NovelToon NovelToon
Dokter Rona And Hot Daddy

Dokter Rona And Hot Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Balas Dendam / Dokter / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Senja Merona

Seorang dokter lulusan luar negeri, terjebak dalam hubungan tanpa cinta dan status pernikahan.

Berawal dari sebuah pengkhianatan, hingga membawanya pada kesalahan cinta satu malam dengan seorang sugar daddy yang berprofesi seorang dosen sekaligus pemilik Rumah Sakit tempatnya bekerja dan menjadikan dia seorang wanita simpanan.

Novel ini rate 21 ya. Isi ceritanya banyak adegan dewasa. Jadi untuk yang masih di bawah umur, bijaklah untuk memilih bacaan.

Salam,

Senja Merona

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Merona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dosen Bengis

Pagi yang indah dengan kicauan burung dan gemericik air nan jernih, menyambut sosok tegap juga berwibawa menyambut hari baru dengan sekelumit rahasia. Berjalan dengan gagah, menebar pesona akan kharisma yang dia miliki. Mata-mata jalangg menatap menguliti, mengangankan tubuhnya bersatu dengan tubuh yang tengah mereka tatap.

Hari Selasa, di mana seorang Edward Liam melakukan tugasnya sebagai seorang dosen statistik. Selain menjadi direktur utama sebuah Rumah Sakit swasta, dia juga menyalurkan kecerdasannya menjadi seorang dosen di salah satu universitas.

Dia mencintai profesinya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. Tidak ada hal lain di kehidupannya yang dia cintai. Meski banyak wanita singgah di hidupnya. Namun, itu hanya sekedar petualangan tanpa ikatan sah.

"Cabang statistika pada saat ini sangat luas digunakan untuk mendukung metode ilmiah. Statistika inferensi dikembangkan pada paruh kedua abad ke-19 dan awal abad ke-20 oleh Ronald Fisher dan William Sealey Gosset."

"Penggunaan statistika pada masa sekarang dapat dikatakan telah menyentuh semua bidang ilmu pengetahuan, mulai dari astronomi hingga linguistika. Sampai di sini ada yang mau ditanyakan?"

Tidak ada satu pun yang menjawab, semua mahasiswa terpaku dengan pikirannya masing-masing.

"Duh... tampannya Dosenku...."

"Aku rela jadi mahasiswa abadi, kalau dosennya macam Mr. Edward."

"Unch... hot banget sih!"

"Aku rela jadi sugar baby. Dibanting kanan-kiri, dikunci di kamar pagi-siang-malam!"

"Ah... My hot Daddy...."

"Jadikan aku yang kedua, hottie!"

"Baiklah, kalau tidak ada yang ditanyakan, saya lanjutkan materi hari ini," ucap Edward dengan tatapan dingin.

"Bidang-bidang ekonomi, biologi dan cabang-cabang terapannya, serta psikologi banyak dipengaruhi oleh statistika dalam metodologinya. Akibatnya lahirlah ilmu-ilmu gabungan seperti ekonometrika, biometrika dan psikometrika."

"Kamu!" tunjuk Edward tiba-tiba pada salah satu mahasiswanya. "Jelaskan kembali materi yang saya uraikan barusan!" titahnya tegas.

Mahasiswa tersebut gelagapan karena sedari tadi dia tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh Edward. Pikirannya sibuk mengkhayalkan pria matang di hadapannya.

"A- a- aku tidak paham Mister!"

Semua orang terbahak-bahak, namun kembali hening saat Edward menggebrag meja dengan keras menggunakan tangannya.

"Kamu, keluar!!" suruhnya dengan suara menggelegar. "Siapa lagi yang mau keluar?" tanya Edward dengan raut bengis.

Kembali tidak ada satu pun yang bersuara, semua terdiam dengan menundukkan kepala.

"Kalian semua, mengulang mata kuliah saya satu semester lagi!" tegas Edward dengan mengacungkan jari telunjuk ke arah orang-orang yang merinding melihat sikapnya.

"Keinginan aku jadi mahasiswa abadi sepertinya akan terkabul," gumam seseorang di dalam hati.

Edward meninggalkan kelas dengan wajah garang, rahangnya mengeras dengan kepalan di tangan seperti ingin menghajar sesuatu. Suasana kelas menjadi riuh selepas kepergiannya, mengumpat dan menghujat dosen tampan namun sangat menyebalkan.

...*******...

"Kamu kenapa honey?" tanya seorang wanita yang masuk ke dalam ruangan. Dia mendaratkan tubuh di atas pangkuan pria yang masih diliputi amarah nan membara.

"Tadi aku dengar keributan dari kelas statistik, apa ada yang bersikap kurang ajar?" tanyanya lagi dengan tangan berkelana membuka kancing kemeja.

Edward tidak menjawab. Kebiasaan dia ketika marah, akan diam seribu bahasa. Namun, wanita yang tengah duduk di atas pangkuannya, tahu apa yang harus dilakukan agar pria matang itu bisa bersuara.

Jemari halus mulai menggelitik dada bidang berbulu tipis. Bibir hangatnya menyesap ceruk leher dengan tangan memainkan sesuatu yang mengeras di atas dada dan meremassnya lembut. Edward mengatup dan mendengak, menikmati sapuan yang menyisir bagian tubuhnya.

Permainan wanita itu berlanjut, lidahnya menggelitik telinga dan menghembuskan napas beraroma menggairahkan. Tangannya semakin berani mempermainkan bagian paling sensitif milik laki-laki. Meremass dengan kuat membuat pemiliknya melenguh dan membuka mulut.

Tubuh wanita itu melangsur, melepas gesper dan duduk bersimpuh. Dia menurunkan penutup yang menghalangi pergerakan lalu melakukan tugasnya memaju-mundurkan kepala dengan cepat dan sesekali menggigit tipis. Pria di hadapannya mengerang bersama kepala yang terus mendongak, melepas kenikmatan di dalam mulut wanitanya. Dengan sukarela wanita itu meneguk hingga tak bersisa.

"Nanti malam, aku ke apartemenmu ya. Sudah lama kita tidak bercinta," ujar si wanita yang hanya dibalas dengan anggukan. Mereka tidak tahu, ada yang mengintip aksi mereka berdua, seraya berkhayal mencicipi pria matang yang berstatus duda.

"Ah... sekarang aku tahu apa kelemahan Mr. Edward. Aku bisa memanfaatkan itu untuk mendapatkan nilai sempurna!"

...***...

"Coba sebutkan ciri-ciri orang itu?" tanya anggota Polisi pada Rona.

"Ayo Ron, buka suara!" titah Nath pada sahabatnya.

Rona mengangguk dan mulai menyebutkan satu per satu ciri dari pria yang telah menodainya. Sebuah sketsa wajah, rampung dalam sekejap mata.

"Ini?" tanya pria yang menggenggam kertas putih.

Rona mengangguk dengan mata menahan berbagai perasaan. "Iya, pria itu yang telah menodai saya!" geram Rona.

"Benar itu pelakunya Rona?" tanya Nath menegaskan.

"Benar, Nath. Itu dia!" tegas Rona.

Bayangan tentang hari kelam itu, kembali menyelubungi hati yang berpura-pura kuat. Sungguh sebenarnya kejadian itu membuat dirinya merapuh. Ketakutan demi ketakutan hinggap di dalam diri. Namun, berusaha dia lawan dengan sisa keteguhan.

Kehormatan yang dia jaga sebaik mungkin, pupus sudah di tangan pria bejat tak tahu malu. Rasa sesak dan dendam perlahan menggerogoti hati lembutnya. Rona telah berikrar dalam hati, akan membalas setiap perbuatan yang pria itu lakukan. Menghancurkan dirinya hingga merasa tak ingin lagi melihat mentari.

"Baik, akan saya catat laporan anda Nona. Dalam 1x24 jam, pelaku akan kami bekuk!"

Rona berdiri lalu menjabat tangan pria berseragam di hadapannya seraya mengucapkan terima kasih. Nath turut berdiri dan juga mengucapkan terima kasih pada pria tersebut yang juga sepupunya.

"Bantu sahabatku, oke!" pinta Nath sembari memeluk sepupunya.

"Pasti!" jawabnya penuh keyakinan.

Sementara, ada seseorang yang mengintai dan menguping pembicaraan mereka. Seseorang itu mengirimkan pesan pada orang yang dia kenal.

Xxx

Hati-hati, tuan. Ada seseorang yang telah melaporkan anda pada unit kami

Yyy

Siapa?

Xxx

Seorang wanita dan pria

Ini fotonya

Yyy

Terimakasih atas informasinya

Xxxx

Sama-sama tuan

"Kucing liar itu tidak berdiam diri rupanya. Baiklah, aku ikuti permainanmu. Sampai kapan kamu akan bertahan. Lihat saja, aku atau kamu yang akan hancur!"

Wajah menyeringai licik dengan rencana yang telah dia siapkan. Bukan lembaran uang sebagai penutup mulut, namun video aksi bejatnya yang dia rekam sendiri.

"Bermain-main denganku, hanya akan membuatmu hancur. Kucing liar!!!" gumamnya sembari memutar ulang video perundungannya.

Hasratnya kembali bergelora dan dia sangat ingin mengulang petualangan dari wanita yang telah dia renggut kesuciannya. Ada gejolak yang berbeda saat dia bergumul dengan wanita yang masih perawan. Ketagihan dan rasa ingin memiliki.

Materi statistik By Amalia Juniarly, S.Psi., Psi., M.A

.

.

.

...*****...

...Mohon maaf Author belum bisa maksimal, badan kembali drop....

...Terimakasih yang masih setia dengan karya recehan ini....

...Kalau berkenan, Author tunggu Favorite, vote, like, comment dan rating 5 stars...

1
Kundriah
ceritax ckp bgs... bisa lebih hot lagi Thor....😀♥️
Si Memeh
Luar biasa
Nadine Ayunda
roland itu bukannya pacar rona yg dulu selingkuh sama musuh bebuyutan ya,
Bundana Irpan Sareng Faizal
kasihan rona😢
elf
visualnya keceeeee badai.. tp aq lbh suka Leona ama nath... cantik segerrrr... nath,,, gemesin paraaahhh... 😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Martias
Luar biasa
Febri Ana
lanjuuttt
Roro Sri hastuti
kompak banget pasangan ini suka ngadon dan diadon 🤣🤣🤣🤣
Arifin
jangan lupa mampir kak
Arifin
kak saling dukung
Eva Octriana
leona kan diperkosa nathan, knp leona gak kena HIV, sdgkan amber mamanya kena jg
Cecilia Ceci
cerita nya bagus,seru dan tidak bertele tele
Endang Werdiningsih
richad pria lemah yg tdk bisa tegas dgn istri...memalukan sdh dieslingkuhi lg
Endang Werdiningsih
edward spt pria kaya pada umum'a.... mengandalkan kekayaan hanya untk memuaskan diri dan cenderung punya hati jahat...tdk merasa menyesal setelah memperkosa seorang gadis yg dianggapja peremopuan penjaja tubuh...
Arogan msh jahat pula...
Endang Werdiningsih
alur'a msh enak untuk dibaca dan tdk menbosankan,,, dan smoga tokoh Rona sbg perempuan yg kuat dan baik,,,smoga spt ini trus part part kedepan...
semangat kaka' author....
Neng Aulia
ikut dong ke klinik kecantikan, babang Edward... wkwkwkwk
Yulia Apriawanti
Kecewa
Senja Merona🍂
💕💕💕💕💕
Umi Nabila
jgn mau Feliks
Umi Nabila
😂😂😂😂kasian bgt lu mber
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!