NovelToon NovelToon
Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Segel Kekuatanku Hanya Bisa Di Buka Dengan 1000 Ulasan Bintang Lima

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / CEO
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Deni adalah seorang pemuda jenius yang berada satu langkah lagi menuju puncak ilmu bela diri, namun secara sepihak diusir oleh gurunya untuk turun gunung dengan sebuah misi yang sangat absurd yaitu menjadi kurir Shopee Food. Untuk membuka segel kekuatannya dan resmi menjadi Raja Bela Diri sejati, Deni diwajibkan oleh sebuah sistem misterius untuk mengumpulkan seribu ulasan bintang lima dari para pelanggannya di kerasnya ibukota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Sring.

Suara gesekan logam tajam itu terdengar mengerikan menggema di dalam ruangan restoran yang luas tersebut.

"Kurir miskin berani menceramahiku, apa kau mau lidahmu aku potong buat tambahan menu makanan hari ini," ancam pemimpin preman itu sambil berjalan mendekat.

Deni sama sekali tidak mundur sejengkal pun dan hanya membalas tatapan tajam preman itu dengan senyuman meremehkan.

"Jadi kalian ini anjing peliharaan si paman botak Rian yang kabur terbirit-birit semalam itu ya," ejek Deni sengaja memancing emosi mereka.

Mendengar nama bos mereka dihina, belasan preman itu langsung berdiri serentak dan mengepung tubuh Deni dari segala arah.

"Berani sekali kau menghina bos Rian, ternyata kau adalah kurir anjing yang diceritakan bos semalam," teriak preman plontos dengan wajah merah padam.

"Habisi kurir sialan ini sekarang juga, cincang dagingnya sampai halus," perintah pemimpin preman yang luka di pipinya.

Belasan preman itu langsung mengayunkan parang panjang mereka ke arah tubuh Deni secara bersamaan.

Wush wush wush.

Deni hanya menunduk dengan sangat santai untuk menghindari tiga tebasan parang yang mengarah ke kepalanya.

Lalu dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata biasa, kaki kanan Deni melesat menendang perut tiga preman di depannya.

Brak brak brak.

Tiga preman berbadan besar itu langsung terpental ke belakang dan menghantam meja kayu hingga hancur berkeping-keping.

"Aduh perutku rasanya seperti ditabrak kereta api," jerit salah satu preman sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya.

Preman lainnya sempat terkejut melihat kekuatan tendangan Deni namun mereka terlalu bodoh untuk mundur menyelamatkan diri.

Deni menangkap pergelangan tangan preman yang memegang parang dan memelintirnya dengan sangat kuat ke arah belakang.

Krak.

"Argh tanganku patah," teriak preman itu menjatuhkan parangnya ke lantai keramik restoran.

Deni menggunakan parang yang jatuh itu sebagai pijakan untuk melompat tinggi ke udara.

Bug bug bug.

​Tiga tendangan beruntun mendarat telak di wajah tiga preman berbeda dalam waktu kurang dari dua detik saja.

​Mereka semua langsung jatuh pingsan dengan hidung patah dan gigi yang berhamburan keluar dari mulut.

​Dalam waktu kurang dari lima menit, lima belas preman bersenjata tajam itu sudah terkapar mengerang kesakitan di lantai restoran.

​Pemimpin preman yang memiliki luka di pipinya itu kini berdiri dengan kaki bergetar hebat di sudut ruangan.

​Dia menatap Deni seolah sedang melihat iblis pencabut nyawa yang menyamar menjadi seorang kurir makanan.

​Deni berjalan pelan menghampiri pemimpin preman itu sambil memungut sebuah tulang ayam dari lantai.

​"Sekarang katakan padaku paman preman, siapa yang harusnya memakan tulang sisa ini," tanya Deni dengan suara yang sangat dingin dan menakutkan.

​Pemimpin preman itu langsung membuang parangnya dan berlutut memohon ampun sambil menangis ketakutan.

​"Tolong ampuni aku Tuan kurir, aku berjanji tidak akan pernah menginjakkan kaki di restoran ini lagi seumur hidupku," mohon preman itu sambil bersujud di lantai.

​Deni mendecih kesal melihat sikap pengecut dari preman yang tadi sangat sombong itu.

​"Minta ampun itu sama Tuhan paman, urusanmu denganku adalah mengganti semua kerugian meja yang rusak ini," ucap Deni sambil menendang pelan kepala preman itu.

​"Sekarang bangun dan suruh anak buahmu yang masih sadar untuk membersihkan semua kekacauan ini sampai lantai restoran ini mengkilap lagi."

​Pemimpin preman itu mengangguk dengan sangat cepat dan langsung meneriaki anak buahnya yang masih bisa bergerak.

​"Cepat bangun kalian semua preman bodoh, ambil sapu dan pel lantai ini sampai bersih sebelum kurir gila ini membunuh kita semua," teriaknya panik.

​Beberapa preman yang tangannya patah terpaksa mengepel lantai menggunakan satu tangan dengan wajah menahan tangis.

​Deni duduk santai di salah satu kursi yang masih utuh sambil menikmati sepotong paha ayam goreng yang belum tersentuh di atas meja.

​Kres kres.

​Suara gigitan ayam goreng yang renyah itu terdengar sangat nikmat di telinga Deni sambil menonton preman yang sedang bersih-bersih.

​Tiga puluh menit kemudian lantai restoran itu sudah kembali bersih mengkilap dan meja kursi yang patah sudah dikumpulkan di halaman belakang.

​"Tuan kurir yang terhormat, kami sudah selesai membersihkan semuanya, apakah kami boleh pergi sekarang," izin pemimpin preman itu dengan wajah sangat memelas.

​"Pergilah kembali pada bos botakmu itu dan sampaikan pesan dariku untuknya," jawab Deni sambil mengelap mulutnya dengan tisu.

​"Bilang pada Rian kalau dia berani mengganggu tempat makanku lagi, aku sendiri yang akan mencabut paksa semua gigi di mulutnya."

​Belasan preman itu langsung lari terbirit-birit keluar dari restoran dan memacu motor mereka menjauh dari tempat mengerikan itu secepat mungkin.

​Deni mengambil ponselnya dan menelepon Clara di kantor untuk melaporkan hasil kerjanya pagi ini.

​"Halo Nona bos cantik, restoran Nona Rina sudah aman terkendali dan lantainya juga sudah bersih dipel oleh para preman," lapor Deni dengan nada bangga.

​Suara helaan nafas lega terdengar jelas dari ujung telepon sana.

​"Baguslah kalau begitu Deni, tolong tunggu di sana sebentar karena aku dan Rina akan segera menyusul ke restoran sekarang juga," jawab Clara di telepon.

​Tidak lama kemudian mobil sedan mewah Clara tiba di depan restoran dan Rina langsung berlari masuk ke dalam dengan wajah khawatir.

​Namun yang dilihatnya hanyalah kondisi restoran yang sudah bersih dan Deni yang sedang bersendawa kekenyangan di sudut ruangan.

​Burp.

​"Maaf Nona Rina saya kelaparan jadi saya habiskan satu piring ayam goreng yang sisa di meja tadi," ucap Deni mengusap perutnya yang buncit.

​Rina langsung memeluk tubuh Deni dengan sangat erat tanpa mempedulikan keringat yang menempel di jaket kurir pemuda itu.

​"Terima kasih banyak Deni kamu sudah menyelamatkan mata pencaharianku lagi hari ini," bisik Rina sambil menangis haru di pelukan Deni.

​Clara yang berdiri di dekat pintu hanya tersenyum melihat adegan tersebut walau ada sedikit perasaan cemburu yang mengganjal di hatinya.

​Deni melepaskan pelukan Rina dengan pelan lalu menyodorkan ponsel bututnya tepat di depan wajah cantik wanita itu.

​"Sama-sama Nona Rina, tapi janji adalah janji lho, tolong ulasan bintang limanya segera ditulis ya," tagih Deni tanpa tahu malu.

​Rina tertawa lepas mendengar permintaan polos pemuda itu dan langsung mengambil ponselnya sendiri untuk membuka aplikasi.

​Dia mengetikkan pujian yang sangat panjang dan memberikan rating paling sempurna untuk sang kurir pelindung.

​Ting.

​Suara notifikasi sistem langsung berbunyi dengan sangat merdu di dalam kepala Deni membawa kabar yang menggembirakan.

​[Sistem Raja Kurir Merespon Pelanggan Rina memberikan ulasan bintang lima atas pembasmian hama preman di restorannya]

​[Progres Tuan bertambah menjadi sepuluh dari seribu ulasan bintang lima]

​Deni tersenyum sangat lebar melihat progres sistemnya yang kini sudah mencapai angka sepuluh yang artinya dia semakin dekat dengan pembukaan segel tahap pertama.

​Siang itu restoran Rina kembali dibuka dan Deni mendapatkan fasilitas makan gratis sepuasnya persis seperti yang dijanjikan.

​Kehidupan Deni sebagai kurir pribadi sekaligus pelindung di kota besar ini terasa semakin menantang dan menyenangkan.

1
Asmara Kacau
alur cerita nya bagus dan MC nya kocak
Asmara Kacau
kelazz ceritanya bagus dan mc nya deni sangat kocak orang nya 🤣🤣🤣 gass terus thor lanjutkan👊🏻
kiyoe: heheh pantengin terus kelanjutan cerita nya kak jangan lupa subscribe biar langsung muncul notif nya hehe 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!