NovelToon NovelToon
Ketulusan Dalam Cinta

Ketulusan Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Menyembunyikan Identitas / Pernikahan Kilat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ray firmansyah

di saat seorang pemuda mengira sudah menemukan cinta yang tulus ternyata dia salah malah kembali di khianati...

Akankan dia menemukan cinta tulus itu...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ray firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

"Apaaa!! saya menyesal haha tentu saja tidak, hanya saja ternyata Asyifa selera nya yang sekarang semakin buruk setelah berpisah denganku, kamu yang Pegawai biasa nikmatilah bekasan saya haha."

Tawa seseorang yang bernama Samsul itu pun sambil langsung melangkah pergi dengan menggandeng Cewek Seksi menuju ke Pengantin meninggalkan Ardan yang sedang berkumpul dengan teman-teman barunya.

"Tertawalah sepuasnya, kamu akan menyesal karena sudah membuang Berlian demi sebuah batu krikil itu, justru aku sangat bersyukur kamu sudah menceraikannya." batin Ardan sambil tersenyum.

Saat menyadari pandangan Samsul Mantan Suami Asyifa tertuju pada Asyifa Istrinya, tapi Asyifa tidak menyadari akan hal itu.

"Sudahlah Ar!! kamu jangan hiraukan dia, karena yang ku dengar dari beberapa teman-temanku memang sudah dari dulu dia itu sombong." ucap Steven.

"Santai saja Stev!! lagipula aku sama sekali tidak menanggapi ucapannya, justru aku sungguh sangat bersyukur, karena si bodoh itu sudah melepaskan Perempuan baik seperti Asyifa." sahut Ardan.

"Ya kamu benar Ar!! dia begitu sangat bodoh." sambung James.

"Sudahlah jangan membahas orang sombong seperti dia tidak ada gunanya juga." pinta Ardan.

"Hmm baiklah Ar." sahut Steven.

.

.

Di Tempat Para Istri Berkumpul

"Syifa lihat tuh Suami baru kamu, sangat terlihat kalau dia tidak canggung sama sekali, saat ngobrol dengan para teman dan Suami kita yang sudah menjadi seorang Pengusaha itu." ucap Nina.

"Ya benar tuh Syifa!! aku merasa ngomongan Mila yang barusan tadi itu tidak benar deh." sambung Risma.

"Ya iyalah Suamiku tidak akan merasakan canggung, karena Suamiku juga seorang Pengusaha ya meskipun tersembunyi." batin Asyifa.

"Sudahlah benar atau tidaknya itu, yang penting sekarang aku sudah menerima dia menjadi Suamiku." sahut Asyifa.

"Wah Nin!! ternyata Sahabat kita yang satu ini, sudah sangat Bucin dengan Suaminya nih." goda Risma.

"Ya memang kamu tidak salah Ris!! tapi aku merasa yang lebih Bucin itu Suaminya deh, kamu sendiri melihatnya kan, tadi tangannya Ardan tidak pernah lepas dari Pinggangnya Syifa." sambung Nina.

"Hey!! kalian berdua ini kebiasaan banget sih, kalau ngomongin orang kok di depan orangnya langsung seperti ini." tegur Asyifa.

"Hehe kan memang lebih baik seperti itu Syifa." tawa Risma.

"Lagian aku tuh heran sama kamu Syifa, perasaan dulu kamu tuh paling benci dengan Cowok yang Posesif, tapi sekarang kamu terlihat biasa saja malah terlihat sangat senang, saat Suami kamu yang begitu Posesif ke kamu." ucap Nina.

"Ya aku sendiri saja terkadang bingung, kenapa aku begitu senang apabila di perlakukan seperti itu olehnya." sahut Asyifa.

"Iya deh iya!! rupanya kamu yang sudah full benar-benar jatuh Cinta ke Ardan." ucap Risma.

"Kita syukuri saja Ris, kan jarang-jarang Sahabat kita yang satu ini jatuh Cinta sampai seperti ini, oh iya Syifa pokoknya kamu harus bawa Suami kamu untuk berkenalan dengan para Orangtua kita, mereka selalu menanyakan keadaan dan keberadaan kamu tau." sambung Nina sambil meminta.

"Insyaallah yah!! jika Suamiku mau." sahut Asyifa.

"Hey!! ini bukan sebuah penawaran tapi keharusan, pokoknya harus awas saja kalau tidak." protes Risma.

"Benar tuh Syifa! kita berdua tidak mau mendengar penolakan dari kamu." sambung Nina.

"Ish!! kalian berdua tuh tidak pernah berubah dari dulu tau enggak, masih saja selalu memaksakan kehendak." kesal Asyifa.

"Bodo amat!! udah yuk kita kesana, aku risih lihat para Cewek-cewek sedang melihat ke arah para Suami kita, seperti menemukan mangsa dan ingin menerkamnya saja." ucap Risma sambil mengajak.

"Aaa iya benar!! yuk kita kesana, jangan biarkan serta jangan beri peluang untuk para Pelakor bertindak." sambung Nina sambil teriak.

"Haha!! ternyata kalian berdua juga sudah sangat Bucin yah." tawa Asyifa.

Kedua Sahabatnya tanpa menghiraukan ledekan dari Asyifa, langsung menggandeng tangannya Asyifa dari sisi kiri dan kanan untuk menghampiri para Suaminya yang sedang berbincang-bincang santai.

Asyifa pun hanya bisa pasrah serta menggelengkan kepala dengan tingkah kedua Sahabatnya sudah seperti Saudara sendiri itu.

Kini para Istri pun sudah duduk di samping para Suami masing-masing, Ardan pun langsung merasakan ada ke anehan di tiga Perempuan yang baru menghampiri tersebut, seperti ada yang sedang mengganggu pikiran dari ketiga perempuan tersebut.

"Ay! ada apa dengan kedua Sahabat kamu itu?" tanya Ardan sambil berbisik.

"Tidak ada apa-apa kok Hubby, cuman mencegah adanya Pelakor saja." jawab Asyifa dengan berbisik pula.

"Mana ada Pelakor di sini Ay?" tanya Ardan yang masih berbisik.

Tanpa menjawab pertanyaan dari Suaminya, Asyifa memberi kode melalui lirikan matanya menuju ke para Cewek-cewek yang sedang melihat ke arah mereka berkumpul.

Ardan yang mengerti pun langsung mendekat ke Istrinya dengan cara memeluknya serta mengelus kepala Istrinya yang tertutup Hijab.

"Kamu tenang saja Ay! hanya kamu satu-satunya Perempuan di Dunia ini yang bisa meluluhkan Hatiku ini, tidak ada yang lainnya." bisik Ardan.

"Ish!! Hubby tuh paling bisa deh." kesal Asyifa dengan berbisik pula.

Meskipun Asyifa kesal tapi itu hanya pura-pura, padahal di dalam Hatinya sangat senang mendengar bisikan dari Suaminya.

"Hey Syifa! kamu kenapa sih, oh iya Ar besok kan hari libur, bisakah kalian berdua datang ke Rumah para Sahabat Istri kamu ini?" tanya Nina.

"Tidak ada apa-apa kok Nin." jawab Asyifa.

"Memang ada apa di Rumah kalian." tanya Ardan balik.

"Ya sebenarnya tidak ada apa-apa sih, hanya saja para Orangtua kita katanya Kangen ingin bertemu dengan Istrimu." jawab Nina.

"Bagaimana kalau kita semua pergi ke Villa saja, kan kita bisa bertemu di satu tempat, daripada Ardan dan Asyifa harus bolak-balik ke Rumah kita." saran Steven.

"Ya aku setuju dengan saran dari Stev." sambung James.

"Bagaimana Ay! menurut kamu?" tanya Ardan.

"Ya kalau aku nurut sama Hubby saja." jawab Asyifa.

"Tuh Ar!! kamu mendengarnya sendiri kan...

Bersambung

          ~ See You Next ~

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!