Amyra Elisha dijual oleh Om Bagja pada Gavin Elvano Reynard . Pria tampan kaya yang sangat angkuh hingga Amyra hamil . Amyra pun kabur dari rumah Om nya itu . Sosok Bima Mahendra seorang pelukis menolong Amyra dan merawat nya .
Namun siapa sangka , ternyata Amyra kembali bertemu dengan Elvano .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KaMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Yang Sama
Kini Amyra bisa menjalani hidup nya dengan lebih tenang . Dirinya kini merasa sangat bahagia karena kehadiran janin berusia kurang lebih 12 minggu di perut nya itu .
Amyra lebih bahagia karena kehadiran Bima dan Elsa yang selalu ada untuk nya .
Pagi itu Amyra terlihat sedang duduk di sofa , Bima yang baru selesai mandi itu pun ikut duduk di samping nya .
" Gimana keadaan mu Ra ?" tanya Bima .
" Baik . " jawab Amyra tersenyum . Bima pun ikut tersenyum .
" Aku ada janji ketemu temen , mungkin pulang agak malam . Kamu gak apa apa kan sendiri disini?" tanya Bima .
" Aku gak apa apa kok , Gausah khawatir . " jawab Amyra yang memang terlihat ceria .
Sesekali Bima melihat raut wajah Amyra yang berseri ketika Amyra mengelus elus perut nya itu .
" Jaga kesehatan kamu dan bayi kamu Ra . Tunggu sampai bayi nya lahir , aku bakal nikahi kamu Ra . " ucap Bima .
" Iya , makasih Bima . " jawab Amyra .
" Ra . "
" Ya ?" Amyra menoleh .
" Boleh aku minta sesuatu ?" tanya Bima .
" Minta apa ?" Amyra penasaran .
Sejenak Bima terdiam , tangan nya mengusap lembut rambut Amyra .
" Aku minta kamu coba buka hati kamu buat aku , setidak nya ada waktu sampai anak kamu lahir . Aku mau nanti kita menikah karena memang kita saling menyukai Ra . " tanya Bima serius . Amyra bingung harus menjawab apa .
Amyra terlihat gugup dan tidak tau harus berkata apa .
" Gausah di paksain Ra . Biar berjalan apa ada nya aja . " Ucap Bima tertawa kecil . Amyra pun tersenyum .
" Aku pasti akan berusaha , Bima . " ucap Amyra .
" Aku harap begitu ,Ra . " ucap Bima merasa masih memiliki harapan .
" Mau makan apa hari ini ? " tanya Bima . Amyra berpikir sejenak .
" Makan apa yaa ?" Amyra masih berpikir .
" Emang kamu gak ada ngidam mau apa gitu Ra , biasanya kan perempuan hamil suka ngidam yang aneh aneh gitu . " tanya Bima . Amyra tertawa .
" Nggak gitu juga sih , tapi ... " ucap Amyra .
" Tapi kenapa ?"
" Sebenarnya memang ada yang mau aku makan ." ucap Amyra ragu.
" Mau makan apa coba , nanti aku beliin . " tanya Bima.
" hmm ,, " Amyra ragu untuk mengutarakan keinginan nya .
" Gausah malu malu , mau apa coba ? aku pasti beliin kok . " Bima semakin penasaran .
Amyra mendekatkan bibir ya ke telinga Bima untuk berbisik .
" Gula kapas ?" Bima aneh mendengar Amyra dan tertawa .
" Ih , kenapa ketawa ?" Amyra cemberut .
" Kamu mau gula kapas ? beneran ?" Bima tertawa geli .
" Bimaaaa ,,,, " Amyra menepuk dada Bima yang dari tadi tertawa karena keinginan Amyra yang seperti anak kecil .
" Iya maaf maaf . Nanti aku coba cari , Ok . " ucap Bima .
Raut wajah Amyra pun seketika berubah bahagia , hingga tanpa di sadari Amyra memeluk Bima . Bima terdiam .
" Maaf . " Amyra seketika melepaskan pelukan nya .
Namun Bima langsung memeluk nya kembali . Sejenak mereka terdiam dalam posisi berpelukan .
" Sebentar saja seperti ini Ra . " pinta Bima . Amyra pun menuruti nya .
Amyra pun membalas pelukan Bima dengan hangat dan lembut .
" Tetap lah disini Ra . " ucap Bima . Amyra pun mengangguk .
" Aku janji bakal bahagiain kamu nanti , aku gak sabar buat nikah sama kamu Ra . " ucap Bima tulus . Amyra tak menjawab nya .
Amyra merasakan rasa nyaman dan aman dalam pelukan Bima . Namun Amyra merasa kalau hati nya belum bisa menerima Bima sebagai seorang kekasih .
Rasa nyaman yang ia rasakan saat ini terasa canggung . Entah apa yang sebenar nya ada dalam hati Amyra .
" Makasih Ra . " ucap Bima tersenyum .
" Udah peluk pelukan nya ?" tanpa disadari Elsa sudah berdiri di sana melihat pemandangan itu .
Bima seketika melepaskan pelukan nya karena malu .
" Sejak kapan kamu disitu Sa ?" tanya Bima gugup .
" Sejak tadi kalian manis manis nya pelukan , ku tunggu kissing nya tapi gak terjadi juga . Jadi gemes kan liat nya . " ucap Elsa .
" Apaan sih Sa . " Amyra tersipu .
" Belum saat nya , dan pasti nya nanti gak di depan kamu Sa . " ucap Bima tertawa .
" Dasar . " Elsa cemberut .
" Sa , kebetulan kamu datang . " ucap Bima .
" Emang kenapa ?" tanya Elsa .
" Aku ada janji sama temen , takut nya pulang malam . Kasihan Amyra disini sendirian . Kamu temenin dia ya . " pinta Bima .
" Oke siap bos ku . " Elsa menjawab dengan posisi tangan menghormat .
" Hari ini kan minggu , kamu libur kerja kan ? " tanya Amyra .
" Iya dong . Lagian perusahaan punya bapak sendiri , masa iya harus kerja mulu . " Celoteh Elsa .
Mereka bertiga pun tertawa bahagia bersama .
**********
Sore itu Bima baru sampai di sebuah tempat hiburan .
Terlihat ada dua orang pria tampan yang tengah duduk disana , Bima pun menghampiri nya kemudian duduk .
" Nah ini dia si orang sibuk !" ucap seorang pria bernama Theo .
Theo adalah seorang pemilik tempat hiburan itu , di usia nya yang masih muda dengan perawakan atletis dan wajah tampan namun terlihat bad boy itu .
" Sibuk apaan sih Lu , sampe lupa sama temen sendiri . Bener bener !" Celoteh Theo . Bima hanya tersenyum .
" Apa kabar El ? " Tanya Bima pada pria yang tak lain adalah Elvano .
Namun terlihat Elvano hanya melamun dengan memainkan sebatang rokok yang sedang dia pegang . Hingga Elvano tak menyadari kalau Bima sudah datang .
" Woy ! ni anak akhir akhir ini kerjaan nya cuma gitu aja !" Kesal Theo menepuk pundak Elvano .
" Ya , kenapa ?" Elvano terkaget dari lamunan nya .
" Apa kabar ?" tanya Bima .
" Eh , sejak kapan Lu dateng ? Baik , Baik . Lu sendiri gimana ? " jawab Elvano .
Bima hanya tersenyum .
" Bima , lu tau gak ? ni anak lagi tergila gila sama satu cewek ! Dan gila nya lagi , dia bahkan gak bisa nemuin cewek itu sampe sekarang !" Ledek Theo dengan tawa terbahak bahak .
" El ? cari cewek ?" Bima heran .
" Iya , beneran . Udah kaya mau frustasi tau gak gua lihat ni anak tiap dateng cuman ngelamun dan marah marah !" lanjut Theo .
" Baru kali ini gua denger seorang Elvano cari cewek disaat para cewek nyari nyari dia . " Bima tertawa .
" Kalian bisa diem gak ! Pusing gua denger nya . Bukan nya bantuin , malah pada ngeledek !" Elvano kesal .
Bima dan Theo tertawa melihat tingkah laku sahabat nya itu .
" Eh , ngomong ngomong sibuk apaan sih Lu ? udah lama gua gak denger kabar Lu . " tanya Elvano .
" Biasa lah , cuma melukis . " jawab Bima .
" Masih betah diem di sanggar sama anak anak jalanan itu ?" tanya Theo .
" Yaa ,, " Jawab Bima .
" Eh ya , kaya nya bentaran lagi gua mau nikah . " ucap Bima .
" What ?" Theo kaget begitupun Elvano .
" Nikah ? Asli ?" Theo semakin aneh .
" Iya . " jawab Bima singkat kemudian meneguk minuman yang di sediakan di sana . Di saat para sahabat nya meminum minuman beralkohol , Bima masih tetap seperti dulu . Hanya meminum Bir atau sekadar soda saja.
" Gila kali ya , beberapa bulan gak kumpul . Tiba tiba mau nikah aja . Jangan jangan Lu hamilin anak orang ya ?" tanya Theo .
" Emang . " jawab Bima tenang .
" Wah , bener bener gila ni anak . Gak nyangka gua . Si bujang sejati kaya Lu bisa bisa nya hamilin anak orang !" Theo terlihat antusias . Bima tersenyum .
" Beneran lu hamilin anak orang ?" tanya Elvano .
Bima tersenyum .
" Sebenar nya bukan gua yang hamilin . Tapi gua janji bakal nikahi dia . " jawab Bima jujur , karena memang sejak bersahabat dengan mereka tak pernah ada kebohongan atau pun rahasia diantara mereka . Hal sekecil apapun pasti bisa mereka cerita kan satu sama lain .
" Ngapain lu repot repot tanggung jawab ? emang gak ada cewek lain apa ?" tanya Elvano .
" Gua udah terlanjur suka sama dia dari sebelum dia hamil . Dan juga dia gak tau siapa yang udah hamilin dia . So , aku bisa punya kesempatan buat jadi ayah dari anak nya . " jawab Bima .
" Wah bener nih si hati malaikat , secantik apa sih tuh cewek ? kenalin dong !" ucap Theo semangat .
" Nanti gua kenalin , tapi gak sekarang . " jawab Bima .
" Emang siapa namanya ?" tanya Theo .
Sebelum Bima menjawab , ponsel Elvano berdering ada panggilan masuk .
" Gua angkat telepon dulu bro . " pamit Elvano mencari tempat yang senyap untuk mengangkat panggilan masuk itu .
" Eh iya tadi siapa nama cewek lu ?" Theo kembali bertanya .
" Nama nya Amyra . " jawab Bima .
" Amyra ?" Theo sejenak berpikir .
" Nama nya kaya gak asing , pernah denger dimana ya ? " ucap Theo mencoba mengingat ingat .
" Udah lah , lu juga gak bakal kenal . Karena dia cewek polos yang gak mungkin kenal sama kadal kaya lu . " ledek Bima .
" Kadal kadal gini cewek gak ada yang pernah nolak ! Iya gak ?" ucap Theo percaya diri .
" kadal ya kadal !" ucap Elvano yang kembali duduk bersama mereka .
Mereka bertiga pun menghabiskan waktu bersama karena memang sudah lama tidak berkumpul karena kesibukan masing masing .
*************
jgn ngilang lagi yah ,semangat nulisnya ,up tiap hari ,kami pembaca mu setia nunggu novel ini up 😉😉😉