Saat seseorang melihat impian dengan mata terbuka, aku justru sebaliknya.
Saat seseorang bahagia bisa menikah dengan orang yang dicintai, aku justru sebaliknya.
Saat seseorang bisa bahagia karena cinta, aku justru sebaliknya.
Saat seseorang menjadikan pasangan mereka sebagai rumah untuk kembali.
Aku justru ingin pergi dan mengakhiri semuanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WK Rowling, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Lagi (part 2)
"Siapa sih yang bikin keributan di depan? Bikin macet saja." Tanya Rendra pada dirinya sendiri, dia adalah salah satu pengendara yang ada di lokasi tersebut.
Rendra melangkah keluar dari dalam mobilnya untuk melihat keributan yang ada di depan yang mengakibatkan kemacetan di jalanan. Saat baru beberapa langkah dia berjalan dia berhenti sejenak dan membelalakkan matanya karena terkejut, ternyata keributan tersebut melibatkan seseorang yang dikenalnya.
Tanpa pikir panjang lagi, Rendra berjalan cepat bahkan sedikit berlari untuk menghampiri orang yang dikenalnya itu. Saat jaraknya tinggal beberapa meter saja dari tempat keributan, Rendra yang saat itu ingin membantu wanita yang dikenalnya tiba-tiba saja menghentikan langkahnya karena dia juga melihat seorang laki-laki yang dikenalnya tengah membantu wanita itu.
"Ah aku terlambat sedikit..." Katanya pada dirinya sendiri dengan tersenyum pahit. Dan pada akhirnya Rendra hanya memperhatikan kejadian tersebut dari kejauhan, dia sesekali mengepalkan tangan dengan keras karena merasa tak berguna.
"Tapi bukankah dia adalah..." Tanya Rendra heran setelah melihat dengan jelas siapa pria yang tengah menolong wanita yang dikenalnya.
***
Satya, wanita itu serta anaknya sudah berada di dalam mobil Satya. Suasana menjadi sangat canggung karena mereka bertiga hanya diam tanpa ada yang bicara.
"Ehhem..." Satya berdehem pelan sambil membenarkan posisi duduknya.
"Rani... Sudah lama sekali dan kamu tidak berubah sedikitpun." Lanjut Satya yang kini memulai pembicaraan untuk mengusir sedikit rasa canggung yang tercipta diantara mereka, Satya berbicara kepada wanita itu yang ternyata bernama Rani.
"Sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan? Mengantar kami atau hanya ingin membuang waktu kami?" Ucap Rani dingin sambil menoleh ke arah Satya
Satya hanya tersenyum tipis sambil tangannya memainkan setir mobil di depannya sebelum berkata, "Putrimu sangat cantik. Dia sangat mirip dengan... Ah sudahlah lupakan."
"Hei nak siapa namamu? Bolehkah om mengetahuinya?" Lanjut Satya sambil menoleh ke arah kursi penumpang dimana anak Rani duduk di sana.
"Namaku Nadella Putri om baik, panggil saja Adel." Jawab anak itu dengan suara kecil khas anak-anak umur 11 tahun sambil tersenyum lembut ke arah Satya.
"Wah Adel ya? Nama yang cantik, oh ya namaku Satya, Adel bisa memanggilku om Satya" Jawab Satya yang juga tersenyum ke arahnya sambil mengulurkan tangan sebagai tanda perkenalan.
"Adel mau panggil om baik aja, soalnya om baik sudah menolong mama tadi." Jawab Adel polos sambil menggelengkan kepalanya berulang kali kemudian menerima uluran tangan Satya.
"Hahaha baiklah terserah Adel saja asal Adel suka om tidak keberatan." Ucap Satya sambil tertawa.
"Baiklah sudah cukup perkenalannya. Sekarang antar kami ke sekolah Adel, dia sudah terlambat sekarang." Rani yang sejak tadi diam akhirnya ikut berbicara.
"Tapi ma, hari ini Adel boleh izin gak sekolah dulu gak? Soalnya udah telat banget." Rengek Adel kepada Rani dengan manjanya.
"Gapapa sayang lebih baik terlambat daripada gak sekolah, nanti mama bantu bicara sama guru Adel ya. Kalo gak sekolah nanti dimarahin Papa lho." Jelas Rani dengan lembutnya kepada Adel.
"Iya deh ma..." Jawab Adel sedikit lesu sambil menyandarkan tubuhnya di kursi tempat duduknya.
"Baiklah mari kita jalan." Satya menimpali sambil menyalakan mesin mobilnya, dan ketiganya pun segera berangkat menuju sekolah Adel.
Bersambung...
Jangan lupa klik like dan favorit ya🐣🐣🐣
sbnrnya apa yg terjadi?
buat penasaran ajah