HAZEL SETEVIANO sangat mencintai pria yang di jodohkan dengannya RONAlDO ALEXANDER, karan rasa cintanya pada Ronald sangat besar, Hazel selalu bersikap posesive, dia akan marah jika ada wanita yang mendekati Ronald, hingga bertambah hari Ronald semakin di buat muak dengan sikap Hazel yang menurutnya sangat cemburuan, bahkan Hazel juga selalu bersikap sinis pada LUNA MAHENDRA yang jelas jelas sudah bersahabat dengan Ronald sejak duduk di bangku SMP, karna Hazel merasa kalau Luna sudah merebut perhatian Ronald darinya.
Dan suatu hari tibalah acara peresmian pertunangan Hazel dan Ronald yang di gelar di hotel mewah, dan malam itu senyum Hazel terus mengembang, tapi senyum itu lenyap seketika saat Ronald membatalkan pertunangannya di depan para tamu undangan.
Hazel yang merasakan sakit di hatinya dia hanya bisa menangis dan berlari keluar dari hotel, dan naasnya saat menyebrangi jalan raya, sebuah truk
menghantam tubuhnya hingga terpental ke sisi jalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zakiya el Fahira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Jam dua belas siang dosen pengajar di kelas Ronald baru menutup pertemuannya, Ronald yang sudah menahan lapar bergegas pergi ke kantin, tadi pagi karna keburu buru Ronald hanya memakan roti saja untuk mengganjal perutnya, dia pikir dosen hanya mengajar dua jam saja seperti biasa, tapi tak di sangka malah menambah materi kelasnya sampai hampir jam dua belas.
Di kantin David dan Kenzo yang baru masuk, langsung menghampiri Ronald yang tengah melahap makan siangnya seorang diri, lalu mereka berdua duduk di depan Ronald begitu saja.
''Lagi kelaparan kamu?'' sapa David, karna biasanya Ronald di kantin hanya duduk minum saja sembari membaca buku.
''Tadi enggak sempat sarapan'' sahut Ronald setelah meneguk air putih hingga setengah botol.
''Kayaknya bukan enggak sempat, kamunya aja yang berangkat kepagian'' sambar Kenzo.
Ronald menganggukkan kepalanya, yang di katakan Kenzo memang benar, dirinya berangkat terlalu pagi, padahal kalau tadi sarapan dulu juga masih sempat.
''Kalian berdua enggak ada kelas?'' tanya Ronald sembari mengambil buku tebal dari dalam tasnya.
''Kalau aku sih hari ini kosong'' jawab David.
''Aku ada, bentar lagi jam satuan'' ucap Kenzo.
Ketiga sejoli itu walau sudah bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar, tapi ketika sudah masuk kuliah mereka mengambil jurusan yang berbeda, Ronald mengambil jurusan kedokteran, David jurusan akuntan, dan Kenzo mengambil jurusan Desain.
''Eh, Nald, nanti kamu masih ada kelas enggak?'' tanya Kenzo.
Ronald terdiam sejenak untuk mengingat. '' Ada nanti jam tiga sore'' jawabnya.
''Berarti nanti malam luang ya'' tukas Kenzo.
''Kenapa memangnya?'' tanya Ronald.
''Kumpul ke basecampe lah''
Ronald tidak langsung mengiyakan, karna tiba tiba dia teringat kalau besok Hazel sudah mulai masuk kuliah, pasti gadis itu butuh belanja untuk kebutuhan kuliah.
''Bentar, aku tanya Hazel dulu'' tukas Ronald.
Kenzo dan David langsung saling pandang satu sama lain, lalu keduanya sama sama berdecak.
''Cih''
''Mentang mentang sudah punya calon istri, sekarang maunya nge bucin aja tiap hari'' cibir Kenzo.
Ronald hanya terkekeh saja sembari mencari ponselnya, dia tidak memperdulikan cibiran sahabatnya.
''Hai, semua'' sapa Winda yang tiba tiba berdiri di samping meja mereka bersama Luna.
''Eh, hai juga Wind'' balas David dan Kenzo beraamaan, sedangkan Ronald dia masih sibuk mencari ponselnya yang tak kunjung dia temukan.
''Nald, kamu cari apa?'' tanya Luna yang memang hanya memperhatikan Ronald saja.
''Ponsel'' sahut Ronald.
''Ketinggalan mungkin'' tukas David.
Ronald langsung terdiam, sepertinya David benar dirinya meninggalkan ponselnya di rumah.
''Sini, pinjam ponselmu'' pinta Ronald pada David.
Tapi David belum sempat memberikan ponselnya, Luna sudah lebih dulu menyodorkan ponselnya ke hadapan Ronald.
''Nih punyaku saja'' ucap Luna.
Ronald mendongak menatap Luna yang berdiri di depannya, karna Luna sudah menyodorkan ponselnya jadi Ronald tidak enak untuk menolaknya, jadi dia terpaksa menerimanya.
''Terimakasih''
Luna menganggukkan kepalanya dengan tersenyum.
Ronald langsung menekan nomor telfonnya sendiri, awalnya dia mau menelfon Hazel langsung, tapi sayangnya ponselnya ketinggalan, dan sialnya dia tidak hafal nomor telfon Hazel.
''Halo'' ucap Ronald saat sambungan telfonnnya sudah terhubung.
Ronald sedikit menjauhkan ponselnya, saat mendengar suara omelan ibunya dari sebrang telfon, yang membuat kedua sahabatnya menertawakannya, begitu juga dengan Luna dan Winda.
Tapi beberapa saat kemudian Ronald di buat terkejut bahkan sampai reflek berdiri, saat ibunya mengatakan kalau Hazel sudah pindah ke asrama sejak jam sembilan tadi.
''Bu, kenapa tadi pagi Ibu tidak bilang apa apa sama Ronald?'' tanya Ronald sedikit kesal.
''Maaf, ibu lupa, lagian salah siapa tadi kamu keburu buru berangkatnya'' jawab Ibunya dari sebrang telfon, yang tetap menyalahkan putranya.
''Ya sudah kalau gitu''
Ronald segera mengembalikan ponsel milik Luan setelah sambungan telfon dengan Ibunya terputus.
''Ada apa Nald?'' tanya Luna melihat expresi wajah Ronald yang terlihat masam.
''Tidak apa apa'' jawab Ronald sembari memasukkan buku buku yang tadi di bacanya ke dalam tas gendongnya.
''Pasti Hazel'' cletuk David dengan santai.
Membuat Winda langsung mengerutkan dahinya. ''Hazel siapa?'' tanyanya penasaran.
''Saudaranya Ronald'' Luna yang menjawab, sedangkan Ronald hanya diam saja, begitu juga dengan David dan Kenzo, mereka berdua juga tidak membenarkan perkataan Luna, kalau Hazel sebenarnya bukanlah saudara Ronald tapi calon istrinya, karna Ronald sudah meminta pada kedua sahabatnya untuk merahasiakannya.
''Nald, kamu mau kemana?, nanti kita ada kelas lagi loh'' cegah Luna menahan lengan Ronald yang hendak melangkah pergi.
David langsung melepaskan tangan Luna yang menahan lengan Ronald, lalu Ronald langsung bergegas pergi.
''Nald, kamu mau kemana?!'' seru Luna tapi tidak di hiraukan oleh Ronald.
''Sudah biarkan saja, nanti dia juga kembali lagi, dia tidak akan melewatkan jam kelasnya kok'' ucap Kenzo.
''Tapi aku hawatir, Ronald sepertinya sedang tidak baik baik saja'' sambar Luna yang terlihat jelas di raut wajahnya kalau sedang khawatir.
David dan Kenzo malah tertawa melihat Luna yang sedang menghawatirkan sahabat mereka yang lagi bucin.
''Kok kalian berdua malah tertawa sih?'' tegur Luna kesal.
''Iya, ih'' sela Winda yang ikut kesal.
''Sudah sudah, mending kalian berdua duduk, dan pesan makanan, tidak usah perdulikan Ronald'' ucap David.
''Benar kata David, lagian Ronald juga baik baik saja'' sambung Kenzo.
Dan mau tak mau Luna akhirnya duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Ronald, begitupun dengan Winda yang juga ikut duduk di kursi kosong sebelah Luna.
Sedangkan di area asrama putri langsung di buat heboh saat melihat pangeran kampus mereka tiba tiba muncul di sana, di kepala mereka saat ini di penuhi tanda tanya, untuk apa pangeran kampus mereka mendatangi area asrama putri.
Ronald awalnya gugup saat menginjakkan kakinya di area halaman asrama putri, tapi rasa gugup itu lenyap seketika saat melihat gadis yang akan menjadi istrinya di masa depan.
Dengan langkah lebar Ronald bergegas menghampri Hazel yang berjalan beriringan bersama Clara.
''Zel''
Tubuh Hazel seketika membatu melihat Ronald berdiri di depannya, sedangkan Clara dia membulatkan matanya melihat pangeran kampusnya berdiri tepat di depan matanya, sampai sampai dia mencubit lengannya takut jika dia hanya sedang bermimpi.
''Kak,, Kak Ronald''
''Kenapa tidak bilang bilang kalau mau pindah di asrama'' ucap Ronald.
Clara langsung menatap Ronald dan Hazel secara bergantian.
''Zel, kamu kenal sama Kak Ronald?'' tanya Clara.
Hazel menganggukkan kepalanya. ''Dia saudaraku yang aku ceritain ke kamu kemarin''
''Whatt?!!'' pekik Clara.
''Jadi, Kak Ronald ini saudaramu?'' tanya Clara lagi yang di angguki oleh Hazel.
Sedangkan Ronald dia mendengus, lagi lagi Hazel mengakui dirinya sebagai saudaranya lagi, apa mungkin Hazel masih tidak bisa menerima perjodohannya, atau dirinya masih kurang baik di mata Hazel pikirnya.
''Zel, kamu belum jawab pertanyaanku?''
Hazel mendengus. ''Ya maaf, lagian suruh siapa tadi malam Kak Ronald pulangnya larut, terus tadi pagi Kak Ronald juga berangkat pagi pagi banget, jadi jangan salahkan aku kalau enggak kasih tahu Kak Ronald, terus suruh siapa ponsel Kak Ronald ketinggalan, udah deh pokoknya jangan salahkan Hazel'' omel Hazel panjang lebar.
Ronald menarik nafasnya dalam dalam, Hazel dan Ibunya ternyata satu spesis, minta maaf tapi tetap saja dirinya yang di salahkan.
''Ok, ok, aku yang salah, aku minta maaf'' ucap Ronald mengalah, membuat Clara yang menyaksikannya melongo.
''Huh'' decak Hazel.
''Oh ya, semua keperluan kamu buat kuliah besok apa sudah siap semua?'' tanya Ronald.
''Sudah'' jawab Hazel.
''Ya sudah kalau begitu aku kembali ke kampus, sebentar lagi ada kelas tambahan'' pamit Ronald.
Hazel menganggukkan kepalanya.
Lalu Ronald beralih menatap Clara yang sejak tadi hanya menjadi penonton saja.
''Nama kamu siapa?''
''Clara, Kak'' jawab Clara dengan semangat, bahkan wajahnya juga berseri seri karna terlalu bahagia karna di ajak bicara oleh pangeran kampus idolanya
''Clara, aku titip calon,, oh maksudku adikku'' ucap Ronald yang hampir keceplosan mengatakan kalau Hazel calon istrinya.
''Siap Kak'' timpal Clara.
Ronald lalu kembali menatap Hazel dengan tersenyum, dan mengangkat telapak tangannya untuk mengusap pucuk kepala Hazel.
''Ingat, jangan sampai telat makan'' ucapnya lalu melangkah pergi.
luna kn ppb...😝😝
dia yg slah,tp msih ga trima.....
mna brani bgt bkin hazel luka,abs ni siap2 aja dpt hkumn dr ronald....
smga hazel ga nglmain kjdian d msa lalu....
dsr pe'a.....ga ada bkti,udh nduh smbrangn....mna d dpn orngnya pula....glirn tau yg sbnrnya...
malu woooyyyyy.....😛😛😛
pdhl mh mngkn tu bpknya.....
luna kepo bgt....udh tau ronald ga ada prsaan apa2 sm dia,msih aja ngeyel....
knp ga brsha buat bka hti k ygblain aja..
emng dia spa smp cmburu gt,ronald aja biasa aja tuh sm dia....