Al tak pernah mengira pertemuan nya dengan Chelsea, gadis kecil yang duduk di sebelahnya saat di pesawat berbuntut panjang. Gadis kecil itu sepertinya hantu yang terus saja mengikutinya.
Chelsea jatuh cinta pada pandangan pertama pada pria kaku, dingin dan dewasa. Entahlah daya tarik apa yang dia miliki, yang pasti Chelsea menyukainya.
Pertemuan demi pertemuan tak sengaja terjadi, namun Al justru menuduhnya sengaja membuntuti pria itu, hingga sebuah insiden yang mengharuskan mereka menikah.
Penasaran? ikutin kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjebak
Jonathan menyambut kedatangan Al dengan wajah berbinar. "Akhirnya kamu mau datang juga," sambutnya.
"Bukankah kamu maksa?"
"Hehehe... santai bro. Banyak gadis cantik disini. Apa kau tidak ingin cuci mata, kali aja ada yang cocok." goda Jonathan.
"Sialan!" balas Al yang hanya dibalas tawa oleh Jo.
Mereka bergabung dengan beberapa teman lain yang sengaja diundang Jo.
Acara ulangtahun dimulai, mulai dari tiup lilin hingga acara bebas.
Randi berjalan santai menuju meja Caca dengan gelas minuman di tangannya, sengaja menabrak Caca hingga minuman tersebut mengotori gaunnya. Caca menggeram kesal dan pergi ke kamar mandi.
Sedikit mengomel gadis itu berjalan menuju kamar mandi untuk membasuh gaunnya. Setelah bersih Caca keluar dan dia terkejut melihat Randi sudah berdiri disana menunggunya.
"Maafkan aku chel, aku tidak sengaja" Randi berusaha mendekat dan meraih tangan Chelsea yang langsung ditepis sang pemiliknya.
"Sudah lupakan." jawab Chelsea cepat dan bersiap pergi. Namun tangannya di cekal oleh Randi.
"Aku mencintaimu Chelsea, sampai kapan kau akan menolakku?"
"Maafkan aku Ran, jawabanku tetap sama, aku tidak bisa,"
"Kenapa?" Kali ini Randi menarik tangan Chelsea kuat dan memojokkan nya di dinding. Dengan posisi yang terlihat intim dari jauh.
"Karena aku menyukai oranglain." setelah bicara Chelsea menendang Randi dan segera pergi. Sedangkan Randi menggeram kesal, sambil menahan nyeri.
"Malam ini aku akan mendapatkan mu, tunggu saja gadis sombong." ucapnya pelan.
Sayangnya tanpa dia sadari Al mendengar ucapannya. Al berada disana, dia akan keluar namun langkahnya terhenti melihat dua sejoli yang dia pikir sedang memadu kasih tanpa tahu tempat itu. Dan dia terkikik geli, melihat sang pria yang mengaduh kesakitan. Al pun melewati pemuda tadi dengan santai dan berpura pura tidak tahu apa apa. Dasar anak muda...
Al kembali ke mejanya, namun dia tertegun melihat gadis cantik bergaun biru yang asyik ngobrol dengan beberapa orang temannya yang tak kalah cantik.
Itu, bukankah itu gadis itu!" lagi matanya menyipit memastikan dugaannya tidak salah.
Ya benar itu adalah gadis kurang ajar itu, tunggu aku akan membalasnya , hehehe akhirnya aku bisa juga menemukan mu, akan aku beri pelajaran yang setimpal untukmu,
"Kamu kenapa Al?" pertanyaan Jo mengembalikan dirinya pada dunia nyata.
"Eh, kau mau tahu gadis itu kan? tuh lihat gadis yang disana, yang berbaju navy itu! tunjuk Al pada Jonathan.
"Maksudmu itu? itukan Chelsea, kalau aku tidak salah dia putri keluarga Baskoro." jawab Jo
"Apa kau mengenalnya?" tiba tiba Jo merasa ada sesuatu.
"Itu, gadis yang aku ceritakan, dia gadis nakal yang sudah... Akh...sudahlah siapa tadi namanya?"
"Chelsea, dia putri Baskoro, kakaknya bernama Rasya seorang pengusaha muda yang sukses dan baru saja melangsungkan pernikahan dengan putri keluarga Kusuma," lanjut Jo.
"Maksudmu menikah dengan Akila?" ulang Al
"Benar. Kenapa? apa kau menyesal meninggalkan nya waktu itu, kau terlambat bro, dia sudah menjadi istri orang. Aku tak menyangka ternyata dia juga begitu cantik, dan dia adalah model terkenal, Liliana, dia menyembunyikan status aslinya selama ini."
"Kau sudah seperti wartawan saja, semua hal kau tahu, sebaiknya kau alih profesi." sindir Al.
"Rasya juga temanku, dan aku hadir di pertunangan serta pernikahan mereka."
"Eh..bentar ya.." Al meninggalkan Jo saat melihat gadis itu pergi bersama temannya. Al mengikuti mereka.
"Rin, sini aku bantu," Ririn menoleh ke belakang, Randi sudah berdiri dibelakang nya.
"Randi!" Ririn sedikit menaikkan alisnya.
"Sudah, ayo. Kamu pesankan aja kamar, biar aku jaga disini," usir Randi.
Ririn pergi, Randi dengan cepat menarik Chelsea yang sudah mabuk.
Flash back.
Setelah kembali dari kamar mandi, Randi meminta temannya untuk memberikan Chelsea minuman beralkohol yang dia beri sedikit obat.
Nadia adalah teman Chelsea yang diam diam tidak menyukainya, dia cemburu karena banyak cowok yang suka pada gadis itu, dan dia menyukai Randi, dia bersedia melakukan apapun asal Randi mau jadi kekasihnya.
Nadia mendekati Chelsea.
"Chelsea, Lo nggak minum?"
"Maaf, aku nggak minum itu," tolak Chelsea halus.
"Cemen Lo, padahal Lo kan tinggal diluar negeri, masa nggak pernah minum, nggak usah sok jaim deh ma kita kita " serangnya
"Maaf, tapi aku..."
"Hai... ternyata teman kita ini anak mami, hu....!" Nadia mengejek Chelsea yang diikuti tawa beberapa temannya.
"Satu gelas chel, sebagai bukti Lo temen gue, lagian Lo nggak akan mabuk kok, kalau cuma minum sedikit, nih buktikan jika Lo emang sahabat kita,' tantang Nadia.
Chelsea emosi dikatakan anak mami. Dia menerima gelas tersebut, "jangan Ca, udah biarin aja dia mau ngomong apa. Ayo!' Ririn coba menarik Chelsea.
Chelsea menepis tangan Ririn dan menerima gelas tersebut lantas meminumnya dengan sekali tegukan, rasa panas membakar tenggorokan nya, pahit, namun dia menahannya.
Setelah dia meletakkan gelas tersebut, semua temannya bersorak gembira. "Lo hebat, itu batu temen gue." puji Nadia.
Ririn menarik Chelsea menjauh, dan mereka duduk disudut. Chelsea mulai merasakan sesuatu yang aneh, kepalanya mulai terasa pusing, Pandanga nya juga mulai memudar, "Rin balik yuk, aku sedikit pusing." gumannya
"Tuh kan, dibilangin jangan minum, ya udah yuk." Ririn berdiri dan menggandeng Caca keluar, sedangkan Randi tersemyum penuh kemenangan, dia mengikuti kedua gadis itu dari belakang.
Flash back off
"Randi?"
"Chelsea kenapa?" Randi pura pura simpati
"Tidak apa apa, hanya sedikit mabuk"
"Perlu bantuan, biar aku aja yang antar! aku tahu kok rumahnya dan kebetulan aku juga kenal dengan orangtuanya,"
"Tidak perlu, Chelsea pergi bareng aku biar aku yang antar dia pulang."
"Tapi, apa kamu yakin mau bawa dia pulang dalam keadaan mabuk gitu? Apa nggak sebaiknya kalian menginap saja? mamanya pasti marah melihat Chelsea mabuk."
"Benar juga" guman Ririn.
"Sini gue pegangin, Lo pesan kamar gue tunggu disini, gimana?"
Ririn belum bergerak, dia masih menatap curiga, "Buruan, Lo nggak kasihan nih lihat dia kayak gini." lanjut Randi.
"Awas Lo jangan macam-macam ya!" ancam Ririn. Randi tersemyum, "aman!"
Setelah Ririn pergi Randi menarik Chelsea menuju sebuah kamar yang sudah dia booking sebelumnya, seringai jahat menghiasi wajahnya.
Chelsea yang mabuk dan dipengaruhi obat hanya bisa diam dan tak berdaya, sebenarnya dia menolak tapi tidak memiliki kekuatan sedikitpun untuk melawan.
Al menggeram kesal, saat pria itu menutup pintu kamarnya, gadis bodoh makinya.
Al bersiap maju untuk mendobrak pintu tersebut.
Tapi apa urusannya denganku? mengapa aku harus peduli, itu urusannya dan tidak ada hubungannya denganku? bisa jadi pria itu kekasihnya" batin nya lagi.
Tapi...
Al yang akan berbalik pergi mengurungkan niatnya, dia menggedor pintu kamar dengan keras. Randi memaki di dalam hati, karena seseorang menggangu kesenangannya.
Pria itu bangkit, dia berjalan menuju pintu dan membukanya, belum sempat dia bicara Al sudah melayangkan pukulan di wajahnya.
Tanpa banyak bicara Al terus memukulnya hingga dia tidak memiliki kesempatan untuk melawan. Ditambah dia juga sedikit mabuk.
Al semakin menggeram marah, saat dilihatnya Chelsea terbaring sambil merintih, gaunnya sudah terlepas entah kemana. "Brengsek!" maki Al.
"Siapa kau?" Randi masih coba melawan.
"Aku, bukan urusanmu," ucapnya penuh emosi dan memukul Randi lagi hingga dia tersungkur ke bawah.
Al langsung mengangkat Chelsea dan membawanya ke kamar mandi, gadis itu tak mau diam, dia bahkan membuka kancing kemeja Al, sesuatu didalam dirinya muncul, rasa aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, dia ingin sentuhan seorang pria, dan melihat wajah Al yang begitu menggairahkan. Dengan dekat dia memeluk Al, yang langsung di tepis pria itu.
Al merendam tubuh gadis itu di bath up, dia keluar dan membuka kemeja yang basah akibat ulah Chelsea. "Menyusahkan" ucapnya pelan.
Randi berlari keluar dengan wajah lebam. "Sial" ucapnya kesal mengusap darah segar di sudut bibirnya.
"Randi, mana Chelsea?" tanya Ririn panik setelah mencari kesana kemari.
"Dikamar xx dengan seorang pria, aku sudah coba menolongnya tapi aku gagal." lanjutnya. Setelah itu dia langsung pergi, "Mampus kalian" gumannya pelan.
Ririn langsung menelpon pihak keamanan hotel dan orangtua Chelsea, mereka masuk tanpa mengetuk pintu, "Tangkap dia?" ucap Ririn cepat. Petugas keamanan langsung mengamankan pria itu.
"Apa-apaan ini?" ucap Al bingung.
"Mana Caca?" bentaknya pada Al. Ririn menoleh mendengar suara pintu kamar mandi terbuka, Caca keluar dari sana dengan tubuh basah kuyup berbalut handuk dan dia segera berlari memeluk sahabatnya.
"Ikut kami, nanti kita bicarakan diruangan saya." tutur manager hotel. Dia mengenal baik keluarga Baskoro dan akan menjadi berita jika sampai ada yang tahu masalah ini.
Ririn menenangkan Caca yang menangis, dia sudah sadar, sebenarnya Caca tidak begituabuk, min efek obat yang diberikan oleh Randi membuat tubuhnya lemah. Dia menangis bahagia, seandainya Al tidak datang, entah bagaimana nasibnya saat ini.
Kini Al, Ririn dan Caca yang sudah berganti baju pun duduk disana, di ruangan sang manager menunggu kedua orangtua mereka.
Kencengin like dan poinnya, kita double up.
mau tau gimana rasa nya,,sini Aq bisikin ca😅