan dan luka masa lalu serta hasrat panas membara, ia terjebak di kobaran asmara yang gelap. Bayangan kelam masa lalu masih menghantuinya. Akankah ia bisa memilih melepaskan diri dari belenggu yang menyiksa batinnya atau memeluk belenggu itu selamanya?"


[DARK ROMANCE]
[OBSESI]
[CEO]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lenny Utami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CDB 25

Riri duduk tegang si kursi panas ruang interogasi yang terasa mengintimidasi. Keringat dingin mengucur di kepalanya. Detektif Arum memandang Riri dengan tatapan yang dingin dan mengancam. Riri menelan ludah, kakinya gemetar ketakutan.

Ini pertama kali ia di interogasi seperti ini. Detektif Arum menghampiri Riri. Lalu duduk seberangnya. Ia meletakan berkas-berkas penyelidikan di atas meja. Keheningan itu membuat Riri semakin gugup. Ia kembali menatap Riri.

"Terimakasih nona Riri telah hadir memenuhi panggilan kami. Tanpa basa-basi kita mulai saja"

"Apa betul anda mengenal korban dan pelaku?''

Riri mengangguk cepat. Ia diam sejenak sebelum menjawab dengan hati-hati.

''Tentu, mereka rekan kerja saya sekaligus teman dekat."

Detektif Arum mengangguk paham.

"Sebagai saksi yang mengetahui kedekatan hubungan korban dan pelaku itu seperti apa?''

Riri diam sejenak, ia takut melakukan kesalahan.

"Mereka terlihat cukup dekat saling pengertian satu sama lain serta saling bantu saat bekerja di toko. Terkadang orang melihat mereka seperti pasangan kekasih tapi sebetulnya tidak."

"Sebagai saksi yang mengenal pelaku, pelaku ini seperti apa orangnya di mata anda?"

"Dia orang yang cukup baik, sopan dan pengertian."

"Apa benar anda yang memberikan minuman itu kepada pelaku?"

"Benar. Saya mendapatkannya dari salah satu pelanggan kami waktu itu."

"Lalu apa anda tau minuman itu telah terkontaminasi dengan zat lain?"

"Tidak. Pelanggan itu datang mencari Bennedict untuk berterimakasih karena ia merasa pernah terbantu. Jadi saya menerimanya tanpa curiga, karena kami terkadang menerima pemberian dari pelanggan kami.''

"Apa ini pelanggan yang anda maksud?"

Arum memperlihatkan sebuah foto seorang laki-laki berkepala plontos dengan pakaian olahraga berwarna kuning.

Riri menatap foto itu beberapa detik. Keningnya berkerut seolah mencoba mengingat.

"Sepertinya... iya. Saya yakin dia orang yang sama."

"Mau saya kasih tau siapa dia sebenarnya?"

Riri mengangguk gugup...

"Pria ini bernama Wang. Awalnya kami hanya mengenalnya sebagai pengusaha. Namun setelah penyelidikan berkembang, kami menemukan bahwa ia diduga memiliki hubungan dengan jaringan kejahatan terorganisasi. Saat penyelidikan masih berlangsung, jasad Wang ditemukan di gedung kosong. Dan terungkaplah siapa Wang sebenarnya, ia tangan kanan seorang pemimpin kartel. Orang yang paling di cari di negara ini. Umurnya 27 tahun. Berkewarganegaraan Singapore. Mempunyai catatan kriminal yang tidak sedikit. Orang ini sangat berbahaya."

Riri melongo tak percaya saat mengetahui informasi ini.

Detektif Arum menghela nafas..

''Lain kali hati-hati jangan mau menerima pemberian dari orang asing begitu saja. Untung ada bukti kuat kamu tidak bersalah. Bagaimana kalau sebaliknya. Kamu bisa jadi tersangka di kasus ini."

Riri mengangguk cepat berulang kali..

"Baik saya akan berhati-hati,"

Interogasi Riri telah selesai...

Di luar kantor polisi Riri bergumam1 pada dirinya sendiri sambil berjalan menyusuri trotoar pinggir jalan.

"Aku jadi kasian sama Layla. Kalo ini peristiwa apa lagi yang akan menimpanya. Apa Zhao Lee tau akan hal ini sebelumnya. Aku harap dia sudah tau. Kasus ini jauh lebih rumit dari perkiraan ku"

Riri kembali menoleh ke kantor polisi. Ia berharap Layla tidak terseret ke masalah yang lebih dalam.

Pada hari yang sama Zhao Lee juga di panggil polisi untuk yang kedua kalinya.

Di ruang interogasi...

Zhao Lee duduk tenang menunggu detektif yang akan menginterogasi datang. Seperti biasa ia di temani oleh pengacaranya.

"Ceklek.." bunyi pintu di buka dari arah luar.

Pak Wawan datang dengan berkas penyelidikan di tangannya. Langkahnya mantap menuju meja interogasi.

Ia meletakan berkas itu di atas meja lalu duduk. Bagi orang lain tatapan detektif itu dingin dan mengintimidasi. Tapi tidak untuk Zhao Lee.

Zhao Lee tersenyum ramah kepada detektif itu. Bahkan ia mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.

Tanpa basa-basi detektif itu langsung menginterogasi Zhao Lee.

"Hari Rabu tanggal 25 Juli anda kemana?"

Zhao Lee menjawab tenang..

"Saya melakukan perjalanan bisnis."

Tatapan detektif itu semakin tajam curiga.

Lalu pak Wawan menunjukan foto yang sama dan orang yang sama seperti detektif Arum. Dan satu foto lagi yang menunjukkan Zhao Lee sedang bertemu dengan orang yang sama di foto sebelumnya.

"Anda kenal orang ini?"

Zhao Lee menjawab tenang..

"Tentu saya kenal, namanya Wang.

Dia pindah ke lingkungan tempat tinggal saya saat SMA. Kami kemudian kuliah di fakultas yang sama. Sejak dulu dia arogan dan sering merundung orang yang lebih lemah. Dulu saya sempat menjadi korban perundungannya. Kemudian saya pindah ke luar negri dan saya tidak pernah lagi mendengar kabar tentang orang ini sampai tanggal 25 Juli yang lalu."

Detektif kembali bertanya..

"Anda tau siapa dia sebenarnya?"

"Saya mengenalnya sebagai pembisnis. Tanggal 20 Juli dia menghubungi saya untuk menawarkan menjadi investor di perusahaannya. Kami bertemu di restoran privat tanggal 25 Juli. Setelah kami melakukan rapat yang cukup singkat itu, saya memutuskan untuk menolak menjadi investor mereka karena penawaran mereka yang mencurigakan."

"Kanapa anda tidak melaporkan kecurigaan anda kepada polisi?"

"Kecurigaan bukanlah bukti. Saya tidak ingin membuat laporan yang hanya berdasarkan dugaan. Selain itu, perusahaan saya sedang melakukan negosiasi dengan beberapa investor. Tuduhan tanpa bukti justru bisa menimbulkan kepanikan pasar." jawab Zhao Lee.

Pak Wawan mengangguk...

''Anda bilang beberapa hari ini anda mendapat surat ancaman misterius dari seseorang?" tanya detektif.

"Ya,"

"Semalam ada perang kartel, jasad Wang temukan di gedung kosong. Banyak luka sayatan dan tembakan di tubuhnya. Kami menemukan ponsel Wang dan salah satu isinya yaitu surat ancaman yang di tujukan pada anda. Sekarang pemimpin kartel tersebut hilang entah kemana, kami masih dalam proses pencarian,''

Pak Wawan menunjukan foto lain. Menunjukan bagaimana kondisi jasad Wang saat di temukan polisi.

Zhao Lee menunjukan ekspresi terkejut, namun di hatinya ia tersenyum tipis seolah dia sebenarnya sudah tau siapa dalang di balik kasus Bennedict dan surat ancaman itu. Bagaikan sekali dayung dua pulau terlampaui.

Kemudian Pak Wawan melanjutkan perkataannya,

"Pemimpin kartel yang menaungi Wang, dulu adalah musuh ayah Bennedict. Bukankah perusahaan keluarga Bennedict dulu bekerja sama lama dengan perusahaan anda, Tuan Zhao Lee?"

Pak Wawan kembali mencurigai Zhao Lee.

Zhao Lee kembali menjawab dengan tenang.

"Benar pak, namun setelah bisnis gelap mereka terungkap. Kami memutus kerja sama dengan perusahaan Bennedict secara sepihak. Kemudian mereka bangkrut."

Interogasi selesai...

Zhao Lee benar-benar pandai memanfaatkan momentum. Ia tak perlu lelah menyusun rencana atau menjalankan rencana. Ia hanya perlu memainkan bidak catur dengan elegan.

Di dalam mobil Zhao Lee melihat keluar jendela, ia masih ingat salah satu informannya memberi tahu bahwa ada salah satu musuh yang sedang bergerak.

Zhao Lee menghela nafas panjang..

"Huuh, Layla... Jika waktu itu aku tidak bergerak cepat dan berjaga disana dia...'' gumam Zhao Lee...

Kemudian Paman Chen membuyarkan lamunannya.

''Mengapa Tuan waktu itu tidak melaporkan surat ancaman itu lebih cepat?" tanya paman Chen.

"Memainkan bidak catur ini sangat sulit untuk aku tolak, paman," ucap Zhao Lee tersenyum.

****************

Ini novel pertama ku semoga kalian enjoy bacanya ya temen-temen.

Terimakasih yang udah dukung aku

semoga hidup kalian lancar jaya..❤️

Jangan lupa like, komen, share, gift juga boleh, kasih bintang juga boleh...☺️

1
Alia Chans
Layla kok di pecat sih... apa jangan " difitnah ya🤔😣😣
𝓘𝓷𝓭𝓪𝓱 𝓻𝓪𝓶𝓪𝓭𝓱𝓪𝓷𝓲
Jangan menyalahkan dirimu sendiri, Layla. Ini sudah kehendak takdir
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
pastinya saat rapat dia masih memikirkan bagaimana cara membuat Laila takluk dan tunduk padanya
Europa.
sengaja dibuka lah tu
bener² keinginan author yang dicurahkan ke tulisan loh gaa🤭🤭
Lenny Utami: enggak kak aku masih polos kok
total 1 replies
Europa.
langsung disuruh masangin loh yaa/Doge/
Europa.
uluhh uluhh sok cuek banget. padahal dalam hati udah pengen mau meluk layla🤭🤭
Europa.
apakah akan langsung dinikahi? mengingat keinginannya yang sempat ia ucapkan kepada paman yang🤔
Europa.
sudah kuduga tawaran mencurigakan itu akan membawanya kesana/Doge/
Europa.
art yang ngurusin kehidupan pribadi majikan? gaji lumayan? hmm agak mencurigakan ya lowongannya?/Doge//Doge/
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
baru sembuh udah di suruh nikah. enggak beres ini si paman nya
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
dih
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
makin parahlah obsesi nya. enggak heran
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
kamu ini perempuan loh
ѕ⍣⃝✰🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ
siapa itu?
james
semua aku dirayakan ~Nadin
Mingyu gf😘
caramu salah zhao lee, kali ini aku mendukung layla membencimu
Mingyu gf😘
gak usah marah marah atuhh
Mingyu gf😘
aduhh baik banget rekan rekam baru kamu layla
Lenny Utami: lebih takut ke Zhao Lee seh ini /Sweat/
total 1 replies
james
akal-akalan cindo
james: awokawok
total 2 replies
james
untung saja dikasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!