Si gadis imut yang dicintai banyak orang
Ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jennie cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Sepuluh
Di rumah sakit
"Bu, anak saya bagaimana?" Ucap Aluna yang baru datang.
"Kami belum tau Bu. Pemeriksaannya belum selesai" Ujar sang guru.
"Sebenarnya ada apa Bu? Kenapa putri saya bisa seperti ini?"
"Maaf Tante, waktu dikelas Abel udah pucat. Terus dia pamit ke toilet. Kami udah nawarin buat anterin Abel, tapi Abelnya nolak. Terus waktu kami susul ke toilet Abel udah pingsang dan banyak darahnya" Ujar Aurel menjelaskan.
Aluna semakin cemas. Ia mondar mandir tak karuan. Beberapa saat kemudian dokter sudah keluar dari sana.
"Dok anak saya bagaimana?"
"Benturan di kepala anak ibu cukup besar. Kemungkinan selamatnya sangat kecil. Dia juga kehilangan banyak darah"
Mendengar itu Abel semakin lemas. Tiba tiba ia jatuh tak sadarkan diri. Semua yang ada disana begitu panik.
Sang dokter berusaha mengangkat tubuh Aluna tapi tiba tiba
"Biar saya saja" Ucap seorang pria.
"Tuan Axel?"
Axel segera menggendong Aluna menuju brangkar rumah sakit yang tak jauh dari ruangan Abel.
Ia juga sudah mendengar perkataan dokter tadi. Sungguh ia merasa sangat takut, tapi dia berusaha menguatkan dirinya.
Setelah beberapa lama Aluna tersadar dari pingsannya.
"Kau sudah sadar?" Ujar Axel.
Aluna hanya terdiam tanpa menjawab.
"Putri ku. Aku ingin melihatnya" Ia bangkit dari ranjangnya.
"Aluna tenang dulu"
"Bagaimana aku bisa tenang. Putri ku sedang tidak baik baik saja Axel" Untuk pertama kalinya Aluna menyebut nama pria itu.
"Aku akan menemanimu. Ku mohon jangan menolak" Ujar Axel menggandeng tangan Aluna. Aluna hanya pasrah saja. Mereka segera menuju ruangan yang ditempati Abel.
"Dok, kami mau lihat anak kami" Ujar Axel.
"Baik Pak, Buk. Tapi hanya boleh sebentar ya. Dan jangan lupa gunakan pakaian khusus rumah sakit" Setelah berganti pakaian Axel dan Aluna memasuki ruangan Abel. Aluna dan Axel merasa lemas kembali melihat keadaan tak berdaya putrinya . Aluna berjalan kesampaian sang putri sedangkan Axel disisi satunya lagi.
"Hei, Princess mommy. Bangun yuk. Mommy kangen nak. Sekarang disini sudah ada Daddy lho, Abel kangen Daddy kan?" Ucapnya dengan berderai air mata.
"Hai Princess Daddy, bangun nak. Abel ngak kangen Daddy? Maafin Daddy ya sayang. Abel harus bangun biar Daddy bisa nebus kesalahan Daddy. Tolong buka matanya Princess" Ujar Axel lirih. Sungguh ia tak pernah merasa selemah ini.
"Maaf Pak, Buk waktunya sudah habis. Harap keluar demi kenyamanan pasien" Ucap salah satu suster.
"Daddy keluar dulu ya nak. Abel harus cepat bangun ya" Mengecup lama tangan mungil sang putri.
Axel menggandeng tangan Aluna keluar. Mereka duduk di kursi tunggu dekat ruangan Abel. Beberapa menit berlalu mereka hanya terdiam. Tidak ada yang memulai percakapan.
"Maafkan aku" Ujar Aluna membuka percakapan lebih dulu. Axel yang tidak mengerti karena Aluna yang tiba tiba minta maaf, hanya terdiam.
"Jika saja aku tidak egois ini tidak akan terjadi. Sungguh aku ibu yang buruk" Ucapnya lagi dengan bahu bergetar karena menangis.
Axel memberanikan diri mendekat dan membawa Aluna bersandar pada dada bidangnya.
"Jangan bicara begitu. Ini semua bukan salah mu" Ucapnya sembari mengusap lembut rambut Aluna.
"Ini memang salah ku. Aku tahu dia membohongi dirinya dengan mengatakan dia tidak merindukan mu demi menjaga perasaan ku. Padahal dia selalu memikirkan mu sampai ia sakit begitu" Ujar Aluna.
"Tolong maafkan aku Axel. Jika dia sembuh aku tidak akan melarangnya untuk bertemu dengan mu"
Axel tertegun. Lagi lagi ia mendengar Aluna memanggil namanya.
"Maaf dengan wali Nona Abela Queenza" Ujar Perawat.
"Iya. Kami orang tuanya suster" Jawab Axel dengan cepat.
"Maaf Pak, Bu. Kami kehabisan stok darah yang cocok untuk pasien. Mungking orang tuanya bisa menjadi pendonor"
"Golongan darah saya berbeda dengan anak saya Sus" Jawab Aluna.
"Oh berati golongan darah yang cocok adalah golongan darah ayahnya" Ujar Suster.
"Baiklah Sus, kalau begitu ambil darah saya saja"
"Baiklah. Silahkan bapak ikut saya"
"Tunggu sebentar ya" Ujarnya sembari mengelus lembut rambut Aluna.
"Iya. Terimakasih" Axel hanya mengangguk dan berjalan mengikuti suster itu.
Ayo hjar aja mom,biar tu ulat bulu kapok....udh slah bkannya mkir,mlh msih mau jhatin orng....bkn ksl aja....
sklian lmpar k kndang singa atw k klam buaya....
lnjt kk....gms bgt sm abel..
ksih visual dong....