NovelToon NovelToon
DIA JUGA SUAMIKU

DIA JUGA SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: nazwa talita

Laras Kinanti pergi mengadu nasib ke Ibukota, untuk mencari keberadaan suaminya yang menghilang tanpa kabar.

Pencarian Laras berujung luka, karena suami yang ia cari itu menikah dengan Nadine Chandra, yang tak lain adalah putri majikannya.

Sanggupkah Laras bertahan dengan status sebagai pelayan madunya?

Mampukah dia menghadapi kekejaman suaminya sendiri?

Adakah kebahagiaan untuk Laras?


Karya ini kolaborasi dua Author Kece
Nazwatalita dan Jannah Zein.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10 MENGERJAI LARAS

'Dasar perempuan murahan!' Galang mengutuk dalam hatinya.

Sepanjang perjalanan, tangan Galang terus mengepal dengan keras. Hatinya panas, dan tidak terima istrinya berdekatan dengan pria lain.

Sementara itu Nalendra terus mengajak Laras bicara. Baru membuat kaki Laras lecet saja sudah menjadikannya merasa bersalah, padahal sudah jelas niat awalnya memang ingin mengerjai Laras.

Nalendra bingung sendiri dengan perasaannya yang begitu mudah berempati. Harusnya dia senang, bukan? Karena berhasil membalas kekesalannya terhadap Laras sebelumnya.

Tapi hatinya malah tidak tega, dan malah iba saat melihat laras meringis sakit.

"Apa kakimu masih sakit?" tanya Nalendra dengan sedikit mencondongkan tubuhnya ke arah Laras.

"Masih, Tuan," sahut Laras seperlunya.

Sementara itu Galang yang melirik dari arah spion semakin menggeram kesal, hatinya terbakar melihat apa yang dilakukan Nalendra.

***

Laras memasuki rumah majikannya dengan kaki terpincang, dia menjinjing sepatu hak tinggi pemberian Nalendra, sementara tangan lainnya menenteng beberapa paper bag berisi pakaian.

Ya, Nalendra membelikan beberapa setel pakaian kantor, untuk dikenakan Laras setiap hari.

"Enak, ya. Baru beberapa minggu kerja di sini sudah dijadikan asisten Tuan Nalendra. Kamu apain sih dia? Kamu pelet?" sindir Eneng dengan sinis, saat Laras hendak membuka pintu kamarnya.

Laras menoleh ke asal suara judes tersebut, tampak sosok Eneng sedang menatap tidak suka padanya.

"Apa maksud kamu?" tanya Laras kesal, selama ini dia memang kurang akur dengan asisten rumah tangga yang satu ini.

"Pasti di kantor kamu terus mencoba godain tuan muda, ya! Dasar perempuan gatal!" sinis Eneng.

"Jaga mulut kamu, ya! Aku tidak seperti yang kamu tuduhkan, Eneng!" sentak Laras.

"Ya syukur, sih. Kalau masih punya harga diri, sana buruan ganti baju. Pekerjaan rumah masih banyak!" seru Eneng.

Laras menghela napas berat, dia buru-buru masuk ke dalam kamar untuk ganti pakaian, lalu mulai mengurusi pekerjaan rumah.

Di rumah ini Eneng adalah pembantu senior, dia sering mengalihkan tugas-tugasnya pada Laras. Selama ini Laras menurut saja, sehingga Eneng bisa bersantai seenaknya.

Sekarang Eneng menjadi keki Karena Nalendra malah membawa Laras bekerja di kantor, yang mengakibatkan pekerjaannya kembali membludak.

Kekesalannya semakin bertambah karena yang dipilih Nalendra adalah Laras. Harusnya Nalendra memilih dia yang lebih senior untuk dibawa ke kantor!

Selama ini Eneng selalu mati-matian untuk mencari muka di depan Nalendra, tidak ada kesempatan sekecil apa pun yang dia sia-siakan untuk mengambil hati sang majikan, saat tuan mudanya itu pulang ke Indonesia.

Eneng sangat tertarik pada tuan mudanya yang memiliki tubuh dan wajah menggoda itu, dia juga sudah sering melancarkan aksi untuk memikat Nalendra, tetapi tidak pernah berhasil.

Sebagai seorang janda yang sudah lama ditinggal suami, Eneng sering mengkhayalkan Nalendra di dalam fantasi liarnya, membayangkan tangan berotot Nalendra menyentuh tubuhnya, di saat dia melakukan solo karir.

***

"Laras, kemari kamu!" panggil Nalendra.

Saat ini Nalendra sedang berada di taman belakang rumahnya, dia duduk di gazebo mengeringkan tubuh setelah selesai berenang.

Kebetulan Laras juga sedang menyapu di sana.

Gerakan tubuh Laras saat menyapu membuat Nalendra seperti kekurangan oksigen, yang membuatnya tergoda menarik wanita itu untuk duduk di pangkuannya.

Laras menghentikan pekerjaannya lalu berjalan menghampiri Galang.

"Ada apa, Tuan?"

"Siapa yang menyuruh kamu mengerjakan pekerjaan rumah?" tanya Nalendra dingin.

"Tidak ada, Tuan. Ini kan memang tugas saya," sahut Laras.

"Kamu itu sekarang bukan pelayan lagi di sini, tapi asistenku. Jangan melakukan pekerjaan apa pun tanpa seizinku!" perintah Nalendra.

"Eneng ...!"

Sedetik kemudian pelayan bernama Eneng itu sudah muncul di depan Nalendra.

"Ada apa, Tuan?" tanya Eneng dengan nada bicara yang dibuat selembut mungkin.

Matanya mencuri lirikan ke arah tubuh Nalendra yang berotot, jantungnya berdebar tak karuan saat sorot matanya menangkap pemandangan bokser Nalendra yang basah.

'Oh, Tuhan. Pasti pusakanya Tuan Nalendra sangat besar dan perkasa,' gumam Eneng sambil menelan saliva, pemandangan menggairahkan ini membuat area intinya berkedut sendiri.

"Lanjutkan pekerjaan Laras! Dia asistenku, dan tidak boleh lagi melakukan pekerjaan rumah!" seru Nalendra.

"Baik, Tuan."

Eneng beranjak dengan wajah lesu, bibirnya yang tak henti mengumpat. Tadinya dia pikir Nalendra akan memberi tugas khusus untuknya. Eh, malah disuruh melanjutkan pekerjaan Laras, enak sekali hidup Laras itu!

"Kamu pergi istirahat, besok aku akan mengajarkanmu mengurus pekerjaan kantor. Kau tahu? Alih-alih membantu pekerjaanku hari ini, kau malah membuatku susah karena kaki kampunganmu itu!" seru Nalendra.

Laras mendelik, enak saja pria ini mengatainya menyusahkan. Padahal dia sendiri yang membelikan sepatu sialan itu, hingga membuat Laras tersiksa ketika memakainya.

"Itu bukan salahku, tapi salah Tuan sendiri, yang memaksaku memakai sepatu konyol itu!" balas Laras tak mau kalah.

"Memang seperti itu sepatu orang kantoran, kakimu saja yang kampungan!" sinis Nalendra.

'Iya, aku memang kampungan. Tapi aku masih waras, tidak gila sepertimu yang membawa wanita kampung, untuk bekerja di kantoran!' Laras mengumpat dalam hati.

"Kau sedang menyumpahiku, ya?" kesal Nalendra, dia memang tidak mendengar jeritan batin Laras, tapi dia bisa melihat bibir sensual wanita itu berkomat-kamit.

"Ti-tidak, Tuan. Aku tidak mengumpatmu." Suara Laras terdengar agak gelagapan.

"Kalau tidak mengumpat, lalu apa?"

"Ti-tidak ada, Tuan." Laras mengerucutkan bibirnya.

'Ya, Tuhan. Mengapa bibir itu membuatku tidak fokus!' erang Nalendra dalam hati.

Kalau saja tidak ingat Laras hanyalah seorang pembantu, mungkin sejak tadi Nalendra sudah menyambarnya, lalu mencium bibir ranum itu sepuasnya.

"Ya, sudah! Sana istirahat!" perintah Nalendra.

"Baik, Tuan." Laras pun beranjak meninggalkan Nalendra.

"Laras tunggu!" panggil Nalendra saat baru beberapa langkah berjalan.

"Ada apa, Tuan?" tanya Laras setelah dia berbalik badan.

"Buatkan cappucino panas untukku!" perintah Nalendra.

'Dasar pria gila plin-plan, tadi disuruh istrahat, sekarang disuruh buatin minum,' gerutu Laras.

"Mengapa masih diam di situ? Cepat buatkan sekarang, waktumu 3-menit. Terlambat 1-detik, gajimu bulan ini hangus!" sentak Nalendra.

Laras terbelalak. "I-iya, Tuan!"

Wanita itu berdecak kesal, dia setengah berlari menuju dapur. Sedangkan Nalendra tersenyum puas karena berhasil mengerjai Laras.

Sepuluh menit kemudian Laras kembali, dengan tangan membawakan sebuah mug berisi cappuccino pesanan Nalendra.

"Ini cappuccino nya, Tuan." Laras meletakkan mug tersebut di samping Nalendra.

"Aku bilang gajimu bulan ini hangus jika terlambat 1-detik, tapi kau malah terlambat 7-menit!" geram Nalendra.

"Tuan, mana bisa aku bergerak cepat, sedangkan kakiku masih sakit." Laras membela diri.

Padahal penyebab utamanya adalah permintaan Nalendra yang sangat tidak masuk akal. Mana sempat memanaskan air, membuatkan cappuccino dalam waktu tiga menit.

Belum lagi taman belakang yang menjadi tempat Nalendra bersantai, memiliki jarak sekitar 50-meter dari dapur.

"Baiklah, kali ini kau aku maafkan. Sana pergi istirahat!" seru Nalendra.

"Baik, Tuan." Laras melangkah cepat meninggalkan Nalendra.

Nalendra tersenyum penuh kemenangan, karena berhasil membuat Laras pontang-panting.

Nalendra mengulurkan tangan untuk meraih mug di atas meja.

"Puiihh ...." Nalendra menyemburkan cappuccino super asin buatan asistennya itu.

"Laraass!!" teriaknya menggelegar.

Bersambung ....

By: Poel Story27.

Jangan lupa beri dukungan sebanyak-banyaknya untuk karya ini, ya.

Terimakasih.

1
Gintania nia
bagus donh
Wahyu tampan sempurna
gwa heran yg jadi tokoh utama nya perempuan bloon bin oon dan begok ya lemah banget
Sri Puryani
lawan galang laras ...jgn mau di bodohi galang
Mawar Merah
Kecewa
Witri Yanti
pasti Galang bukan anak kandung Ningsih Thor. mana ada nenek lihat cucu menderita kelaparan .
Mak e Tongblung
cara atau jarak
Jasreena
cium lg dong tuan....😂😂
Jasreena
pake extra kunci slot dong Laras... g kspok2
Jasreena
kalimatnya kebanyakan d ulang2...
Aas Azah
punya suami kyk gitu mah buang aja kelaut😠
Veronica Maria
ceritanya bagus. tdk banyak konflik dan yg terpenting itu lsg tamat. tdk hrs menunggu berbulan2 utk tamat 😄
Veronica Maria
betulll laras. ambil semua harta rusdi yg jdi hakmu dan ruby. itu ganti uang kesusahanmu slm bertahun2 ditinggal galang. bila perlu, penjarakan jg mantan mertuamu itu.
Veronica Maria
dasar emak goblok. yg dipikirin cmn duit dan duit jg kekayaan. maklum deh kalau asal dr kel miskin jg. kalau dan di penjara bareng rusdi baru kapok.
Veronica Maria
penjarain mak lo itu jg om lo itu. mereka yg sdh jahat sama laras jg anakmu ruby. mau2 aja dibodohin sama kel lo bertahun2. kalo lo pinter dan punya duit, ya lo suruh orang dong galang buat selidikin ttg laras. bner atau ngga
Veronica Maria
nah lo galang yg goblok. percaya aja sama ibumu jg kabr2 dr kampungmu slma ini. mlh gak ngakui anak jg. trs nalendra seneng, lo malah sewot. dah ceraiin aja bini lo. bini lo jg berhak bahagia kok
Sukliang
makasih thor
Sukliang
kshan juga galang, karna
yg jahst tu kel nya
Sukliang
turuti aja nyonya
Sukliang
yesssd
Sukliang
mati kutu nyonya terhormat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!