Takut diceraikan suaminya karena dikira mandul, membuat Kesia nekat memakai jasa Gigolo untuk membuatnya hamil.
Bukanya membawa kebahagiaan kehamilan Kesia justru menggali kuburannya sendiri.
Keluarga Purwadinata yang sudah mengetahui jika putranya mandul akhirnya tahu jika Kesia hamil dengan lelaki lain.
Mengetahui keluarga suami akan membunuhnya membuat Kesia melarikan diri dari kediaman konglomerat itu untuk menyelamatkan bayi dan juga nyawanya.
Akankah Kesia berhasil menyelamatkan dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Kesia begitu khawatir
Russell tersenyum saat melihat Kesia di depannya.
"I miss you," ucap pria itu
Tiba-tiba saja tubuhnya roboh dan jatuh pingsan kedalam pelukan wanita itu.
"Russell bangun, Russell!!" samar-samar terdengar ia mendengar suara Kesia mencoba memanggilnya.
Namun ia kehilangan kesadarannya hingga tak bisa lagi mendengar suara wanita itu.
Melihat Russell tak bergerak membuat wanita itu langsung berteriak meminta tolong.
"Tolong!" seru Kesia
Tidak lama Kanaka keluar dan membatu ibunya memapah Russell masuk ke rumahnya.
"Ah merepotkan saja, aku yakin dia hanya pura-pura!" celetuk Kanaka
"Jangan suudzon, apa kamu tidak lihat lukanya," sahut Kesia
"Hanya lelaki yang paham dengan isi hati lelaki," jawab Kanaka
Kesia kemudian membaringkan Russell di sofa dan mengobati luka-lukanya.
Seketika pria itu terbangun saat merasakan perih kala Kesia membersihkan lukanya dengan alkohol.
"Awww, sakit!" pekik Russell
"Dasar cengeng, gitu aja kesakitan!" cibir Kanaka
Russell tersenyum saat melihat tingkah menggemaskan putranya.
"Setidaknya aku tidak menangis meskipun lukaku sangat parah," jawab Russell membuat Kanaka langsung memalingkan wajahnya.
"Sayang, tolong ambilkan air hangat buat Om?"
Kanaka segera bergegas menuju ke dapur dan tidak lama kembali lagi dengan membawakan segelas teh manis hangat dan memberikannya kepada Russell.
"Kau harus berterima kasih padaku karena aku sudah membuatkan mu teh manis bukan air hangat seperti perintah mamah. Karena aku tahu jika orang yang baru siuman butuh energi dan sebaiknya minum teh manis bukan air hangat," tutur Kanaka
"Apa aku salah?" tanya Kesia
"Tentu saja, makanya mamah sering update pengetahuan umum dong jangan kerja mulu," jawab Kanaka
"Baik pak Guru," sahut Kesia
"Terimakasih kesayangan ayah," jawab Russell
"Stop menyebut mengaku-ngaku ayahku, jika hanya untuk mendekati mamahku!" sindir Kanaka
"Memangnya aku gak boleh apa deket sama mamah kamu?"
"Pria seperti dirimu pasti memiliki banyak penggemar. Jadi aku takut mamah akan terluka karena banyak saingan sedangkan ia hanya memiliki wajah standar. Jadi aku sarankan kepada mamah untuk mencari pasangan yang selevel dengannya, kecuali om benar-benar mencintai mamah sepenuh hati," jawab Russell membuat kedua orang dewasa itu terperanjat Mendengarnya.
"Aku tidak menyangka akan memiliki anak Genius seperti dirimu, aku penasaran apa yang kau makan saat mengandung dia Kei?" tanya Russell
"Makan hati," jawab Kesia
"Mamah aku ngantuk," ucap Kanaka menghampirinya
Wanita itu kemudian mengantar Kanaka ke kamarnya.
Ia kemudian membacakan dongeng untuknya.
Russell yang mengintip keduanya begitu tertegun melihat Kesia merawat buah hatinya.
Selama ini hidupmu pasti begitu berat karena harus mengasuh anakmu seorang diri.
Pria itu segera kembali ke duduk di sofa saat melihat Kesia keluar dari kamar Kanaka.
"Bolehkah malam ini aku menginap di sini, aku takut para pembunuh bayaran itu akan datang lagi. Apalagi setelah mereka tahu rumahmu di sini,"
"Kali ini aku mengijinkan kamu menginap karena luka mu," jawab Kesia
Pria itu kemudian mengikuti Kesia menuju ke kamarnya.
"Ngapain kamu ke sini!" seru Kesia
"Mau tidur kan," jawab Russell
"Meskipun aku mengijinkan kamu menginap di sini tapi bukan berarti aku mengijinkan kamu tidur bersama ku di kamar ini,"
"Memangnya kenapa, bukankah kita pernah melakukannya?" jawab Russel
"Jangan mengungkit lagi kesalahan ku yang dulu, anggap saja itu sebuah kecelakaan yang membuat hidupku jadi hancur," jawab Kesia
"Kalau begitu mari perbaiki kesalahan itu dengan memberiku kesempatan untuk menjadi ayah Kanaka," ucap Russel
"Maaf aku tidak bisa,"
"Kenapa, apa karena aku seorang gig*lo maka kau tidak mau menerimaku?" tanya Russel
"Bukan begitu, hanya saja aku belum siap. Lagipula aku harus membalaskan dendam ku kepada Sarman dan mengambil kembali apa yang menjadi milikku," jawab Kesia
"Apa kau akan menerima cintaku setelah berhasil membalaskan dendammu pada mantan suami mu,"
"Entahlah, semuanya terserah Kanaka, karena sekarang aku sudah bersamanya maka apapun yang aku pilih harus melalui persetujuannya. Aku tidak mau memaksakan egoku yang membuat putraku kecewa nantinya, jadi apapun keputusan Naka, aku pasti akan menerimanya," jawab Kesia
"Apa kau juga akan tetap menikahi pria yang tidak kau cintai jika anakmu menyuruhnya menikah denganmu?"
"Kenapa tidak, karena bagiku yang terpenting sekarang adalah bagaimana aku bisa membahagiakan putraku, bukan mencari kebahagiaan ku sendiri,"
"Jangan pernah lakukan itu, kau sudah pernah merasakan pahitnya menikahi pria yang tidak mencintai mu, jadi jangan lakukan kesalahan yang sama. Menikahlah dengan pria yang kau cintai agar hidupmu bahagia, aku yakin Naka pasti akan setuju, apalagi saat tahu ibunya bahagia dengan pria itu," jawab Russel
"Terimakasih atas perhatiannya," jawab Kesia kemudian segera masuk kedalam kamarnya dan menutup rapat pintunya
Russel kemudian merebahkan tubuhnya keatas sofa. Karena kelelahan ia langsung terlelap. Tiba-tiba ia merasakan seluruh tubuhnya menggigil hingga membuatnya terus mengigau.
Mendengar suara rintihan Russel membuat Kesia segera keluar dari kamarnya dan memeriksa pria itu.
"Dingin sekali, dia pasti demam," Kesia kemudian mengajak Russel untuk pindah kamarnya.
Melihat pria itu tetap menggigil kedinginan meskipun ia sudah menyelimutinya, membuat Kesia tak tega hingga memutuskan untuk tidur di sampingnya sambil memeluknya.
Sementara itu para pembunuh bayaran itu segera menemui Hery saat gagal mengeksekusi Kesia.
Hery lagi-lagi murka saat tahu wanita itu kembali selamat.
"Tentu saja sulit menghabisi wanita itu jika dia dilindungi oleh Black Scorpion," jawab salah seorang dari mereka
"Black Scorpion, siapa itu?" tanya Hery penasaran
"Dia adalah salah seorang gengster terkuat dan terkejam yang sudah lama menghilang dari dunia hitam," jawab lelaki itu membuat Hery mengerti kenapa ia selalu gagal membunuh Kesia.
"Percuma saja jika kau meminta jasa pembunuh bayaran atau gengster untuk membunuh wanita itu, karena semuanya pasti gagal selama Black Scorpion selalu melindunginya. Lagipula jika para gengster atau pembunuh bayaran tahu pria yang akan dihadapinya adalah Black Scorpion maka mereka tidak akan menerima tawaran itu meskipun kau memberikan bayaran sangat mahal kepada mereka. Karena mereka tahu tidak ada seorangpun yang berhasil mengalahkan black Scorpion,"
"Saran saya, sebaiknya anda meminta bantuan badan intelejen negera untuk menyingkirkan Black Scorpion, lagipula ia adalah seorang buronan kasus pembunuhan berantai mafia narkoba," imbuh pria lainnya
Mendengar penjelasan anak buahnya membuat Hery memutuskan untuk menghubungi salah seorang sahabatnya yang juga seorang intelejen.
Ia kemudian menghubungi seorang intelejen untuk menangkap Black Scorpion yang juga merupakan seorang Buron.
"Kali ini aku pasti berhasil menyingkirkan mu Jal*ng!"
#Kediaman Kesia
Keesokan harinya Russel terkejut saat mendapati dirinya tidur bersama Kesia, melihat wajah cantik Kesia saat tidur membuat pria itu tak berkedip menatapnya.
Kau benar-benar cantik kei, bahkan saat tidurpun kau masih tetap cantik.
Ia kemudian mengecup kening wanita itu, "Terimakasih sudah merawat putraku sepenuh hatimu,"
Russel segera bangun dan meninggalkan kediaman Kesia sebelum wanita itu bangun.
Pria itu begitu terkejut saat melihat wajahnya terpajang di berbagai media.
Berita tentang Russel yang tiba-tiba dicari BIN terkait kasus pembunuhan Berantai Mafia Narkoba membuat pria itu langsung dijadikan sebagai buronan. Hingga foto-fotonya terpajang di berbagai media cetak dan elektronik.
Ia bahkan menjadi headline news di semua berita yang disiarkan oleh semua televisi nasional.
"Sial, rupanya para penjahat itu sengaja menggunakan kelemahan ku untuk menjauhkan aku dari Kesia,"