NovelToon NovelToon
Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan

Sepasang Mantan 2 One Night With Mantan

Status: tamat
Genre:Tamat / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Crazy Rich/Konglomerat / Penyesalan Suami
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: moon

Siapa sangka Riana kembali bertemu dengan Brian, mantan suaminya, pria yang benyak menoreh kan luka pada pernikahan mereka terdahulu.

Rupanya semalam itu membuahkan hasil, dan kini demi status sang anak, mereka terpaksa kembali menikah, tentunya dengan banyak perjanjian dan kesepakatan.

Tanpa sepengetahuan Riana, Brian punya niat terselubung, setelah anak yang dia inginkan lahir.

Bagaimana reaksi kedua orang tua Riana, manakala mengetahui pernikahan Riana yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Bagaimana kelanjutan pernikahan mereka setelah Riana mengetahui niat jahat Brian menikahinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

BAB 10

“Silahkan tuan … dan Nyonya … maaf saya tidak tahu apa yang anda sukai nyonya, jadi saya membeli semuanya, tapi makan siang kali ini saya yakin anda pasti suka,” 

Riana menekan tombol password ruangan pribadinya, kemudian tanpa mengatakan apa apa ia berjalan masuk terlebih dahulu.

Fabian dan Brian menyusul di belakang Riana, setelah meletakkan box berisi makanan dan minuman diatas meja, Fabian pun pamit, meninggalkan sepasang mantan suami istri itu.

Ini pertama kalinya Brian mendatangi ruangan pribadi Riana di rumah sakit, Brian mengedarkan pandangannya, ruangan ini cukup nyaman, tidak terlalu besar, hanya berisi meja kerja, serta meja dan 2 buah sofa untuk tamu, rak buku di dekat jendela lengkap dengan tanaman hias mungil dan teko listrik diatasnya.

Riana mengikat rambut panjangnya, kemudian mencuci wajah dan tangan sebelum mulai menikmati makan siangnya, ia yakin sekali dari aroma makanan yang berbau rempah rempah indonesia, pasti kali ini Fabian membeli nasi padang favoritnya.

Brian masih mengamati rak buku di dekat jendela, ketika Riana memulai suapan pertamanya, alih alih memanggil mantan suaminya,  Riana justru mulai membuka laman media sosialnya diantara sela sela aktivitas makan siangnya.

Brian kembali menoleh menatap Riana yang sudah mulai makan, kemudian tanpa dikomando, pria itu menghampiri wastafel dan mulai mencuci tangannya, sebelum duduk Brian menanggalkan jasnya, seketika terpampang, pemandangan dada bidang terbungkus kemeja formal, yang dasinya sudah acak acakan tak karuan bentuknya, namun siapa pun tahu, di situlah letak pesona Brian Gustav Agusto, sebrengsek brengseknya sikap Brian pada Riana, Brian adalah tipe pria yang cukup setia, walaupun ia pernah rela mengkhianati Riana istrinya, demi menjaga cintanya pada sang kekasih, namun setelah Alicia meninggal, pria itu rela melajang, walau sudah lewat satu tahun sejak kepergian Alicia, tapi Brian hanya bermain dengan sekretarisnya, itu pun hanya sebatas partner di atas ranjang, tidak lebih, karena semenjak kepergian Alicia pria itu tak menginginkan hubungan serius, jadi hanya sebatas pemenuhan sebuah kebutuhan.

Brian sengaja memposisikan dirinya di dekat Riana, walaupun ada sofa kosong di hadapan mereka, tapi Brian tak peduli, bahkan ia tetap memulai makan walau Riana menatapnya dengan pandangan aneh.

Setelah suapan ke lima, Brian baru balas menatap Riana, “kenapa? apa aku tampan, sampai sampai kamu tak bisa memalingkan wajah?” tanya Brian dengan rasa percaya diri yang terlampau tinggi.

uhuk

uhuk

uhuk

Riana tersedak mendengar perkataan Brian, hingga wajahnya menampakkan rona merah yang membuat kecantikannya nampak sangat kentara, bahkan untuk pertama kalinya, Brian dibuat berdesir hebat menatap ekspresi Riana, kala wanita itu tersedak.

Riana masih batuk batuk ringan, hingga Brian mengulurkan segelas lemon tea pada Riana.

Setelah meneguk lemon tea pemberian brian, batuk Riana sedikit reda usai minum, Brian bahkan mengambil selembar tissue untuk mengeringkan sudut bibirnya yang basah karena ludah.

“Percaya dirimu terlalu tinggi,” gumam Riana, namun masih terdengar jelas di telinga Brian.

Brian hanya tersenyum kecil mendengar gerutuan mantan istrinya tersebut, “bukan aku terlalu percaya diri, tapi faktanya memang demikian,”

“Yaaa!!! … aku hanya heran, sejak kapan kamu suka berdekatan denganku, pindah lah ke sana.” perintah Riana yang menunjuk sofa di hadapannya.

Brian menatap Riana, sebenarnya ia pun tak ingin berdekatan dengan Riana, tapi entah kenapa, kemarin ketika ia berdekatan dengan riana, ia merasakan pusing dan mualnya hilang, bahkan ia bisa makan malam dengan nyaman, namun pagi tadi ketika ia bangun tidur, pusing dan mualnya kembali datang, karena itulah, ia mencari cari alasan agar bisa berjumpa Riana demi menyembuhkan penyakit yang datang karena saat ini mantan istrinya tengah mengandung anak mereka.

“Tidak mau,” alih alih menjelaskan, Brian memilih diam dan menolak permintaan Riana.

Riana bangkit, “kalau begitu aku saja yang pindah tempat,” 

Namun sebelum Riana berpindah tempat, Brian menarik lengan Riana, hingga Riana kembali duduk di posisinya semula, pria itu menatap kedua manik mata biru Riana, “aku bilang, aku ingin makan bersama anakku, itu termasuk berada di dekatnya,”

Riana terdiam, ia lupa siapa Brian, pria pemaksa yang suka seenaknya sendiri, “aku hanya bergeser ke sana, bukan berpindah gedung.” bantah Riana, 

“Terserah, tetaplah di sini karena aku juga ingin mengusap anakku.” Brian kembali menyuapkan makanan ke mulutnya, namun kini tangan kirinya sudah berpindah ke perut Riana yang masih datar.

Riana tertegun, ia sungguh merasa tak nyaman manakala Brian menempelkan tangan kirinya, namun ia juga tak bisa melawan sikap Brian, sekeras apapun ia coba melawan, Brian tidak akan pernah mengalah padanya.

Karena Riana masih juga diam mematung, Brian berinisiatif menyuapinya dengan nasi miliknya, “aaa …” Brian berucap menirukan para ibu yang tengah menyuapi anak anak mereka.

“Aku bisa makan sendiri,” tolak Riana yang kemudian memalingkan wajahnya.

“Aku ingin menyuapi anakku,” lagi lagi Brian menjawab seenaknya.

Aaarrgghhhh … rasanya Riana ingin berteriak keras menghadapi tingkah Brian, tadi ia beralasan ingin mengusap anaknya, dan sekarang ia berucap ingin menyuapi anaknya, jadi semua sikap manis yang Brian tunjukan saat ini hanyalah demi anaknya, sementara Riana hanyalah wanita perantara yang tengah meminjamkan Rahimnya sebagai tempat tumbuh kembang calon anak mantan suaminya, begitulah kira kira gambaran seorang Brian dimata Riana saat ini.

Akhirnya Riana membuka mulut, dan membiarkan Brian menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.

Mereka kembali melanjutkan makan, tanpa ada Drama, hingga acara makan mereka selesai 10 menit kemudian, seperti layaknya wanita hamil pada umumnya, usai makan, Riana kembali memakan kudapan dan minuman manis yang Fabian beli, Riana benar benar makan banyak siang itu, ia tak seperti wanita pada umumnya yang takut berat badannya bertambah karena banyak mengkonsumsi kudapan dan minuman manis, padahal sebelum hamil Riana bukanlah tipe wanita yang doyan makan, Riana hanya makan secukupnya, tak pernah berlebihan.

Tanpa Riana sadari, Brian tersenyum bahagia, melihat Riana melahap banyak makanan sang itu, setidaknya ia tak perlu mengkhawatirkan anaknya akan kekurangan gizi. 

Setelah merasa cukup kenyang Riana akhirnya berhenti, ia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, wajahnya terlihat segar berseri, seperti tumbuhan usai disiram air.

Riana memejamkan mata seraya mengatur nafasnya perlahan, “sejak kapan kamu suka makan nasi padang, seingatku kamu tak pernah mau mencoba nasi padang, jangankan nasi padang, nasi pun kamu tak mau.” tanya Riana yang masih mengingat kebiasaan kecil mantan suaminya.

Brian cukup terkejut, Riana masih mengingat kebiasaan yang tak suka makan nasi, “entah … tiba tiba saja aku ingin makan nasi padang siang ini.” 

Sama seperti Riana, kini Brian pun ikut memejamkan matanya, rasanya begitu nyaman dan damai, ini rasa yang dahulu tak pernah ia rasakan, karena jangankan berdekatan, melirik Riana pun ia enggan, yang terlihat sempurna di matanya hanyalah Alicia.

.

.

.

.

.

.

Hahaha … siapa yang menantikan bucinnya Brian ke Riana?

1
Ririn Nursisminingsih
terus terang tho a baca ulang lagi karyamu ini... baguss banget
tjahyadi tan
lanjut Thor semangat,👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Ririn Nursisminingsih
brian bodoh yg bucin sama alicia ternyata dibohongi..
Acih Sukarsih
malam jam 10 bada tadarusan
suryani duriah
Luar biasa
Maria Mebanua
keren abis
erika wikantyasning
Luar biasa
Maria Mebanua
hareudang.....hareudang.....panas..panas
Maria Mebanua
samar² thor kalo sayup² mah suara
moon: oh iya... bener/Smirk/

gazz repisi, tengs kak
total 1 replies
Maria Mebanua
Papa cinta pertama anak perempuannya
Maria Mebanua
thor mau tanya Riana adiknya Stella atau bijimana?
Maria Mebanua: tks banyak thor infonya
Maria Mebanua: tks banyak thor infonya
total 3 replies
Maria Mebanua
bergeming thor bukan tak bergeming
Yeni Fitriani
ceritanya panjng tp alurnya terlalu lambat....capek bacanya diulang2waealurnya
Yeni Fitriani
laki sprti brian laji2 yg sgt menjijikan....udhlah bagusnya riana keguguran sj dan gk jd nikah sm brian biar brian meradang.
Yeni Fitriani
perempuan jd dokter bedah itu sgt luar biasa dan akan sgt aneh klo dia ketakutan menghadapi seorang mantan suami.....dokter bedah itu indentik dgn kejam dlm artian pemberani
Yeni Fitriani
gak bisa bayangin klo Brian akan terus menolak takdirnya.....
Ekky Nova
Luar biasa
Vina Maudy
knp sih teks nya harus di ulang puanjang bnget,???
Allexa Pradila
keren banget
Aldebarand 98
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!