NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Perkataan Bibi Lista bagaikan petir di siang bolong yang menyambar tepat di dada Kyra. Gadis itu mendongak, menatap Bibi Lista dengan mata membelalak penuh ketakutan sekaligus penasaran.

"Apa maksud Bibi...?" tanya Kyra.

​Bibi Lista bersedekap, menatap Kyra dengan pandangan hina. "Asal kamu tahu, waktu kamu lahir ke dunia ini, keluarga ibumu langsung kena musibah besar! Rumah mereka terbakar habis sampai menewaskan seluruh keluarga besar ibumu! Tidak cuma itu, Kakek dari Ayahmu juga mengalami kecelakaan tragis sampai merenggut nyawanya, sampai Nenekmu terpuruk dan sakit!"

​Bibi Lista maju satu langkah, menunjuk wajah Kyra yang sudah pucat pasi. "Orang tuamu sudah meminta orang pintar untuk meramal dan kau tahu apa yang mereka dapatkan? Orang pintar itu bilang kalau kau itu pembawa sial! Itu alasannya orang tuamu menyerahkanmu ke kami. Mereka tidak mau ketiban sial gara-gara memelihara anak seperti kamu! Kamu itu dibuang, Kyra! Dibuang!" bentaknya.

"Aku dan suamiku terpaksa menerimamu karena saat bekerja, aku dan suamiku ketahuan mencuri di rumah keluargamu. Daripada aku dan suamiku di penjara, mereka menyuruhku untuk merawatmu," lanjut Bibi Lista.

​Dunia Kyra seolah runtuh seketika, selama 18 tahun ia bertahan hidup dengan keyakinan bahwa orang tuanya terpaksa meninggalkannya karena pekerjaan. Namun kenyataannya, ia ditumbalkan dan dibuang seperti sampah hanya karena sebuah ramalan dan deretan musibah yang dikaitkan dengan kelahirannya.

​Kebenaran itu memicu guncangan jiwa yang amat dahsyat bagi Kyra, hari-hari berikutnya dihabiskan Kyra dalam kebisingan pikirannya sendiri. Kyra ingin marah, ia ingin berteriak meluapkan rasa ketidakadilan yang menimpanya, namun ia tidak tahu harus melampiaskannya kepada siapa.

​Kyra tidak pernah melihat wajah Ayah dan Ibunya. Ia tidak tahu di kota mana mereka tinggal atau bagaimana rupa kehidupan bergelimang harta yang mereka nikmati sementara dirinya membusuk di desa terpencil. Kebencian yang mendalam mulai tumbuh dan mengakar kuat di dalam dada Kyra, menggantikan sisa-sisa rasa kasih sayang yang dulu sempat ia harapkan dari orang tua kandungnya.

​Meski begitu, penderitaan fisiknya tidak berhenti. Paman Dion semakin menjadi-jadi dalam kebiasaan berjudi, harta benda di rumah panggung itu habis terjual satu per satu dan Kyra terus dipaksa bekerja lebih keras memeras keringat demi memberi makan dua orang yang telah menyiksanya selama puluhan tahun.

.

Sepuluh tahun berlalu sejak rahasia kelam itu terungkap, kini usia Kyra telah mencapai 28 tahun. Waktu telah membentuknya menjadi begitu lemah dan kurus akibat kurang gizi dan siksaan yang tak pernah berhenti, namun keinginannya untuk hidup semakin kuat.

​Malam ini, hujan deras mengguyur desa dengan lebatnya. Suara gemuruh petir menyambar-nyambar di langit, diiringi angin kencang yang menggoyangkan dinding rumah panggung tempat mereka tinggal. Di dalam rumah sederhana yang remang-remang, Paman Dion, Bibi Lista dan Kyra tengah menyantap makan malam sederhana mereka.

​Kyra duduk menyendiri di pojokan ruangan, menikmati bagian nasi keringnya dengan tenang. Tiba-tiba, Paman Dion membanting piring kalengnya ke atas meja kayu, menciptakan suara nyaring yang mengejutkan.

​"Mana uangmu? Kasih aku uang! Aku butuh modal untuk main malam ini!" tuntut Paman Dion seraya menatap Bibi Lista dengan tatapan gila.

​Bibi Lista membelalakkan mata, "Uang dari mana? Aku nggak ada uang lagi! Semua uang hasil jualan Kyra sudah habis kau pakai main judi kemarin!" sahutnya.

Karena tidak mendapat uang, amarah Paman Dion pun meledak. Dengan wajah merah padam akibat pengaruh alkohol, pria itu berdiri dan menyambar kerah baju Bibi Lista.

"Jangan bohong kau, wanita tua! Pasti kau menyimpan uang di balik bajumu, kan!" teriak Paman Dion.

​"Tidak ada, Pak! Lepasin aku!" jerit Bibi Lista berusaha memberontak.

​Paman Dion mendorong tubuh Bibi Lista dengan kasar hingga wanita tua itu jatuh tersungkur ke lantai kayu. Tidak berhenti di situ, Paman Dion menendang kursi di dekatnya sambil memaki.

"Wanita tidak berguna! Sudah tua, keriput, tidak ada harganya lagi! Kalau kamu masih muda, sudah jual kau!" bentak Paman Dion.

​Bibi Lista mengaduh kesakitan memegang pinggangnya, rasa sakit dan hinaan dari suaminya membakar amarah wanita itu. Matanya yang penuh amarah tiba-tiba bergulir ke sudut ruangan, menatap Kyra yang gemetar dengan lutut tertekuk dan senyum jahat terbit di bibir Bibi Lista yang pucat. Dengan gerakan cepat, Bibi Lista bangkit dan menyambar lengan Kyra, lalu menyeret gadis itu ke hadapan suaminya.

​"Jual dia! Jual anak pembawa sial ini! Dia masih muda, wajahnya tidak jelek! Dia bisa menghasilkan banyak uang untukmu!" jerit Bibi Lista histeris.

​"Tidak! Bibi, tolong! Jangan!" Kyra berteriak, matanya membelalak ketakutan.

Kyra berusaha melepaskan cengkeraman Bibi Lista, namun tarikan kasar dari Paman Dion langsung mengunci kedua tangannya.

​Paman Dion tersenyum puas, matanya yang merah menatap Kyra bagai serigala melihat mangsa. "Benar juga, kenapa dari dulu aku tidak berpikiran begini? Anak ini pasti laku keras kalai dijual!" sahutnya.

​Paman Dion menyeret Kyra keluar dari rumah, mengabaikan teriakan dan jeritan histeris gadis itu. Hujan deras langsung membasahi tubuh Kyra yang tipis, petir menyambar membelah kegelapan malam, teriakan Kyra tertelan gemuruh angin. Di desa terpencil ini, tidak ada yang akan mendengar tangisan dan teriakannya.

​Rasa takut yang memuncak berubah menjadi dorongan nekat untuk bertahan hidup. Saat Paman Dion menyeretnya melewati semak-semak, Kyra menyentakkan tubuhnya ke bawah dengan seluruh tenaga yang tersisa, Paman Dion yang tidak siap kehilangan keseimbangan dan terjatuh telentang.

​Di tanah lumpur yang licin, jemari Kyra menyentuh sebongkah kayu berujung runcing bekas patok pagar. Tanpa berpikir panjang, dengan napas memburu dan mata terpejam, Kyra menghujamkan kayu tersebut tepat ke dada Paman Dion.

​Jleb!

​Paman Dion mengerang keras, matanya melotot menatap dadanya yang tertancap kayu, dar*h segar merembes bercampur air hujan, Bibi Lista yang berlari keluar rumah menjerit melihat suaminya.

"Pak!" teriak Bibi Lista hendak menerjang Kyra, namun sebuah batu mendadak melayang dari kegelapan dan menghantam pelipis Bibi Lista dengan telak.

Brak!

​Benturan batu besar itu membuat Bibi Lista menjerit pendek sebelum akhirnya tubuh keriputnya ambruk ke tanah lumpur, tidak sadarkan diri dengan dar*h mengalir deras dari pelipisnya.

​Kyra terduduk gemetar di atas lumpur, napasnya memburu. Kayu berdarah masih tergenggam di tangannya, ia menatap Bibi Lista yang tergeletak tak bergerak, lalu perlahan menoleh ke belakang untuk melihat siapa sosok yang telah melemparkan batu tersebut.

​Dari balik kegelapan lorong pepohonan, seorang perempuan berjalan mendekat dengan tenang. Hujan deras basah kuyup menyirami pakaian mewahnya yang kontras dengan lingkungan desa tersebut, wanita itu menatap Kyra dengan tatapan dingin dan sulit diartikan.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
yah semoga aza para penganggu yg mengusik ketenangan kyra
sunaryati jarum
Apa yang kau takutkan saat akan masuk ke dalam keluarga Raimond tidak terjadi,malah Bryan suamimu mendukung penuh untuk memberi balasan kepada keluarga kamu,Kyra
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Dukungan penuh dari seorang suami adalah fondasi utama bagi istri yang mengalami penganiayaan atau kekerasan oleh keluarga kandungnya sendiri.
Sikap tegas suami melindungi, mendampingi, dan memvalidasi trauma sang istri dapat memulihkan rasa aman serta mempercepat proses pemulihan mental dan fisik korban...👍🏻👍🏼👍
erviana erastus
yaela brian main sosor aza 🤣
Aidil Kenzie Zie
penasaran udah belah duren apa belum ya Brian🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
tanpa kamu bergerak mereka udah didepan kehancuran karena semua dilakukan oleh suamimu 🥰🥰🥰
erviana erastus
kalo sdh hancur nyalahkan kyra lah kalian nggak ngotak saat kyra kalian jd kn tumbal
sunaryati jarum
Kyra bisa mengoperasikan komputer,ya
Bagus,tu
sunaryati jarum
Nah baru ditolak berkunjung sudah kelimpungan, berarti kemewahan selama ini yang diagungkan itu dari keluarga Raimond
sunaryati jarum
Brian mendukung balas dendam kamu pada keluargamu Kyra.
Aidil Kenzie Zie
manfaatkan suamimu Kyra🥰🥰🥰
Mira Hastati
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan buat Kyra Tersakit Brian,tapi terlindungi
sunaryati jarum
Semoga Brian tempat kamu bahagia Kyra
sunaryati jarum
Nah ternyata Brian sudah menyelidiki dulu pada Kyra dan berniat menolongnya
erviana erastus
yaela pada drama toh 🤣🤣😭😭
Aidil Kenzie Zie
ini Brian beneran suka atau nafsu aja' 🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
wadu duh🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kan semua udah di atur Brian 🥰🥰🥰
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Momen ketika ibu mertua meminta Anda memanggilnya "Mama" adalah momen yang sangat menyentuh hati.
Panggilan sederhana ini membawa dampak emosional yang luar biasa mendalam.
Perasaan hangat dan pemulihan jiwa yang hadir dalam momen tersebut merupakan pemulihan luka masa kecil.
Rasa sakit karena dibuang oleh ibu kandung sejak kecil perlahan terobati oleh penerimaan yang tulus.
Penebus kerinduan keinginan mendalam selama bertahun-tahun untuk mengucapkan kata "Mama" akhirnya terwujud.
Rasa tidak diinginkan di masa lalu digantikan oleh perasaan sangat dihargai.
Kehangatan dan rasa aman, akhirnya menemukan sosok ibu dan pelukan keluarga yang seutuhnya.
Status menantu lebur menjadi status anak kandung yang disayangi tanpa syarat.
Air mata yang keluar bukan lagi karena sedih, melainkan haru karena merasa berharga...🥴🥹🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!