Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 13 Tidak nyaman
Zea lalu menceritakan semua yang diketahuinya mengenai perselingkuhan Ryan dan wanita masa lalunya itu, mata indah Tari terbelalak mendengar apa yang Zea ceritakan
“Jahat banget sih tu orang Ze, dia nggak ingat kali ya, saat meminta kamu untuk menerima cintanya dan berjanji akan memberikanmu kebahagiaan setelah kalian menikah” ungkap Tari.
Ia tahu sekali perjalanan cinta Zea dan Ryan, awalnya Tari kurang suka dengan Ryan, ada satu hal yang ganjil di matanya, tapi karena Zea sudah percaya dengan cinta Ryan dan mau menerima lamaran pria tersebut, akhirnya Tari hanya bisa memendam curiganya kepada Ryan.
“Yah mau bagaimana lagi Tari, memang niat awalnya sudah nggak benar saat melamarku, akunya aja yang kecintaan percaya begitu saja dengan niat baiknya, padahal dia menyimpan rahasia besar itu dalam perjalanan rumah tangga kami”
ungkap Zea, Ia menghembuskan nafasnya dengan kasar membuang kekecewaannya pada Ryan.
“Jujur ya Ze, aku tuh dari awal agak kurang suka dengan mantan suamimu itu, ada kecurigaan yang tidak dapat aku sampaikan padamu, ditambah lagi kamunya juga bahagia ketika Ryan melamarmu pada saat itu” ungkap Tari dengan wajah sedih karena menyesal.
“Ha ha ha akunya yang salah Tari, yaudah deh..! jangan bahas dia lagi, males jika ingat tingkahnya beberapa bulan terakhir ini” Zea menertawakan kebodohan yang dijalankan selama ini.
“Iya betul, mending menatap masa depan yang sudah ada di depan mata, aku jadi ingin tahu apa yang mantan suamimu itu lakukan sekarang” imbuh Tari
“Ya paling dia sekarang sedang bertepuk tangan karena senang, karena masalah di dalam hidupnya sudah hilang, sekarang dia bisa fokus dengan wanita masa lalunya itu, nggak perlu ribet berkasus denganku”
Zea sangat yakin kalau Ryan akan sangat senang karena kepergiannya dari hidup Ryan.
“Dia sangat percaya diri sekali ya, kalau keluarga wanita itu akan mau menerima dirinya lagi setelah dulu di hina dan di perlakukan kurang baik oleh calon mertuanya itu, kalau aku sih malas ya kembali pada masa lalu yang telah menghina dan merendahkan diriku karena kemiskinan”
Tari terlihat sinis ketika mengatakan apa yang Ryan rasakan pada saat itu, dan Ia tak habis pikir dengan tindakan Ryan saat ini, kembali kepada keluarga yang dulu menghinanya karena kemiskinan.
“Namanya juga cinta! apapun akan dilakukan Tari” sahut Zea
“Iya sih, tapi yang ini kasusnya kan beda Ze, cinta sih cinta tapi jangan bodoh, sudah direndahkan dan dihina, di saat sukses baru mereka pada baik, kalau aku sih ogah baik lagi dengan keluarganya, apa Ryan nggak punya perasaan ya” sindir tari
“Ha ha ha dia punya perasaan Tari, tapi perasaannya tidak dipergunakan dengan baik” sahut Zea sambil tergelak kencang.
“Dasar bodoh tuh mantan suamimu ha ha ha..” Tari ikut tertawa bersama Zea
“Besok kita belanja pakaian dulu Ze, untuk kamu mengajar di sekolah itu” ajak Tari
“Kan ada seragamnya Tari, jangan boros ah” imbuh Zea
“Iya Ze, pakai seragamnya hanya dua hari, selebihnya pakaian bebas cantik” ungkap Tari
“Oh gitu ya kau pikir, pakai seragam tiap hari Tar” Zea membandingkan dengan sekolahnya yang lama, yang memakai baju seragam setiap harinya.
“Beda Ze, ini sekolah internasional dan yang harus kamu ingat! anak anak disini bicaranya lebih banyak pakai bahasa inggris daripada bahasa Indonesia, satu lagi Ze, anak anak yang sekolah disini lucu lucu ha ha ha” ungkap Tari sambil tertawa.
“Iya Tari, uang orang tua mereka juga lucu lucu he he he, sekolah kok mahal banget ya” saut Zea
“Zea..” panggil Tari dengan wajah serius, membuat Zea penasaran.
“Iya, ada apa Tari, kok wajahnya jadi serius begini?” tanya Zea
“Gosipnya ya, banyak duda keren loh disana ha ha ha” goda Tari sambil tertawa kecil.
“Hubungan duda dengan pembicaraan kita apa Tari?” tanya Zea balik.
“Mana tahu ada duda kaya yang jatuh hati dan kalian akhirnya menikah” jawab Tari dengan antusias sambil menahan tawanya.
“Iissh apaan sih Tar, yang ini saja surat cerainya belum di urus, malah memikirkan dapat duda kaya dan keren” sahut Zea
“Kalau hal itu mah gampang di urus Ze, yang penting kamu ketemu duda keren dulu, aku doain ya” Tari makin semangat menggoda sahabatnya itu.
“Ada ada saja nih anak”
“Doa baik harus di aminkan Ze..” tegur Tari
“Iya Tari, doa baik memang harus diaminkan, tapi kan…” belum selesai Zea bicara sudah dipotong Tari
“Nggak pake tapi tapian Ze….” tegas Tari
“Iya deh, amin….” sahut Zea cari aman, karena Tari tidak akan berhenti sampai dirinya mengatakan amin.
“Nah gitu dong Zea, amin semoga kamu dapat jodoh yang lebih baik, lebih kaya, pokoknya lebih semuanya dari Ryan, amin yang kencang Zea” ucap Yari lagi..
“Aminnnn…..” sahut Zea, dan setelah itu mereka tertawa bersama.
***
Ditengah kebahagiaan dan semangat baru yang sedang Zea rasakan, lain halnya yang terjadi dengan Ryan.
Ryan benar benar suntuk dan tenggelam dalam penyesalannya, ternyata kepergian Zea membuat hidupnya kurang bergairah, walaupun ada Freya yang dulunya sangat dicintainya.
“Kamu kemana Zea? maafkan aku!...”
Ryan sudah mencoba menghubungi orang orang yang kenal dengan Zea tapi kabar dari Zea belum di dapatkan nya.
“Apa aku harus menghubungi paman dan bibinya Zea ya, tapi nanti apa tanggapan mereka kalau aku mencari keberadaan Zea, bagaimana caranya aku menjawab pertanyaan paman dan bibi yang pastinya akan curiga dengan apa yang terjadi”
“Aku yakin Zea belum mengatakan apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga kami pada paman dan bibinya, karena Zea paling tidak mau membuat paman dan bibinya sedih, semoga saja apa yang aku pikirkan benar adanya, kalau Zea masih menutupi masalah rumah tangga kami pada paman dan bibinya!”
Ryan masih menimbang keputusannya untuk menghubungi paman dan bibi Zea, karena rasa malu dan bersalah yang ada di hatinya membuat Ryan ragu untuk menghubungi mereka segera.
Ditengah kegalauan Ryan, tiba tiba ponselnya berbunyi dan terlihat nama Freya
di layar handphone nya.
“Aduh Freya mau ngapain lagi? kepalaku rasanya mau pecah gara gara menghilangkan Zea, tapi kalau tidak aku angkat telepon dari Freya, nanti akan timbul masalah baru” gumam Ryan dalam hati.
Akhirnya Ryan memutuskan untuk mengangkat sambungan telepon dari kekasih itu, walaupun agak lama.
“Halo….” sapa Ryan
“Kok lama sih sayang angkat telepon dari aku?” tanya Freya yang kesal karena sambil teleponnya sangat lama diangkat oleh Ryan.
“Maaf Fre, aku dari kamar mandi…” Ryan membuat alasan yang dapat diterima oleh Freya.
“Oh dari kamar mandi toh, aku pikir kamu lagi mesra mesraan dengan istri kampungan mu itu” sindir Freya.
Deg…Ryan tersentak kaget mendengar kata kata merendahkan yang Freya katakan mengenai Zea, tiba tiba hatinya merasa tak nyaman, padahal kemarin kemarin Ryan biasa saja ketika Freya merendahkan Zea di depannya, malah Ryan ikutan tertawa.