SYAH OFFICIAL
Karena perjodohan, seorang gadis mengelabui pemuda untuk menjadi suaminya untuk sementara.
Dipaksa menikah dengan gadis cantik? Tentu saja pemuda itu tidak menolaknya.
Hanya saja, dengan identitasnya saat ini dia diremehkan oleh Istrinya karena dia menjadi seorang menantu yang ikut ke pihak istri.
Mereka belum mengetahui identitas asli dari pemuda yang mereka remehkan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OFFICIAL SYAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Setelah pin kunci dari kartu rekening Syah terbuka, Mimi segera melihat jumlah saldonya.
"Astaga!" teriak Mimi terkejut.
Hellen kembali menghampiri Mimi dan Syah ke meja Mimi, dia langsung tertawa terbahak-bahak, "Hahaha! Sudah kuduga, dia pasti menipu!" katanya yang langsung menuduh Syah kembali.
"Segera keluarkan dia!" bentak manager itu memerintah kepada para petugas keamanan.
Belum saja akan diseret pergi, Mimi langsung menghentikan mereka dan berkata, "Tunggu! Pak, bisa bantu aku menghitung jumlah angka nolnya? Aku pusing!" kata Mimi meminta manager untuk membantunya menghitung jumlah angka nol dari saldo rekening milik Syah.
"Astaga! Ini ada berapa? Ternyata benar, kau adalah pemegang kartu hitam!" tegasnya dengan berteriak juga terkejut, tidak lupa dia juga merasa sangat malu dan takut.
"Karena perlakuan kalian, aku sepertinya akan berpindah menjadi nasabah di bank lai—" perkataan Syah langsung dipotong seketika oleh manager itu.
"Kumohon jangan, Tuan! Aku minta maaf! Apa yang harus kulakukan agar membuatmu tidak berpindah untuk menjadi nasabah ke bank lainnya?" tanya Manager itu yang saat ini sedang memeluk kaki Syah dan memohon agar Syah tidak berpindah menjadi nasabah di bank lainnya.
Jika Syah berpindah menjadi nasabah di bank lainnya, atas manager itu pasti akan menanyakan alasannya dan kemungkinan besar karena kesalahan manager itu, dia akan dipecat seketika.
Karena gaji menjadi manager di bank sangat tinggi, tentu dia tidak mau kehilangan pekerjaannya. Saat melihat pacar si manager, Hellen seorang resepsionis lainnya.
Manager menjadi tidak senang dan dia pun berkata, "Mulai hari ini, kita putus! Dan Kau dipecat dari pekerjaanmu, Hellen!" teriaknya memecat pacarnya itu.
"Sayang ini kenapa? Kenapa Ka—"
"Tidak perlu ada kata sayang-sayangan kedepannya, karena mulai hari ini kita putus! Apa Kau tidak mengerti? Dan Kau segera pergi, hanya membuat kerusuhan saja!" Manager menegaskan kembali pendirian atas putusnya hubungan mereka dengan dilanjut kepada wanita yang tadi memprovokasinya.
"Hei? Oke kalo begitu, mulai hari ini aku akan pindah menjadi nasabah di bank lainnya!" teriaknya wanita itu.
"Heh! Pasti Kau akan memohon untuk tidak membiarkanku berganti menjadi nasabah di bank lain kan? Sudah terbaca olehku!" batin wanita itu dengan senyum kemenangan yang sedikit terbit di mulutnya.
"Silahkan saja!" jawab Manager itu yang membiarkan wanita tadi berpindah nasabah.
"Eh? Kok tidak sesuai dengan alur?" batinnya yang dilanjut berkata, "Apa Kau yakin? Aku akan berpindah nasabah loh!"
"Silahkan saja! Aku tidak peduli!" seru Manager itu yang tidak peduli dengan keputusan si wanita tadi.
"Hei! Kenapa Kau memohon untuk tidak berganti nasabah kepadanya! Kenapa berbeda denganku?" tanyanya kesal.
"Kau pikir Kau siapa? Dia adalah pemegang kartu hitam!" tegasnya dengan mengatakan alasan Syah sangat berharga.
"Hanya pemegang kartu hitam si*alan! Memangnya bisa menandingi saldo rekeningku!" ketus wanita itu kesal.
Seorang petugas keamanan yang gabut disana penasaran dengan saldo rekening dari kartu hitam, dia melihatnya dan, "Astaga! Saldo ini ada satu... dua.. Astaga ada sebelas digit saldonya!" teriaknya kencang sehingga pengunjung pun melihatnya.
"Sebelas digit? Siapa dia sebenarnya! Masih muda sudah memiliki saldo sebesar sebelas digit!" tanya para nasabah lainnya bingung.
"Sebelas digit loh! Sepuluh miliar! Gila!" lanjut teriak petugas keamanan.
Wanita yang tadi mengamuk itu menjadi takut dan bersalah, "Hei, bolehkah kita berkenalan?" tanyanya yang langsung memegang ta gan Syah dan menempelkan tangannya ke dalam pelukannya.
Sensasi dua gunung kembar itu terasa dalam lengan Syah, hanya saja, "Enyahlah! Tidak perlu berkenalan! Aku hanya seseorang dengan pakaian yang murahan!" usir Syah yang melepaskan lengan wanita itu dalam pelukannya.
"Kau—" ketus wanita itu, dia langsung malu dan berlalu pergi meninggalkan bank itu dengan mengajak teman lainnya pergi.
"Tu—Tuan! Apakah—" tanya manager itu kepada Syah yang langsung dipotong oleh Syah, "Sudahlah! Karena aku melihat muka darinya, aku tidak akan berpindah menjadi nasabah di bank lainnya!" kata Syah yang menunjukkan jarinya kepada Mimi.
Karena Mimi bersikap baik, Syah pun meminta nomor rekening Mimi dan langsung mengirimkan Mimi yang sebesar sepuluh juta.
Setelah prosedur aktifasi kartu hitamnya selesai, Syah pergi keluar dari Bank dengan diiringi oleh satu petugas keamanan dan oleh manager itu.
"Baiklah, aku pergi dulu!" pamit Syah langsung berjalan menuju tempat parkiran.
"Dia mengendarai motor murahan seperti itu?" kata Manager itu dengan suara pelannya terkejut karena seorang yang memiliki uang sangat banyak hanya mengendarai motor murahan dan pakaiannya juga murahan.
"Sepertinya, Kita tidak bisa menilai seseorang dari penampilannya!" kata Manager itu yang diangguki oleh petugas keamanan yang bersamanya.
"Baiklah, mulai besok aku akan berpenampilan sederhana!" kata petugas keamanan itu bersemangat.
"Itu memang sudah keseharianmu!" ketus manager itu kepada petugas keamanan.
Mereka berdua pun tertawa terbahak-bahak karena tingkah konyol petugas keamanan.
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Syah berhenti di sebuah kedai kopi dan masuk ke dalam kedai kopi yang kecil itu.
"Pak! Pesen GoodDay Moccacinonya satu!" pinta Syah kepada penjaga kedai itu.
"Oi, Syah... Sudah seminggu aku tidak melihatmu, kemana saja Kamu?" tanya seorang pria yang sedang duduk disana.
"Agak sulit untuk diceritakan, sebenarnya aku baru saja menikah!" jawab Syah.
"Apa!? Si*alan, Kau tidak mengundangku! Apa karena aku begitu memalukan karena hanya seorang tukang ojek online?" tanyanya.
"Tentu tidak! Sebenarnya aku menikah dengan salah seorang generasi kedua kaya raya, keluarga Irmansyah!" ujar Syah berterus terang.
"Keluarga Irmansyah? Kau benar? Aku tahu! Siapa namanya, ahh iya! Zakia Irmansyah! Dia adalah wanita tercantik di kota ini! Apa Kau tahu bagaimana caranya agar aku bisa menikahinya?" kata pria itu yang mengatakan tentang kecantikan Zakia.
"Mudah saja! Kau hanya perlu menjatuhkan air ke pakaiannya, nanti dia akan memintamu pertanggung jawaban!" jawab Syah yang memang sedikit benar itu adalah kenyataannya.
"Jika ada cara semudah itu untuk mendapatkan wanita cantik, tidak mungkin aku terus menjomblo! Tapi ya, saat ini aku lebih mementingkan adikku!" ujar pria itu.
"Sebenarnya memang begitu ceritanya sebelum aku menikahi Zakia Irmansyah!" ujar Syah mengatakan faktanya.
"Kau beneran?" tanyanya terkejut.
"Benar! Oh iya, aku penasaran Kamu sering mengoperasikan ponselmu, seperti sedang mengetik?" tanya Syah yang terus saja mengubah topik.
"Hebat! Aku sedang menulis novel, apa Kau mau membacanya? Ayo tambahlah satu pembaca saja!" pinta pria itu.
"Baiklah, aku ingin tahu apa nama aplikasinya?" tanya Syah walaupun dia sudah tahu apa nama aplikasi menulis novel yang sedang digunakan oleh pria di depannya itu.
"Sudah ku download, apa nama novelmu, eh nama penanya saja!" ujar Syah.
Dan langsung dijawab oleh pria itu dengan memberitahu nama penanya dan novelnya yang lagi populer.
"Aku akan mulai membacanya!"