NovelToon NovelToon
You Are My Sunshine

You Are My Sunshine

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang
Popularitas:123.3k
Nilai: 5
Nama Author: 1PM

Menjadi seorang anak yatim piatu yang ditinggalkan kedua orang tuanya karena kecelakaan, kini Ayuna Kinanti Pradipta diasuh dan dibesarkan oleh om nya, Davian Robert adik dari Ibu Ayuna.

Biasa tinggal bersama Davian, membuat perasaan Ayuna perlahan berubah, jantung Ayuna bahkan berdebar kencang saat berada di dekat Davian.

Tak bisa lagi menahan perasaannya, Ayuna pun akhirnya mengungkapkannya kepada Davian.

Lantas bagaimana tanggapan Davian saat keponakannya sendiri mengungkapkan cinta padanya?

Akankah Davian menolak perasaan Ayuna atau justru menerimanya?

Ikuti ceritanya yuk di novel berjudul You Are My Sunshine, hanya di Noveltoon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 1PM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Davian menghela nafas dan segera melanjutkan langkahnya, tidak peduli lagi dengan wanita yang saat ini tengah menatapnya.

"Davian tunggu!"

Gerakan Davian yang hendak membuka pintu, terpaksa mengurungkannya saat mendengar suara wanita itu.

"Ada apa lagi Jessica?"

"Dav…"

"Cepat katakan aku tidak punya banyak waktu untuk meladenimu!"

"Baiklah, aku hanya mau meminta nomormu."

Davian mengulurkan tangan, dan Jessica yang mengerti itu langsung memberikan ponselnya meletakkan di telapak tangan Davian.

Davian memencet beberapa angka nomor kemudian memberikannya pada Jessica.

"Sudah sekarang kau boleh pergi!"

"Tunggu Davian, siapa yang sakit? Apa jangan-jangan…"

"Bukan urusanmu," setelah mengatakan itu Davian buru-buru masuk dan menutup pintunya.

Davian berjalan menuju ke ranjang rawat Ayuna, dilihatnya gadis itu tengah tertidur, makanan di atas meja masih utuh, Davian melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 2, dan Ayuna sudah terlambat memakan makan siangnya. 

Davian mengelus lembut rambut Ayuna, kemudian menyentuh wajah gadis yang tengah terlelap itu. Hingga tiba-tiba Davian berhenti dan menatap bibir Ayuna lama. Davian mendekatkan wajahnya, tapi…buru-buru Davian menariknya kembali. Dia bangkit dan kemudian berjalan ke kamar mandi yang ada di ruangan itu.

Davian menyalakan keran dan membasuh wajahnya. "Ini tidak benar, Davian apa yang kau lakukan?" Ucapnya sambil menatap bayangan dirinya di cermin.

Davian buru-buru keluar saat mendengar suara Ayuna yang memanggil-memanggilnya.

"Om, Om Davian di dalam kan?" Tanya Ayuna, dia sudah turun dari ranjangnya, mengetuk pintu kamar mandi saat mendengar suara gemericik air dari dalam sana.

"Iya bentar," jawab Davian dan tak lama pintu pun terbuka menampilkan Davian dengan wajahnya basah, Davian menyugar rambutnya ke belakang menatap Ayuna yang berdiri di hadapannya.

"Kenapa kamu turun dari ranjang? Kamu belum sembuh Ayuna," ujar Davian yang langsung mengangkat tubuh Ayuna ala bridal dan kembali menurunkannya di atas ranjang rawat. Mengatur ranjang dengan sedikit menaikkannya agar Ayuna bisa duduk dengan nyaman.

"Aku lapar, om dari mana saja? Kenapa lama sekali? Aku sudah menunggu Om sedari tadi tapi Om tidak kembali-kembali. Dan lagi kenapa Om pergi tidak bilang-bilang sama Yuna."

"Maafkan Om, hmm tadi ada urusan penting, ya sudah kamu sekarang makan ya, tadi Om juga beli makanan untukmu," Davian membuka bungkusan makanan dan bersiap menyuapkannya pada Ayuna.

Tapi Ayuna justru memegang lengan Davian dan menatap Davian intens.

"Kenapa kamu menatap om seperti itu?"

"Om ada urusan apa?" Tanya Ayuna menatap Davian penuh rasa penasaran.

"Ini urusan orang dewasa, dan kamu anak kecil tidak perlu tahu," kata Davian mengacak rambutnya.

Ayuna diam menunduk, dia sedih saat lagi-lagi Davian menganggapnya hanya anak kecil.

"Aaa… ayo buka mulutmu!" Perintah Davian yang tidak menyadari perubahan ekspresi Yuna saat ini.

"Yuna ada apa?" Tanya Davian karena Yuna justru melamun bukannya menerima suapan darinya.

Ayuna menggeleng dan tersenyum, meyakinkan dirinya baik-baik saja, kemudian setelah itu barulah gadis itu membuka mulut menerima suapan dari Davian.

"Om…"

"Hmm."

"Apa Om tidak marah?" Tanya Ayuna takut-takut.

Davian mengernyit mendengar pertanyaan yang baru saja dilayangkan Yuna.

"Marah? Kenapa om harus marah?"

"Aku membolos dan aku juga pergi ke tempat…"

Davian meletakkan makanan yang tinggal setengah di atas meja, kemudian bangun dan duduk di sisi ranjang Yuna yang kosong. Davian langsung menarik Ayuna ke dalam pelukannya. Terdengar helaan nafas lega dari pria itu.

"Om cukup lega, karena sesampainya Om disana kamu baik-baik saja, Om minta maaf karena tidak bisa menjaga kamu dengan baik, hingga membuatmu terluka seperti ini," ucap Davian memeluk erat Ayuna.

"Dan Om juga minta maaf, karena tadi pagi menghindari kamu, hingga akhirnya terjadi peristiwa seperti kemarin, andai saja Om tidak melakukan itu, atau andai saja Om yang mengantar, mungkin saja hal seperti itu tidak terjadi, maafkan Om Ayuna, karena apa yang terjadi padamu juga sebagian dari kesalahan Om," tambah Davian dalam hati, mengelus rambut Ayuna penuh sayang.

"Om mengenai apa yang Om lakukan kemarin…"

"Ayuna Om harus bekerja dulu, kamu lanjutkan istirahat saja ya, ada pekerjaan yang harus Om kerjakan sekarang," Davian langsung melepas pelukannya kemudian berjalan menuju sofa dan duduk di sana, kemudian membuka laptop yang tadi sempat Reza antarkan saat jam istirahat karena memang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan oleh Davian.

Ayuna hanya menatap Davian yang kini sudah tampak sibuk dengan laptop di depannya, bahkan Davian pun tidak meliriknya sama sekali.

Ayuna terdiam mengingat ucapan Winda, jika bukan Winda dan Bara lalu siapa pelakunya, Winda yang menyeretnya ke sana, dan Bara begitu yakin jika dirinya akan menang, mengingat itu membuat Ayuna kini sibuk dengan pikirannya, memikirkan siapa yang kira-kira menjebaknya hingga menjadikan dia seperti barang taruhan. 

*

*

Davian meregangkan tubuhnya yang terasa kaku karena rasanya dirinya sudah terlalu lama berkutat dengan laptopnya, Davian yang awalnya menghindar dari pertanyaan Ayuna membuat dirinya sengaja menyibukkan diri, sebenarnya Davian sudah selesai dari tadi, tapi saat melirik Ayuna yang tengah menatapnya, membuat Davian kembali sibuk dengan pekerjaan yang bisa saja dikerjakan besok, tapi begitu menyentuh pekerjaan dan fokus membuat Davian lupa diri, hingga baru sekarang dirinya sudah benar-benar menyelesaikan semuanya.

Davian melihat Ayuna yang kini kembali memejamkan mata, mungkin efek obat yang diberikan perawat belum lama ini. Ya, beberapa waktu lalu Davian memang melihat perawat masuk, mengecek Ayuna dan memberikan obat pada keponakannya itu. Setelah perawat keluar, jari-jari Davian kembali menari-nari di atas keyboard dan tidak terasa waktu kini sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Davian menyudahi pekerjaannya, dan bangun berjalan mendekat menghampiri Ayuna.

Davian membenarkan posisi tidur Ayuna, menarik selimut hingga sebatas dada. Davian duduk dan memandangi wajah Ayuna cukup lama, wajah yang begitu mirip dengan kakaknya. Memandang Ayuna selalu mengingatkan Davian akan sosok kakaknya yang sangat sayang padanya, Davian tidak pernah menyangka jika kakaknya akan pergi secepat itu, dan meninggalkan Ayuna sendiri, menitipkannya kepada Davian dan sahabat kakaknya yang sudah menikah dan harus ikut suaminya, hingga akhirnya saat sahabat kakaknya ingin membawa Ayuna bersamanya, Davian tidak mengizinkan, dia bertekad bahwa dia yang akan mengurus Ayuna sendiri, membesarkannya dan menyayanginya, seperti janjinya kepada sang kakak. Tapi kadang Davian merasa gagal, karena bagaimanapun, dirinya seorang pria dan dia semakin tidak bisa menyentuh Ayuna yang kini semakin beranjak dewasa, tidak seperti dulu saat gadis itu masih kecil.

Davian bangun, mengecup kening Ayuna cukup lama, dan hendak berlalu.

Tapi tiba-tiba tangannya ditarik oleh Ayuna yang kini sudah membuka matanya.

"Om, aku ingin Om tidur sama Om."

1
visi Sembiring
kelamaan revan hrs buat liza hancur dan jg davian hrs membls ke keluarga liza mrk hrs di buat hancur gr2 perbuatan anaknya
Teddy Aktadi
Luar biasa
Amira Kanaya Putri
Kecewa
Otlarr
numpang promote ya min
Apakah cinta baru akan mampu bertahan saat cinta pertama memiliki kenangan dan ruang tersendiri? Cari jawabannya di MY OWN KOREAN DRAMA
Chris McKenzie akan membawa kalian mengarungi indahnya cinta pertama dan bagaimana akhirnya dia dipertemukan dengan cinta baru. Siapa yang akhirnya dapat memenangkan aktris Korea Selatan Christina MacKenzie? Mantan bosnya atau member boyband GuBoy? Well.... kalian harus mengikuti kisahnya agar mengerti.
Saya selalu suka cerita yang kayak gini. manis, romantis dan ringan ♥️
ᵉˡ̳༆yuli@_sm 💜💜💜💜
jgn sampai salah paham lagi.....
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
waduh kasian bara dong patah hati 🤧
Siti Nurhayani
benar² nackal kmu ayuna😂
Rierudi Laras
Next bab thor
яσяσ мєη∂υт
ayuna pergi aja yg jauh udh tau sakit hati tp msh betah distu aja 🙄sakitmu itu tak berdarah 🚶🏻‍♀️
яσяσ мєη∂υт
wah itu pasti aunty ana 🤔omegod kepergok aunty ana yuna lg menggoda om davian 🙈
Widya Handayani
mana dong kelanjutannya thor...
Widya Handayani
ceritanya sangat menarik... lanjut thor..
Indra Nur Laraswati
Di tunggu upnya lagi thorr💪💪💪
Indra Nur Laraswati
aq mampir thor
baru nyimak💪💪💪
𝓜𝓲𝓼𝓼 𝓙 ❥➻📴🌼
duh ayuna kamu bandel bgt sih 🙈🙈
Nurmaya
paling juga si om
Kenzi Kenzi
nah lhoh....siapa kira2.....oom davian tuh...... mosok guru bp,ga mungkin kan
Kenzi Kenzi
apa yg kamu rasakan bang...heheheb😉😉😉😉ser ser.an sama ponakan....
Rierudi Laras
Baru baca thor dari bab 1 hingga sekarang rasanya omnya ayuna sudah jatuh hati sama keponakannya sendiri 😄😄😄😄 next bab thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!