NovelToon NovelToon
Godaan Tetangga Seksi

Godaan Tetangga Seksi

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:833.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Misi Kepenulisan Noveltoon


Rumput tetangga lebih hijau, itu sudah biasa. Bagaimana kalau tetangga sebelah lebih seksi? Uh ... la ... la ... siapa yang tak tergoda?

Rumah tangga Inggit Katharina dan Fandi Haran terlihat baik-baik saja di luar. Banyak foto-foto romantis mereka di halaman majalah bisnis. Siapa sangka semua itu hanya akting semata?

Inggit yang kesepian mulai tergoda tetangga sebelah rumahnya, Dalvin Haris, pengusaha muda yang seksi dan menggoda. Bagaimana kalau Dalvin juga menyukai Inggit? Apakah hasrat liar mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemotretan

Fandi menatap meja makan yang kosong melompong di depannya. Inggit tak membuatkannya sarapan lagi. Baju kerja pun tak disiapkan. Inggit sama sekali tak masuk ke kamar seperti yang ia pikir. Inggit benar-benar bersikap aneh dan Fandi tak suka melihat perubahan dalam diri Inggit.

Fandi memang merasa sebal saat Inggit menggoda agar Fandi mau menghamilinya. Namun melihat Inggit yang dingin seperti ini rasanya ada rasa tak nyaman dalam diri Fandi. Fandi menatap pintu kamar Inggit yang masih tertutup rapat sebelum akhirnya memutuskan untuk berangkat ke kantor tanpa membangunkan Inggit terlebih dahulu.

Mendengar deru mobil Fandi yang pergi meninggalkan rumah, Inggit pun keluar dari kamarnya. Ia memang sengaja menunggu Fandi pergi. Inggit malas bertemu Fandi dan lebih memilih menekuni hobinya membuat karya seni dari tanah liat dan juga lukisan.

"Inggit!" panggil Dalvin. Dalvin sama seperti Inggit. Sengaja menunggu Fandi berangkat kerja agar bisa menemui Inggit dengan leluasa. Dalvin seperti sedang bermain kucing-kucingan, semata agar Fandi tak tahu dirinya suka menggoda istri tetangganya.

Inggit keluar dari rumah dengan mengenakan pakaian yang santai. Rambutnya dijepit asal ke atas. Lehernya yang jenjang dengan beberapa helai anak rambut yang menjuntai membuat penampilannya justru memukau Dalvin. Natural dan cantik alami.

"Kenapa, Mas?" tanya Inggit dengan malas.

Dalvin masuk ke pekarangan rumah Inggit dengan santainya. "Aku mau lihat apa yang kamu buat dengan tanah liat."

Tanpa permisi Dalvin masuk ke dalam rumah Inggit. Dalvin menyukai rumah Inggit yang bersih dan tertata rapi. Inggit sebenarnya kurang menyukai sikap Dalvin yang seenaknya masuk ke dalam rumahnya. Bayangan Dalvin menciumnya malam itu kembali melintas dalam pikiran Inggit. Dalvin memang agak kurang ajar meski hatinya baik. Inggit mengikuti Dalvin masuk ke dalam rumah.

"Aku buat berbagai macam, ada pot, piring dan mini patung." Inggit menunjukkan koleksi karya seni miliknya. "Ada juga beberapa lukisan yang kubuat di saat senggang."

Dalvin menghampiri patung buatan Inggit dan terpukau dengan hasil karyanya. "Wow, karya kamu keren sekali. Punya nilai seni yang tinggi."

Inggit yang semula kesal dengan sikap Dalvin kini tersenyum mendengar pujiannya. "Memangnya Mas Dalvin mengerti tentang seni?"

"Aku sih kurang mengerti tentang seni tapi aku bisa melihat mana karya yang mengandung seni dan mana yang tidak. Karya kamu tuh misterius, seperti ada maksud yang tersirat di dalamnya. Kenapa kamu tidak jual di pameran atau galeri seni saja?" Dalvin mengangkat sebuah patung berukuran kecil buatan Inggit. Dalvin kagum dengan kemampuan tangan Inggit dalam membuat suatu karya seni.

"Menjual di pameran atau galeri seni? Memangnya bisa karyaku dijual di sana? Bagaimana caranya?" Inggit tertarik dengan penawaran Dalvin.

"Bisa dong. Aku punya teman yang suka mengadakan pameran seni. Dia juga punya galeri seni sendiri juga sih, aku coba hubungi dia dulu ya!" Dalvin pulang ke rumahnya dan kembali setengah jam kemudian.

"Git, temanku bilang kamu harus foto karya seni kamu. Biar nanti aku yang kirimkan ke temanku itu," kata Dalvin dengan penuh semangat.

"Serius, Mas? Ini karya aku asal buat loh, Mas. Nanti aku malah ditertawakan." Inggit merasa tidak percaya diri. Masih banyak seniman lain yang lebih berbakat dibanding dirinya.

Dalvin mendekat dan meletakkan kedua tangannya di bahu Inggit seraya menatap ke dalam manik mata Inggit dengan serius. "Kamu punya bakat. Percaya saja padaku. Yang menilai bagus atau tidaknya bukan kamu tapi penikmat seni lain. Tak ada salahnya bukan kita mencoba? Ayo, bawa keluar semua karya seni kamu. Biar aku yang foto. Kita cari spot dengan pencahayaan yang bagus."

Dalvin dan Inggit pun asyik mengatur semua barang-barang seni hasil buatan tangan Inggit. Dalvin ternyata punya kemampuan fotografi yang bagus. Di tangan Dalvin, aneka kerajinan dari tanah liat dan lukisan buatan Inggit terlihat menarik.

"Bagaimana hasilnya? Bagus tidak?" Dalvin menunjukkan hasil fotonya yang ada di kamera miliknya pada Inggit.

Inggit mengagumi hasil jepretan Dalvin. "Bagus banget, Mas. Wah, Mas Dalvin jago fotografi ternyata. Aku tak sangka. Hasil seniku terlihat begitu hidup dan menarik. Keren!" Inggit mengacungkan jempol untuk Dalvin.

Dalvin terus menatap Inggit yang sedang menggulir foto yang ia ambil. Mata Inggit terlihat begitu berbinar. Inggit yang biasanya terlihat sedih dan murung kini terlihat hidup dan memiliki sesuatu yang harus ia gapai. Dalvin sangat menyukai Inggit yang seperti ini, bukan Inggit yang terus menerus bersedih akibat ulah suaminya yang acuh.

"Kamu suka dengan seni?" tanya Dalvin tanpa sekalipun mengalihkan tatapannya dari Inggit. Cahaya matahari yang masuk membuat wajah Inggit terlihat amat bersinar, cantik sekali. Dalvin rasanya tak sudi mengedipkan matanya sekali saja. Dalvin kagum dengan kecantikan Inggit dan begitu terbuai dengan pesona yang dimilikinya.

"Suka, Mas. Suka sekali. Sejak dulu aku suka mendapat nilai bagus di sekolah saat mata pelajaran seni. Mungkin darah seni dalam diriku begitu kental, entahlah. Aku sendiri tak pernah bertemu dengan kedua orang tuaku sama sekali jadi tak tahu apakah mereka memang seniman atau bukan." Inggit mengembalikan kamera milik Dalvin. Kedua mata mereka pun bertemu. Tatapan mata Dalvin begitu kentara menyiratkan kalau dirinya menginginkan Inggit.

"Ehem! Kita lanjutin fotonya ya, Mas!" Inggit berdiri dan mengatur lukisan miliknya untuk difoto.

Dalvin sebenarnya masih ingin menatap Inggit, ingin menciumnya seperti malam itu namun tak mau hubungannya dengan Inggit jadi merenggang. Dalvin memilih untuk menahan hasratnya. "Oke. Kayaknya lukisan kamu membelakangi matahari deh. Coba posisinya ditukar."

Dalvin dan Inggit asyik mengambil beberapa gambar lagi sampai tak menyadari kalau mobil Fandi sudah memasuki garasi rumahnya. Fandi berniat mengajak Inggit makan siang bersama untuk meminta maaf lagi.

Fandi turun dari mobil dan mendengar suara riang serta tawa renyah Inggit. Suara laki-laki yang menyuruh Inggit ke kiri dan ke kanan membuat Fandi penasaran. Fandi mempercepat langkahnya dan melihat Inggit dan Dalvin yang asyik memotret.

Fandi terkejut mendapati Dalvin yang menyuruh Inggit menggeser lukisan ke kiri dan melihat Inggit yang tertawa lepas. Selama ini Inggit tak pernah bersikap seperti itu terhadapnya, kenapa dengan Dalvin Inggit bisa?

"Sedang apa kamu, Git? Kenapa dia ada di dalam rumah kita?" tanya Fandi yang tak bisa mengendalikan emosinya.

****

1
nobita
akhirnya ketemu juga pencarian Dalvin
nobita
kapokk kamu.. bikin gregetan nihh mama Olla
nobita
penyesalan memang datang terlambat
nobita
lanjutkan Dalvin aku mendukung mu.. baru kali ini aku dukung pebinor dalam novel 🤭😄
nobita
siapa Dalvin sebenarnya ya??
nobita
kurasa Dalvin PDKT pada tetangga baru
nobita
aku mampir kak
Sri Wulan Hazariah
Luar biasa
Elsa Chan
mantap
Elsa Chan
padahal udah berharap banyak sama fandi
indira kusuma wardani
Luar biasa
bunda DF 💞
luar biasa,,, sat set bener ceritanyaaa
lucky gril
Asli ini tuh seru keripu dengan jalan ceritanya,mungkin pada ragu tumben k'mizzly bikin karya kok dikit😅

tapi ini bisa jadi recomended tuk nunggu up nya si seruni😍😍😍
lucky gril
novel terpendek karya k'mizly tapi di buat jungkir balik mak sama ceritanya,sempet takut bacanya kok cuma dikit takut novel gantung ternyata asli keren banget.
makasih k'mizzly tahan banting dengan komentar2 mak ini🙏🙏🙏
lucky gril
wong kamu yg jadi cium an pertama angel ,vin😁
lucky gril
telat om fandi sudah cerai in ,malu dong balik lagi🤣🤣🤣
lucky gril
y'ampun ternyata oh ternyata orang licik tetap licik mak teerkecoh kali ini😔
lucky gril
kaasih toleransi boleh😥
selama 3 tahun ,fandi begitu kan karna dia trauma juga dengan wanita,bukan selingkuh😔.
harusnya inggit eh angel mengerti itu sebagai istri🙏🙏🙏
lucky gril
awal part mak dukung penuh dalvin merebut inggit.

seandainya fandi berterus terang dr awal mungkin ...
lucky gril
mak bimbang milih yg mana😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!