NovelToon NovelToon
Looking For Murder

Looking For Murder

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Mafia / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 5
Nama Author: Bas_E

Kisah ini adalah kisah seorang perwira menengah kepolisian Osaka yang bernama Takagi Fujimaru, 35 tahun, bersama rekannya Kaoru Usui, 30 tahun, yang mengungkap kasus pembunuhan berantai. Kasus ini terinspirasi dari kisah nyata pembunuhan berantai yang terjadi di Hongkong pada tahun 1982. Dalam bekerja mereka dibantu seorang dokter ahli forensik yang bernama Keiko Kitagawa, 35 tahun. Bagaimanakah kisah perjuangan mereka mengungkap kasus dan menemukan pelaku yang sesungguhnya ?
Selamat membaca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bas_E, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hey, You !!!

Hotel International Port Vita, Osaka.

Malam itu, resto hotel begitu sibuk. Koki dan pelayan resto bekerja keras menyajikan pelayanan terbaik mereka. Resto hotel di booking untuk acara prom night mahasiswa Universitas Seni Osaka jurusan game creator. Seorang gadis blasteran Jerman yang mengenakan gaun berwarna putih, tampak berjalan terburu-buru meninggalkan lokasi acara.

" Adriana. Mau kemana?" Tanya Peter

" Ke toilet" Kata gadis yang bernama Adriana itu tanpa menghentikan langkah kakinya.

Peter mengikuti langkah Adriana ia mensejajarkan posisi mereka.

"Mau aku temani? Tapi ada syaratnya." Katanya sambil tersenyum penuh arti.

"Apaan. Kau yang mau nemanin, kenapa aku yang harus mengikuti syarat mu"

"Syaratnya gampang kok"

"Apa syaratnya?" Tanya Adriana tak perduli

"Kiss di sini" Kata Peter sambil menunjuk bibirnya.

"In your dreams" Ia mendorong dengan kuat tubuh Peter hingga Terdorong selangkah ke belakang. Adriana berlalu dengan cepat meninggalkan Peter. Karena terburu-buru ia tidak melihat seorang pelayan yang sedang membawa nampan minuman yang berjalan ke arah nya. Pelayan itu pun tidak sempat menghindar. Maka tabrakan pun tak dapat di hindari.

Prank..

Nampan minuman jatuh ke lantai, dan gaun Adriana basah terkena semburan minuman berwarna itu.

" Kau kalo kerja yang benar dong!! Kalau jalan matanya di pakai !! Lihat gaun mahal ku jadi basah semua !!" Hardik Adriana pada pelayan itu.

Dengan membungkuk yang dalam, pelayan itu minta maaf.

" Maafkan aku Nona. Aku kurang hati-hati"

"Maaf. Maaf. Memangnya baju ku yang mahal

biasa kembali dengan minta maaf. Lihat ini. Sepatuku jadi ikutan basah"

"Sekali lagi aku minta maaf, Nona"

"Ada apa ini? " Peter dan beberapa teman yang lain ikut menyusul ke arah keributan yang tejadi.

"Lihat aja sendiri" kata Adriana ketus.

Tak lama berselang, seorang Kepala pelayan datang.

" Yusa-san, ada apa ini?"

"Aku tidak sengaja menabrak Nona ini, Tuan"

Kepala pelayan melihat nampan beserta isinya berhamburan. Gelas-gelas yang sudah pecah berkeping-keping itu bertebaran di lantai.

" Maafkan kami, Nona. Dia tidak bermaksud merusak pakaian anda" Kata Kepala pelayan itu sambil membungkukkan tubuh yang dalam.

" Gampang banget minta maaf. Trus gaun aku yang basah ini, bagaimana?"

" Nanti kami akan membersihkannya. Di sini ada bagian laundry. Aku akan mengurusnya. Anda akan mendapatkan gaun itu bersih kembali"

" Baiklah kalau begitu. Dan Kau, karena atasanmu sudah menjamin gaun ku akan kembali bersih, hukuman mu bersihkan kaki dan sepatu ku yang basah ini. Kalau gak mau, aku akan memperpanjang masalah ini sampai kau di pecat!!"

Pelayan itu memandang atasannya meminta pendapat. Kepala pelayan terlihat berfikir sejenak.

"Sudah. Lakukan saja, Yusa-san. Biar masalah ini cepat selesai"

Dengan hati yang gundah, Yusa melakukan apa yang di minta tamu wanita itu. Di saksikan teman-teman Adriana yang telah berkerumun di sekitar mereka. Ada yang tertawa, ada yang menyayangkan sikap arogan Adriana pada sang pelayan.

***

Di pagi hari buta masih pukul 4.30, seorang wanita berambut pirang sedang menyusuri jalanan sepi pinggiran kota Osaka pada subuh dinihari itu. Dengan mengenakan outfit joging serba hitam, headset dan ponsel dalam genggaman tangannya, wanita itu melangkahkan kaki lebar-lebar, berlari dengan penuh kepercayaan diri. Sesekali terdengar senandung dari bibir indahnya mengikuti irama lagu yang didengarnya.

Dari kejauhan ia melihat sebuah mobil minibus berwarna biru metalik parkir di pinggir jalan dengan mesin mobil tetap menyala. Karena penasaran ia mendekati mobil itu dan mendekatkan wajahnya ke kaca pintu mobil bagian tengah itu

"Oh my god..!!"

Alangkah terkejutnya ia melihat seorang lelaki tanpa busana yang bagian bawah tubuhnya telah memasuki wanita dalam kungkungan nya itu. Wanita yang juga dalam keadaan polos itu di tekan dengan kuat bagian wajahnya menggunakan sebuah baju kaos. Tangan wanita itu menggapai-gapai seakan meminta pertolongan. Tak lama berselang tangan itu melemas dan terkulai di sisi tubuhnya.

Sadar seakan ada yang sedang mengintip, lelaki itu reflek memandang ke arah jendela

yang ada di hadapannya. Sesaat mereka saling pandang dan terdiam. Menyadari aksinya mengintip diketahui pelaku, wanita itu perlahan mundur dan meninggalkan mobil itu dengan berlari sekencang-kencangnya.

Lelaki dalam mobil itu seketika melompat dari atas tubuh wanita yang sudah tak bernyawa itu dan membuka pintu mobil. Ia menyembulkan kepalanya keluar dan berteriak

" Hey you .. !!!"

Dengan menahan geram, ia membanting pintu mobil dan memakai pakaiannya dengan cepat. Melompat ke arah jok supir dan menjalankan mobilnya. Ia melajukan kendaraannya mengikuti arah wanita bule yang mengintipnya tadi.

Dengan terengah-engah sambil memegang dadanya, wanita bule itu bersandar pada dinding sebuah minimarket, di antara 2 bangunan yang saling berdampingan.

"Apa yang baru saja aku lihat? Sebuah aksi pembunuhan ? Oh Tuhan, dia telah melihat wajahku" wanita itu menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya, tak percaya dengan kenyataan yang baru saja dia sadari.

"Apa yang harus aku lakukan? Beritahu Kakak? Tidak tidak. Kakak tidak perlu tahu. Kalau dia tahu, aku bisa disuruh pulang ke Jerman. Kuliahku sebentar lagi selesai. Tenang Adriana. Semua akan baik-baik saja"

Wanita yang bernama Adriana itu, mengintip keluar dari tempat persembunyiannya.

"Keliatannya dia tidak mengikuti ku. Aku harus segera pulang" Dengan cepat dia membuka aplikasi dan memesan taksi online. Tak lama berselang taksinya tiba. Segera ia masuk ke dalam taksi dan meninggalkan tempat itu.

***

1
ramanda
tubuh yusa diambil alih sota sebelum akhirnya bertemu mbak kunti dan dibanting sampai pingsan selama dua bulan. mungkin.
ramanda
aku rasa biksu itu bukan hantu atau biksu asli, tapi kepribadian baru yusa.
ramanda
wow dua bulan di dalam hutan dan masih hidup ? bagaimana cara dia bertahan hidup ?
ramanda
fuji pemilik gunung kembar kesayangan geo.
ramanda
Subhanallah .. sungguh anak yang malang.
ramanda
jadi selama ini ayahnya tau tapi menutupi fakta, dan ibunya .. sama sekali tidak tau penyakit mental anaknya. 😥
ramanda
padahal sekolah di jepang baru mengajarkan calistung ketika anak berada di sekolah dasar. atau sekitar usia 7 tahun.
ramanda
apakah ren adalah kepribadian lain dari yusa ?
ramanda
tak bisa berkata kata menyaksikan adiknya berdebat dengan dirinya sendiri.
ramanda
pelakunya mengidap penyakit kepribadian ganda. apakah yusa juga yang melakukan pembunuhan terhadap cho, ayumi, dan adriana ?
ramanda
yusa ? memiliki kepribadian ganda atau alter ego ?
ramanda
pelaku mengenal hikari ?
ramanda
benjorka. benjiro bjorka.
ramanda
perempuan mengucapkan love you kepada perempuan lain akan terdengar biasa saja sejauh kita tidak tau kalau mereka menyimpang.
ramanda
sora kah ? hahaha
ramanda
doa baik saja belum tentu dikabulkan apalagi doa buruk 🤣
ramanda
aku sudah curiga saat dia bilang tentang pilihan hidupnya dan benci lelaki. ternyata memang menyimpang.
ramanda
yang benar usia takagi 39 atau 35 tahun ?
ramanda
kalau melakukan pelepasan di dalam, besar kemungkinan ditemukannya DNA tetsuya.
ramanda
ternyata diam2 perempuan juga berimajinasi ke arah sana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!