Elysia Putri Abraham adalah seorang pelukis di Negara Italia. Lebih tepatnya berada di kota Milan, Italia.
Elysia adalah anak kedua dari pasangan Qenan dan Nadira (Menjadi ISTRI RAHASIA Anak SMA). Memiliki kepribadian yang baik, lemah lembut, manja. Tetapi dibalik sifat itu, dirinya adalah gadis yang mandiri.
Sebenarnya, alasan utama memilih domisili di Milan karena ia suka mode dan romantisme.
Tetapi, siapa sangka bila kehadiran nya di Milan justru membawanya bertemu dengan seorang pria yang selama ini ia anggap pahlawan dalam hidupnya. Ia tak pantang menyerah untuk mendapatkan cinta pria tersebut.
Namun pada akhirnya, Elysia menyadari bila pria yang sering bersamanya adalah dua orang yang berbeda dengan wajah yang sama.
Siapa yang dipilih Elysia? Apakah Elysia tetap bersama pilihan nya setelah mengetahui sesuatu yang disembunyikan darinya selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Windii Riya FinoLa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. TLTR
"Menikahlah, denganku!" ucap Reymond dengan nafas berat menahan gejolak yang mulai menuntut lebih dari ciuman. Tetapi harus ditahan hingga waktunya tiba.
Elysia diam saja merasakan deburan jantung yang memompa darah begitu cepat. Mata indah nya berulang kali kedip merasakan keterkejutan atas ucapan Reymond.
Padahal Minggu lalu Elysia tak merasakan apapun ketika Reynold yang disangka Reymond menyatakan cinta.
Sama seperti pria-pria iseng lain nya yang menyatakan cinta padanya. Tetapi kali ini berbeda, tidak tahu karena apa.
"Kenapa kakak mengajakku menikah? bukan nya kakak ajak aku pacaran Minggu lalu?" tanya Elysia setelah sudah bisa menguasai diri.
Tatapan mata yang masih beradu itu, sangat jelas bila tatapan Reymond berubah lebih tajam setelah mendengar ucapan Elysia. Kedua tangan mencengkeram tepi meja sangat kuat.
"Apa kamu akan menerima cintaku?" tekan Reymond terpaksa harus berpura-pura sebagai Reynold.
"Kita sarapan saja dulu," sambung Reymond merasa Elysia masih bingung untuk menjawab nya.
Reymond dan Elysia baru menyadari posisi mereka begitu intim langsung membuat jarak.
"Maaf," ucap keduanya bersamaan semakin membuat salah tingkah.
Reymond mencekal lengan Elysia membuat sang empu mematung. Entahlah, ia merasa bersentuhan dengan Reymond membuat otaknya begitu lamban bekerja padahal degub jantung bekerja begitu semangat.
"Jangan bakar roti lagi. Ini saja cukup," ucap Reymond kemudian.
Elysia melongo. "Ini gosong, kak."
Reymond tak masalah karena dahulu juga lebih sering makan makanan tak layak. Jadi, makan roti gosong itu masalah baginya.
"Tak apa," sahut Reymond lalu duduk di mini bar dimana kopi yang hampir dingin itu tersaji.
Elysia sendiri tak enak hati tetapi membawa roti bakar yang hampir hitam dan roti selai nya ke mini bar. Ia meringis ketika melihat Reymond melahap roti bakar gosong tersebut.
"Jangan berkecil hati, anggap saja belajar untuk menjadi istri yang baik. Roti ini enak, hanya sedikit pahit saja!" Reymond menenangkan Elysia seraya menggenggam tangan gadis itu.
Elysia tersenyum lalu mengangguk. Ia juga menghabiskan roti selainya dengan lahap.
"Kapan aku bisa bertemu dengan keluargamu, El?" tanya Reymond membuat Elysia tersedak susu cokelat.
"Mau apa kakak bertemu Daddy dan Mommy?" tanya Elysia terkejut.
"Ya mau melamar kamu," sahut Reymond santai memakan roti bakar gosong nya.
"Jangan sekarang kak."
Reymond menatap Elysia dengan intens. Hatinya gulana takut bila Elysia telah jatuh cinta kepada Reynold.
"Apa selama empat bulan ini kamu memiliki perasaan untukku?"
Elysia menatap Reymond dengan seksama. "Aku ngerasa berhadapan dengan dua orang dengan wajah yang sama," celetuk Elysia membuat Reymond bungkam.
"Kenapa seperti itu?"
Elysia tak menjawab. Ia justru bangkit lalu duduk di pangkuan Reymond lalu menangkup wajah pria yang mematung itu.
"Apa kamu Kak Reymond, anak laki-laki yang selalu menjadi pengantin ku saat kita masih kecil? Apa Kak Reymond yang selalu menjadi Raja ku saat kita bermain Raja dan Ratu? Dimana keempat kakak ku menjadi musuh ingin menculik ku dan kamu selalu menyelamatkan ku."
"Sampai kamu pergi meninggalkanku padahal kamu sudah berjanji untuk selalu ada untukmu. Hingga semua orang percaya kamu benar-benar sudah meninggal," cerca Elysia dengan tangis yang pilu.
Ya. Elysia tidak pernah tahu keberadaan Reynold karena ketika menginjak usia tiga tahun, Reynold sering sakit dan lebih sering di rumah saja. Sehingga hanya Reymond yang sering bermain bersama anak dari Daddy Qenan dan Mommy Nadira.
Sedang Reymond tak menyangka jika Elysia masih menantinya. Begitu suram hidupnya hingga tak berani untuk menemui Elysia. Bahkan kesibukan nya melupakan janji tersebut.
Reymond mengusap air mata Elysia dengan ibu jari lalu mengecup kening gadis yang sudah berstatus istrinya itu.
"Maaf," hanya itu yang dapat diucapkan Reymond.
"Apa kejadian lima tahun lalu itu kamu, Kak?"
❤️
Bersambung
semangat thoor