NovelToon NovelToon
CHOSEN HUMAN

CHOSEN HUMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:2
Nilai: 5
Nama Author: Ya'purmansyah

Kisah petualangan seorang pemuda yang dipilih semesta untuk pergi bersama para roh pendampingnya ke dunia lain. Disana mereka akan membantu membereskan semua kekacauan yang di sebabkan oleh para pasukan Iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ya'purmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sihir Pembakar Segalanya

Dari tempatnya melayang terlihat tuannya mengulurkan kedua tangannya ke depan lalu, dari tangannya keluar cahaya berwarna hijau dan merah membentuk sebuah lingkaran sihir.

Dan ia pun melihat rombongan yang ada di bawah mereka tiba-tiba mendadak berhenti berjalan dan di tanah tempat mereka berpijak, terlihat muncul lingkaran sihir berukuran besar yang sama seperti yang ada ditangan tuannya.

Lingkaran sihir berwarna hijau itu pun mengurung seluruh rombongan dan semua kereta kuda yang mereka bawa. Lalu di susul lingkaran sihir berwarna merah muncul di bawah kaki semua rombongan yang ada di sana.

Rombongan tersebut pun panik melihat di bawah kaki mereka keluar lingkaran yang belum pernah mereka lihat.

Masing-masing dari mereka pun mencoba untuk melarikan diri dari tempat itu, namun mereka tidak dapat kabur karena terhalang dinding cahaya hijau yang tak dapat mereka tembus.

Mereka pun mencoba untuk menghancurkan dinding penghalang dengan senjata yang mereka bawa, namun penghalang tersebut tidak dapat dihancurkan.

Lalu setelah itu Erlang pun mendengar tuannya mengucapkan sesuatu.

“Wahai manusia keji, hancurlah dilahap panasnya Api Siksaan dari Neraka.” Teriakan tuanya yang terlihat masih terbang di udara.

Setelah Erlang mendengar ucapan tuannya itu, ia pun melihat semua rombongan yang ada di bawah tadi mulai menjerit ketakutan akibat muncul kobaran api dari lingkaran yang ada di bawah kaki mereka.

Kobaran api tersebut semakin membesar dan terdengar jeritan-jeritan dari tubuh-tubuh yang terlalap oleh api tersebut.

Mereka semua berteriak kesakitan akibat terbakar di tempat itu.

“Aaaaaa panas....!” Jerit mereka

“Ampuni kami....!” teriak mereka

Lalu suara-suara jeritan itu pun menghilang perlahan bersama tubuh-tubuh yang perlahan-lahan berubah menjadi abu. Lalu abu-abu mereka yang terbakar tadi pun hilang tertiup angin.

Yang tersisa hanya kereta kuda yang mereka bawa bersama mereka di perjalanan menuju ke kota.

Setelah melihat tuannya membakar habis semua rombongan yang ada di bawah, Erlang pun di perintahkan tuannya untuk membawa semua kereta kuda yang ada di situ untuk di bawa kembali ke desa. Lalu setelah itu ia melihat tuanya melesat terbang menuju kota Dooms.

Karna ia diperintah untuk membawa semua kereta kuda kembali ke desa, ia pun hanya bisa melihat tuannya pergi seorang diri.

Tanpa membuang waktu ia pun bergegas kembali ke desa bersama semua kereta kuda tadi.

Setelah Erlang sampai ke desa, ia pun segera mengecek apa yang ada di dalam kereta tersebut.

Ternyata di dalamnya berisi anak-anak kecil serta harta benda seluruh warga desa ini. Ia pun tidak menyangka kalau rombongan tadi itu adalah komplotan bandit yang menjarah desa waktu itu.

“Pantas saja tuanku membakar habis mereka semua. Ternyata mereka.!” Gumamnya dalam hati.

“Tapi dari mana tuanku tahu.?” Tanyanya dalam hati lagi karena heran.

“Aaahhh... Sudahlah.!”katanya dalam hati agar tidak berpikir lebih jauh.

Lalu Erlang pun segera mengeluarkan anak-anak dari kurungan besi di dalam kereta tadi.

Sambil menangis mereka pun berlari keluar mencari orang tua mereka masing-masing. Hanya Ivie yang terlihat tidak menangis, ia pun berdiri di hadapan pria muda yang telah membawanya kembali ke desa.

Setelah sejenak memandangi Erlang, dengan mendudukkan kepala ia pun berkata.

“Terima kasih tuan, sudah membawa kami pulang kembali ke desa ini.” Ucapnya sambil masih menundukkan kepalanya

“Angkat kepalamu Ivie.!” Pinta Erlang kepadanya

Mendengar pria yang ada di hadapannya menyebut namanya, ia pun terkejut dari mana pria ini tahu namanya.

“Aku Erlang, apa kau masih ingat Ivie.?” Tanya Erlang.

Mendengar nama itu, Ivie pun makin terkejut. Ia terga mam sesaat. Lalu kembali menjawab.

“Iya, aku ingat tuan. Bukankah tuan burung elang peliharaan tuan Ipul.?” Tanya Ivie keheranan karna melihat Erlang berwujud manusia.

“Benar sekali, aku adalah burung waktu itu.!” Jawab Erlang sembari mengubah wujudnya menjadi burung.

Ivie pun terdiam takjub melihat Erlang bisa berubah wujud dari seekor burung menjadi manusia.

Melihat gadis kecil itu diam termenung, lalu Erlang mengajaknya masuk ke rumah untuk bertemu ayah dan neneknya.

Sementara itu Ipul yang masih dalam keadaan belum sadarkan diri itu pun sudah sampai di kota Dooms. Dan ia sudah berada di depan sebuah rumah megah yang ada di tengah kota.

Rumah itu seperti sebuah istana, yang di dalamnya tinggal seorang bupati bernama Garos Castom.

Menurut info yang Ipul dapat, ia bupati yang serakah dan telah bekerja sama dengan para bandit untuk menculik dan menjual para budak.

Dan Ia pun menggunakan kekuasaannya untuk memeras rakyat dengan menetapkan upeti yang tinggi kepada para rakyat yang ada di desa-desa yang dikuasainya.

Demi untuk memperkaya diri serta kesenangannya, apa pun akan ia lakukan agar terus bertambah kaya.

Lalu setelah Ipul melayang terbang tepat atas gerbang rumah tersebut, para penjaga di sana pun heboh.

Mereka semua ingin bergerak untuk menangkapnya, namun tubuh mereka tak dapat bergerak dari tempat mereka berada. Akibat penghalang sihir yang telah terpasang di seluruh tempat tersebut.

Penghalang tersebut mengurung semua manusia yang ada di sana, agar tak dapat lari atau pun bersembunyi. Setelah seluruh rumah beserta penghuninya terkurung penghalang sihir, lalu ia pun mengaktifkan lingkaran sihir penghancur berwarna merah menyala yang sangat besar mengelilingi seluruh area rumah tersebut.

Lalu ia pun berkata.

“Tombak Api Neraka” teriaknya keras.

Seketika itu juga dari langit turun kobaran api berbentuk tombak yang sangat besar menghantam rumah yang megah itu.

BooooM... !!!

Dalam sekejap rumah tersebut pun rata dengan tanah, menyisakan abu dan sebuah lubang besar karna hantaman api tersebut.

Namun terlihat seluruh penghuni ada di rumah dan di sekitar rumah itu tidak tersentuh api tersebut sedikit pun, termasuk bupati yang serakah itu.

Lalu terlihat perlahan-lahan tubuh bupati yang serakah itu melayang ke udara menuju tempat Ipul berada.

Melihat tubuhnya melayang dengan sendirinya, bupati itu pun gemetar ketakutan. Ditambah lagi dengan melihat istana megahnya lenyap tanpa bekas, ia pun semakin ketakutan dan berteriak-teriak memohon

“Ampuni... Aku....!!” Teriaknya sembari menangis ketakutan.

“To...to...long.... ja...ja...jangan bu..bu..nuh... Aku.!” Pintanya memohon dengan gemetar ketakutan.

“Bukankah kau yang berkuasa atas tempat ini.? Kenapa kau harus takut dan gemetar di hadapan ku.? Teriak Ipul dengan keras kepadanya

“Bukankah kau bisa memerintahkan semua yang orang-orang bayaranmu untuk membunuh ku sekarang juga.? Kenapa kau harus gemetar dan takut melihat ku.?” Teriaknya lagi dengan lebih keras.

“Kemana mereka semua.? Perintahkan lah mereka semua untuk kemari..! Kenapa kau harus takut dan memohon kepada ku.?” Teriaknya lagi dengan sangat kencang.

Bupati itu pun hanya bisa gemetar ketakutan, tanpa bisa berkata apa pun.

“Baiklah wahai sang penguasa,! Aku tidak akan membunuhmu.!” Kata pria yang sedang murka di hadapannya itu.

“Tapi kau harus merelakan ke dua tangan mu hilang dimakan oleh api penyesalan ini..! Ucapnya lagi dengan suara perlahan.

Seketika itu juga dari ujung jari bupati tersebut muncul api yang perlahan membakar ke dua tangannya.

“Aaaaa...Panassss....!” jeritnya meronta-ronta.

Setelah kedua tangannya hilang di makam api, bupati itu pun pingsan tak sadarkan diri.

Lalu Ipul pun membawanya ke istana raja yang memimpin negara tersebut untuk di serahkan.

Dengan menggunakan sihir perpindahan mereka pun sampai di pintu gerbang istana kerajaan negara Kalkatur dalam sekejap.

Lalu bupati yang dibawanya itu di serahkan kepada pengawal kerajaan yang berjaga di pintu gerbang istana.

Melihat kehadiran mereka yang tiba-tiba para penjaga itu pun terkejut bukan main, mereka pun bersiap untuk menyerang Ipul.

Tapi Ipul hanya diam dan berkata kepada para penjaga yang ada di situ.

“Kata ke pada raja kalian, aku datang membawa pemimpin yang sangat zalim kepada rakyatnya.”

“Jika Sang raja tidak mau menghukumnya, maka aku akan datang kepadanya untuk menuntut keadilan.!”

“Datang lah ke kota Dooms untuk membuktikan sendiri.!” Pesan Ipul untuk sang raja.

Setelah mengatakan itu, Ipul pun hilang meninggal kan bupati dan para penjaga istana. Dan ia pun kembali ke desa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!