NovelToon NovelToon
Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Wanita Kesayangan Tuan Daniel

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Cinta Terlarang / Romansa
Popularitas:108.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Fi

Hubungan tanpa kepastian membuat Zeline memilih berpisah, tetapi Daniel tidak ingin melepaskannya sekali pun Daniel juga tidak bisa menikahinya. Hingga pilihan tersulit dari orang tuanya terpaksa Daniel pilih, yaitu menjadikan wanita kesayangannya hanya sebagai wanita simpanan.

Apakah Zeline benar-benar hanya akan menjadi wanita simpanan untuk Daniel? Atau justru Zeline menemukan pengganti Daniel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Andai Sejak Dulu

Daniel yang saat ini sudah berada di kamar hotel yang menjadi pilihanya, masih di selimuti oleh kesedihan. Hatinya benar-benar merasa perih, saat mengingat jika Zeline sudah semakin menjauh darinya. Daniel menyesali hidupnya yang terlahir dari orang tua yang selalu mementingkan martabat di atas segalanya.  

"Andai kalian bisa seperti orang tua lainya yang mengutamakan kebahagiaan anak di banding martabat, tentu saja aku akan menjadi anak yang paling beruntung karena memiliki orang tua yang hebat seperti itu. Namun, sayangnya kalian tidak seperti itu. Kalian sama sekali tidak peduli jika putra kalian terpuruk, kalian hanya tau dengan kekuasaan. Martabat menjadi hal terpenting dalam hidup kalian." gumam Daniel merasa sangat kecewa pada kedua orang tuanya.

Daniel yang larut dalam kesedihanya, tak ingin menunda untuk mencari keberadaan Zeline. Tujuanya datang ke Sumatera adalah Zeline, memperbaiki hubungan mereka, untuk itu dia tidak akan mengulur waktu.

Pria yang sedang di hadapkan ujian yang berat itu, tersenyum senang saat mendapat lokasi dimana wanita yang dicarinya berada. Tuhan merestui hubungan mereka dan itulah yang Daniel yakini saat ternyata antara dia dan Zeline berada di lokasi yang sama yaitu di kawasan Nolan Hotel.

Daniel bangkit berdiri di depan dinding kaca yang membuatnya dapat melihat gedung lainnya yang berada di lokasi yang sama yang menjadi tempat dimana wanita yang dia cintai berada.

Nolan Hotel mempunyai dua gedung yang saling terhubung satu sama lain, antara

kantor dan Hotel, begitupun mereka saat ini yang hanya dipisahkan oleh gedung.

"Lihatlah sayang, bahkan takdir dengan mudahnya kembali mempertemukan kita!" gumam  Daniel merasa amat senang memutuskan untuk mandi, bersiap untuk menemui sang pujaan hati.

Lima belas menit kemudian, setelah waktunya jam pulang kantor. Daniel sudah berada di lobi Nolan Hotel, menunggu Zeline turun dari lantai Lima yang ia tau sebagai tempat dimana Zeline bekerja.

Tatapan kagum dari semua wanita yang terus memperhatikannya serta coba mencuri perhatiaannya sama sekali tak dihiraukan oleh Daniel, karena yang ia tau dan ia inginkan hanya Zeline. 

Sekalipun bidadari berada didepannya, Daniel sama sekali tidak akan tergoda sebab, hati, mata, dan pikirannya seakan hanya dapat mengenali Zeline, tidak dengan yang lainnya. Jangankan hatinya, sebagai seorang pria normal saja, ia tidak akan tergoda, senjatanya tidak akan bereaksi sekalipun wanita cantik telaanjang di depannya karena kesetiaan dan besarnya cinta yang Daniel miliki untuk Zeline tak akan bisa digantikan oleh orang lain.

Dari kejauhan seorang wanita berpenampilan seksi dan terlihat elegant juga memperhatikan Daniel sedari tadi. Ia tersenyum menyeringai sembari memperbaiki penampilannya, setelah itu dengan sangat percaya diri, ia menghampiri Daniel yang berada di sana, yang menjadi pusat perhatianya sejak beberapa menit yang lalu.

"Hai, bukankah Anda, Tuan Daniel Sanders?" ucap wanita itu, dan dengan santainya duduk di depan Daniel yang menatap jengah padanya.

"Anda mengenal saya?" tanya Daniel datar.

"Ya, mungkin Anda tidak mengenal saya, tapi saya dan banyak orang tidak mungkin tidak mengenal Daniel Sanders." Daniel mengerutkan dahinya menatap wanita yang tengah berbicara padanya itu.

"Oh," jawab Daniel acuh.

"Kenalkan saya Lucy, saya bekerja di Nolan Hotel. Apa ada yang bisa saya bantu?" ucap wanita itu lagi mengulurkan tanganya pada Daniel yang tiba-tiba bangkit berdiri dan berlari mengejar sosok wanita yang baru saja keluar dari lift dan melewatinya.

"Zeline...!" teriak Daniel berhasil mengalihkan perhatian semua orang, begitupun juga dengan Zeline yang menghentikan langkahnya.

Tubuh Zeline bergetar mendengar suara pria yang amat dia cintai.

Suara yang begitu dia sukai, dan dia rindukan, tetapi berusaha untuk dia lupakan.

"Ze, kamu mengenalnya?" tanya Shanum yang berada di samping Zeline, lebih dulu memutar tubuhnya menatap asal suara yang memangil teman barunya itu.

"Ze, tampan sekali!" bisik Shanum pelan pada Zeline, menatap kagum pada sosok yang berdiri tak jauh dari mereka.

Tanpa menjawab ucapan Shanum, dengan perlahan Zeline memutar tubuhnya yang bergetar, tepat bersamaan dengan Daniel yang sudah berada di depannya.

"Sayang, aku sangat merindukanmu!" ucap Daniel tanpa menghiraukan sekitarnya dengan cepat memeluk Zeline, memeluk dengan sangat erat wanita yang amat di cintainya itu di hadapan semua orang yang menjadikan meraka sebagai bahan tontonan.

"Sial, wanita itu lagi?" geram Lucy, wanita yang tadi menyapa Daniel. Dia yang tak ingin menyaksikan adegan tersebut memutuskan untuk berlalu pergi meninggalkan pemandangan yang hanya akan membuatnya kesal.

Berada dalam pelukan pria yang amat dicintainya, membuat Zeline jelas merasa begitu tenang, dia merasa begitu hangat berada dalam dekapan Daniel. Berada dalam dekapan pria yang sangat dia rindukan itu membuat mata Zeline erkaca-kaca, tetapi secepatnya dia mengendalikan dirinya untuk tidak terlihat lemah. Keputusannya sudah tepat untuk lepas dari Daniel. 

Tangan Zeline yang tadinya ingin membalas pelukan Daniel sekarang justru mencoba melepaskan pelukan pria tersebut. 

"Niel, kau lupa? Kita sekarang berada di tempat umum!" ujar Zeline berusaha melepaskan diri dari pelukan Daniel, dan mengingatkan Daniel akan posisi mereka. Mengingat ini menjadi momen pertama kalinya  mereka terlihat bersama di tempat umum, hal yang dulu sangat Zeline harapkan terjadi.

"Maafkan aku," ucap Daniel masih terus memeluk Zeline, tanpa menghiraukan ucapan Daniel.

Andai ini terjadi sejak dulu. Andai kau berani memelukku di depan umum seperti ini sejak dulu. Andai saja, Niel. Batin Zeline berusaha menahan tangisnya.

1
Anisa Sutiani
kenapa lama sekali up nya ,
semangat thorr aku tunggu up nya yaa
Arfah
loh ko udah lama banget KK gak update
Rif
jgn lama2 lah thor upnya.
Wicih Rasmita
semangat upnya thor😊💪🏾💪🏾👍🏽
Rif
gemes aku tu thor, udh updatenya lama trus bgtu apdate cm dikit
Baya Azka
lanjut thor❤❤❤❤🌷🌷🌷🌷
Wicih Rasmita
next semangat thor💪🏾💪🏾👍🏽
Baya Azka
lanjut thor❤❤❤❤🌷🌷🌷🌷
Echatiganecha
penasaran ..lanjut thor
lena
lanjut thor
ELVIRA thoenger01
zeline tunjukkan undangan Daniel Rihanna donk
ELVIRA thoenger01
Daniel yg selingkuh, hianati zeline. bukan zeline yg selingkuh
ELVIRA thoenger01
zeline jangan bikin Daniel fitnah zeline selingkuh donk.
ELVIRA thoenger01
cepat lanjut. double up donk
Kiki Safitri
up
Wicih Rasmita
kasian kamu Daniel tetep semangat💪🏾💪🏾😊
ELVIRA thoenger01
zeline tunjukkan undangan nikah Daniel Rihanna ke daniel donk. spy Daniel tau kebusukan, kelicikan, muka dua Rihanna dan ortu nya
ELVIRA thoenger01
semoga Daniel lihat undangan nikah Daniel Rihanna di tempat zeline
ELVIRA thoenger01
zeline jujur, tunjukkan undangan Daniel Rihanna donk.
ELVIRA thoenger01
semoga Tian baik, tulus dgn zeline. tidak jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!